Senin, 28 Mei 2012

Don't Judge A Book by Its Cover

Semoga kisah di bawah ini bisa menginspirasi kita semua untuk berbuat yang terbaik.

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston - USA, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor pimpinan Harvard University. 

Sang istri menjelaskan, anaknya pernah kuliah di Universitas Harvard tahun pertama, dan dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini, tapi setahun yang lalu dia meninggal karena kecelakaan. Dia ingin mendirikan peringatan untuknya di sini, dia memohon dengan mata mengharap persetujuan.

Sang pimpinan Harvard tak tersentuh, wajahnya bahkan memerah, dia tampak terkejut.

"Nyonya", katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal, kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan."

"Oh, bukan", sang wanita ini menjelaskan dengan cepat, "Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan, kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard."

Sang pimpinan Harvard memutar matanya, dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, "Sebuah gedung! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung? Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar untuk bangunan fisik Harvard."

Untuk beberapa saat sang wanita ini diam.

Sang pimpinan Harvard merasa senang dan lega, mungkin dia bisa bebas dari mereka sekarang.

Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah Universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?"

Suaminya mengangguk, wajah sang pimpinan Harvard menampakkan kebingungan.

Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi dipedulikan oleh Harvard.

Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS.

_____
(surat elektronik | anonim)

Senin, 21 Mei 2012

Kebohongan Mama

Mama dalam hidupnya membuat 6 kebohongan.

Saat makan, jika makanan kurang, ia akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata, "Cepatlah makan, Mama tidak lapar."

Waktu makan, ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, "Mama tidak suka ikan, makanlah, nak..."

Tengah malam saat melihat dia sedang menjahit pakaian untuk mencari penghasilan buat keluarga, Ia berkata, "Cepatlah tidur, Mama masih belum ngantuk..."

Saat anak-anak sudah tamat dan bekerja di kota besar, mengirimkan uang untuk Mama. Ia juga berkata, "Mama masih punya uang."

Saat anak-anak sudah sukses, menjemput mamanya untuk tinggal di kota besar, Ia lantas berkata, "Rumah tua kita sangat nyaman, Mama tidak terbiasa tinggal di sana."

Saat menjelang tua, mama sakit keras, hanya bisa beristirahat, anak-anaknya akan menangis, tapi Mama masih bisa tersenyum sambil berkata, "Jangan menangis, Mama tidak sakit." Ini adalah kebohongan terakhir yang dibuat Mama.

Tidak peduli seberapa kaya kita, seberapa dewasanya kita, Mama selalu menganggap kita anak kecil, mengkhawatirkan diri kita tapi tidak pernah membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya.

Semoga semua anak-anak di dunia ini bisa menghargai setiap kebohongan Mama, setiap saat juga mensyukuri kebesaran seorang Mama.
_____
(surat elektronik | anonim)

Senin, 14 Mei 2012

Kesempatan Hidup Hanya Sekali

Tuhan memberimu kesempatan untuk memiliki, menjaga, menerima, dan mencintai.

Kesempatan yang diterima bukan datang dua kali dalam hidup ini.

Ketika Tuhan menunjukmu untuk menerima takdirnya, maka terimalah dan jadilah yang terbaik.

Sesuatu yang terkadang kau miliki dan mencintaimu justru terkadang menjadi sesuatu yang kau sia-siakan.

Seseorang yang berkorban untukmu...
Mencintaimu...
Dan merelakan segalanya untukmu...

Justru terkadang menjadi seseorang yang "tidak ada apa-apanya" di matamu.

Terkadang kita hanya melihat seseorang dari kekurangan dan KESALAHAN-nya.

Tapi apakah pernah kau sadari bahwa dirimu juga memiliki kekurangan?

Apakah pernah kau berkaca diri dan belajar, bahwa dirimu harus menerima orang lain dan menghargai orang lain seperti yang kau harapkan, yaitu dihargai pula oleh orang lain?

_____
(surat elektronik | anonim) 

Senin, 07 Mei 2012

Kata-Kata Motivasi

7 Desember 1998 di bagian utara Armenia, terjadi gempa 6,9 SR yang menghancurkan sebuah gedung sekolah.

Terlihat seorang Bapak berlari ke sekolah tersebut. Sambil berlari, ia terus ingat pada kata-kata yang sering ia ucapkan kepada anaknya itu, "Hai anakku, apa pun yang terjadi, papa akan selalu bersamamu!"

Sesampainya di tempat, yang ia dapati hanya sebuah bukit tumpukan batu, kayu, dan semen sisa dari gedung yang hancur total!

Pertama ia hanya berdiri saja di sana sambil menahan tangis.

Ia pergi ke bagian sekolah yang diyakini ruang kelas anaknya. Ia mulai menggali dan mengangkat batu-batu.

Ada yang menegurnya, "Pak, itu tak ada gunanya lagi. Mereka semua pasti sudah mati."

"Kamu bisa berdiri saja di sana atau bantu saya!" katanya.

Beberapa orang ikut bantu, beberapa jam kemudian mereka capek dan menyerah.

Sebaliknya, ia terus menggali. 2, 5, 10, 13, 18 jam telah berlalu. Tiba-tiba ia mendengar suara. Dia berteriak, "Armando!" dan terdengar suara kecil, "Papa!" Kemudian terdengar suara anak-anak lainnya.

Ditemukan 14 anak yang masih hidup!

Setelah selamat, Armando ikut bantu dan semua teman-temannya selamat. Ia berkata pada teman-temannya, "Lihat, aku sudah bilang kan bahwa papaku pasti akan datang untuk menyelamatkan kita!"

Kata-kata motivasi dan harapan akan buat seseorang jadi kuat, optimis, penuh harapan, dan menuntun pada kesuksesan.

 ~(ˆ▽ˆ)~ ~(ˆ▽ˆ)~
_____
(surat elektronik | anonim)