Senin, 26 September 2011

Jangan Menunggu

Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.

Jangan menunggu kaya baru memberi, tapi memberilah, maka kamu semakin kaya.

Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan.

Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.

Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.

Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.

Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah,. bukan sekadar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya.

Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

Jangan menunggu sukses baru bersyukur. tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa!


Dan...

Jangan menunggu lama lagi untuk membagikan tulisan ini kepada semua orang yang Anda kenal...sehingga kita semua tersadar.

_____
(surat elektronik | anonim)

Jumat, 02 September 2011

Bedakan Bungkusan dan Isi-nya

Hidup akan melelahkan, sia-sia, dan menjemukan bila Anda hanya mengurus BUNGKUSAN-nya saja dan mengabaikan ISI-nya.



Bedakan apa itu BUNGKUSAN dan apa itu ISI-nya.



Rumah indah hanya bungkusan... Keluarga bahagia itu isinya,



Pesta nikah hanya bungkusan... Cinta kasih dan komitmen itu isinya,



Ranjang mewah hanya bungkusan... Tidur nyenyak isinya,



Makan enak hanya bungkusan... Gizi dan energi isinya,



Kecantikan dan ketampanan hanya bungkusan... Kepribadian itu isinya,



Bicara itu hanya bungkusan... Kerja nyata itu isinya,



Buku hanya bungkusan... Pengetahuan isinya,



Jabatan hanya bungkusan... Pengabdian dan pelayanan itu isinya,



Pergi ke rumah ibadah itu bungkusan... Melaksanakan firman Allah swt itu isinya.





Utamakanlah isinya..., namun rawatlah bungkusnya.



_____

(surat elektronik | anonim)