Minggu, 28 Juli 2013

Seorang Wanita yang Sangat Peduli

Renungan pagi :

Kawan...,
di dalam Realita kehidupanmu.. Minimal ada seorang wanita yang sangat PEDULI kamu..  Pasti..!

Terlepas kamu setuju atau Tidak, terima atau tidak, Wanita ini ada..!

Dan ia adalah satu satunya manusia di Planet ini yang izinkan Rahimnya kau tempati free of charge selama 9 bulan 10 hari, yang Siap menahan sakit demi untuk kehadiranmu di sini, sekali pun nyawanya menjadi taruhan.

Dalam membesarkanmu ia melewati hari-hari yang tidak gampang.. Sering ia tidak tidur karena kamu sakit.., dalam kebingungan ia hanya menangis dan berdoa karena panasmu yang tidak reda, atau kamu tidak buang kotoran. Ia tidak jijik dengan kotoranmu berselemak dibadannya bahkan ia tertawa lepas saat semua itu terjadi.

Tahun-tahun berganti..

Kini kamu sudah Dewasa. Kamu sudah bisa ke Dokter kalau kamu sakit.. Dan status kamu pun kini sudah berubah.. Kamu Tidak butuh wanita itu lagi.

Sekarang wanita itu sudah tua.. lamban, suka dengan cerita lama yang membosankan, nasihatnya pun selalu itu-itu saja..

Belum lagi bau badannya yang sering diprotes oleh pacarmu/suami atau istrimu/anak-anakmu. Komunikasi kalian Payah... Susah...!

Hai Kawan...

Anda benar... Wanita tua ini sering membosankan dan tak nyambung.. Tapi coba berdiamlah beberapa menit dalam hening.

Sejelek apa pun dia.., orang lain boleh Tidak suka dia. Tapi Kamu Tak Boleh.. Sebab ia adalah IBU-mu

Di hari tuanya yang tak lama lagi.., Bukan HARTA-mu yang ia harapkan, ia TIDAK butuh apa pun dari kamu.

Ia hanya Takut.. Kehilangan kamu..  Takut kamu tidak peduli dia lagi.. Karena ia begitu mencintaimu.

Ia sudah Bahagia kalau kamu datang dan bertanya "apa kabar..? Dan tanganmu mau mengelus dia.

Kawan maafkan dia kalau ia pernah melakukan hal yang mengecewakan kamu..  Percayalah ia pantas untuk kau cintai.

Kawan..
Waktu wanita tua itu tidak banyak lagi...

Dengarkanlah ini:

Jangan Lagi Bersuara Keras Padanya...
Dalam keadaan apa pun...
Itu akan sangat melukainya.

_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 21 Juli 2013

Hakekat Hidup


Mobil mahal bukan jaminan keselamatan.
Tapi menyetir dengan hati-hati dan sabar itulah kunci keselamatan.

Membawa selusin bodyguard bukan jaminan keamanan.
Tapi rendah hati, ramah dan tidak mencari musuh, itulah kunci keamanan.

Obat dan vitamin bukan jaminan hidup sehat.
Tapi jaga mulut, istirahat cukup  dan olah raga yang teratur itulah kunci hidup sehat.

Rumah mewah bukan jaminan keluarga bahagia.
Tapi saling mengasihi, menghormati dan memaafkan itulah kunci keluarga bahagia.

Gaji tinggi bukan jaminan kepuasan hidup.
Tapi bersyukur, hemat dan saling menyayangi berkah itulah kunci kepuasan hidup.

Pangkat tinggi bukan jaminan hidup terhormat.
Tapi jujur, punya kredibilitas dan disiplin itulah kunci hidup terhormat.

Hidup berfoya-foya bukan jaminan banyak sahabat.
Tapi setia kawan, bijaksana, solidaritas, suka menolong itulah kunci banyak sahabat.

Kosmetik bukan jaminan kecantikan.
Tapi semangat, kasih, ceria, ramah, dan senyuman itulah kunci kecantikan.

Satpam dan tembok rumah yang kokoh bukan jaminan hidup tenang.
Tapi hati yang damai, kasih dan bebas tiada keserakahan dan kebencian itulah kunci ketenangan dan rasa aman.

Hidup kita itu sebaiknya ibarat "Jam Dinding".
Dilihat orang atau tidak, ia tetap mendenting.
Dihargai orang atau tidak, ia juga akan tetap berputar.
Diterimakasihi atau pun tidak, ia tetap akan "Bekerja".

"Karena dalam hidup, kita harus seperti Jam Dinding yang punya kualitas, komitmen, dan tanggung jawab.”

Selamat pagi... ({})

_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 14 Juli 2013

Universitas Kehidupan

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, dari mana kita belajar IKHLAS...?

Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, dari mana kita belajar SABAR...?

Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR...?

Seorang yang dekat dengan  TUHAN, bukan berarti tidak ada kesulitan dan air mata...

Seorang yang TAAT pada TUHAN, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN...

Seorang yang TEKUN berdoa, bukan berarti selalu terkabul dan memiliki segalanya...

Biarlah TUHAN yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena TUHAN TAHU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK buat kita...

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN...

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN...

Ketika hatimu terluka sangat dalam...maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN...

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN...

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN...

Ketika kamu harus membayar biaya mahal yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAH–HATIAN...

Tetap semangat...
Tetap sabar...
Tetap tersenyum...
Karena kamu sedang menimba ilmu di "UNIVERSITAS KEHIDUPAN"...

TUHAN menaruhmu di-“tempatmu” yang sekarang, bukan karena "KEBETULAN"...

Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan...

MEREKA dibentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN, KERINGAT, dan AIR MATA......

Selamat beraktivitas dan bersemangat...

_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 07 Juli 2013

Andai Hari Ini Aku Dimakamkan

Semoga menjadi renungan kita...

ANDAI HARI INI AKU DIMAKAMKAN
Karya : Remy Soetansyah
1 Mei 2012 (5 bulan sebelum meninggal)

Hari ini kumati,
Perlahan...
Tubuhku ditutup tanah.
Perlahan...
Semua pergi meninggalkanku...

Masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka,
Aku sendirian,
Di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
Sendiri,
Menunggu pertanyaan malaikat...

Belahan hati,
Belahan jiwa pun pergi.
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain.
Aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka...

Sanak keluarga menangis,
Sangat pedih,
Aku pun demikian,
Tak kalah sedih...

Tetapi aku tetap sendiri,
Di sini, menunggu perhitungan.
Menyesal sudah tak mungkin.
Tobat tak lagi dianggap,
Dan maaf pun tak bakal didengar,
Aku benar-benar harus sendiri...

Ya Allah,
Jika Engkau beri aku 1 lagi kesempatan,
Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milik-MU,
Untuk aku perbaiki diriku,

Aku ingin memohon maaf pada mereka...

yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
Tersakiti karena aku...

Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yang telah kukumpulkan,
yang bahkan kumakan,
Yaa Allah beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
Untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta...

Teringat kata-kata kasar dan keras yang menyakitkan hati mereka,
Maafkan aku ayah dan ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu,

Beri juga ya Allah aku waktu untuk berkumpul dengan keluargaku,
Menyenangkan saudara-saudaraku.
Untuk sungguh-sungguh beramal saleh.

Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu lebih lama lagi...
Begitu menyesal diri ini.
Kesenangan yang pernah kuraih dahulu,
Tak ada artinya sama sekali...

Mengapa kusia-siakan waktu hidup yang hanya sekali itu...?
Andai aku bisa putar ulang waktu itu...

Aku dimakamkan hari ini,
Dan ketika semua menjadi tak termaafkan,
Dan ketika semua menjadi terlambat,
Dan ketika aku harus sendiri...
Untuk waktu yang tak terbayangkan sampai yaumul hisab dan dikumpulkan di Padang Mashar...

_____
(surat elektronik | anonim)