Minggu, 26 Januari 2014

Pernikahan


Pernikahan adalah tempat di mana kita dituntut menjadi dewasa dan salah satu tanda dewasa adalah SIAP memikul tanggung jawab.

Pernikahan bukan masalah feeling suka tidak suka, tapi tentang komitmen.

Masalah dalam pernikahan biasanya karena kita tidak memahami perbedaan pria dan wanita.

Jangan tuntut pasangan untuk berubah, kitalah yang harus berubah lebih dahulu. Ingat better me sama dengan  better we.

Tiga kesalahan umum yang sering dilakukan suami:
  1. Tidak perhatikan perasaan istri;  lelaki lebih pakai logika, wanita pakai feeling.
  2. Lebih fokus memikirkan solusi daripada mendengar;   wanita biasanya ingin didengarkan, dia ingin suami merasakan apa yang dia rasakan.
  3. Seringkali setelah bicara, suami pergi tanpa beri kepastian/jawaban.

Tiga kesalahan umum yang sering dilakukan istri:
  1. Memberi petunjuk tanpa diminta;  mungkin bagi istri menunjukkan perhatian, tapi bagi suami merasa dikontrol.
  2. Mengeluhkan suami di hadapan orang lain.
  3. Mencoba membenarkan pada saat suami melakukan kesalahan. (Istri merasa lebih benar)

Selama berumah tangga, miliki komitmen di bawah ini.
  1. Komitmen untuk tetap berpacaran.
  2. Komitmen memiliki sexual intimacy regularly.
  3. Komitmen untuk saling membantu (jangan mengeritik pasangan).
  4. Komitmen untuk  punya romantic get away (liburan berdua)
  5. Komitmen berkomunikasi dengan  jelas (saling cerita, terbuka, jangan biasakan bilang tidak ada apa-apa bila ada apa-apa, pasangan kita bukan dukun)
  6. Komitmen untuk bicara hal yang baik tentang pasangan (puji pasangan)
  7. Komitmen untuk jadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya. (fisik yang sehat adalah kado buat pasangan)
  8. Komitmen untuk mudah mengampuni pasangan.
  9. Komitmen untuk bergandengan  dan berpelukan.
  10. Komitmen untuk hidup dalam kebenaran.
_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 19 Januari 2014

Mengucap Syukur

Sebuah Renungan

Ada seorang dermawan dari ketinggian gedung multi-lantai, ia tak henti-hentinya menebar lembar-lembar pecahan uang: 5 ribu rupiah, 10 ribu rupiah, 20 ribu rupiah, 50 ribu rupiah, dan 100 ribu rupiah.

Di bawah gedung berkerumun banyak orang, tapi tak seorang pun yang ingin "Cari Tahu" dari mana "Sumber Uang"  yang dijatuhkan...mereka hanya sibuk saling berebut memunguti uang yang berserakan.

Satu saat, sang dermawan ganti  menebar kerikil-kerikil kecil; ada yang kena di kepala mereka, maka menengadahlah mereka ke atas...berusaha untuk "Cari Tahu" Sumber kerikil-kerikil dijatuhkan.

Itulah sifat kebanyakan manusia, saat Berkat datang semua sibuk tanpa peduli siapa yang memberi dan sedikit sekali yang mampu Mengucap Syukur, namun saat masalah yang datang maka semua akan spontan Mencari Sumbernya.

Karena itu mari. kita selalu Mengucap Syukur kepada Tuhan, dalam segala hal, jangan hanya pada saat kita diberkati saja, namun pada saat kita mengalami masalah dan tekanan kita harus tetap Mengucap Syukur pada Tuhan...

GBU all  O:)

_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 12 Januari 2014

Kebiasaan dan Latihan

Suatu hari rakyat bersorak-sorai menyaksikan kehebatan keahlian memanah seorang panglima yang luar biasa. 100 kali anak panah dilepas, 100 anak panah tepat mengenai sasaran. Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyeletuk, "Panglima memang pemanah hebat! Tetapi, itu hanya keahlian yang diperoleh dari kebiasaan yang terlatih."

Panglima dan seluruh yang hadir memandang dengan  tercengang dan bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu. Tukang minyak menjawab, "Tunggu sebentar!" Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah koin Tiongkok kuno yang berlubang di tengahnya.

Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong. dengan  penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak, dan kemudian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tersebut.

Panglima dan rakyat tercengang. Mereka bersorak-sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak. dengan  penuh kerendahan hati dan hormat, tukang minyak di hadapan panglima sambil mengucapkan kalimat bijaknya, "Itu hanya keahlian yang diperoleh dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang diulang terus menerus akan melahirkan keahlian."

Dalam kisah ini kita dapat belajar bahwa betapa luar biasanya kekuatan KEBIASAAN. Habit is a Power!

Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah dan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin. Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter sukses. Dan karakter sukses itu hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti: berpikir positif, antusias, optimis, disiplin, integritas, tanggung jawab, dan terlebih lagi: keintiman kita dengan  Tuhan setiap saat…

Keunggulan terjadi berkat sebuah kebiasaan dan disiplin kegigihan.

_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 05 Januari 2014

Tuntunan dalam Pernikahan

Perihal yang merusak pernikahan

Suami:
  1. Suami tidak berfungsi menjadi pemimpin dengan baik akibatnya saling melukai.
  2. Suami gagal menjadikan Istri nomor satu dalam hidupnya.
  3. Suami membandingkan Istri dengan wanita lain.
  4. Suami kurang disiplin mengontrol emosi dan kebiasaan buruk.
  5. Suami gagal memuji hal-hal kecil dari Istri.
  6. Suami menolak pendapat Istri.
  7. Suami tidak pernah minta maaf.

Istri:
  1. Istri tidak menghargai Suami sebagai otoritas.
  2. Istri gagal menundukkan diri kepada Suami.
  3. Istri gagal menampilkan kecakapan manusia batiniah.
  4. Istri gagal menunjukkan rasa syukur kepada Suami.


‎Kebutuhan seorang Suami:
  1. Seks.
  2. Istri sebagai sahabat.
  3. Rumah yang rapi.
  4. Istri yang menarik
  5. Saling menghargai + menghormati...
  6. Sayang kepada keluarga

Kebutuhan seorang Istri:
  1. Kasih dan penghargaan.
  2. Diajak bicara.
  3. Jujur dan terbuka.
  4. Kesederhanaan.
  5. Komitmen terhadap keluarga..


‎Ingat!!!
Kepala keluarga yang berhasil dalam keluarga maka keberhasilan yang lain akan mengikuti, kepala keluarga yang gagal dalam keluarga maka kegagalan lain akan mengikuti.

Kebahagiaan perkawinan membutuhkan perjuangan yang tidak kenal lelah, dan membutuhkan  kehadiran dan pertolongan Allah.

Berbahagialah mereka yang benar-benar menikmati hidup rumah tangga yang rukun dan damai, meski pun itu harus diperoleh dengan cucuran air mata.

Belaian tangan suami adalah emas bagi istri.
Senyum manis sang istri adalah permata bagi suami.
Kesetiaan suami adalah mahkota bagi istri.
Keceriaan istri adalah sabuk di pinggang suami.

Perbaikilah apa yang bisa diperbaiki sekarang sebelum terlambat.

Cintailah pasangan yang telah TUHAN pilih untukmu!
TUHAN akan memberkahi pernikahanmu...

Bagi yang belum menikah, ini bisa menjadi bekal kelak bila Anda menghadapi hidup pernikahan.

Remember:
Jangan pernah mengucap kata CERAI. Apa yang sudah disatukan Tuhan tidak boleh dicerai-beraikan oleh manusia...

Silakan share pesan ini untuk memulihkan relasi pasangan suami-istri  :)

_____
(surat elektronik | anonim)