Sabtu, 26 Agustus 2017

Pilih KUTANG atau ISI-nya

Oleh: Emha Ainun  Nadjib

Hidup akan sangat melelahkan

Sia-sia dan menjemukan bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus "BUNGKUS"-nya saja dan mengabaikan "ISI"-nya. Maka, bedakanlah apa itu "BUNGKUS"-nya dan apa itu "ISI"-nya.

"Rumah yang indah" hanya bungkusnya
"Keluarga bahagia" itu isinya.

"Pesta pernikahan" hanya bungkusnya
"Cinta kasih, Pengertian, dan Tanggung jawab" itu isinya.

"Ranjang mewah" hanya bungkusnya,
"Tidur nyenyak" itu isinya.

"Kekayaan" itu hanya bungkusnya,
"Hati yang gembira" itu isinya.

"Makan enak" hanya bungkusnya,
"Gizi, energi, dan sehat" itu isinya.

"Kecantikan dan Ketampanan" hanya bungkusnya,
"Kepribadian dan Hati" itu isinya.

"Bicara" itu hanya bungkusnya,
"Kenyataan" itu isinya.

"Buku" hanya bungkusnya,
"Pengetahuan" itu isinya.

"Jabatan" hanya bungkusnya,
"Pengabdian dan pelayanan" itu isinya.

"Pergi ke tempat ibadah" itu bungkusnya,
"Melakukan Ajaran Agama" itu isinya.

"Kharisma" hanya bungkusnya,
"Karakter" itu isinya.

Utamakanlah "isi"-nya, namun rawatlah "bungkus"-nya.

Selamat beraktivitas hari ini, "rezeki" itu hanya bungkusnya, "keberkahan" itu isinya.

Jangan lihat Judul tapi lihatlah Isi-nya ... 😊

Sabtu, 19 Agustus 2017

Menungsa Kok Ngana

WONG SUGIH KARO WONG MELARAT KUWI PANCEN BEDO,

Mangkat iring kemanten wae wis ketok bedo ......

Ibu-ibu nek iring-iring kemanten yo dibedak-bedakno, sing sugih bolo sugih, sing melarat yo dikelumpukne karo melarate.

Sing sugih-sugih ditumpakne mobil sing apik-apik, mobil mewah-mewah, bangsane mobil Jenio, Pajero, Hamer, Lenkruser, Portuner, Penter, Inova, Avansa, Senia, Merci, Epivi, Cervi, Terios, Rus, Honda Jes, iku sing sugih-sugih. Sing numpak, mba Ika, mba Sinta, mba Widia, mba Yanti. mba Tuti, mba Mike, mba Ema, mba Erna, mba Tasya, mba Sindi, mba Alda, mba Risma, mba Siska, mba Susi, mba Lili ....

Tapi nek sing balane … Sundari, Ratemi, Supiah, Tasmining, Rumijah, Paenah, katoyah, Sumiati, Sumiatun, yo kol bak (kol ompreng) iku tumpakane, nek perlu diusungi nganggo Tossa (motor roda 3 seng mburi enek bak'e).

Pancen ra podo .., sangune wae ra podo, sing sugih-sugih numpak mobil mewah, sangune yo enak-enak ... buah Pir, Apel, Jeruk, Duren, Duku, Kelengkeng, Anggur …, ngombene yo Fanta, Koka-kola, Sprait, Maison, karo Pokari swit ..., Iku wong sugih, lha sing melarat-melarat numpak kol bak sangune yo Ote-Ote, Onde-Onde, Lemper, gedang goreng, tahu isi, Tempe mbus, Lomboke wakeh ..., ngombene Es Teh diwadahi plastik, taleni cokot pojokane.

Tekan gon kemanten yo bedo, sing mudun seko mobil apik yo ketok gandes, luwes, lemes, pantes, pancen wong sugih, mudun nganggo sandal jinjit dowo koyo artis, dengkule diciutno, bokonge dijentitno, susune diunjukno, mentek-mentek, gelungane rambut gede podo koyo bane mobil praoto, mudun nyangklek tas karo nyekeli dompet, mlakune tit ... njentit ... jentit ... njentit ... njentit …, mlaku karo pamer gelang nganti iso muni gelange krimpying ..., krimpying ..., krimpying ..., gela-gelo, lambene pencap pencep.

Lha sing melarat mudun seko kol bak wis ora rupo menungso, lambene nyonyor kabeh, mergo ntek ote-ote enem lomboke pat likur, mongah-mongah lambene njedir kabeh, jontor dewe-dewe, rambute mosak-masek keno angin, keringet meruntus jrojosan sesek-sesekan nang kol bak, celake ndelewer tekan pipi, lipstik munggah nang mripat, mudun seko kol bak sandal jepit nganti iso kleru, sing tengen sandale rupane abang, sing kiwe rupane kuning, ngono kui esih dikongkon nyangking kerdus ....

Hehehe ….

*CUPLIKAN Pengajian KH Anwar Zahid - Bojonegoro

BAGIKAN JIKA SUKA
ketahui info Jatim, sukai Komunitas Orang Jawa Timur

_____
(surat elektronik | anonim)

Sabtu, 12 Agustus 2017

Lilin Penerang Hati

Ada seorang gadis menyewa rumah, bersebelahan dengan kontrakan rumah seorang ibu miskin dengan 2 anak, suatu malam tiba-tiba listrik padam, dengan bantuan cahaya handphone gadis itu ke dapur mau mengambil lilin, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ....

Ternyata seorang anak miskin yang di sebelah rumahnya! Anak itu bertanya dengan risau, "Kakak ada lilin tidak ...?"

Gadis itu berfikir...?????! Di benaknya dia tertanam kata "JANGAN PINJAMKAN" nanti jadi kebiasaan untuk terus-terusan meminta, maka si gadis menjawab, "TIDAK ADA!”

Lalu si anak miskin berkata riang, "Saya sudah duga kakak tidak ada lilin, ini ada 2 lilin saya bawakan untuk kakak, kami khawatir karena kakak tinggal sendirian dan tidak ada lilin."

Si gadis merasa bersalah, dalam linangan air mata, dia memeluk anak kecil itu erat-erat ...!?

Jangan menilai keburukan orang lain hanya karena mereka kelihatan MISKIN/TIDAK MAMPU.


...... INGAATTTT ......!!!

Kekayaan tidak bergantung seberapa banyak yang kita PUNYA, tetapi seberapa kita MAMPU untuk BERBAGI kepada mereka yang TIDAK MAMPU.

Miskin bukan berarti tidak PUNYA APA-APA dan KAYA bukan berarti PUNYA SEGALANYA.

Mungkin hari ini kita di atas tanah, tapi esok lusa tanah pasti di atas kita, hidup hanya sekali ... jadi buat apa kita menyombongkan diri ...!

➡ Jangan lupa bersyukur  😊✔✔

_____
(surat elektronik | anonim)

Sabtu, 05 Agustus 2017

Menata Hati

Al-kisah, ada pasangan muda yang baru saja menikah, tengah menempati rumah baru di sebuah  perumahan.

Suatu pagi, sewaktu sarapan, si istri melalui jendela kaca melihat tetangganya sedang menjemur kain.

“Cuciannya kok kelihatan kurang bersih ya,” kata sang istri. “Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar. Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus.”

Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apa pun.

Sejak hari itu, setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberikan komentar yang sama, tentang kurang bersihnya si tetangga dalam mencuci pakaiannya.
  
Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian yang dijemur tetangganya tiba-tiba terlihat begitu cemerlang dan bersih, dan dia berseru kepada suaminya: “Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar. Siapa ya kira-kira yang sudah mengajarinya?”

Sang suami berkata, “Saya bangun pagi sekali hari ini dan membersihkan jendela kaca kita…” Istrinya hanya tertegun mendengar penjelasan tersebut.

Dan begitulah kehidupan ini berjalan...

”Apa yang kita Lihat pada saat Menilai Orang Lain, tergantung kepada kejernihan Pikiran (jendela), lewat mana kita memandangnya.”

✅ Jika Hatimu Bersih, maka Bersih pula Pikiranmu ...
✅ Jika Pikiranmu Bersih, maka Bersih pula Perkataanmu ...
✅ Jika Perkataanmu Bersih, maka Bersih pula Perbuatanmu ...

”Hati, Pikiran dan Perkataan kita mencerminkan Hidup kita ...”


“Jika ingin Hidup kita Berkembang, Maju dan Sukses … Maka kita harus Menjaga Hati, Pikiran, dan Perkataan kita ...”
  
Pesan Moralnya, adalah
“HATIMU menentukan PIKIRANMU”


pengirim:  Om Te | catfiz grup | 13.06.2016