Sabtu, 15 September 2012

8 Filsafat Kehidupan


Dari Chinese Book of Wisdom...

(Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡)‎​ʃ --  Hujan deras adalah tantangan. Jangan minta agar hujan dikecilkan, tapi mintalah payung yang lebih besar

(Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡)‎​ʃ --  Waktu banjir, ikan makan semut dan waktu banjir surut, semut yang makan ikan semua orang ada giliran/waktunya;  jangan sombong.

(Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡)‎​ʃ --  Hidup bukanlah peduli dipermulaan saja, tapi seberapa besar kepedulian kita sampai akhir.

(Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡)‎​ʃ --  Orang sering "melempar batu" di jalan kita. Tergantung kita mau membuat batu itu jadi "Tembok atau Jembatan".

(Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡)‎​ʃ --  Setiap masalah  punya (n+1) sejumlah solusi, di mana "n" adalah banyaknya solusi-solusi yang telah Anda coba, dan 1 adalah yang belum Anda coba. Coba terus sampai BISA ya...!

(Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡)‎​ʃ --  Tidaklah penting untuk  punya semua 'kartu bagus' dalam 'games' kehidupan, yang penting adalah seberapa bagus Anda memainkannya.

(Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡)‎​ʃ --  Seringkali saat kita putus asa dan mengira ini adalah akhir... Tenanglah dahulu..., itu baru belokan, bukan jalan buntu. Milikilah iman yang teguh dan kuat.

(Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡)‎​ʃ --  Jadilah giat untuk mendapatkan apa yang Anda cita-citakan dan jadilah seperti anak-anak untuk menikmati yang telah Anda dapatkan.

Enjoy your life...!! Keep fighting.
_____
(surat elektronik | anonim)

Sabtu, 08 September 2012

Beda Intonasi Bisa Beda Persepsi

Alkisah, pada suatu hari di sebuah desa kecil, seorang tukang kayu menerima sepucuk surat.

Karena buta huruf, maka dengan tergesa-gesa ia mendatangi seorang penjual daging kenalannya, yang  punya watak keras, untuk minta tolong membacakan surat.

"Ini surat dari putramu!" seru si tukang daging.

"Begini katanya: Ayah, aku sakit dan tidak  punya uang sesen pun. Tolong kirimkan aku sejumlah uang sesegera mungkin. Putramu."

Demikianlah, surat itu dibacakan dengan suara yang keras dan nada yang kasar oleh si tukang daging.

Seketika si tukang kayu menjadi marah.

Ia berkata, "Dasar anak tak tahu diri! Memangnya dia siapa, bisa memerintah aku, ayahnya? Jangan kira aku akan mengirim dia sesen  pun!"

Dalam kemarahannya, ia kembali ke rumah. Tapi di perjalanan, ia bertemu sahabatnya, seorang penjahit yang bersuara lembut. Maka, ia  pun bercerita tentang surat yang tadi.

"Coba kau lihat sendiri surat putraku ini!" katanya.

Si penjahit lalu membaca surat itu dengan suaranya yang lembut, tenang, dan jelas.

Tiba-tiba surat itu bermakna sangat lain. Tukang kayu itu  pun menjadi sedih.

"Oh anakku yang malang!" katanya dengan cemas. "Ia pasti sangat menderita, lebih baik aku mengiriminya uang sekarang juga."

Netter yang bijaksana...

Pesan sangat tergantung pada cara penyampaiannya. Seringkali, konflik yang terjadi antara pasangan, sahabat, teman kuliah, atau rekan kerja, muncul bukan karena ada masalah besar dan rumit yang tidak bisa dipecahkan. Namun karena kita tidak dapat mengatur cara menyampaikan suatu hal.

Perlu diperhatikan:

misalnya saat kita kurang setuju dengan pendapat seseorang, sebaiknya sampaikan dengan sabar, ramah, dan jelas. Maka yang mendengarnya akan lebih mudah menerima/mencerna dan pertentangan lebih bisa dihindari.

Mari, belajar untuk bersikap lebih baik lagi dalam "membungkus" pesan yang ingin kita sampaikan.

_____
(surat elektronik | anonim)