Senin, 26 Maret 2012

Toko Istri

Sebuah toko yang menjual "istri", dibuka, di mana pria dapat memilih wanita untuk dijadikan istri.

Di antara instruksi-instruksi yang ada di pintu masuk, terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko itu: "Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI!"

Toko tersebut terdiri dari 6 lantai, setiap lantai akan menunjukkan kelompok calon istri.

Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai wanitanya. Kamu dapat memilih wanita di lantai tertentu, atau lebih memilih ke lantai berikutnya, tapi dengan syarat tidak bisa turun lagi ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko.

Lalu, seorang pria pun pergi ke "TOKO ISTRI" itu untuk mencari istri.

Di setiap lantai terdapat tulisan seperti ini:

Lantai 1:
"Wanita di lantai ini taat pada Tuhan dan pandai memasak."
Pria itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

Lantai 2:
"Wanita di lantai ini taat pada Tuhan, pandai memasak dan lemah lembut."
Kembali pria itu naik ke lantai selanjutnya.

Lantai 3:

"Wanita di lantai ini taat pada Tuhan, pandai memasak, lemah lembut dan cantik."
''Wow!'', ujar sang pria, tapi pikirannya masih penasaran dan terus naik.

Lalu sampailah pria itu di lantai 4 dan terdapat tulisan:
"Wanita di lantai ini taat pada Tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik banget dan sayang anak."
''Ya ampun!'' Dia berseru, ''Aku hampir tak percaya!''

Dia tapi melanjutkan ke lantai 5:
"Wanita di lantai ini taat pada Tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik banget, sayang anak dan seksi."

Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah ke lantai 6 dan terdapat tulisan:
"Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012.000. Tidak ada wanita di lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata pembuktian untuk pria yang tidak pernah puas."

Terima kasih telah berbelanja di "TOKO ISTRI". Mohon hati-hati ketika keluar dari sini.


Pesan moral ini bukan cuma untuk pria tapi juga wanita:

"Tetaplah selalu merasa puas akan pasangan yang sudah Tuhan beri. Jangan terus mencari yang terbaik, tapi jadikanlah yang baik yang ada dari yang sudah Tuhan sediakan, itulah pasangan yang terbaik bagi kamu seumur hidupmu hingga maut memisahkan... :)

Senin, 19 Maret 2012

Kerang Penghasil Mutiara

Waktu kerang mencari makan, ia akan membuka cangkang penutup badannya. Buka, tutup, buka, tutup, dan seterusnya.

Suatu hari di saat cangkang seekor kerang muda terbuka, sebutir pasir masuk ke dalam cangkang kerang itu.

Sang kerang muda pun menangis sambil memanggil-manggil ibunya, "Bu sakit, bu... Ada pasir masuk ke dalam tubuhku."

Sang ibu menjawab, "Sabar ya nak, jangan pedulikan sakit itu, bila perlu berikanlah kebaikan pada sang pasir yang menyakitimu itu."

Kerang muda pun menuruti nasihat ibunya.

Ia menangis, tapi air matanya ia gunakan untuk membungkus pasir yang masuk ke dalam tubuhnya.

Hal itu terus-menerus dia lakukan. Dengan baluran air mata itu, rasa sakitnya pun berangsur berkurang bahkan hilang sama sekali.

Beberapa saat kemudian, kerang-kerang itu dipanen. Kerang yang ada pasirnya dipisahkan dari kerang yang tidak ada pasirnya.

Kerang tidak berpasir dijual secara obral di pinggir jalan menjadi 'kerang rebus'. Sedangkan kerang yang berpasir dijual ratusan bahkan ribuan kali lipat lebih mahal.

Mengapa begitu kawan?

Karena butiran pasir berbalut air mata yang ada di dalam kerang itu telah berubah menjadi Inti sebuah Mutiara.

Sama dengan kita, bila dalam hidup ini kita tidak pernah ditempa oleh kesulitan maka kita tidak akan punya nilai tinggi dan akan bernasib seperti kerang rebus yang dijual secara obral di pinggir jalan.

Sebaliknya kalau kita mampu menghadapi tiap kesulitan bahkan mampu memberi manfaat kepada orang lain ketika kita mendapat kesulitan, kita akan menjadi kerang Mutiara yang sangat dibutuhkan orang dan apa yang kita hasilkan juga dipakai oleh orang-orang terhormat.


HIDUP ADALAH PILIHAN..

Anda boleh memilih menjadi kerang rebus atau Mutiara.
Atau hanya sebutir pasir yang bikin air mata mengalir?

Dan..

Sukses itu ternyata sering harus diawali dengan air mata...

Apabila kesuksesan itu menghampiri kita, janganlah menjadi orang yang sombong. Hidup adalah ibarat roda yang terus berputar.

Ingat!!!

Bahwa di atas langit...masih ada langit.
_____
(surat elektronik | anonim)

Senin, 12 Maret 2012

Ibu dan Ketujuh Anaknya

Seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang bepergian naik pesawat ke Jakarta. Di sampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.

”Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta?” tanya si pemuda.

“Oh…saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapura menengok anak saya yang kedua,” jawab ibu itu.

”Wouw…hebat sekali putra ibu,” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.

Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.

”Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapura tadi, putra yang kedua ya bu? Bagaimana dengan kakak dan adik-adiknya kalau saya boleh tahu?”

"Oh ya, tentu,” si Ibu bercerita: ”Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi dosen di Semarang.”

Pemuda tadi terdiam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh.

”Terus bagaimana dengan anak pertama ibu?”

Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ”Anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja, nak. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.”

Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu… Ibu pasti sedih dan agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia hanya menjadi petani?”

Dengan tersenyum ibu itu menjawab, ”Ooo…tidak, tidak begitu nak… Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani.”

Notes:
Semua orang di dunia ini penting. Buka mata, pikiran, dan hati, kita tidak bisa membuat ringkasan dari sebuah buku sebelum membacanya sampai selesai. Dan “Hal yang paling penting adalah bukanlah SIAPA KITA, tetapi APA YANG SUDAH KITA LAKUKAN”.
_____
(surat elektronik | anonim)

Senin, 05 Maret 2012

Kuis Syariah

Ini kuis mengandung hikmah yang baik sekali. Mohon ikuti dengan fun saja, dengan mengisi titik-titik yang ada pada kalimat di bawah ini. Anda cukup menyimpan jawaban Anda di dalam memori pikiran saja.

Kuis:
1. Allah ciptakan tertawa dan ...
2. Allah itu mematikan dan ....
3. Allah ciptakan lelaki dan ....
4. Allah memberikan kekayaan dan ....

Jawaban atas kuis itu pada umumnya adalah:
1. Menangis,
2. Menghidupkan,
3. Perempuan,
4. Kemiskinan.

Mari kita cocokkan jawaban tersebut dengan rangkaian ayat dalam QS Al-Najm [53]: 43-48:

43. ... Dialah yang menjadikan orang tertawa dan MENANGIS;
44. ... Dialah yang mematikan dan meng-HIDUP-kan;
45. ... Dialah yang menciptakan ... laki-laki dan PEREMPUAN;
48. ... Dialah yang memberi kekayaan dan KECUKUPAN.

Ternyata jawaban kita untuk nomor 1-3, umumnya cocok dengan Al-Quran.

Tapi, jawaban kita untuk nomor 4 umumnya tidak cocok. Jawaban versi Quran bukan KEMISKINAN, tapi... KECUKUPAN.

Sesungguhnya Allah Ta'ala hanya memberi kekayaan dan kecukupan.

Yang menciptakan kemiskinan adalah kita sendiri, manusia. Bisa karena ketidakadilan ekonomi; bisa juga karena rasa miskin itu kita bangun di dalam pikiran kita sendiri.

Ayo bangun rasa cukup di hati dan pikiran kita, agar kita menjadi hamba yang selalu bersyukur....

Be positive
_____
(surat elektronik | anonim)