Minggu, 26 Juni 2011

Maka Tersenyumlah

Tersenyum itu lebih gampang ketimbang cemberut karena otot yang dibutuhkan untuk gerakan senyum lebih sedikit ketimbang cemberut.

Beberapa ahli menyatakan dibutuhkan 43 otot untuk cemberut dan hanya 17 otot untuk tersenyum.

Tersenyum bisa dilakukannya secara sadar atau pun tidak sadar yang dipandang sebagai suatu bentuk kebahagiaan dan keramahan.

Tersenyum dapat memberikan manfaat lebih untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya, seperti memberikan energi positif serta mengubah suasana hati menjadi lebih baik.

Karena itu tak ada salahnya untuk selalu tersenyum.

(NN@mail)

Kamis, 23 Juni 2011

Kekuatan Uang

Dengan UANG, Anda DAPAT membeli RUMAH, tapi BUKAN KEHIDUPAN.

Dengan UANG, Anda DAPAT membeli JAM, tapi BUKAN WAKTU.

Dengan UANG, Anda DAPAT membeli BUKU, tapi BUKAN PENGETAHUAN.

Dengan UANG, Anda DAPAT membayar DOKTER untuk KESEHATAN tapi BUKAN NYAWA.

Dengan UANG, Anda DAPAT membeli POSISI, tapi TIDAK KEHORMATAN.

Dengan UANG, Anda DAPAT membeli DARAH, tapi TIDAK NYAWA.

Dengan UANG, Anda DAPAT membeli SEKS, tapi BUKAN CINTA.

Dengan UANG, Anda BISA membeli APA SAJA yang Anda suka, tapi semua itu TIDAK KEKAL ABADI.

SEMUANYA akan LENYAP dan MUSNAH, KETIKA Anda pun sudah TIDAK BERNYAWA.


(NN@mail)

Minggu, 19 Juni 2011

Don't Complain Your Life

Watch it if you think you are unhappy...

http://184.105.232.143/df/b6/dfb64fd502150d4e21ab28a038cd270b/ba124807/humanwatchclip_dfb6_w_2.3gp?c=273316164&u=399521485&s=BL-emQ



(NN@mail)

Kamis, 16 Juni 2011

Keberanian untuk Bicara Jujur

Dr. Arun Gandhi, cucu mendiang Mahatma Gandhi bercerita, pada masa kecil ia pernah berbohong kepada ayahnya. Saat itu ia terlambat menjemput ayahnya dengan alasan mobilnya belum selesai diperbaiki, padahal sesungguhnya mobil telah selesai diperbaiki hanya saja ia terlalu asyik menonton bioskop sehingga lupa akan janjinya.

Tanpa sepengetahuannya, sang ayah sudah menelepon bengkel lebih dahulu sehingga sang ayah tahu ia berbohong.

Lalu wajah ayah tertunduk sedih; sambil menatap Arun sang ayah berkata, "Arun, sepertinya ada sesuatu yang salah dengan ayah dalam mendidik dan membesarkan kamu, sehingga kamu tidak punya keberanian untuk berbicara jujur kepada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, biarlah ayah pulang dengan berjalan kaki; sambil merenungkan di mana letak kesalahan itu."

Dr. Arun berkata, "Sungguh saya begitu menyesali perbuatan saya tersebut. Sejak saat itu seumur hidup, saya selalu berkata jujur pada siapa pun."

Seandainya saja saat itu ayah menghukum saya, mungkin saya akan menderita atas hukuman itu, dan mungkin hanya sedikit saja menyadari kesalahan saya. Tapi dengan tindakan mengevaluasi diri yang dilakukan ayah, meski tanpa kekerasan, justru memiliki kekuatan luar biasa untuk mengubah diri saya sepenuhnya.

Para orangtua, mari kita membiasakan diri untuk selalu bertanya, "Apa yang salah dari saya, mengapa anak saya bisa seperti itu...?"


(NN@mail)