Selasa, 24 Juni 2014

Benih Dalam Benak


"Seorang penulis buku terkenal, John C. Maxwell, mengatakan bahwa sesungguhnya medan peperangan terbesar ada di pikiran manusia.

Karena:  Pikiran itu sangat kuat dan dapat memengaruhi kehidupan seseorang.

Ada pepatah mengatakan: ”Menabur dalam PIKIRAN akan menuai TINDAKAN; menabur TINDAKAN akan menuai KEBIASAAN; menabur KEBIASAAN akan menuai KARAKTER”

Pikiran kita seumpama tanah; tanah tidak pernah peduli jenis benih apa yang hendak kita tanam.

Jika kita menabur benih jagung, misalnya, tanah akan meresponsnya, lalu menumbuhkannya.

Apa pun yang kita tanamkan dalam pikiran, entah itu hal-hal yang baik atau buruk, pikiran kita akan segera menerima, merespons, dan menumbuhkannya.

Sadar atau tidak, sering kali kita memperkatakan hal-hal buruk tentang diri kita sendiri, misalnya: hidupku penuh masalah, aku tidak akan berhasil, sakitku tidak akan sembuh, keluargaku hancur berantakan, aku bodoh, miskin, masa depanku suram, dan sebagainya.

Hal-hal negatif yang kita ucapkan itu akan direspons oleh pikiran kita dalam bentuk sikap dan tindakan, yang pada gilirannya akan menghasilkan sesuatu yang sama seperti yang kita tanamkan dalam pikiran kita.                           

Oleh sebab itu tanamkan hal yang positif dibenak kita, maka kita akan menjadi luar biasa.

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 17 Juni 2014

Sebuah Tembok

‎Ada seorang tukang bangunan mendirikan sebuah tembok.
Sebulan kemudian, berdirilah sebuah tembok setinggi 4 meter di hadapannya.
Dia mengagumi hasil karyanya tapi tiba-tiba matanya tertuju pada 2 bata yang telah keliru disusun, jelek sekali.

Sementara itu, semennya sudah keras. Si tukang jadi kesal.
Sejak saat itu, dia sangat benci melihat tembok tersebut. 2 batu bata yang miring tersebut telah memengaruhi keseluruhan tembok.

Suatu hari, ada yang melewati tembok dan berkomentar, "Itu tembok yang indah."
Si tukang terkejut, "Pak, apakah penglihatan anda terganggu? Tidakkah melihat 2 batu bata jelek di tembok itu?"
Orang itu berkata, "Ya, saya melihat 2 batu bata jelek itu, namun juga melihat 998 batu bata yang bagus."

Dalam kehidupan ini, kita sering memutuskan suatu masalah dengan  hanya memvonis kesalahan, tanpa mengabaikan kebaikan-kebaikan yang pernah ada.
Mata hanya terfokus pada kekeliruan, teman yang telah puluhan tahun jadi musuh hanya perdebatan sehari, kekasih yang sudah tahunan berpisah hanya karena bertengkar sehari.
Kita hanya melihat yang jelek. Kenyataannya, jauh lebih banyak yang bagus.

Maafkanlah, meski kadang tidak sepaham. Memberi damai berarti juga menimbulkan damai bagi diri sendiri.

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 10 Juni 2014

Pesan Untuk Suami Sejagad

(Berikan ke Para Suami ya...)

  1. Kakek berkata, hargai istrimu sebagaimana engkau menghargai ibumu, sebab istrimu juga seorang ibu dari anak-anakmu.
  2. Jika marah boleh tidak berbicara dengan  istrimu, tapi jangan bertengkar dengannya (membentaknya, mengatainya, memukulnya)
  3. Jantung rumah adalah seorang istri. Jika hati istrimu tidak bahagia maka seisi rumah akan tampak seperti neraka (tidak ada canda tawa, manja, perhatian). Maka sayangi istrimu agar dia bahagia dan kau akan merasa seperti di surga.
  4. Besar atau kecil gajimu, seorang istri tetap ingin diperhatikan. dengan  begitu maka istrimu akan selalu menyambutmu pulang dengan  kasih sayang.
  5. Dua orang yang tinggal satu atap (menikah) tidak perlu gengsi, bertingkah, siapa menang siapa kalah. Karena keduanya bukan untuk bertanding melainkan teman hidup selamanya.
  6. Di luar banyak wanita idaman melebihi istrimu. Namun mereka mencintaimu atas dasar apa yang kamu punya sekarang, bukan apa adanya dirimu. Saat kamu menemukan masa sulit, maka wanita tersebut akan meninggalkanmu dan punya pria idaman lain di belakangmu.
  7. Banyak istri yang baik. Tapi di luar sana banyak pria yang ingin mempunyai istri yang baik dan mereka tidak mendapatkannya. Mereka akan menawarkan perlindungan terhadap istrimu. Maka jangan biarkan istrimu meninggalkan rumah karena kesedihan, Sebab ia akan sulit sekali untuk kembali.
  8. Ajarkan anak laki-lakimu bagaimana berlaku terhadap ibunya, sehingga kelak mereka tahu bagaimana memperlakukan istrinya :)

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 03 Juni 2014

Untuk Diamalkan

Sugeng enjang poro sederek-sederek sekalian.
Monggo dipun amalaken...

1. URIP IKU URUP
[Hidup itu nyala, hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita]

2. MEMAYU HAYUNING BAWANA, AMBRASTA DUR HANGKARA
[Harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan serta memberantas sifat angkara murka, serakah, dan tamak]

3. SURA DIRA JAYA JAYANINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI
[Segala sifat keras hati, picik, angkara murka hanya bisa dikalahkan dengan  sikap bijak, lembut hati, dan sabar]

4. NGLURUK TANPA BALA, MENANG TANPA NGASORAKE, SEKTI TANPA AJI-AJI, SUGIH TANPA BANDHA
[Berjuang tanpa perlu membawa massa, Menang tanpa merendahkan/mempermalukan, Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan/kekuatan/kekayaan/keturunan, Kaya tanpa didasari hal-hal yang bersifat materi]

5. DATAN SERIK LAMUN KETAMAN, DATAN SUSAH LAMUN KELANGAN
[Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri, Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu]

6. AJA GUMUNAN, AJA GETUNAN, AJA KAGETAN, AJA ALEMAN
[Jangan mudah terheran-heran, Jangan mudah menyesal, Jangan mudah terkejut dengan sesuatu, Jangan kolokan atau manja]

7. AJA KETUNGKUL MARANG KALUNGGUHAN, KADONYAN LAN KEMAREMAN
[Janganlah terobsesi atau terkungkung dengan  kedudukan, materi, dan kepuasan duniawi]

8. AJA KUMINTER MUNDAK KEBLINGER, AJA CIDRA MUNDAK CILAKA
[Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka]

9. AJA MILIK BARANG KANG MELOK, AJA MANGRO MUNDAK KENDHO
[Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah dan jangan berfikir gamang/plin-plan agar tidak kendor niat dan kendor semangat]

10. AJA ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
[Jangan sok kuasa, sok besar/kaya, sok sakti]

_____
(surat elektronik | anonim)