Rabu, 29 Juli 2015

Ini Cara Saya Menggampar Mahasiswa Saya

Sebuah renungan untuk diri sendiri. Ini Cara Saya Menggampar Mahasiswa Saya, tulisan dari Bapak I Made Andi Arsana (Teknik Geodesi UGM). Semoga menginspirasi. Tamparan dari dosen untuk mahasiswa ini semoga dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan bekerja keras.
  1. Kamu ingin dapat beasiswa S2 ke luar negeri nanti? Pastikan IP di atas 3 dan TOEFL di atas 500! Merasa tidak pintar? BELAJAR!
  2. Empat atau lima tahun lagi kamu bisa sekolah S2 di luar negeri dengan beasiswa. Itu kalau kamu tidak cuma twitter-an saja sampai lulus nanti.
  3. Kamu tidak akan bisa S2 di luar negeri karena akan ditolak profesor kalau menulis email formal saja tidak bisa. Alay itu tidak keren, tidak usah bangga!
  4. Tidak usah tanya tips cara menghubungi profesor di luar negeri kalau kirim email ke dosen sendiri saja kamu belum bisa. Hei, ganti dahulu akun niennna_catique@gmail.com itu!
  5. Tidak usah ikut meledek Vicky, kamu saja tidak tahu kapan harus pakai tanda tanya, tanda seru, tanda titik, spasi, huruf besar, huruf kecil di email kok!
  6. 6. Mana bisa diterima di perusahaan multinasional biarpun IP tinggi kalau menulis email saja lupa salam pembuka dan penutup
  7. Sok mengkritik kebijakan UN segala, dari cara menulis email saja kelihatannya kamu tidak lulus Bahasa Indonesia kok. Tidak usah gaya!
  8. Bayangkan kalau kamu harus menulis email ke pimpinan sebuah perusahaan besar. Apa gaya bahasa email kamu yang sekarang itu sudah sesuai? Jangan-jangan bosnya tertawa!
  9. Apa pun bidang ilmu kamu, akhirnya kamu akan berhubungan dengan MANUSIA yang beda umur dan latar belakangnya. Belajar komunikasi yang baik. Jangan bangga jadi alay!
  10. Bangga bisa software dan gunakan alat-alat canggih? Suatu saat kamu harus yakinkan MANUSIA akan skill itu. Belajar komunikasi dengan bahasa manusia biasa!
  11. Kamu orang teknik dan hanya peduli skill teknis? Kamu salah besar! Nanti kamu akan jual skill itu pada MANUSIA, bukan pada mesin!
  12. Kamu kira orang teknik hanya mengobrol sama mesin dan alat? Kamu harus yakinkan pengambil kebijakan suatu saat nanti dan mereka itu manusia. Belajar omong sama manusia!
  13. Malas basa-basi sama orang yang tidak dikenal? Enam tahun lagi kamu diutus kantor untuk presentasi sama klien yang tidak kamu kenal. Belajar!
  14. Malas belajar bikin presentasi? Lima tahun lagi bos kamu datang dengan segepok bahan, “Saya tunggu file presentasinya besok!”
  15. Kamu orang sosial dan malas belajar hal-hal kecil di komputer? Lima tahun lagi bos kamu datang bertanya “cara membesarkan huruf di Ms Word dengan shortcut bagaimana ya?’ Mau cengir?
  16. Mahasiswa senior, jangan bangga bisa mem-bully Mahasiswa baru, tujuh tahun lagi kamu di-interview sama dia saat pindah kerja ke perusahaan yang lebih bagus
  17. Mahasiswa senior, keren rasanya ditakuti Mahasiswa baru? JANGAN! Urusan kalian nanti bersaing sama orang-orang ASEAN dan Dunia. Bisa bikin mereka takut tidak?
  18. Bangga bisa demo untuk mengundurkan jadwal ujian karena kamu tidak siap? Kamu itu mahasiswa negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, masa urusannya cetek-cetek begitu sih?!
  19. Tidak usahlah sok hebat demo menyuruh SBY berani sama Amerika kalau kamu diskusi sama mahasiswa Singapura saja tergagap-gagap
  20. Tidak perlulah teriak-teriak “jangan tergantung pada Barat” jika kamu belum bisa tidur kalau tidak ada BB dekat bantal
  21. Tentara kita tidak takut sama tentara Malaysia kalau kamu bisa kalahkan mahasiswa Malaysia debat ilmiah dalam forum di Amerika!
  22. Tidak perlu beretorika menentang korupsi kalau kamu masih titip absen sama teman saat demo antikorupsi!
  23. Boleh kampanye “jangan tergantung pada Barat” tapi jangan kampanye di Twitter, Facebook, BBM, Path, dan Email! Memangnya itu buatan Madiun?!
  24. Kalau file laporan praktikum masih kopi dari kakak kelas dan hanya ganti tanggal, tidak usah teriak anti korupsi ya Bos!
  25. Minder karena merasa dari kampung, tidak kaya, tidak gaul? Lima tahun lagi kamu bisa S2 di negara maju karena IP, TOEFL dan kemampuan kepemimpinan. Bukan karena kaya dan gaul!
  26. Pejabat kadang membuat kebijakan tanpa riset serius. Sama seperti mahasiswa yang membuat tugas dalam semalam hanya modal Wikipedia
  27. DPR kadang studi banding untuk jalan-jalan doang. Sama seperti mahasiswa yang tidak serius saat kunjungan ke industri lalu mencontek laporan sama temannya
  28. Pejabat kadang menggelapkan uang rakyat. Sama seperti mahasiswa yang melihat bahan di internet lalu disalin di paper-nya tanpa menyebutkan sumbernya.
  29. Alah, pakai mengkritik kebijakan pemerintah segala, bikin paper saja kopi file dari senior dan ubah judul, pendahuluan sama font-nya
  30. Bagaimana mau membela kedaulatan bangsa kalau waktu menerima kunjungan mahasiswa asing saja kamu tidak bisa omong saat diskusi. Mau pakai bambu runcing?
  31. Kalau kamu berteriak “jangan mau ditindas oleh asing”, coba buktikan. Ikuti forum ASEAN atau Dunia dan buktikan di situ kamu bisa bersuara dan didengar!
_____
(surat elektronik | anonim) 

Rabu, 22 Juli 2015

Hindarilah Kesombongan

Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja menyikat lantai rumahnya sampai bersih.

Pria itu bertanya, “Apa yang sedang Anda lakukan Guru?”

Guru menjawab, “Tadi saya kedatangan tamu yang meminta nasihat. saya berikan banyak nasihat yang bermanfaat. Namun, setelah tamu itu pulang saya MERASA jadi orang hebat. Kesombongan saya mulai muncul.  karena itu, saya lakukan ini untuk membunuh perasaan sombong.”

Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari.

Di tingkat pertama, sombong disebabkan oleh faktor materi. kita merasa: lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.

Di tingkat ke-2, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. kita merasa: lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.

Di tingkat ke-3, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. kita sering menganggap diri: lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik ..., semakin tinggi tingkat kesombongan kita, semakin sulit pula kita mendeteksinya.

Sombong karena materi mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi, karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita ...!

Cobalah setiap hari, kita memeriksa diri kita karena setiap hal yang baik dan yang bisa kita lakukan, semua karena adalah "ANUGERAH ALLAH SWT" ...!

Manusia hanya seperti "DEBU", yang suatu saat akan hilang dan lenyap tanpa bekas!

Kesombongan hanya akan membawa kita pada kejatuhan yang mendalam.

Tetap bersabar, rendah hati sebab kadang orang yang kita hadapi ternyata lebih hebat dari kita.

Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang terhindar dari kesombongan dan termasuk dalam orang-orang yang bersabar, rendah hati, dan memperoleh petunjuk serta keridaan Allah SWT. Amiiin.

_____
(surat elektronik | anonim)

Rabu, 15 Juli 2015

Perbedaan Besar Antara Pegawai Biasa Dengan Entrepreneur

Salah satu perbedaan besar antara pegawai biasa dengan entrepreneur atau pun orang yang bekerja sesuai passion, terletak pada attitude saat menyikapi datangnya hari Senin.

Pengalaman pribadi, saya pernah 1 tahun bekerja untuk orang lain. So I know exactly what Monday Blues is. Perasaan malas, sedikit sedih dan tidak bersemangat kerap datang saat hari Senin tiba. Rasanya enggak bersyukur banget waktu itu ... padahal ... setiap pagi di mana kamu masih bisa bangun, bernapas, dan diberi kesempatan untuk hidup, adalah karunia yang besar dari Tuhan.

Sedangkan perbedaan besar yang terasa saat kamu sudah/nanti menjadi entrepreneur adalah You CANNOT WAIT for Monday to start. Because Monday is a fresh start. Monday is the DAY to grow your business. Kalau kamu passionate banget dengan bisnis atau pekerjaan kamu sekarang, you will feel this way.

Remember brothers, it's not Monday you hate. It's your job. Because for us, entrepreneurs, dreamers ... Monday is ... Money Day.

#DailyManlyQuotes

_____
(surat elektronik | anonim)