Selasa, 06 Maret 2018

JANGAN Buru Buru Menghakimi dan Berburuk Sangka

Kisah inspiratif:

Ada sepasang suami istri tergesa-gesa berlari menuju ke HELIKOPTER di PUNCAK GEDUNG HOTEL  untuk menyelamatkan diri, pada saat terjadi KEBAKARAN.

Tetapi saat sampai di atas sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yang tersisa. Dengan segera sang suami melompat mendahului istrinya untuk mendapatkan tempat itu, sementara sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum HELIKOPTER menjauh.

Dan kejadian berikutnya ... API ITU SEMAKIN MEMBESAR dan MENGHANGUSKAN seluruhnya (termasuk sang ISTRI)


DOSEN yang menceritakan kisah ini bertanya pada mahasiswa-mahasiswanya, menurut kalian, apa yang sang istri itu teriakkan? ....

Sebagian besar mahasiswa - mahasiswi itu menjawab:
- Kamu JAHAT
- Aku benci kamu,
- kurang ajar ...
- kamu egois,
- enggak tanggung jawab,
- enggak tahu malu ... kamu.

Tapi ada seorang mahasiswi yang hanya diam saja, dan guru itu meminta mahasiswi yang diam itu menjawab,

Kata si mahasiswi, saya yakin si istri pasti berteriak ... Tolong jaga anak kita baik-baik.

Dosen itu terkejut dan bertanya, apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya?

Mahasiswi itu menggeleng, belum, tapi itu yang dikatakan oleh ibu saya sebelum dia meninggal karena penyakit kronis.

DOSEN  itu menatap seluruh kelas dan berkata:
Jawaban ini benar, .....

HOTEL itu kemudian benar-benar terbakar habis ... dan ... sang suami harus kembali ke kota kecilnya dengan air mata yang terus menetes harus menjemput dan mengasuh serta membesarkan anak-anak mereka yang masih TK dan BALITA ... sendirian, dan Kisah Tragedi tersebut disimpan rapat-rapat tanpa pernah dibahas lagi.

Dan bertahun-tahun kemudian, anak-anak itu sudah menjadi dewasa .... ada yang menjadi pengusaha ... ada yang menjadi dokter ... dan 1 lagi masih bekerja sambil kuliah.


Pada suatu hari ketika anak bungsunya bersih-bersih kamar sang Ayah, dia menemukan buku harian ayahnya.

Dia menemukan kenyataan bahwa terjadi kebakaran di hotel waktu itu, mereka sedang berobat jalan karena sang ibu menderita penyakit kanker ganas dan divonis dokter akan segera meninggal.

Karena itulah, di saat darurat itu, ayahnya memutuskan mengambil satu-satunya kesempatan untuk bertahan hidup. Dan dia menulis di buku harian itu,

Betapa aku berharap istriku tercinta lah yang naik ke helikopter itu. Tapi ... demi anak-anak, terpaksa dengan hati menangis, aku membiarkan kamu tertinggal di sana dan meninggal sendirian.

Si anak bungsu kemudian menceritakan  kepada kedua kakaknya ... dan mereka ... bertiga segera menyusul sang Ayah di kampus ..... mereka sujud mencium kaki sang Ayah bergantian .....(mengucap syukur atas perjuangan sang Ayah membesarkan mereka semua, walau harus menanggung beban mental yang demikian berat.


Cerita itu selesai, .... dan seluruh kelas pun terdiam.

Dosen itu kemudian berkata, "Siapakah sang Ayah?"

.....

Sang Ayah itu ... saat inilah yang ada di hadapan kalian.

Para mahasiswa pun segera bertepuk tangan, ada yang berlarian memeluk sang DOSEN, ada yang terhenyak meneteskan air mata haru.

          πŸ”™πŸ”œπŸ”™πŸ”œπŸ”™πŸ”›

Mereka sekarang mengerti Hikmah dari cerita nyata tersebut,

bahwa kebaikan dan kejahatan di dunia ini tidak sesederhana yang kita pikirkan, ada berbagai macam komplikasi dan alasan di baliknya yang kadang sulit dimengerti.

Karena itulah jangan pernah melihat hanya luarnya saja dan kemudian langsung menghakimi, apalagi tanpa tahu apa-apa.

          πŸ”™πŸ”›πŸ”™πŸ”›πŸ”™πŸ”›

Mereka yang sering membayar untuk orang lain bukan berarti kaya, tapi karena lebih menghargai hubungan daripada uang.

Mereka yang bekerja tanpa ada yang menyuruh bukan karena bodoh, tapi karena lebih menghargai konsep tanggung jawab.

Mereka yang minta maaf duluan setelah bertengkar bukan karena bersalah, tapi karena lebih menghargai orang lain.

Mereka yang mengulurkan tangan untuk menolongmu bukan karena merasa berutang, tapi karena menganggap kita adalah sahabat.

Mereka yang sering mengontakmu bukan karena tidak punya kesibukan, tapi karena kita ada di dalam hatinya.


JANGAN MUDAH MENGAMBIL KESIMPULAN KARENA ASUMSI.

Salam hangat luar biasa! Semoga bermanfaat ... LOVE YOU ALL  πŸ™πŸΌπŸŒΊπŸŒΈπŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­

_______
@grupwa, 03072017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar