Rabu, 10 Agustus 2016

Keluh-Kesah Seorang Gadis

Seorang gadis menyampaikan keluh-kesahnya kepadaku.

Gadis itu pun menyampaikan masalahnya.

Si gadis: Kak aku punya pacar. Katanya dia sakit, umurnya sudah divonis oleh dokter tidak lama lagi, tapi yang buat aku tidak percaya, aku tidak dibolehkan dia untuk melihat bukti-bukti dari rumah sakit. Dia minta 1 permintaan, dia ingin tidur sama aku dan melakukan hubungan selayaknya suami-istri. Tapi aku jawab aku tidak mau karena belum waktunya!
Kak, apa aku salah bilang kaya begitu ke dia? Soalnya aku memikirkan itu terus, di sisi lain aku sayang sekali sama dia tapi di sisi lain aku juga tidak mau melakukan permintaannya. Tolong saran yah Kak.

Aku pun bertanya: Dik, menurut Adik permintaan pacar Adik baik atau buruk?

Si gadis: Buruk Kak.

Aku: Kalau hal buruk harus dilakukan atau tidak?

Si gadis: Tidak Kak!

Aku: Terus kenapa Adik masih bingung?

Si gadis: Soalnya aku sayang dan kasihan sama dia, Kak.

Aku: Apa dia sayang dan kasihan juga sama Adik? Coba lihat, permintaan dia saja kaya begitu.

Si gadis: Katanya sayang Kak sama aku, dan dia juga sudah mengenalkan aku sama orangtuanya kok, jadi aku bingung Kak.

Aku: Dik, tidak usah bingung. Adik harus tahu, laki-laki yang baik tak akan sedikit pun merusak wanitanya, apalagi sampai mengajak melakukan hal seperti itu sebelum waktunya. Laki-laki yang baik akan selalu menjaga, melindungi, dan membimbing wanitanya. Lebih baik Adik kecewakan dan tinggalkan saja pacar yang seperti itu daripada Adik mengecewakan kepercayaan orangtua. Keputusan Adik menolak itu sudah benar kok, jadi tidak usah bingung lagi ya sama masalahnya.

Si gadis: Iyaaa Kak, terima kasih yah Kak atas saran dan masukan Kakak. Sekarang aku paham mengenai laki-laki dan sudah tidak bingung lagi Kak.

Aku: Sama-sama, ingat ya Dik jaga diri baik-baik.

Semoga Bermanfaat!

_____
(surat elektronik | anonim)

Rabu, 03 Agustus 2016

Andai Sabar Ini Mungkin Tak Terjadi

Cowok: Sayang lagi ngapain?

Cewek: Kepo banget sih

Cowok: Kan aku pacar kamu sayang

Cewek: Ya sudah terus kenapa?

Cowok: Ga pa pa sih, sayang ada waktu ga hari ini? Kita ketemuan yuk di cafe

(di cafe) ... Akhirnya cewek itu pun datang.

Cewek: Ngapain disuruh ke sini?

Cowok: (kasih kotak musik)

Cewek: Apaan coba ini! Dikirain gue, lo mau ngasih cincin eh ga tau nya malah ini! Gue sih juga bisa beli!

Cowok: Itukan tanda cinta, ga perlu mahal enggaknya sayang, terimalah
(sambil menaruh kotak musik itu ke tangan cewenya)

Cewek: Apaan! Ga romantis! (sambil melempar kotak musik itu ke jalan raya)

Si cowok langsung berlari dan mengambil kotak musik itu di jalan raya, tiba-tiba mobil dengan kencangnya melaju dan menabrak si cowok. Dan si cowok terpental jauh.

Cewek: Sayang ... (si cewek berlari ke jalan raya dan memeluk si cowok)

Dengan sisa tenaga si cowok bilang kepada si cewek, "terimalah ini sayang" (sambil menyerahkan kotak musik itu kepada si cewek).

Dan si cewek langsung menerimanya dan beberapa detik kemudian Tuhan berkehendak lain, dan si cowok pun pergi untuk selamanya.

Lalu terdengar suara dari kotak musik itu:

"Will you marry me?" dan terbukalah kotak itu ada sebuah cincin emas.
Si cewek langsung menangis dan memeluk si cowok yang bergelimang darah. 

_____
(surat elektronik | anonim)