Selasa, 27 Juni 2017

Kata Orang Jawa Hari Itu Ada 7


Dino iku ono 7 (pitu):
Maksudte PITU ugo bisa kanggo  PITUTUR, PITUDUH, PITULUNGAN, PITUNGKAS, monggo sareng-sareng disimak ... 👳

1. SENEN:
tegese ojo boSEN marang uNEN2 (unen² Wong WASIS LAN WICAK seng kang bisa kanggo tuntunan marang kauripan)

2. SELOSO:
SElakno ngamaLO marang SOpo² (pramila wong ngamal iku ora pilih², lan ora pandang wonge sopo)

3. REBO:
keREpo sinau ben ora BOdho (tengahing punjere pitung dino, sajatine mumpung isih urip ditlateni anggone luru ilmu, mergo berdoa iku penting, ojo sing penting berdoa)

4. KEMIS:
Luwih becik mingKEM tinimbang laMIS (piwarah ojo podho ngumbar omongan kelawan wong liyo. Luwih² ngrasani dursio marang dulur, konco lan tonggo)

5 JUMAT:
JUMbuhno lelakon karo kekarepan kanthi tulus ikhlas e niAT  (barokahipun yen nduwe niat/cita² kudu usaha ikhtiar dungo supoyo kekarepanne biso kaleksanan ing sakabeh e dilakoni kanthi paripurna)

6. SETU:
SeSErah diri nggo
Insaf marang barang sing wes keweTU (pitutur: sak bejo bejane wong ngedan, isih luwih bejo wong kang eling waspodo lan ajeg dungo kelawan Gusti).

7. MINGGU:
MINGGirno barang sing olo, lakonono barang sing rahayU (tumindak : sing apik ayo podho dilakoni sing olo podo dibuang di tinggal ne kanthi pangajab ngandelke mulyaning budi lan pakerti...

---------
Atur waseso syukur gathuk, nggo gedhekne ati lumuntur ing niat, pangucap lan tumindak ingkang lamgkung sae ...

Nuwun ....

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 20 Juni 2017

The Power of Giving


Di sebuah desa yang subur, hiduplah 2 lelaki bersaudara. Sang kakak telah berkeluarga dengan 2 orang anak, sedangkan si adik masih melajang. Mereka menggarap satu lahan berdua dan ketika panen, hasilnya mereka bagi sama rata.

Di suatu malam setelah panen, si adik duduk sendiri dan berpikir, "Pembagian ini sungguh tidak adil, seharusnya kakakkulah yang mendapat bagian lebih banyak karena dia hidup dengan istri dan kedua anaknya.

"Maka di malam yang sunyi itu diam-diam dia menggotong satu karung padi miliknya dan meletakkannya di lumbung padi milik kakaknya".

Di tempat yang lain, sang kakak juga berpikir, "Pembagian ini adil jika adikku mendapat bagian yang lebih banyak, karena ia hidup sendiri, jika terjadi apa-apa dengannya tak ada yang mengurus, sedangkan aku ada anak dan istri yang kelak merawatku."

Maka sang kakak pun bergegas mengambil satu karung dari lumbungnya dan mengantarkan dengan diam-diam ke lumbung milik sang adik.

Kejadian ini terjadi bertahun-tahun.

Dalam benak mereka ada tanda tanya, kenapa lumbung padi mereka seperti tak berkurang meski telah menguranginya setiap kali panen?

Hingga di suatu malam yang lengang setelah panen, mereka berdua bertemu di tengah jalan.

Masing-masing mereka menggotong satu karung padi.

Tanda tanya dalam benak mereka terjawab sudah, seketika itu juga mereka saling memeluk erat, mereka sungguh terharu berurai air mata menyadari betapa mereka saling menyayangi.

Beginilah seharusnya kita bersaudara.

#Jangan biarkan Harta menjadi pemicu permusuhan, melainkan menjadi perekat yang teramat kuat di antara saudara#

Kita akan hidup bahagia jika kita banyak memberikan bantuan, cinta kasih kepada sesama

Kita tidak akan pernah  kekurangan jika kita suka menolong dan meringankan beban kehidupan orang lain.

Kita tidak akan mendapat kesusahan jika kita selalu berusaha membahagiakan dan menolong orang lain.

Kullu Ma'ruufin Shadaqoh.
"Sekecil apa pun kebaikan itu adalah sedekah".

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 13 Juni 2017

Arti Kata Jancok


Jancuk, diancuk, jancok adalah sebuah kata khas Surabaya yang telah banyak tersebar luas hingga ke daerah luar Kulonan bahkan luar kota dan pulau. Warga Jawa Timur seperti Malang dan lainnya turut andil dalam penyebaran kata ini. Jancuk berasal dari kata "encuk" yang artinya ngencuk atau bersetubuh atau fuck dalam bahasa Inggris. Berasal dari frase "di-encuk" menjadi diancok, lalu dancok, hingga akhirnya jancok. Ada banyak varian kata jancok, semisal diancok, duancuk, damput, dampot, mbokne ancok (mother fucker), jangkrek, jambu, jamput, dll adalah salah satu kata yang lebih halus dari pada jancuk.

Makna asli kata tersebut sesuai dari asal katanya, yakni di-encuk, lebih mengarah ke kata kotor bila kita melihatnya secara umum. Normalnya kata tersebut dipakai untuk sebuah umpatan di emosi yang meledak, marah, atau membenci seseorang. Namun sejalan dengan berkembangnya pemakaian tersebut, makna kata jancok dan kawan-kawannya meluas hingga menjadi kata simbol keakraban dan persahabatan khas (sebagian) arek-arek Suroboyo.

Kata-kata ini bila digunakan dalam situasi penuh keakraban maka akan menjadi pengganti kata panggil atau kata ganti orang, misalnya "piye kabarmu cok?", "jancuk sek urep ae awakmu cok?". Serta orang diajak bicara tersebut seharusnya tidak marah apabila yang mengajak bicara adalah teman sendiri. karena percakapan tersebut digandengi dengan canda tawa. Kata jancok juga bisa menjadi kata penegasan, keheranan, atau komentar terhadap suatu hal. Misalnya, "jancuk!Ayune arek wedok iku cok!", "jiancok, ayune rek", dll. kalimat tersebut cocok dipakai apabila melihat sosok wanita cantik yang lagi lewat di depan kita

hehehhehe

Akhiran cok atau cuk bisa menjadi kata sambung bila penuturannya kerap menggunakan kata jancok dalam kehidupan sehari-hari. "Wes mangan ta cok? Iyo cuk, aku kaet wingi lak durung mangan cuk. Segala kata itu mempunyai makna yang luas dan tak terhingga. Sedang untuk penyamaan presepsi dalam komunikasi biasanya berpedoman pada makna leksikalnya, sedang itu pun masih bisa menimbulkan beda pemahaman antara yang satu dengan yang lainnya. Padahal kata itu berlaku dalam kata EYD.

Sedang JANCUK (dengan segala variannya) merupakan kata yang tidak ada dalam EYD (lek gak percoyo deloken nak KBBI) sehingga artinya luas dan tentu saja dengan berbagai niat/motivasi/harapan/keinginan yang berbeda antara yang satu dengan yang lain (yo koyok jarene Djack Swasanazegar).

Tapi jancuk mempunyai konotasi yang buruk dalam tatanan sosial, tapi uniknya jancuk mempunyai tempat spesial dalam lingkup persahabatan erat (terutama arek enom-enome suroboyo dan ngalam). Di situ mereka akan melontarkan kata atau menyapa dengan jancuk hanya pada teman yang benar-benar akrab dan dilontarkan tanpa ada rasa marah sedikit pun kepada pihak si pengucap, malah cenderung menjadi suasana guyonan yang biasanya membuat suasana segar

hahahah

Sudah nampak jelas bahwa jancuk mempunyai 2 (dua) sisi sifat dalam mengucapkan dan 2 (dua) sisi penilaian dalam masyarakat atau komunitas. Mungkin kita bisa membedakan arti dari jancuk dengan melihat siapa dan bagaimana cara mengucapkannya kepada kita. Seperti ada pengucapan tersebut dengan nada amarah yang menggebu-gebu, berarti itu sama dengan marah yang sangat amat dalam (jancuk raimu asu ancene heheheh).

So, kalau menurut saya, kata jancok bisa dibilang hanya sebuah PENEKANAN (yang SANGAT-SANGAT AMAT) dan mungkin dalam bahasa Inggris bisa disamakan dengan FUCK atau FUCKING.

JIANCOK gak kerasa ini tadi udah ngetik lumayan panjang banget, so sory cok tulisanku ini tadi cuman tulisan orang sok tau (mungkin) yang nyobak urun rembuk.

yo gak cok


Catfizer Kimi Sabian, 26 April 2016