Sabtu, 23 Juni 2018

Animals Schooling

(Renungan Menyongsong Tahun Pelajaran Baru)

Di sebuah hutan belantara berdirilah sebuah sekolah para binatang.

Statusnya "disamakan" dengan sekolah manusia.

Kurikulum sekolah tersebut mewajibkan setiap siswa lulus semua pelajaran dan mendapatkan ijazah.

Terdapat 5 mata pelajaran dalam sekolah tersebut:
a. Terbang
b. Berenang
c. Memanjat
d. Berlari
e. Menyelam

Banyak siswa yang bersekolah di "animals schooling", ada elang, tupai, bebek, rusa, dan katak.

Terlihat di awal masuk sekolah, masing masing siswa memiliki keunggulan pada mata pelajaran tertentu.

Elang, sangat unggul dalam terbang. Dia memiliki kemampuan yang berada di atas kemampuan binatang lain.

Demikian juga katak, sangat mahir pada pelajaran menyelam.

Namun, beberapa waktu kemudian karena "animals schooling" mewajibkan semua harus lulus 5 mata pelajaran (mapel).

Maka mulailah si Elang belajar memanjat dan berlari.

Tupai pun berkali-kali jatuh dari dahan yang tinggi karena belajar terbang.

Bebek seringkali ditertawakan meski sudah bisa berlari dan sedikit terbang. Namun sudah mulai tampak putus asa ketika mengikuti pelajaran memanjat.

Semua siswa berusaha dengan susah payah namun belum juga menunjukkan hasil yang lebih baik.

Tidak ada siswa yang menguasai 5 mapel tersebut dengan sempurna.

Kini, lama kelamaan ...

Tupai sudah mulai lupa cara memanjat, bebek sudah tidak dapat berenang dengan baik karena sebelah kakinya patah dan sirip kakinya robek, karena terlalu sering belajar memanjat.

Kondisi inilah yang saat ini terjadi mirip dengan kondisi pendidikan kita. Orangtua berharap anaknya serba bisa. Sangat stres ketika matematikanya dapat nilai 5.

Les A, Kursus B, Les C, kursus D, private E, dan sebagainya dan berjibun kegiatan lain tanpa memperhatikan dan fokus pada potensi anaknya masing masing.

Mari kita syukuri karunia luar biasa yang sudah Allah amanahkan kepada para orangtua yang memiliki anak-anak yang sehat dan lucu.

Setiap anak memiliki belahan otak dominannya masing-masing.

Ada yang dominan di limbik kiri, neokortek kiri, limbik kanan, neokortek kanan, juga batang otak.

Sehingga masing masing memiliki kelebihannya sendiri sendiri.

Fokuslah dengan kelebihan itu, kawal, stimulasi dan senantiasa fasilitasi agar terus berkembang.

Janganlah kita disibukkan dengan kekurangannya.

Karena sesungguhnya setiap anak yang terlahir di dunia ini adalah cerdas (dikelebihannya masing-masing), istimewa dan mereka adalah Bintang yang bersinar di antara kegelapan Malam.

Inilah saatnya kita bergandeng tangan menggali potensi diri anak dan anak didik kita seoptimal mungkin.

Selamat berjuang Bapak/Ibu Guru, Ayah dan Bunda. Semoga Allah mudahkan segala urusan kita mengiringi kesuksesan peserta didik serta anak kita kelak di dunia dan di akhirat. Aamiin  🙏😊

_______
@grupwa, 18072017

Selasa, 19 Juni 2018

Hidup Adalah BELAJAR

Belajar bersyukur meski tak cukup,
Belajar ikhlas meski tak rela,
Belajar taat meski berat,
Belajar memahami meski tak sehati,
Belajar sabar meski terbebani,
Belajar setia meski tergoda,
Belajar memberi meski tak seberapa,
Belajar mengasihi meski disakiti,
Belajar tenang meski gelisah,
Belajar percaya meski susah,
Belajar dan Terus Belajar ...!


   ?.           ?.       ?          ?      ?
.  ?   ,.*""""*.           .*""*.      ?
        ( .     @ ,'>    <', @    ).            ?
    _.*"".- '....,).         (,..'-.""*._
 .-" . ' -., _,,.-"            "-.,_.- ' ."-.
""/,,,,,/".                          "\...\\""'??
  /,,,,,/                                 \...\\

  "Morninggggg!!!"

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 12 Juni 2018

Kisah Perjalanan ke Jerman


Dr. Wan sekeluarga tinggal di Eropa, suatu hari mereka hendak ke Jerman.

Dengan mengendarai mobil tanpa henti siang malam, butuh waktu 3 hari untuk tiba di sana. Ia, istri, dan anak perempuannya usia 3 tahun dalam mobil itu.

Malam pertama di mobil anaknya ketakutan dengan kegelapan di luar, karena belum pernah bepergian saat malam.

"Mau ke mana kita papa?"
"Ke rumah paman di Jerman."

"Papa pernah ke sana?"
"Belum."

"Papa tau jalan ke sana?"
"Mungkin, kita dapat lihat peta."

"Papa tau cara baca peta?"
"Ya, kita akan tiba dengan aman."

"Di mana kita makan kalau lapar nanti?"
"Kita makan di restoran pinggir jalan."

"Papa tahu ada restoran pinggir jalan?"
"Ya, tahu."

"Papa tahu di mana?"
"Tidak, tapi kita akan menemukannya."

Dialog yang sama berlangsung beberapa kali pada malam pertama dan kedua, tapi pada malam ketiga anak ini diam.

Dr. Wan pikir dia tertidur, ternyata dia masih bangun dan melihat sekeliling dengan tenang.

Dr. Wan curiga dan coba bertanya, "Nak, kamu tahu kita pergi ke mana?"
"Jerman, ke rumah paman."

"Kamu tahu bagaimana kita tiba di sana?"
"Tidak."

"Terus kenapa tidak bertanya lagi?"
"Karena papa sedang mengemudi."

Jawaban dari anak kecil 3 tahun ini menjadi kekuatan dr. Wan selama bertahun-tahun, saat dia mempunyai pertanyaan dan ketakutan dalam perjalanan hidupnya bersama TUHAN.

Anda mungkin tau tujuan hidupmu seperti anak tersebut. Tapi Anda tak tahu jalan ke sana. Anda tak dapat baca peta. Anda tak tahu apa akan menemukan restoran sepanjang perjalanan?

Tapi gadis kecil ini tahu hal yang terpenting: "Papa sedang mengemudi dan dia aman."

Apa sikap dan respon Anda sebagai penumpang?

Anda mungkin telah menanyakan begitu banyak pertanyaan sebelumnya, tapi Anda dapat belajar jadi anak kecil itu, yaitu fokus terpenting: "GOD is driving your life and you will be saved, don't worry!" 

😊
_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 05 Juni 2018

Bangkit dari Kegagalan!

"I didn't fail the test, I just found 100 ways to do it wrong," Benjamin Franklin.

Tahun 1306, Robert the Bruce dari Skotlandia dan pasukannya telah berperang melawan Raja Edward I dari Inggris. Robert berbaring kelelahan di lumbung ketika ia melihat seekor laba-laba mencoba untuk memperbaiki jaring-jaringnya sebanyak enam kali.

Pada usaha yang ketujuh, laba-laba tersebut berhasil. Robert lalu terinspirasi, dan mengatakan, "Laba-laba ini mengajari saya apa yang harus saya lakukan, karena saya juga telah gagal enam kali."

Dia kemudian mengumpulkan beberapa pengikutnya kembali dan mereka berhasil mengalahkan tentara Edward di tahun 1319.

Sudah berapa kali Anda mengalami kegagalan dalam hidup ini?
Sudah berapa kali Anda gagal menjual kepada pelanggan Anda?

Robert the Bruce berhasil mencatat sejarah dengan mengalahkan Raja Edward I dari Inggris karena ia bangkit dari kegagalannya.

Saya juga yakin bahwa Anda akan mendapatkan hasil yang LUAR BIASA bila Anda mau BANGKIT dari kegagalan dan kembali menghadapi setiap tantangan.

Semangat pagi!

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 29 Mei 2018

Jika seorang istri menangis ...

Jika seorang istri menangis di hadapanmu, itu berarti dia tidak dapat menahannya lagi.
Jika kau memegang tangannya saat dia menangis, dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu.
Jika kau membiarkannya pergi, dia tidak akan kembali menjadi dirinya yang dahulu, selamanya!

Seorang istri tidak akan menangis dengan mudah, kecuali di depan orang yang sangat dia sayangi, dia akan menjadi lemah!
Seorang istri tidak akan menangis dengan mudah, hanya jika dia sangat menyayangimu, dia akan menurunkan rasa EGO-nya.

Wahai suami-suami, jika seorang istri pernah menangis karenamu, tolong pegang tangannya dengan penuh pengertian.
Karena dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu di saat kau terpuruk terlalu dalam ...

Wahai suami-suami, jika seorang istri menangis karenamu, tolong jangan menyia-nyiakannya.
Mungkin, karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya.

Saat dia menangis di depanmu, saat dia menangis karenamu.
Lihatlah jauh ke dalam matanya.
Dapatkah kau lihat dan kau rasakan SAKIT yang dirasakannya karenamu?

Pada hari penciptaan PEREMPUAN, Malaikat bertanya kepada TUHAN:
"Apakah keistimewaan dari ciptaan-Mu ini?"

Lalu TUHAN menjawab: "Ada banyak KEISTIMEWAAN yang dimiliki oleh ciptaan-Ku ini.
Dibalik KELEMBUTAN-nya, dia memiliki KEKUATAN yang begitu dahsyat.
TUTUR KATA-nya merupakan KEBENARAN.
SENYUMAN-nya adalah SEMANGAT bagi orang yang dicintainya.
PELUKAN & CIUMAN-nya bisa memberi KEHANGATAN bagi anak-anaknya.
Dia TERSENYUM bila melihat temannya tertawa.
Dia TERHARU, dia MENANGIS bila melihat KESENGSARAAN pada orang-orang yang dikasihinya.
Dia mampu TERSENYUM dibalik KESEDIHAN-nya.
Dia sangat GEMBIRA melihat KELAHIRAN, dia begitu sedih melihat KEMATIAN.
TETESAN air matanya bisa membawa PERDAMAIAN.
Tapi dia sering dilupakan oleh SUAMI karena 1 hal.”

"Apa itu ya ...TUHAN?”

Bahwa "Betapa BERHARGA-nya dia."

Sebarkan ini ke SELURUH ISTRI-ISTRI yang baik dan suami-suami yang kamu kenal agar mereka tidak lupa bahwa ISTRI mereka begitu ber-HARGA!

_____
(surat elektronik | anonim)