Sabtu, 31 Agustus 2013

Berkat

Ada seorang Pria yang buta huruf bekerja sebagai penjaga sekolah. Sudah ± 20 tahun dia bekerja di sana.

Suatu hari kepala sekolah itu digantikan dan menerapkan aturan baru. Semua pekerja harus bisa membaca dan menulis, maka penjaga yang buta huruf itu terpaksa tidak bisa bekerja lagi.

Awalnya, dia sangat sedih. Dia tidak berani langsung pulang ke rumah dan memberitahukan istrinya. Dia berjalan pelan menelusuri jalanan.

Tiba-tiba muncullah ide untuk membuka kios di jalanan itu. Tidak disangka, usahanya sukses, dari satu kios sampai jadi beberapa kios. Kini dia jadi seorang Pengusaha yang sukses dan kaya.

Suatu hari, dia pergi ke bank untuk membuka rekening, namun karena buta huruf, dia tidak bisa mengisi formulir dan karyawan Bank yang membantunya.

Karyawan Bank berkata, "Wah, Bapak buta huruf saja bisa punya uang sebanyak ini, apalagi kalau bisa membaca dan menulis, pasti lebih kaya lagi."

Dengan  tersenyum dia berkata, "Kalau saya bisa membaca dan menulis, saya pasti masih menjadi penjaga sekolah."

Apa yang merupakan musibah, bisa saja BERKAT.

"Dibalik masalah, Pasti ada Berkat..."
Jadi sikapilah dengan  SABAR dan BIJAK.

Lakukan bagian kita secara maksimal dan biarlah TUHAN melakukan bagian-NYA..., sekali pun seolah-olah tiada pertolongan dan jalan keluar dalam masalah dan pergumulan hidup kita.

MENGALIRLAH SEPERTI AIR dan JANGAN BERONTAK MENYALAHKAN TUHAN.

Karena manusia hanya mengetahui apa yang di depan mata, tetapi TUHAN MENGETAHUI JAUH KE DEPAN TENTANG RENCANA YANG INDAH BAGI MEREKA YANG MENGASIHI DIA.

_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 11 Agustus 2013

Ada Saatnya Kita Diam

Ada saatnya untuk kita diam untuk menghindari perdebatan atau pertengkaran yang sia-sia.

Diam bukan berarti kalah, bukan?

Memang bukan hal yang mudah, tapi janganlah sekali-kali berdebat dengan orang bodoh yang tidak menguasai  permasalahan.

"MERUPAKAN SUATU KEARIFAN BAGI ORANG yang BISA KONTROL dan HINDARI KEMARAHAN ATAS SUATU KEBODOHAN!"

Selamat berkarya dalam kearifan......

_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 04 Agustus 2013

Hidup Kosong Tak Bermakna

Seorang ibu cantik berpakaian mewah datang ke psikiater untuk konsultasi.  Ia merasa seluruh hidupnya kosong tak bermakna.

Psikiater itu memanggil seorang perempuan tua, salah seorang petugas di kantor...

“Saya minta Anni untuk menceritakan bagaimana ia menemukan kebahagiaan.  Yang harus Ibu lakukan hanya mendengarkan saja.”

Anni  duduk di kursi dan bercerita, “Suami saya meninggal karena kanker.  Tiga bulan kemudian putra tunggal saya meninggal ditabrak truk.  Saya tak punya siapa pun.  Tak ada yang tertinggal.  Saya tak bisa tidur, tak bisa makan, tak bisa senyum.  Saya bahkan berpikir mau bunuh diri.

Lalu suatu malam, ketika pulang kerja, seekor kucing mengikuti saya.  Karena di luar dingin, saya membiarkan anak kucing itu masuk ke dalam rumah.  Saya memberinya susu, yang langsung habis diminum.  Anak kucing itu mengeong dan mengusapkan badannya ke kaki saya.  untuk pertama kalinya dalam bulan itu, saya bisa tersenyum.

Saya lalu berpikir, jika membantu anak kucing bisa membuat saya tersenyum, mungkin melakukan sesuatu untuk orang lain bisa membuat saya bahagia.

Jadi, hari berikutnya, saya buat kue dan bawa ke tetangga yang sakit, yang tebaring di ranjang dan tak bisa bangun.

Setiap hari saya mencoba melakukan sesuatu yang baik pada seseorang.  Melihat mereka bahagia membuat saya bahagia.

Hari ini, rasanya tak ada orang yang bisa makan lahap dan tidur pulas seperti saya.  Saya menemukan kebahagiaan, kegembiraan dengan memberikan kegembiraan pada orang lain,” kata Anni.

Mendengar cerita ini, perempuan kaya itu menangis.  Ia punya segala sesuatu yang bisa dibeli dengan  uang, tapi dia kehilangan hal-hal yang tak bisa dibeli uang.

Syukur adalah magnet keberkahan.  Bersyukurlah atas apa yang telah dimiliki agar kebahagiaan selalu mengisi kehidupan.

Jangan cari kesempurnaan tapi sempurnakan yang telah ada.
 
Jangan fokus pada apa yang hilang, berfokuslah pada apa yang masih dimiliki...

Selamat menikmati hidup yang bermakna dan berbahagia.

_____
(surat elektronik | anonim)