Selasa, 30 Juni 2015

Orang Hebat

Orang hebat tidak dihasilkan melalui:
  • kemudahan
  • kesenangan
  • ketenangan

Mereka dibentuk melalui:
  • kesukaran
  • tantangan
  • air mata

Ketika kamu mengalami sesuatu yang sangat berat dan merasa ditinggalkan sendiri dalam hidup ini.

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 23 Juni 2015

Jodoh itu Unik


Seringkali yang dikejar-kejar menjauh,
yang tak sengaja mendekat ...

yang seakan sudah pasti menjadi ragu,
yang awalnya diragukan menjadi pasti ...

yang selalu diimpikan tak berujung pernikahan,
yang tak pernah dipikirkan, bersanding di pelaminan ...

Maka jodoh itu bukan masalah seberapa lama kau mengenalnya tapi seberapa yakin kau padanya, seberapa ikhlas saat kau gagal mendapatkannya lalu digantikan dengan yang lebih baik menurut versi-Nya.  (y)

A. Nurafni (BBM)

Selasa, 16 Juni 2015

Bersyukur

Kita sering mendengar seseorang mengatakan ingin mencari kebahagiaan.

Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang-orang yang memiliki harta berlebih akan membeli kebahagiaan itu dan orang-orang yang kurang beruntung tidak akan mendapat kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka yang memiliki harta lebih.

Dan kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan berlomba untuk sampai dan berada paling dekat dengan tempat di mana kebahagiaan itu berada.

Untung saja, kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia, sehingga kita tidak perlu membeli atau mencari kebahagiaan itu ... tidak perlu berlomba untuk mendapatkan.

Hanya dengan hati yang bersih dan ikhlas serta pikiran yang jernih, kita bisa merasakan kebahagiaan itu kapan pun, di mana pun dan dengan kondisi apa pun.

Oleh sebab itu, mari bersama kita ciptakan selalu kebahagiaan di hati dan pikiran kita, maka kita akan selalu menjadi orang yang bersyukur dan beruntung.

Kunci Kebahagiaan milik orang-orang yang dapat BERSYUKUR dalam setiap peristiwa hidupnya.

"Jika kita tidak memiliki apa yang kita sukai, maka sukailah apa yang kita miliki saat ini"

Bersyukur adalah sebuah ketrampilan yang bisa di pelajari.
Bersyukur bukanlah hasil dari suatu keadaan tertentu melainkan hasil dari sebuah gaya hidup yang dilakukan dengan sengaja (butuh pembiasaan)

"Janganlah mengeluh karena tangan yang belum dapat menggapai Bintang, tapi bersyukurlah karena kaki yang masih dapat menginjak Bumi."

Semoga tetap bersyukur.

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 09 Juni 2015

Tugas Kita Bukan untuk Berhasil

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena di dalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk BERHASIL.

Penghalang terbesar manusia untuk meraih SUKSES dan KEBERHASILAN adalah rasa takut. Takut akan kegagalan, takut akan penolakan, takut akan kerugian, dan takut akan ketidakpastian.

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu.

Orang-orang yang masih terus BELAJAR, akan menjadi pemilik MASA DEPAN.

_____
(surat elektronik | anonim)

Jumat, 05 Juni 2015

Sandal Kulit Sang Raja

Seorang Maharaja akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan rakyatnya. Ia memutuskan untuk berjalan kaki saja. Baru beberapa meter berjalan di luar istana kakinya terluka karena terantuk batu. Ia berpikir, “Ternyata jalan-jalan di negeriku ini jelek sekali. Aku harus memperbaikinya.”

Maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana. Ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dalam kulit sapi yang terbaik. Segera saja para menteri istana melakukan persiapan-persiapan. Mereka mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri.

Di tengah-tengah kesibukan yang luar biasa itu, datanglah seorang pertapa menghadap Maharaja. Ia berkata pada Maharaja, “Wahai Paduka, mengapa Paduka hendak membuat sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan-jalan di negeri ini, padahal sesungguhnya yang Paduka perlukan hanyalah dua potong kulit sapi untuk melapisi telapak kaki Paduka saja.”

Konon sejak itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki yang kita sebut “Sandal“.

Renungan:
Ada pelajaran yang berharga dari cerita itu. Untuk membuat dunia menjadi tempat yang nyaman untuk hidup, kadangkala, kita harus mengubah cara pandang kita, hati kita, dan diri kita sendiri, bukan dalam jalan mengubah dunia itu atau bahkan malah menyesali takdir yang telah terjadi dalam kehidupannya.

Karena kita seringkali keliru dalam menafsirkan dunia. Dunia, dalam pikiran kita, kadang hanyalah suatu bentuk personal. Dunia, kita artikan sebagai milik kita sendiri, yang pemainnya adalah kita sendiri. Tak ada orang lain yang terlibat di sana, sebab, seringkali dalam pandangan kita, dunia, adalah bayangan diri kita sendiri.

Ya, memang, jalan kehidupan yang kita tempuh masih terjal dan berbatu. Manakah yang kita pilih, melapisi setiap jalan itu dalam permadani berbulu agar kita tak pernah merasakan sakit, atau, melapisi hati kita dalam kulit pelapis, agar kita dapat bertahan melalui jalan-jalan itu?

-------------------------------
\=d/ Have a nice day!

_____
(surat elektronik | anonim)