Senin, 29 Oktober 2012

Memory, Hope, and Always Seeking

We can not change the past, we just keep a ‎good memory and a quired wisdom from the mistakes we have made.

We can not predict the future. We just hope and pray for the best and what is right and believed that it will be.

We live a day at a time, enjoying the present. And always seeking to become a more loving and better person.
_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 21 Oktober 2012

Perempuan dan Laki-Laki

Bismillahir-Rahmanir-Rahim

PEREMPUAN adalah…

  1. Orang yang akan mendampingimu seumur hidup.
  2. Orang yang akan melahirkan anak-anakmu...walau dengan penuh rasa sakit.
  3. Orang yang merawatmu sampai tua.
  4. Orang yang akan merawatmu pada saat kau sakit.
  5. Orang yang akan selalu mendukung walau kau gagal berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus kali.
  6. Orang yang memberikan hidupnya untukmu. Bahkan ia membuang egonya demi bersamamu. Bahkan saat kau menyakitinya, ia tetap berada di sampingmu..

Sedangkan LAKI-LAKI adalah…

  1. Orang yang akan menjagamu seumur hidupmu.
  2. Orang yang berkorban untukmu.
  3. Orang yang menafkahimu.
  4. Orang yang merawatmu pada saat kau sakit.
  5. Orang yang memelukmu pada saat kau sedih.
  6. Orang yang ingin membuatmu bahagia.

Mereka sama berharganya, hanya saja mereka mempunyai perbedaan-perbedaan yang kadang membuat mereka menyakiti satu sama lain, dan itu hanya dapat diatasi dengan pengertian dari kedua belah pihak.

Hidup itu singkat...terlalu singkat untuk berbagai pertengkaran. Mengapa tidak kau bahagiakan saja pasanganmu, dan mengisi hari-hari kalian dengan penuh cinta, dan membuat pasanganmu tersenyum lebih lebar setiap harinya?


Pasangan terbaik itu seperti SEPASANG SEPATU:
  1. Bentuknya tak persis sama namun SERASI.
  2. Saat berjalan tak pernah kompak tapi TUJUANNYA SAMA.
  3. Tak pernah bisa ganti posisi, namun SALING MELENGKAPI.
  4. Selalu SEDERAJAT tak ada yang lebih rendah atau tinggi.
  5. Bila yang satu HILANG yang lain TAK MEMILIKI ARTI.
_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 14 Oktober 2012

Orang Baik

Orang baik adalah ia yang tulus ikhlas dalam membantu dan ia tidak peduli apakah kebaikannya diingat atau dilupakan, dibalas atau tidak, dianggap atau tidak, dan sebagainya karena ia tak akan goyah ketika dipuji maupun dicela.
_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 02 Oktober 2012

Hukuman Karena Ketidakarifan


Di Tiongkok pernah hidup Confucius, “Guru“ yang sangat dihormati karena tegas dan jujur.

Suatu hari, 2 murid menghadap “Guru". Mereka bertengkar hebat nyaris beradu fisik. Keduanya berdebat tentang hitungan 3 x 7.

Murid pandai mengatakan hasilnya 21, murid bodoh bersikukuh mengatakan hasilnya 27.

Murid bodoh menantang murid pandai untuk meminta "Guru“ sebagai jurinya untuk mengetahui siapa yang benar di antara mereka, sambil si bodoh mengatakan:

"Jika saya yang benar 3 x 7 = 27 maka engkau harus mau dicambuk 10 kali oleh “Guru", tetapi jika kamu yang benar ( 3 x 7 = 21 ) maka saya bersedia untuk memenggal kepala saya sendiri ha ha ha ......" demikian si bodoh menantang dengan sangat yakin akan pendapatnya.

"Katakan Guru, mana yang benar?" tanya murid bodoh. Ternyata Guru memvonis cambuk 10x bagi murid yang pandai (orang yang menjawab 21).

Si murid pandai protes.

Sang Guru menjawab, "Hukuman ini bukan untuk hasil hitunganmu, tapi untuk ketidakarifanmu yang mau-maunya berdebat dengan orang bodoh yang tidak tahu kalau 3 x 7 adalah 21."

Guru melanjutkan: "lebih baik melihatmu dicambuk dan menjadi Arif daripada Guru harus melihat 1 nyawa terbuang sia-sia."

Pesan Moral,

Jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tak berguna, berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan. Sebab dengan sadar kita membuang waktu energi untuk hal yang tidak perlu.

Bukankah kita sering mengalaminya?

Bisa terjadi dengan pasangan hidup, tetangga, kolega.

Berdebat atau bertengkar untuk hal yang tidak ada gunanya, hanya akan menguras energi percuma.

Ada saatnya kita diam untuk menghindari perdebatan atau pertengkaran yang sia-sia.

Teruskanlah renungan ini dengan penuh kasih, semoga bermanfaat.

_____
(surat elektronik | anonim)