Kamis, 31 Januari 2013

Percakapan Pendeta dengan Putrinya


Percakapan kecil antara Bapak dan Putrinya di suatu terminal. Mengandung Pesan Moral. Perlu diperhatikan, kita sebagai orang tua.

Pesan moral:
Kita sebagai panutan anak-anak harus hati-hati Berpikir, Berucap dan Bertindak. Kita jangan hanya Bisa Omong tapi Tak Bisa menjalankan.

Nih Ceritanya:


Suatu hari, terjadi suatu Percakapan Unik dan Lucu antara ayah yang adalah seorang Pendeta dengan putri kecilnya yang bernama Henny.

Ketika di terminal bus ia heran melihat orang berteriak-teriak tanpa istirahat.

“Semarang, Semarang, Bu, Pak, mari…, Semarang segera berangkat…!!!”

Henny heran.

Ketika bus berangkat orang yang berteriak-teriak itu tidak ikut ke Semarang.

“Papa,” tanya Henny pada papanya.

“Itu siapa sih Pa. Tadi mengajak-ajak orang pergi ke Semarang, kok sekarang dia tak ikutan...?”

Papanya menjawab, “Itu namanya calo, Henny. Walaupun dia teriak-teriak sampai pagi, tidak bakalan dia ikut ke mana bus ini pergi.”

“Ohh,” sahut Henny penuh maklum.

“Kalau begitu Papa tidak usah jadi Pendeta saja.”

“Loh, kenapa...???” tanya papanya kaget.

“Papa sering mengajak orang masuk ke 'Surga' bukan? Hati-hati loh...! Nanti Papa sendiri tak ikutan ke sana.”

_____
(surat elektronik | anonim)

Senin, 28 Januari 2013

Manusia Berusaha Tuhan yang Menentukan


Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir.

Ada simulator, uji klaustrofobia, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini?

Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa.

Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah.

Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap dan amarah menggantikan kebahagiaanku.

Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam?

Aku berpaling pada ayahku. Katanya, “Semua terjadi karena suatu alasan.”

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger.

Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. TUHAN, sebenarnya aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu.

Kenapa bukan aku?

73 detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak dan menewaskan semua penumpang.

Aku teringat kata-kata ayahku, ”SEMUA TERJADI KARENA SUATU ALASAN.”

Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena TUHAN memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.

Aku menang karena aku telah kalah.

Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

Memang TUHAN menghendaki BEGITU-lah yang terjadi, dan itulah rencana Tuhan untuk tiap-tiap ANAKNYA......, jadi JANGANLAH menyesali apa yang sudah terjadi dalam USAHA maksimal kita..., karena memang ITULAH yang TELAH DIKEHENDAKI OLEH TUHAN.

Jadi tidak PERLU DISESAL-kan, yang PENTING kita sudah  berusaha semaksimal mungkin untuk mengejar cita-cita kita......dan KITA berbuat baik dan PEDULI pada orang lain...

_____
(surat elektronik | anonim)

Kamis, 24 Januari 2013

Hanya 7% Saja


Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan  Tuhannya dan berkata, "Tuhan izinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu."

Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam.

Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya.

Meja tersebut dikelilingi orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan.

Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing.

Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi.

Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan  sendok tadi untuk memakan sup yang terambil.

Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu.

Tuhan berkata, "Kamu sudah melihat NERAKA."

Lalu mereka menuju ke pintu kedua yang ternyata berisi meja beserta sup dan orang-orang yang kondisinya persis sama dengan  ruangan di pintu pertama.

Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja tersebut.

Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata, "Apa yang terjadi? Kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira?"

Tuhan kemudian menjelaskan, "Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat baik."

"Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan  IKHLAS MENYUAPI orang lain yang dapat dicapainya dengan  sendok bergagang panjang (suka MENOLONG), sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri."

Diperkirakan bahwa 93% penerima tidak akan mem-forward cerita ini. Bila Anda termasuk sisa 7% yang akan mem-forward-nya, lakukanlah dengan memberi judul 7%.

:D

_____
(surat elektronik | anonim)

Kamis, 17 Januari 2013

Penasihat Kerajaan


William seorang penasihat kerajaan yang sangat disegani karena kebijaksanaannya, raja sangat memperhatikan perkataannya.

Wajahnya yang buruk dan tubuhnya yang bongkok membuat putri raja iri.

Ia bertanya sambil mengejek,  “Jika engkau bijaksana, beritahu aku mengapa Tuhan menyimpan kebijaksanaan-Nya dalam diri orang yang buruk rupa dan bongkok?”

William balik bertanya, “Apakah ayahmu mempunyai anggur?”

“Semua orang tahu ayahku punyai anggur terbaik, pertanyaan bodoh macam apa itu,” putri raja menyahut sinis.

“Di mana ia meletakkannya?” William bertanya lagi.

“Yang pasti di dalam bejana tanah liat.”

Mendengar itu William tertawa, “Seorang raja yang kaya akan emas dan perak seperti ayahmu menggunakan bejana tanah liat?”

Mendengar itu putri raja berlalu meninggalkannya dengan rasa malu, ia perintahkan pelayan memindahkan semua anggur yang ada di istana dari dalam bejana tanah liat ke dalam bejana emas dan perak.

Suatu hari raja mengadakan jamuan.

Alangkah kagetnya ia karena anggur yang diminumnya sangat asam. Dengan geram ia panggil semua pelayan, yang kemudian menceritakan bahwa anggur yang disuguhkan tadi berasal dari bejana emas dan perak atas instruksi putri raja,  dan raja menegur keras perilaku putrinya itu.

Putri raja berkata kepada William, “Mengapa engkau menipu aku? Aku pindahkan semua anggur ke bejana emas tapi  semua anggur jadi terasa asam.”

Dengan  ringan William menjawab, “Sekarang engkau tahu mengapa Tuhan lebih suka menempatkan kebijaksanaan dalam wadah yang sederhana? Kebijaksanaan itu sama seperti anggur, ia hanya cocok dalam bejana dari tanah liat yang sederhana.”

Jadilah rendah hati karena  Kebijaksanaan hanya bisa berdiam dalam diri orang yang sederhana dan tidak bisa berdiam dalam diri orang yang sombong.

_____
(surat elektronik | anonim)

Jumat, 11 Januari 2013

Hal Sulit dan Hal Mustahil

HAL SULIT MEMBUTUHKAN WAKTU. HAL MUSTAHIL PERLU WAKTU SEDIKIT LEBIH LAMA

Ini ada true story yang bagus
Art Berg adalah atlet berbakat yang memiliki masa depan cerah.

Ia mempunyai perusahaan konstruksi dan seorang tunangan yang baik dan cantik.

Pada malam Natal, dalam perjalanan menuju rumah tunangannya di Utah untuk menuntaskan acara pernikahan mereka.
Karena perjalanan panjang, ia lelah dan mengantuk hingga mobilnya menabrak tiang pembatas jalan dan terjun ke jurang.
Ia terlempar dari mobil dan jatuh ke tanah dengan leher patah.

Akibatnya ia lumpuh dari dada ke bawah dan tidak bisa menggerakkan tangan dan kakinya.

Dokter berkata ia tidak akan pulih dari kelumpuhan.
Teman-temannya menasihatinya agar ia melupakan pernikahannya.
Art takut dan putus asa.

Namun ibunya datang dan berbisik,
"Nak, hal sulit membutuhkan waktu. Hal mustahil perlu waktu sedikit lebih lama".

Karena kata-kata itu, harapannya muncul kembali.
Ia berlatih keras hingga akhirnya bisa mandiri.

Sebelas tahun kemudian ia kembali memimpin perusahaannya sendiri, bisa menyetir dan berolahraga, serta menikah dengan tunangannya dan punya dua anak.

Sekarang ia menjadi pembicara profesional dan penulis buku yang mendorong dan memotivasi banyak orang.

Kadang-kadang sesuatu tidak berjalan seperti yang kita harapkan.
Jika Anda saat ini mengalami hal itu, jangan pernah putus asa!
 
 Never ever give up!!!

Hal sulit membutuhkan waktu.
Hal mustahil perlu waktu sedikit lebih lama.
Tetapi orang yang bertahan sampai akhir akan menang.

_____
(surat elektronik | anonim)

Kamis, 03 Januari 2013

Tuntunan Mother Theresa

Mother Theresa, memang luar biasa, sudah tidak ada, tetapi iman dan kasihnya masih hidup.

Beliau berkata seperti ini, "Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih;
tapi bagaimana pun, berbaik hatilah.

Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu;
tapi bagaimana pun, jujur dan terbukalah.

Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri;
tapi bagaimana pun, berbahagialah.

Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati;
tapi bagaimana pun, jadilah sukses.

Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam;
tapi bagaimana pun, bangunlah.

Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang;
tapi bagaimana pun, berbuat baiklah.

Bagaimana pun, berikan yang "TERBAIK" dari dirimu. :)

Pada akhirnya, engkau akan tahu bahwa ini adalah urusan antara engkau dan "Tuhanmu".
Ini bukan urusan antara engkau dan mereka.

By Mother Theresa.

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 01 Januari 2013

Tahun 2013

Bukan Status
Bukan Kedudukan
Bukan Harta
Bukan Kemampuan
Bukan kesuksesan
Bukan Ketampanan
Bukan pula kecantikan

Yang Tuhan harapkan dari hidup kita

IA hanya ingin, kita hidup dari hari ke hari, menjadi Pribadi yang terus semakin BERKUALITAS di hadapan-Nya.

Nikmati 2013 dengan <i>enjoy</i> dan penuh ucapan syukur, meski waktu tak dapat diputar kembali, namun setidaknya kita masih diberi waktu kesempatan untuk berusaha memperbaiki hidup menjadi lebih baik lagi.

HapPy neW yeaR 2013

_____
(surat elektronik | anonim)