Jumat, 15 Juni 2012

Suaramu Adalah Jarakmu

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya:

"Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"

Seorang murid setelah berpikir cukup lama menjawab:

"Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak."

"Tapi..." sang guru balik bertanya, "Lawan bicaranya justru berada di sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"

Hampir semua murid memberikan alasan, namun tak satu pun jawaban yang memuaskan.

Sang guru lalu berkata:

"Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara kedua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."

Sang guru masih melanjutkan:

"Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apa pun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?"

"Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah kata pun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."

"Ketika kamu sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, sikap sabar dan tidak mengucapkan kata-kata merupakan cara yang bijaksana karena waktu akan membantumu.

_____
(surat elektronik | anonim) 

Jumat, 08 Juni 2012

10 Kepribadian Luar Biasa

  1. Ketulusan: Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak dibodohi atau dibohongi.
  2. Kerendahan hati: Kerendahan hati mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Orang yang rendah hati akan bisa mengakui dan menghargai orang lain.
  3. Kesetiaan: Kesetiaan sudah menjadi barang langka dan sangat mahal harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan bisa diandalkan. Ia selalu bisa menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
  4. Berpikiran positif: Orang yang berpikiran positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kaca mata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun.
  5. Keceriaan: Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Ia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
  6. Bertanggung jawab: Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh. Jika ia melakukan kesalahan, ia berani mengakuinya.
  7. Percaya diri: Percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain.
  8. Kebesaran jiwa: Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak akan membiarkan
  9. Easy going: Orang yang memiliki sifat easy going akan menjalani hidupnya dengan ringan. Dia tidak suka mem-"besar"-kan masalah, bahkan ia berusaha mengecilkan masalah besar.
  10. Bijaksana: Bijaksana adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang bijaksana bukan saja bisa menjadi pendengar yang baik, tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. 

Hidup bukanlah tentang pemenang atau pecundang.
Hidup adalah tentang menjadi diri Anda dan memberikan apa yang terbaik dalam diri Anda.

_____
(surat elektronik | anonim)