Rabu, 25 September 2013

Pertapa Muda dan Kepiting


Seorang pertapa muda sedang menolong seekor kepiting yang hampir tenggelam dalam sungai dengan  memberikan jarinya ke capit kepiting tersebut.

Kepiting pada akhirnya tertolong tetapi jari pertapa muda itu menjadi terluka.

Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian menegur si pertapa muda, “Anak muda, ketahuilah bahwa perbuatanmu menolong merupakan hal yang sangat baik. Tetapi, mengapa kamu membiarkan capit kepiting tersebut melukaimu hingga terluka seperti itu?”

“Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. Oleh karena itu saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa menolong nyawa makhluk lain, walaupun itu hanyalah seekor kepiting,” jawab si pertapa muda.

Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu memungut sebuah ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat kembali melawan arus sungai. Lantas si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya.

“Lihatlah anak muda. berlatih mengembangkan sikap welas asih merupakan hal yang sangat baik, tetapi harus pula disertai dengan  KEBIJAKSANAAN. Bila tujuan kita baik, yaitu menolong makhluk lain, sangatlah tidak BIJAKSANA dengan  cara mengorbankan diri sendiri. Ranting pun bisa kita manfaatkan.”

Seketika itu, si pertapa muda tersadar.

“Terima kasih, Paman. Hari ini saya telah mempelajari sesuatu, yaitu mengembangkan cinta kasih haruslah disertai dengan  KEBIJAKSANAAN. Di kemudian hari, saya akan selalu ingat apa yang telah paman ajarkan.”

Temanku yang budiman, mau memperhatikan dan menolong orang lain adalah perbuatan mulia, entah perhatian itu kita berikan kepada anak kita, orangtua, sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun.

Tetapi, kalau cara kita salah, sering kali perhatian atau bantuan yang kita berikan bukannya menyelesaikan masalah, namun justru menjadi bumerang.

Oleh karena itu dengan  adanya niat dan tindakan nyata untuk berbuat baik, hendaknya kita menggunakan cara TEPAT dan BIJAK.

_____
(surat elektronik | anonim)

Setiap Orang Punya Cerita

(Cia-cia yu pen nan nien tek cin)

Hidup selalu terbungkus oleh banyak lapisan. Kita hanya melihat lapisan luar dan tidak tahu isi dalam-nya...

Kita selalu tertipu oleh keindahan di luar dan tidak tahu realita yang di dalam.

Sesungguhnya semua keluarga punya masalah. Semua orang punya cerita duka dan suka, begitulah `HAKEKAT HIDUP.`

“Janganlah menggosip tentang masalah orang!” Sebenarnya siapa pun tidak mau mengalami masalah tapi manusia tak luput dari masalah.

“Jangan mengeluh karena masalah.” Hayatilah makna dibalik semua masalah maka semua masalah akan membuat hidup menjadi bermakna!‎

“Jangan bandingkan hidupmu dengan hidup orang lain! Karena banyak kehidupan orang lain yang lebih menderita dari kita.

Seperti sifat sebutir TELUR, kulitnya keras dan dalam-nya cair.
Namun, setelah telur itu direbus maka keadaannya menjadi terbalik.
Isi dalam-nya akan berubah keras, dan kulit luarnya justru malah menjadi empuk...

Kita terluka agar kita dewasa...
Kita gagal supaya kita bisa belajar...
Karena sering `PELAJARAN TERBAIK` dinyatakan melalui  `PENDERITAAN dan RASA SAKIT.`

Ingatlah selalu...
Jika ingin melihat indahnya `PELANGI`
maka anda harus kuat bertahan dengan derasnya `HUJAN dan BADAI......`

Selalu `SEMANGAT dan TERSENYUM`  apa pun suasana hatimu saat ini...

Be Positif (y) Be Happy =D

_____
(surat elektronik | anonim)

Rabu, 18 September 2013

Nilai Sebutir Nasi di Piring Anda

Andaikan tiap orang membuang 1 butir nasi di piring tiap kali makan, sehari 3 kali makan = 3 butir nasi terbuang dalam sehari per orang.  Penduduk Indonesia ± 250 juta x 3 butir = 750 juta butir nasi terbuang tiap hari di Indonesia.

Setelah dihitung ternyata dalam 1 kg berisi ± 50.000 butir beras maka = 750 juta : 50 ribu = 15.000 kg atau 15 ton beras terbuang TIAP HARI  di Indonesia...!!! What a waste...

Jika 1 kg beras cukup untuk makan 10 orang maka 15 ton beras bisa memberi makan 150.000 orang.

Jika ± 6,5 milyar penduduk dunia 50% nya makan nasi dan tiap orang membuang 1 butir nasi tiap kali makan maka = 195 ribu ton beras terbuang tiap hari, yang sebenarnya cukup untuk memberi makan 1,95 juta orang.

Ironisnya, menurut data FAO PBB di dunia ini ada 40 ribu orang meninggal dunia tiap harinya karena kelaparan!!!

Pertanyaannya...berapa butir nasi yang Anda buang atau terbuang tiap kali makan???

Anda dapat membantu mencegah krisis pangan dunia dengan menghargai tiap butir nasi di piring Anda. 

Mari sebarkan imbauan ini ke seluruh dunia untuk mencegah krisis pangan yang mengancam masa depan anak cucu kita...

Dikutip dari brosur The International Nature Loving Association (INLA) - Ind.

HARGAILAH SETIAP BUTIR NASI DI PIRING ANDA({}) nice share...

One of the title Book that I ever read and I like it very much  ~» "Sebutir Nasi Sejuta Keringat"

_____
(surat elektronik | anonim)

Rabu, 11 September 2013

Kekuatan Seorang Pria

The Strength Of A Man (Kekuatan Seorang Pria)
-----------------------

Sahabatku,

Jacqueline M. Griffiths, psikolog modern dari Inggris pada tahun 1999 menulis buku best seller yang berjudul "The Strength Of A Man".

Ia menulis:

Kekuatan seorang pria tidak tercermin pada lebar bahunya, tapi dalam lebar lengan yang merangkul keluarganya.

Kekuatan seorang pria tidak dalam nada keras suaranya, tapi dalam kata-kata lembut yang diucapkannya.

Kekuatan seorang pria bukan dari berapa banyak teman-temannya, tapi bagaimana cara baik ia memperlakukan istri dan anak-anaknya.

Kekuatan seorang pria bukan bagaimana ia dihormati di tempat kerja, tapi dalam bagaimana ia dihormati di rumahnya.

Kekuatan seorang pria tidak diukur dari keras tidak pukulannya, tapi ada dalam sentuhan lembutnya.

Kekuatan seorang pria bukan pada bidang dadanya, tapi ada dalam hatinya, yang terletak di dalam dada.

Kekuatan seorang pria bukan dari berapa banyak wanita yang ia cintai, tapi dalam kesetiaannya kepada hanya seorang wanita.

Kekuatan seorang pria bukan dari seberapa kuat ia bisa mengangkat, tapi seberapa dalam beban yang ditanggungnya.

Kekuatan seorang pria bukan hanya mengandalkan IQ nya saja, tapi juga EQ, pengelolaan emosi secara positif.
_____
(surat elektronik | anonim)

Rabu, 04 September 2013

Bakat atau Kerja Keras?


Hati-hati dengan kalimat ini:
"Andai aku lahir dengan bakat yang lebih, aku tidak harus bekerja sekeras ini".

Mungkin kalimat tersebut bisa meyakinkan kita bahwa yang benar-benar membuat orang menjadi hebat adalah bakat.

Namun Profesor Michael Howe dan rekan kerjanya di Universitas Exeter meneliti prestasi-prestasi terbaik di berbagai area dan tidak bisa menemukan seorang pun yang bisa mencapai level tertinggi tanpa ratusan jam kerja dan latihan!

Kita tahu si anak ajaib, Mozart? Semua orang mengatakan bahwa anak tersebut memiliki bakat, tetapi ia masih harus bekerja selama 12 jam sehari selama satu dekade guna menghasilkan karya master piece-nya yang pertama.

Michael Angelo mengatakan, "Jika orang-orang tahu betapa keras aku bekerja untuk mendapatkan kemampuan ini, semuanya tidak akan menakjubkan lagi."

Michael Jordan, ketika ia mulai bermain basket untuk universitasnya, permainannya mengendur, sehingga pelatihnya mengeluarkannya dari tim, hal tersebut menyadarkannya bahwa ia tidak bisa bergantung pada bakat semata!

Kita terlalu memuja bakat dan memandang rendah kerja keras, karena kita tidak melihat segala usaha di balik suatu kesuksesan, yang kita lihat adalah ketenaran dan kesuksesan seseorang, misalkan ketenaran seorang penari berbakat yang tampil memesona selama 15 menit, namun kita tak pernah menyadari usaha kerasnya selama 15 tahun yang menguras keringat dan tetesan air matanya!

Einstein manusia jenius pun mengatakan, "Dunia memang telah memiliki percikan bakat untuk memulai, tetapi kerja keraslah yang mengubah percikan tersebut menjadi nyala api!"

Jadi entah kita memiliki karunia bakat alami atau tidak, kita selalu memiliki karunia yang lebih besar yang bisa kita berikan pada diri kita sendiri, yaitu kemampuan untuk BEKERJA KERAS!

Sesungguhnya setiap orang memiliki bakat, namun KERJA KERAS adalah senjata sukses sesungguhnya dalam hidup ini!

"Orang yang menabur benih sambil mencucurkan keringat dan kadang, air mata, pasti akan menuai dengan sorak sorai!".   

_____
(surat elektronik | anonim)