Senin, 30 Juli 2012

Cerita di Balik Jendela

Di sebuah kamar rumah sakit, hanya ada 2 ranjang.

Di ranjang yang satu dekat dengan jendela dan yang satu lagi jauh dari jendela.

Setiap harinya gadis yang terbujur lemah yang berada di ranjang dekat jendela menceritakan apa yang dia lihat ke pemuda yang terbaring di ranjang satunya lagi.

"Apa yang kamu lihat hari ini?" kata pemuda itu.

Gadis itu menjawab, "Di luar ada anak-anak kecil berlari riang sedang main dengan anjing kesayangannya. Ada gemerlap lampu-lampu taman yang indah. Ada pasangan pemuda gagah dan pasangannya sedang berbaring santai di taman, mereka lagi piknik. Dan banyak sekali angsa-angsa lewat di kolam." Dengan riangnya gadis itu bercerita.

Hari ke hari pemuda itu bertanya ke gadis itu dan gadis itu terus menceritakan apa yang dia lihat di luar jendela.

Dan akhirnya pada suatu malam, gadis itu sesak napas, pemuda itu sebenarnya bisa saja membantu gadis itu dengan memencet bel agar suster datang, tapi dia biarkan saja.

Dalam hatinya, "Ini kesempatanku untuk bisa pindah ke ranjang sebelah dekat jendela jika gadis itu mati, jadi aku  bisa melihat pemandangan luar."

Esok harinya gadis itu mati dan pemuda itu berkata ke suster dengan riangnya, "Aku mau pindah ke ranjang dekat jendela."

Tetapi begitu dia melongok ke jendela, apa yang dia lihat? Ternyata hanya "dinding".

Apa makna cerita ini......?

Terkadang kita suka merasa diri tak bahagia dan selalu melihat kebahagiaan orang lain. Suka berandai-andai. Andai aku punya suami/istri sebaik dia. Andai aku bisa sekaya dia...andai aku punya penghasilan seperti dia, jabatan seperti dia. Andai dan andai..selalu memikirkan apa yang orang lain miliki. Tetapi kenyataannya setiap orang punya kesusahannya sendiri-sendiri.

Orang yang bahagia adalah orang yang selalu melihat hidup ini indah, berpikir positif walaupun cuma tembok di depan mata, yang melihat hidup dari "visi"-nya, dan selalu bersuka cita di dalam menjalani  kehidupan.

Bersyukurlah telah diberi berkat  kehidupan oleh-Nya.

_____
(surat elektronik | anonim)

Senin, 23 Juli 2012

Belajar Makna Hidup

Renungan Hidup

1. Aku pernah sangat KAGUM pada manusia cerdas, manusia yang kaya sekali, manusia yang berhasil dalam karir hidup dan hebat dunianya.
☆ Sekarang aku memilih mengganti kriteria kekagumanku, aku kagum dengan manusia yang hebat di mata Allah. Manusia yang sanggup taat dan bertakwa kepada Allah, sekali pun kadang penampilannya begitu bersahaja.

2. Dahulu aku memilih MARAH karena merasa harga diriku dijatuhkan, ketika orang lain berlaku zalim kepadaku atau menggunjingku, menyakitiku dengan kalimat-kalimat sindiran.
☆ Sekarang aku memilih BERSYUKUR dan berterima kasih, karena ku yakin ada transfer pahala dari mereka, ketika aku mampu memaafkan dan bersabar.

3. Aku dahulu memilih, MENGEJAR dunia dan menumpuknya sebisaku, ternyata aku sadari kebutuhanku hanya makan dan minum untuk hari ini dan bagaimana cara membuangnya dari perutku.
☆ Sekarang aku memilih BERSYUKUR dengan apa yang ada dan memilih bagaimana aku bisa mengisi waktuku hari ini, dengan penuh makna dan bermanfaat untuk sesama.

4. Aku dahulu berpikir bahwa aku bisa MEMBAHAGIAKAN orangtuaku, saudara, dan teman-temanku nanti kalau aku berhasil dengan duniaku, dengan uangku, dengan Karir dan Jabatanku.
☆ Tapi sekarang aku memilih membuat mereka bahagia sekarang dengan apa yang ada padaku...dengan sikap, tingkah laku, dan sapaku.

5. Dahulu aku memilih untuk membuat RENCANA-RENCANA dahsyat untuk duniaku, ternyata aku menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kepada-Nya. Tak ada yang bisa menjamin aku besok bertemu matahari. Tak ada yang bisa memberikan garansi aku masih bisa menghirup napas keesokan hari.
☆ Sekarang aku memilih memasukkan dalam rencana-rencana besarku, yang paling utama adalah agar aku selalu SIAP menghadap kepada-NYA hari esok atau lusa atau kapan saja.

Semoga saja kita  bisa belajar dan belajar makna hidup ini.

_____
(surat elektronik | anonim)

Senin, 16 Juli 2012

Cari Tahu Lebih Banyak


Cerita ini diadopsi dan dimodifikasi dari Buku Stephen R. Covey, 'Seven Habits of Highly Effective People'.

Dalam suatu perjalanan, kereta api memperlambat lajunya dan berhenti di suatu stasiun.

Naiklah seorang ibu dengan 2 anaknya yang masih kecil-kecil ke dalam salah satu gerbong.

Penumpang sudah cukup padat.

Beruntung sang ibu dan kedua anaknya bisa mendapatkan tempat duduk.

Awalnya kedua anak kecil itu duduk tenang. Tak lama kemudian, mereka mulai berlarian sambil berteriak-teriak. Mereka juga naik ke tempat duduk, menarik bacaan para penumpang. Keduanya membuat suasana jadi gaduh dan tidak nyaman.

Setelah cukup lama menahan diri, seorang bapak yang duduk di sebelah sang ibu menegur, "Kenapa Anda membiarkan saja kedua anak Anda membuat ribut dan mengganggu seisi gerbong?"

Seakan baru tersadar, sang ibu menjawab perlahan, "Saya masih bingung bagaimana menjelaskan kepada mereka begitu kami sampai di RS untuk menjemput jenazah ayahnya."

Ternyata sang ibu mendapat pemberitahuan bahwa suaminya sudah menjadi jasad di RS karena meninggal dalam kecelakaan.

Dia sekarang dalam perjalanan dengan anak-anaknya ke RS.

Seketika si bapak yang bertanya terdiam.

Segera dari mulut ke kuping tersebar informasi tersebut dan semua penumpang yang tadinya merasa terganggu, berganti iba dan simpati.

Alih-alih marah kepada anak-anak yang gaduh dan ibunya yang terlihat cuek, sebagian penumpang malah mulai ikut bermain dan bercanda dengan kedua anak itu.

Setelah mengetahui lengkap/persis apa yang terjadi, reaksi penumpang berbalik 180 derajat.

Demikianlah dalam kehidupan.

Mengetahui lengkap dibanding hanya sebagian, sangat mungkin membuat perbedaan respons seseorang terhadap suatu masalah/kejadian.

Pelajaran hari ini:

Di saat Anda mau marah, jika memungkinkan, cobalah tahan sejenak dan cari tahu lebih banyak.

Dengan tambahan informasi, mungkin kemarahan Anda jadi batal sehingga tidak muncul penyesalan kemudian...

:-)
_____
(surat elektronik | anonim)

Senin, 09 Juli 2012

Sangat Berguna untuk Pertahankan Komitmen


Di saat kamu ingin melepaskan seseorang...ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya
Di saat kamu mulai tidak mencintainya...ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya
Di saat kamu mulai bosan dengannya...ingatlah selalu saat terindah bersamanya
Di saat kamu ingin menduakannya...bayangkan jika dia selalu setia
Saat kamu ingin membohonginya...ingatlah di saat dia jujur padamu
Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu

Jangan sampai di saat dia sudah tidak di sisimu,
Kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu

Yang indah hanya sementara
Yang abadi adalah kenangan
Yang ikhlas hanya dari hati
Yang tulus hanya dari sanubari
Tidak mudah mencari yang hilang
Tidak mudah mengejar impian
Namun yang lebih susah mempertahankan yang ada

Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga

Ingatlah pada pepatah, "Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"
Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif....
Hidup bagaikan mimpi, seindah apa pun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas
Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yang luar biasa, namun...

Ketika napas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi
Sehelai benang pun tak bisa dimiliki
Apalagi yang mau diperebutkan
Apalagi yang mau disombongkan

Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani
Jangan terlalu perhitungan
Jangan hanya mau menang sendiri
Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita

Belajarlah tiada hari tanpa kasih
Selalu berlapang dada dan mengalah
Hidup ceria, bebas leluasa...

Tak ada yang tak bisa diikhlaskan...
Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan
Tak ada dendam yang tak bisa terhapus...

Sebarkan agar banyak orang bertindak baik...doing good things
_____
(surat elektronik | anonim)