Selasa, 25 Maret 2014

Buka Pintu Hatimu

Open your heart and blessings will come your way.
Be joyful every day and your heart will be at ease.


Pintu hati yang terbuka membuat nasib menjadi baik.
Jika setiap hari dapat dilalui dengan  perasaan suka cita,
dengan  sendirinya batin akan terbebas dari beban pikiran.

-Master Cheng Yen -

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 18 Maret 2014

Renungan Tentang Kehidupan

Jalani hidup ini dengan penuh HARAPAN, walau hidup tak selalu menyenangkan.

Berilah SENYUMAN, walau hati tak lagi mampu untuk bertahan.

Belajarlah MEMAAFKAN, walau diri kita  sudah sangat terluka...

Dalam hidup ini, kadang yang kita rencanakan berjalan tidak seperti apa yang kita  harapkan.

Kehidupan mengajarkan bagaimana kita  membuat semua kejadian menjadi kebaikan, bukan kesedihan.

Saat tekanan datang, katakan dalam hati, "Setelah ini, aku bisa lebih baik lagi..."

Setiap masalah dalam hidup ini semata-mata untuk membentuk kita menjadi lebih tangguh dan bijaksana...

Berani mati tidaklah luar biasa, namun berani tetap hidup pada saat tidak memiliki apa-apa lagi, itu barulah LUAR BIASA!

Hidup itu indah, masih banyak lagi hal luar biasa yang belum kita temukan...

Jangan memandang rendah dan remeh orang lain hanya karena ia tak lebih pintar, tak lebih kaya, tak lebih beruntung, dan tak mempunyai kedudukan.

Kadangkala di mata TUHAN, batu bara yang legam terlihat lebih berkilau dibanding dengan permata yang mahal.

Hidup cuma sekedar "mampir minum". Seperti pengembara diperjalanan panjang, ia akan berhenti sejenak untuk minum, lalu melanjutkan kembali perjalanannya.

Hidup adalah sebuah proses waktu. Pemilik kehidupan selalu silih berganti.

Gunakan waktu hidup kita dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada yang menjamin bahwa setiap orang bisa hidup lebih lama lagi di dunia… :)

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 11 Maret 2014

Hidup Adalah Proses

Kita pernah DILUKAI dan mungkin pernah MELUKAI, tapi karena itu kita BELAJAR tentang bagaimana cara menghargai, menerima, berkorban, dan memperhatikan.

Kita telah DIBOHONGI dan mungkin pernah MEMBOHONGI, tapi dari situ kita BELAJAR tentang KEJUJURAN.

Andai kita tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidup ini, mungkin kita tidak pernah belajar arti dari MEMINTA MAAF dan MEMBERI MAAF.

Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini, tidak akan terulang kembali.

Namun ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan, yaitu BELAJAR dari masa lalu untuk hari esok yang lebih baik.

Hidup adalah proses, hidup adalah belajar.
Tanpa ada batas umur, tanpa ada kata tua.

JATUH, berdiri lagi.
KALAH, mencoba lagi.
GAGAL, bangkit lagi.

Teruslah berjuang dengan  penuh kesadaran dan harapan...!

_____
(surat elektronik | anonim)

Senin, 03 Maret 2014

Doa Ibu di Saat Marah

Seorang bocah mungil sedang asyik bermain-main tanah. Sementara sang ibu sedang menyiapkan jamuan makan yang diadakan sang ayah.

Belum lagi datang para tamu menyantap makanan, tiba-tiba kedua tangan bocah yang mungil itu menggenggam debu. Ia masuk ke dalam rumah dan menaburkan debu itu di atas makanan yang tersaji.

Tatkala sang ibu masuk dan melihatnya, sontak beliau marah dan berkata, "Idzhab ja'alakallahu imaaman lilharamain," (Pergi kamu...! Biar kamu jadi imam di Haramain...!)

Dan SubhanAllah, kini anak itu telah dewasa dan telah menjadi imam di Masjidil Haram...!!

Tahukah kalian, siapa anak kecil yang di doakan ibunya saat marah itu...??

Beliau adalah Syeikh Abdurrahman as-Sudais, Imam Masjidil Haram yang nada tartil-nya menjadi favorit kebanyakan kaum muslimin di seluruh dunia.

****
Ini adalah teladan bagi para ibu, calon ibu, atau pun orang tua... Hendaklah selalu mendoakan kebaikan untuk anak-anaknya. Bahkan meski pun ia dalam kondisi yang marah. Karena salah satu doa yang tak terhalang adalah doa orang tua untuk anak-anaknya. Sekaligus menjadi peringatan bagi kita agar menjaga lisan dan tidak mendoakan keburukan bagi anak-anaknya. Meski dalam kondisi marah sekali pun.

"Janganlah kalian mendoakan (keburukan) untuk dirimu sendiri, begitu pun untuk anak-anakmu, pembantumu, juga hartamu. Jangan pula mendoakan keburukan yang bisa jadi bertepatan dengan  saat di mana Allah mengabulkan doa kalian..." (HR. Abu Dawud)

_____
(surat elektronik | anonim)