Minggu, 13 Januari 2019

Semua Petinju Profesional Memiliki Pelatih

Artikel bagus dari seorang teman ...

Semua PETINJU profesional memiliki PELATIH.

Bahkan, petinju LEGENDARIS sehebat MOH. ALI sekalipun memiliki PELATIH.
Yaitu ANGELO DUNDEE yang membantu ALI menjadi JUARA dunia 3 kali.

Padahal jika mereka BERDUA disuruh  BERTANDING sangat JELAS Angelo Dundee tidak akan pernah MENANG.

Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa MOH. ALI butuh PELATIH kalau JELAS dia pasti MENANG melawan pelatihnya?

KETAHUILAH ...

Bahwa MOH. ALI butuh PELATIH bukan karena pelatihnya lebih HEBAT tapi karena ia membutuhkan seorang untuk MELIHAT hal-hal yang "TIDAK DAPAT DIA LIHAT SENDIRI"

Hal yang tidak dapat kita LIHAT dengan MATA sendiri itu yang disebut: "BLIND SPOT" atau "TITIK BUTA".

Kita hanya bisa melihat "BLIND SPOT" dengan bantuan orang lain.

Dalam HIDUP kita BUTUH seseorang untuk MENGAWAL kehidupan kita, SEKALIGUS untuk MENGINGATKAN kita seandainya PRIORITAS hidup kita mulai BERGESER.

Kita butuh orang lain YANG:
  • MENASIHATI
  • MENGINGATKAN
  • MENEGUR
Jika kita MULAI melakukan SESUATU hal yang KELIRU yang MUNGKIN tidak kita SADARI.

Kita butuh KERENDAHAN HATI untuk:
  • Menerima KRITIKAN
  • Menerima NASIHAT
  • Menerima TEGURAN
Itulah yang justru menyelamatkan kita.

Kita bukan manusia SEMPURNA.

Jadi, biarkan orang lain menJadi "MATA" kita di area 'BLIND SPOT' kita, sehingga kita bisa MELIHAT apa yang tidak BISA kita LIHAT dengan 'PANDANGAN' kita SENDIRI.

Mari kita saling nasihat-menasihati dalam KEBAIKAN & KESABARAN ....

_______
@grupWA, 19082017

1 Jam untuk 1 Seluruh Kehidupan

Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya,
”Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa sepanjang hidup kita?“

Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata,
”Tidak, nak …“

Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi,
”Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun …?”

Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya.

”Oh ayah, bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan …?”

Ayahnya tertawa …,
”Mungkin tidak bisa juga,nak”

”OK ayah, ini yang terakhir kali,
Apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja …?”

Akhirnya ayahnya mengangguk,
“Kemungkinan besar,bisa nak”

Anak ini tersenyum lega,
”Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, ayah…
Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar …“


Pernyataan ini mengandung kebenaran …..

Marilah kita hidup dari waktu ke waktu, dengan memperhatikan cara kita menjalani hidup ini.

Dari latihan yang paling kecil dan sederhana sekali pun.

Akan menjadikan kita terbiasa.

Dan apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat.

Dan sifat akan berubah jadi karakter.

πŸ“š HIDUPLAH 1 JAM TANPA:
  • ✏Tanpa KEMARAHAN,
  • ✏Tanpa HATI YANG JAHAT,
  • ✏Tanpa PIKIRAN NEGATIF,
  • ✏Tanpa MENJELEKKAN ORANG,
  • ✏Tanpa KESERAKAHAN,
  • ✏Tanpa PEMBOROSAN,
  • ✏Tanpa KESOMBONGAN,
  • ✏Tanpa KEBOHONGAN,
  • ✏Tanpa KEPALSUAN.

Lalu ulangi lagi untuk 1 jam berikutnya.. .

πŸ“š HIDUPLAH 1 JAM DENGAN:
  • ✏Dengan KASIH SAYANG KEPADA SESAMA…
  • ✏Dengan DAMAI,
  • ✏Dengan KESABARAN,
  • ✏Dengan KELEMAHLEMBUTAN,
  • ✏Dengan KEMURAHAN HATI,
  • ✏Dengan KERENDAHAN HATI,
  • ✏Dengan KETULUSAN.

Dan mulailah dari jam ini … ⏰

1 jam yang sederhana, tapi sangat mungkin akan berarti bagi perjalanan 10 tahun ke depan, bahkan mungkin sampai akhir hayat.

Semangat pagi semuanya ...!
Semoga kita bisa ...! πŸ’ͺ🏻

_______
@grupWA, 19082017

Sabtu, 22 Desember 2018

Mutiara yang Dibuang

Tersebutlah ada pasangan SUAMI ISTRI yang kaya raya...

Sehabis shopping mereka masuk rumah dan melihat ruang makan yang kotor. Tercium bau aroma yang tidak sedap ... "pesing".

Sementara di sudut meja makan terlihat nampak seorang IBU tua, tergopoh-gopoh sedang berusaha keras untuk bisa menyapu, membersihkan makanan yang berserakan di lantai.

ISTRI: (dia bersuara keras membentak ibu tua itu!) Ini pasti ulah Ibu, kan ...?!!!

Ibu ngompol di lantai kan ...?!!!

Lihat tuh, meja kotor, makanan tercecer di mana-mana, lantai juga Waduuuuuh (marah dan geram). Ibu ... Ibu ...!!!

Ini rumah bukan gudang Ibu ...!!!

SUAMI: Sudahlah mama. Jangan bentak ibu seperti itu, kasihan ... Ibu kan sudah tua.

ISTRI: Tidak bisa begini terus-menerus. Kalau tiba-tiba ada tamu yang datang, apa jadinya? Sebaiknya besok kita bawa ibu ke panti jompo. Saya yang akan bawa!

SUAMI: Jangan Ma! Itukan Ibumu, masa dibawa ke panti jompo?

Istri dengan muka cemberut, seolah cuek mendengarkan nasihat suaminya.

Keesokan harinya si istri benar-benar membawa ibunya ke panti jompo, meski sudah dilarang suaminya dia tetap pada pendiriannya, untuk menitipkan ibunya ke panti jompo karena risih dan kesal sikap Ibunya yang sudah tua renta yang selalu membuat jengkel, suka ngotorin ruang makan, suka makan berserakan, suka pipis sembarangan.

Setelah ibu tua itu dibawa ke panti jompo si istri kembali ke rumah. Keesokan harinya ISTRI masuk ke kamar sang ibu untuk membenahi dan merapikan kamar ibunya yang terlihat kotor.

Tiba-tiba di bawah kasur dia menemukan sebuah buku lusuh dengan kertas yang agak kuning kusam.

Dia tertarik karena ada foto dirinya sejak kecil dan remaja, di halaman depan bertuliskan judul buku: "PUTRIKU buah HATIKU"

Pelan-pelan ISTRI membuka lembaran buku lusuh tersebut dan membaca catatan kecil Ibunya yang telah dia titipkan ke panti jompo.

Diawali hari dan tanggal lahir dia.

"Aku melahirkan putriku. Biar terasa sakit dan mandi darah, aku bangga bisa punya anak."

Ya ... Aku bangga bisa berjuang tanpa suami yang telah mendahuluiku.

Aku rawat dengan cinta.
Aku besarkan dengan kasih.
Aku sekolahkan dengan airmata.
Aku hidupi dia dengan cucuran keringat.

Kuingat ... Ketika kubawa ke klinik untuk imunisasi, di atas angkot, dia nangis lalu kubuka kancing blus dan susui dia. Aku tak merasa malu, bahkan tiba-tiba dia kencingi aku. Tapi biarlah. Tiba-tiba dia batuk kecil, muntah dan basahi rokku. Hari itu terasa indah bagiku. Biarpun aku basah oleh kencing dan muntahannya, aku tetap tersenyum ... Bangga sekali.

Kejadian itu berulang-ulang beberapa kali.

Aku tak peduli apa kata orang di atas angkot. Asalkan putriku bisa tumbuh sehat, itu yang utama bagiku. Aku sangat sayang dan mencintai putri kecilku, sebagaimana almarhum suamiku mencintai dan menyayangiku.

TIBA-TIBA HENING ...

ISTRI: Sambil membaca buku catatan kecil Ibunya, air matanya mulai meleleh turun, hati terasa perih, dada sesak.

Tiba-tiba dia berteriak keras, meraung-raung sejadi-jadinya. "Ibuuuuuuu ... Ibuuuuu ...! Sambil berdiri setengah berlari ke garasi.

SUAMI: Suaminya kaget lihat ulah istrinya dan bertanya: "Keeeenapa Ma, ada apa?"

ISTRI: Terisak dia jawab: ”Aku harus bawa kembali ibuku." Tiba-tiba telepon berdering, diterima suaminya lalu ... "Mohon bapak dan ibu segera datang ke panti sekarang, cepat ...!"

Mereka buru-buru ke panti. Saat masuk, nampak tubuh ibu tua sudah lemah, sedang diperiksa dokter.

ISTRI: Si istri berteriak histeris sambil menangis menahan air mata "Ibuuuuu ...!"

Ibunya lemah tanpa bersuara dan berusaha memeluk kepala anaknya seraya berbisik pelan dan bercucur air mata ... "Anakku ... Ibu bangga punya kamu. Seluruh cinta kasih hanya buat kamu nak … Maafkan ibu. iiiii...ibu saaayyyaaaang padamu (sambil memejamkan mata)."

Sang ibu pun menghembuskan nafas. Meninggal dengan chusnul khotimah.

Anaknya meraung-raung keras sekali. Menangis dan menyesal.

"Ibuu ... Ibuu ... Aku minta ampun Buu ... Aku durhaka sama Ibuu ... Ampun … ampuni aku Bu. Iiibuu ... jangan tinggalkan aku bu ...

Anak macam apa aku ini ... Anak macam apa ... Ampun Buu ... Ampuni aku Ibuu."

SUADARAKU ... SAHABATKU ... Masihkah ada IBU dan AYAH di sisimu?

KALAU orang tua masih ada, rawatlah dengan sepenuh hati, sebagaimana mereka merawat kita sejak kecil sampai kita dewasa.

Kalau kedua orangtua telah mendahului, kita doakan semoga mereka ditempatkan di tempat yang mulia.

Semoga hati kita menjadi lembut dalam memberikan bakti kepada orang tua ... Aamiiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

_____
(surat elektronik | anonim)

Sabtu, 17 November 2018

10 Faktor Utama Kesuksesan

Hasil penelitian dari: Thomas J. Stanley, Ph.D Mungkin akan mengubah apa yang Anda percayai. 

Penelitian beliau menunjukkan bahwa dari 100 faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang, ternyata: IQ hanya diurutan ke-21,

Bersekolah di sekolah favorit diurutan ke-23, dan Lulus dengan nilai terbaik/hampir terbaik cuma faktor sukses diurutan ke-30.

Kaget ...?

Ingin tahu 10 faktor Utama yang berperan dalam kesuksesan?

Baca 10 urutan di bawah ini sbb:
  1. Jujur
  2. Disiplin
  3. Good interpersonal Skill
  4. Dukungan dari pasangan hidup
  5. Bekerja lebih keras dari yang lain
  6. Mencintai apa yang dikerjakan
  7. Kepemimpinan Yang Baik dan Kuat (Good & Strong Leadership)
  8. Semangat dan berkepribadian kompetitif
  9. Pengelolaan Kehidupan yang baik (Good life management)
  10. Kemampuan menjual gagasan dan produk (Abilty to sell idea or product)

Rezky Daniel,
Semoga bermanfaat ya..

_____
@grupwa, 13082017

Sabtu, 10 November 2018

Buat Ibu-Ibu/Bapak-Bapak yang Galak

Pesan Ibu Elly Risman
Senior Psikolog UI, Konsultan Parenting Nasional

Inilah pesan untuk para orangtua:

Kalau Anda dititipi anak Presiden, kira-kira bagaimana mengasuh dan menjaganya?

Beranikah Anda membentaknya sekali saja?
Pasti enggak, kan?

Nah, yang sekarang menitip bukan Presiden, tapi yang jauh lebih berkuasa dari Presiden, yaitu Allah.

Beranikah Anda membentak, memarahi, mencubit, menyentil, bahkan memukul?

Jika Anda pernah melakukannya, kira-kira nanti di hari akhir, apa yang Anda jawab ketika ditanya Pemiliknya?

Jiwa anakmu lebih mahal dari susu termahal yang ditumpahkannya.
Jaga lisanmu, duhai orangtua.
Jangan pernah engkau memarahi anakmu hanya gara-gara ia menumpahkan susunya atau karena ia melakukan hal yang menurutmu salah.

Anakmu tidak tahu kalau apa yang ia lakukan adalah kesalahan.
Otaknya belum mempunyai konsep itu.

Jaga Jiwa Anakmu.
Lihatlah tatapan mata anakmu yang tidak berdosa itu ketika engkau marah-marah.
Ia diam dan mencoba mencerna apa yang engkau katakan.
Apakah ia mengerti?

Mungkin iya, tapi cobalah perhatikan apa yang ia lakukan. setelah engkau pukul dan engkau marahi.
Anakmu tetap memelukmu, masih ingin engkau belai.
Bukankah inilah tanda si anak memaafkanmu?

Namun, jika engkau terus-menerus mengumbar kata-kata kasarmu kepadanya, otak anakmu akan merekamnya dan akhirnya, cadangan ‘maaf’ di otaknya hilang.

Apa yang akan terjadi selanjutnya, duhai orangtua?
Anakmu akan tumbuh menjadi anak yang ‘ganas’ dan ia pun akan membencimu sedikit demi sedikit hingga tidak tahan hidup bersamamu.

Jiwa anak yang terluka itu akan mendendam.
Pernahkah engkau saksikan anak-anak yang ‘malas’ merawat orangtuanya ketika tua?
Jangan salahkan anak-anaknya.
Cobalah memahami apa yang sudah dilakukan oleh orangtua itu kepada anak-anaknya ketika mereka masih kecil.

Orangtua ..., anakmu itu bukan kaset yang bisa kau rekam untuk kata-kata kasarmu.

Bersabarlah.

Jagalah kata-katamu agar anak hanya tahu bahwa ayah ibunya adalah contoh yang baik, yang bisa menahan amarahnya.

Duhai orangtua, engkau pasti kesal kalau anakmu nakal.

Tapi pernahkan engkau berpikir bahwa kenakalannya mungkin adalah efek rusaknya jiwa anakmu karena kesalahanmu ....
Kau pukul & kau cubit anakmu hanya karena melakukan hal-hal sepele.
Kau hina dina anakmu hanya karena ia tidak mau melakukan hal-hal yang engkau perintahkan.

Cobalah duduk dan merenungi apa saja yang telah engkau lakukan kepada anakmu.
Apakah engkau lebih sayang pada susu paling mahal yang tertumpah?
Anakmu pasti menyadari dan tahu ketika kemarahan itu selalu hadir di depan matanya.
Jiwanya pun menjadi memerah bagai bara api.
Apa yang mungkin terjadi ketika jiwa anak sudah terusik?

Anak tidak hormat pada orangtua.
Anak menjadi musuh orangtua.
Anak menjadi sumber kekesalan orangtua.
Anak tidak bermimpi hidup bersama dengan orangtua.
Hal-hal inikah yang engkau inginkan, duhai orangtua?

Ingatlah, jiwa anakmu lebih mahal dari apa pun termahal yang ada di dunia.
Jaga lisan dan perlakukanmu kepada anakmu.

πŸ‘ΆπŸ‘¦πŸ‘§πŸ‘ΆπŸ‘¦πŸ‘§πŸ‘ΆπŸ‘¦πŸ‘§

Untuk saya dan bapak ibu semua.

Share buat para orang tua ... ☺πŸ™

_____
(surat elektronik | anonim)