Rabu, 27 Agustus 2014

Mulailah dari Keluarga


Mengapa Australia yang dahulu nenek moyangnya berasal dari Tahanan Kriminal Inggris kini mampu masuk 10 negara TERBAIK untuk tempat tinggal manusia dan memiliki tingkat kriminalitas terendah di dunia...? (Melbourne terbaik)

Mengapa Indonesia yang dahulu nenek moyangnya berasal dari orang-orang yang Santun, Ramah, dan Berbudi Pekerti Luhur kini masuk dalam kelompok Negara Gagal Dunia, dengan tingkat KORUPSI nomor 3 di dunia dengan tingkat kriminalitas yang sangat tinggi dan moral yang sangat rendah...?

Ternyata semua itu bermuara pada "sistem pendidikan" pemerintahnya.
Para pendidik dan guru di Australia lebih khawatir jika anak-anak didik mereka tidak jujur, tidak mau mengantri dengan baik, tidak memiliki rasa empati dan hormat pada orang lain dan etika moral lainnya ketimbang mereka tidak bisa membaca, menulis dan berhitung.

"Guru-guru di Australia lebih prihatin jika murid-murid mereka memiliki perilaku moral yang kurang baik dari pada memiliki prestasi nilai akademik yang kurang baik"

Mengapa ?

Karena menurut mereka untuk membuat anak mampu membaca menulis dan berhitung atau menaikkan nilai akademik, kita hanya perlu waktu 3 sampai 6 bulan saja untuk secara intensif mengajarkannya. Tapi untuk mendidik perilaku moral seorang anak, kita membutuhkan waktu lebih dari 15 tahun untuk mengajarkannya.

Mengajarkan baca tulis, berhitung bisa di ajarkan kapan saja, bahkan jika seandainya mereka sudah dewasa dan tua sekali pun masih bisa dilakukan. Sementara mengajarkan Etika Moral waktunya sangat terbatas, dimulai saat Balita dan berakhir saat mereka Kuliah. Selain itu  untuk mengubah perilaku moral orang dewasa yang terlanjur rusak dan buruk, hampir sebagian besar orang tidak mampu melakukannya.

Bagaimana dengan pemikiran pemerintah, pendidik/guru, dan orang tua di Indonesia...???

Keluarga Indonesia, saya yakin jika kita semua segera tersadarkan dan segera bertindak benar, Indonesia masih bisa mengubah kondisinya

_____
(surat elektronik | anonim)

Sabtu, 23 Agustus 2014

Kenangan


Mungkin tak mudah untuk bisa membuka semua yang baru dan melupakan apa yang pernah terjadi sebelumnya.
Tapi tak bisa kita pungkiri segala sesuatu yang terjadi dapat dijadikan kenangan.

Kenangan bukan sesuatu yang wajib dilupakan.
Baik yang pahit dan terlebih yang indah.
Karena semuanya memiliki nilai positif yang dapat kita ambil.

Nilai Positif tak berarti membuat kita akan bangga atau terpuruk dan bahkan terbuai dengan  masa lalu.
Melainkan memacu kita untuk tidak jatuh pada kesalahan yang sama.

Kesalahan tak selamanya buruk, hanya rupanya sesuatu hal yang terjadi di saat yang  kurang tepat di dalam hidup.

Hidup itu indah, kita harus bersyukur dan selalu terus belajar dari segala kesalahan yang pernah terjadi atau yang kita pernah lihat.

Jadi mari mulai hari baru, pastinya dengan semangat baru dan yang bersih supaya hidup makin berwarna dan semakin indah.

_____
(surat elektronik | anonim)

Rabu, 20 Agustus 2014

Orang Paling Kaya


Orang paling kaya, jika diukur dengan  timbangan syariat, adalah: orang yang paling nrimo (menerima).

Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan dalam sabdanya:

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Kekayaan tidaklah diukur dengan  banyaknya harta, namun kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati.” (HR. Bukhari dan Muslim; dari Abu Hurairah)

Kaya hati, atau sering diistilahkan dengan  “qana’ah“, artinya adalah ‘nrimo (menerima) dan rela dengan  berapa pun yang diberikan oleh Allah Ta’ala.

Berapa pun rezeki yang didapatkan, dia tidak mengeluh. Mendapat rezeki banyak, bersyukur; mendapat rezeki sedikit, bersabar dan tidak mengumpat.

Andaikan kita telah bisa mengamalkan hal di atas, saat itulah kita bisa memiliki kans besar untuk menjadi orang terkaya di dunia. Ujung-ujungnya, keberuntunganlah yang menanti kita, sebagaimana janji Sang Musthafa shallallahu ‘alaihi wa sallam,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

“Beruntunglah orang yang berislam, dikaruniai rezeki yang cukup, dan dia dijadikan menerima apa pun yang dikaruniakan Allah (kepadanya).” (HR. Muslim; dari Abdullah bin ‘Amr)

_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 17 Agustus 2014

Kisah Babi dan Kucing


Kucing dan babi adalah teman karib.

Pada suatu hari, kucing telah jatuh ke dalam sebuah lubang besar, babi mengambil tambang, kucing menyuruh babi melemparkan tambang itu ke bawah, akhirnya keseluruhan ikat tambang itu semuanya dilemparkan ke dalam lubang.

Dengan sangat murung kucing berkata, "Kamu melemparkan tambang ke bawah sedemikian, bagaimana bisa menarikku ke atas?"

Babi bertanya, "Selanjutnya apa yang harus kulakukan?"

Kucing berkata, "Kamu harus mencengkam erat-erat salah satu ujung tambang itu."

Babi itu segera melompat ke dalam lubang. Dengan sebuah tangan memegang salah satu ujung tambang, ia berkata, "Sekarang sudah tak ada masalah."

Kucing itu menangis, ia menangis karena merasa dirinya sangat bahagia.

(Catatan: Ada semacam teman, ia tidak terlalu pintar, tapi patut kamu miliki seumur hidup.)

_____
(surat elektronik | anonim)