Selasa, 29 April 2014

Waktu dan Perbuatan

Waktu sedang "Jaya" kita merasa banyak teman di sekeliling kita.

Waktu sedang "Berkuasa" kita percaya diri melakukan apa saja.

Waktu sedang "Tak Berdaya" barulah kita sadar siapa saja sahabat sejati yang ada.

Waktu sedang "Jatuh" kita baru sadar selama ini siapa saja teman yang memperalat dan memanfaatkan kita.

Waktu sedang "Sakit" kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi harta.

Manakala "Miskin" kita baru tahu jadi orang harus banyak memberi/ bederma dan saling membantu.

Masuk "Usia Tua" kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan.

Saat "di ambang Ajal" kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia.

Hidup tidaklah lama,
sudah saatnya kita bersama-sama membuat HIDUP LEBIH BERHARGA:

saling menghargai
saling membantu
saling memberi
saling mendukung

Jadilah teman setia tanpa syarat.

Jangan saling memotong dan menggunting sesama teman.

Tunjukkanlah bahwa Anda masih mempunyai Hati Nurani yang tulus.

Jauhkan niat jahat untuk mencelakai teman.

Jauhkan niat memaksa seseorang melakukan suatu hal untuk kepentingan pribadi kita.

Apa yang ditabur, itulah yang akan dituai.

Allah tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, bunga selalu mekar, dan mentari selalu bersinar.

Tapi ketahuilah bahwa Dia selalu memberi pelangi di setiap badai, senyum di setiap air mata, Rahmat dan Berkat di setiap cobaan, dan jawaban di setiap doa.

Jangan pernah menyerah...
Terus berjuanglah...
Life is so beautiful.

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 22 April 2014

Hidup Membutuhkan Banyak Hal

Butuh Batu Kerikil supaya kita ber-Hati-Hati.

Butuh Semak Berduri supaya kita Waspada.

Butuh Persimpangan supaya kita Bijaksana dalam memilih.

Butuh Petunjuk Jalan supaya kita punya Harapan tentang arah masa depan.

Butuh Masalah supaya kita tahu kita punya Kekuatan.

Butuh Pengorbanan supaya kita tahu cara Bekerja Keras.

Butuh Air mata supaya kita tahu Merendahkan Hati.

Butuh Dicela supaya kita tahu bagaimana Cara Menghargai.

Butuh Tertawa supaya kita tahu Mengucapkan Syukur.

Butuh Senyum supaya kita tahu kita Punya Cinta.

Butuh Orang Lain supaya kita tahu kita Tak Sendiri.

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 15 April 2014

Tiga Hal

3 hal yang tidak pernah kembali: waktu, perkataan, dan kesempatan.

3 hal yang dapat menghancurkan: kemarahan, kesombongan, dan dendam.

3 hal yang tidak boleh hilang: kasih, sukacita, dan damai sejahtera.

3 hal yang tidak kekal: harta, tahta, dan pasangan.

3 hal yang membuat kita berharga: kejujuran, kepercayaan, dan kerendahan hati.

3 hal yang membuat kita bertahan hidup: iman, pengharapan, dan bersyukur dalam segala hal.

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 08 April 2014

Hidup Seperti Pertandingan Bola


  • Babak pertama (masa muda),  menanjak karena pengetahuan, kekuasaan, jabatan, usaha bisnis, salary, dan sebagainya.
  • Babak kedua (masa tua), menurun karena darah tinggi, trigliserid, gula darah, asam urat, kolesterol...dsb.

Semoga para sahabat Waspada dari awal hingga akhir, harus menang 2 (dua) babak!

Tidak sakit juga harus check-up,
tidak haus juga harus minum,
galau juga harus cari solusi,
benar juga harus mengalah,
powerfull juga perlu merendah,
tidak capek pun perlu istirahat,
tidak kaya pun perlu bersyukur,
sesibuk apa pun juga perlu olahraga.

Sadarlah, hidup itu pendek, pasti ada saatnya finish!

Jangan tertipu dengan usia MUDA…
Karena syarat mati tidak semestinya TUA.

Jangan teperdaya dengan tubuh badan SEHAT…
Karena syarat mati tidak mesti SAKIT.

Teruslah berbuat baik, berkata baik, memberi nasihat yang baik, walaupun tidak banyak orang yang memahamimu.

Jadilah seperti jantung,…yang tidak terlihat tetapi terus berdenyut setiap saat hingga membuat kita terus hidup menjelang akhir hayat.

AJAL tak mengenal waktu  usia.

Jadi...
Terus berbuat baik dan menyampaikan kebenaran terhadap sesama...semoga kita semua diberi umur yang berkah.
Amin...
_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 01 April 2014

Renungan Akhir Tahun 2013

Sebuah perahu dibuat untuk berada di tengah lautan dan bukan hanya diam di dermaga.

Demikian juga manusia diciptakan untuk mengarungi kehidupan dan bukan berdiam dan menunggu sampai kehidupan ini berakhir.

Di dalam mengarungi kehidupan akan banyak ombak dan mungkin badai yang akan dihadapi, tapi itulah seni dari kehidupan.

Teruslah kembangkan layar dan nikmati perjalanan kita hingga sampai ke tujuan.

Di dalam kehidupan jangan takut jatuh dan salah, setiap kesalahan yang pernah kita lakukan adalah bagian dari proses pembentukan kepribadian.

Jangan selalu  menyesali semua kesalahan, tapi jangan ulangi kesalahan. Sesalilah jika semua itu tidak berdampak adanya perubahan.

Mendung diciptakan bukan untuk membuat langit gelap, tapi ia hadir untuk memberi kabar gembira akan sejuknya air hujan yang akan turun.

Luka bukan hanya semata untuk membuat kita tersiksa, tapi ia tercipta, agar kita tersadar bahwa kita hanyalah ”Manusia Biasa”.

Genggam ”KEYAKINAN” jangan pernah dilepaskan.

Indahnya Kehidupan, bukan terletak dari banyaknya kesenangan, tapi terletak pada rasa syukur kita.

Kesuksesan seseorang dalam kehidupannya selama puluhan tahun adalah hasil akumulasi dari ucapan dan perilaku setiap hari, maka jagalah dengan baik ucapan dan perilaku kita setiap hari.

Jalinlah selalu pertemanan sebelum kita membutuhkan mereka... Kelak selamanya mereka akan menjadi teman kita yang baik..

Salam sejahtera... Semoga kita semua bisa selalu menjalin tali silaturrahmi yang berkualitas dan saling mengisi... Amin YRA...!!

_____
(surat elektronik | anonim)