Sabtu, 23 Juni 2018

Animals Schooling

(Renungan Menyongsong Tahun Pelajaran Baru)

Di sebuah hutan belantara berdirilah sebuah sekolah para binatang.

Statusnya "disamakan" dengan sekolah manusia.

Kurikulum sekolah tersebut mewajibkan setiap siswa lulus semua pelajaran dan mendapatkan ijazah.

Terdapat 5 mata pelajaran dalam sekolah tersebut:
a. Terbang
b. Berenang
c. Memanjat
d. Berlari
e. Menyelam

Banyak siswa yang bersekolah di "animals schooling", ada elang, tupai, bebek, rusa, dan katak.

Terlihat di awal masuk sekolah, masing masing siswa memiliki keunggulan pada mata pelajaran tertentu.

Elang, sangat unggul dalam terbang. Dia memiliki kemampuan yang berada di atas kemampuan binatang lain.

Demikian juga katak, sangat mahir pada pelajaran menyelam.

Namun, beberapa waktu kemudian karena "animals schooling" mewajibkan semua harus lulus 5 mata pelajaran (mapel).

Maka mulailah si Elang belajar memanjat dan berlari.

Tupai pun berkali-kali jatuh dari dahan yang tinggi karena belajar terbang.

Bebek seringkali ditertawakan meski sudah bisa berlari dan sedikit terbang. Namun sudah mulai tampak putus asa ketika mengikuti pelajaran memanjat.

Semua siswa berusaha dengan susah payah namun belum juga menunjukkan hasil yang lebih baik.

Tidak ada siswa yang menguasai 5 mapel tersebut dengan sempurna.

Kini, lama kelamaan ...

Tupai sudah mulai lupa cara memanjat, bebek sudah tidak dapat berenang dengan baik karena sebelah kakinya patah dan sirip kakinya robek, karena terlalu sering belajar memanjat.

Kondisi inilah yang saat ini terjadi mirip dengan kondisi pendidikan kita. Orangtua berharap anaknya serba bisa. Sangat stres ketika matematikanya dapat nilai 5.

Les A, Kursus B, Les C, kursus D, private E, dan sebagainya dan berjibun kegiatan lain tanpa memperhatikan dan fokus pada potensi anaknya masing masing.

Mari kita syukuri karunia luar biasa yang sudah Allah amanahkan kepada para orangtua yang memiliki anak-anak yang sehat dan lucu.

Setiap anak memiliki belahan otak dominannya masing-masing.

Ada yang dominan di limbik kiri, neokortek kiri, limbik kanan, neokortek kanan, juga batang otak.

Sehingga masing masing memiliki kelebihannya sendiri sendiri.

Fokuslah dengan kelebihan itu, kawal, stimulasi dan senantiasa fasilitasi agar terus berkembang.

Janganlah kita disibukkan dengan kekurangannya.

Karena sesungguhnya setiap anak yang terlahir di dunia ini adalah cerdas (dikelebihannya masing-masing), istimewa dan mereka adalah Bintang yang bersinar di antara kegelapan Malam.

Inilah saatnya kita bergandeng tangan menggali potensi diri anak dan anak didik kita seoptimal mungkin.

Selamat berjuang Bapak/Ibu Guru, Ayah dan Bunda. Semoga Allah mudahkan segala urusan kita mengiringi kesuksesan peserta didik serta anak kita kelak di dunia dan di akhirat. Aamiin  πŸ™πŸ˜Š

_______
@grupwa, 18072017

Selasa, 19 Juni 2018

Hidup Adalah BELAJAR

Belajar bersyukur meski tak cukup,
Belajar ikhlas meski tak rela,
Belajar taat meski berat,
Belajar memahami meski tak sehati,
Belajar sabar meski terbebani,
Belajar setia meski tergoda,
Belajar memberi meski tak seberapa,
Belajar mengasihi meski disakiti,
Belajar tenang meski gelisah,
Belajar percaya meski susah,
Belajar dan Terus Belajar ...!


   ?.           ?.       ?          ?      ?
.  ?   ,.*""""*.           .*""*.      ?
        ( .     @ ,'>    <', @    ).            ?
    _.*"".- '....,).         (,..'-.""*._
 .-" . ' -., _,,.-"            "-.,_.- ' ."-.
""/,,,,,/".                          "\...\\""'??
  /,,,,,/                                 \...\\

  "Morninggggg!!!"

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 12 Juni 2018

Kisah Perjalanan ke Jerman


Dr. Wan sekeluarga tinggal di Eropa, suatu hari mereka hendak ke Jerman.

Dengan mengendarai mobil tanpa henti siang malam, butuh waktu 3 hari untuk tiba di sana. Ia, istri, dan anak perempuannya usia 3 tahun dalam mobil itu.

Malam pertama di mobil anaknya ketakutan dengan kegelapan di luar, karena belum pernah bepergian saat malam.

"Mau ke mana kita papa?"
"Ke rumah paman di Jerman."

"Papa pernah ke sana?"
"Belum."

"Papa tau jalan ke sana?"
"Mungkin, kita dapat lihat peta."

"Papa tau cara baca peta?"
"Ya, kita akan tiba dengan aman."

"Di mana kita makan kalau lapar nanti?"
"Kita makan di restoran pinggir jalan."

"Papa tahu ada restoran pinggir jalan?"
"Ya, tahu."

"Papa tahu di mana?"
"Tidak, tapi kita akan menemukannya."

Dialog yang sama berlangsung beberapa kali pada malam pertama dan kedua, tapi pada malam ketiga anak ini diam.

Dr. Wan pikir dia tertidur, ternyata dia masih bangun dan melihat sekeliling dengan tenang.

Dr. Wan curiga dan coba bertanya, "Nak, kamu tahu kita pergi ke mana?"
"Jerman, ke rumah paman."

"Kamu tahu bagaimana kita tiba di sana?"
"Tidak."

"Terus kenapa tidak bertanya lagi?"
"Karena papa sedang mengemudi."

Jawaban dari anak kecil 3 tahun ini menjadi kekuatan dr. Wan selama bertahun-tahun, saat dia mempunyai pertanyaan dan ketakutan dalam perjalanan hidupnya bersama TUHAN.

Anda mungkin tau tujuan hidupmu seperti anak tersebut. Tapi Anda tak tahu jalan ke sana. Anda tak dapat baca peta. Anda tak tahu apa akan menemukan restoran sepanjang perjalanan?

Tapi gadis kecil ini tahu hal yang terpenting: "Papa sedang mengemudi dan dia aman."

Apa sikap dan respon Anda sebagai penumpang?

Anda mungkin telah menanyakan begitu banyak pertanyaan sebelumnya, tapi Anda dapat belajar jadi anak kecil itu, yaitu fokus terpenting: "GOD is driving your life and you will be saved, don't worry!" 

😊
_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 05 Juni 2018

Bangkit dari Kegagalan!

"I didn't fail the test, I just found 100 ways to do it wrong," Benjamin Franklin.

Tahun 1306, Robert the Bruce dari Skotlandia dan pasukannya telah berperang melawan Raja Edward I dari Inggris. Robert berbaring kelelahan di lumbung ketika ia melihat seekor laba-laba mencoba untuk memperbaiki jaring-jaringnya sebanyak enam kali.

Pada usaha yang ketujuh, laba-laba tersebut berhasil. Robert lalu terinspirasi, dan mengatakan, "Laba-laba ini mengajari saya apa yang harus saya lakukan, karena saya juga telah gagal enam kali."

Dia kemudian mengumpulkan beberapa pengikutnya kembali dan mereka berhasil mengalahkan tentara Edward di tahun 1319.

Sudah berapa kali Anda mengalami kegagalan dalam hidup ini?
Sudah berapa kali Anda gagal menjual kepada pelanggan Anda?

Robert the Bruce berhasil mencatat sejarah dengan mengalahkan Raja Edward I dari Inggris karena ia bangkit dari kegagalannya.

Saya juga yakin bahwa Anda akan mendapatkan hasil yang LUAR BIASA bila Anda mau BANGKIT dari kegagalan dan kembali menghadapi setiap tantangan.

Semangat pagi!

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 29 Mei 2018

Jika seorang istri menangis ...

Jika seorang istri menangis di hadapanmu, itu berarti dia tidak dapat menahannya lagi.
Jika kau memegang tangannya saat dia menangis, dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu.
Jika kau membiarkannya pergi, dia tidak akan kembali menjadi dirinya yang dahulu, selamanya!

Seorang istri tidak akan menangis dengan mudah, kecuali di depan orang yang sangat dia sayangi, dia akan menjadi lemah!
Seorang istri tidak akan menangis dengan mudah, hanya jika dia sangat menyayangimu, dia akan menurunkan rasa EGO-nya.

Wahai suami-suami, jika seorang istri pernah menangis karenamu, tolong pegang tangannya dengan penuh pengertian.
Karena dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu di saat kau terpuruk terlalu dalam ...

Wahai suami-suami, jika seorang istri menangis karenamu, tolong jangan menyia-nyiakannya.
Mungkin, karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya.

Saat dia menangis di depanmu, saat dia menangis karenamu.
Lihatlah jauh ke dalam matanya.
Dapatkah kau lihat dan kau rasakan SAKIT yang dirasakannya karenamu?

Pada hari penciptaan PEREMPUAN, Malaikat bertanya kepada TUHAN:
"Apakah keistimewaan dari ciptaan-Mu ini?"

Lalu TUHAN menjawab: "Ada banyak KEISTIMEWAAN yang dimiliki oleh ciptaan-Ku ini.
Dibalik KELEMBUTAN-nya, dia memiliki KEKUATAN yang begitu dahsyat.
TUTUR KATA-nya merupakan KEBENARAN.
SENYUMAN-nya adalah SEMANGAT bagi orang yang dicintainya.
PELUKAN & CIUMAN-nya bisa memberi KEHANGATAN bagi anak-anaknya.
Dia TERSENYUM bila melihat temannya tertawa.
Dia TERHARU, dia MENANGIS bila melihat KESENGSARAAN pada orang-orang yang dikasihinya.
Dia mampu TERSENYUM dibalik KESEDIHAN-nya.
Dia sangat GEMBIRA melihat KELAHIRAN, dia begitu sedih melihat KEMATIAN.
TETESAN air matanya bisa membawa PERDAMAIAN.
Tapi dia sering dilupakan oleh SUAMI karena 1 hal.”

"Apa itu ya ...TUHAN?”

Bahwa "Betapa BERHARGA-nya dia."

Sebarkan ini ke SELURUH ISTRI-ISTRI yang baik dan suami-suami yang kamu kenal agar mereka tidak lupa bahwa ISTRI mereka begitu ber-HARGA!

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 17 April 2018

Ketika Semuanya Berakhir Sama

SAAT USIA 40 TAHUNAN, "PENDIDIKAN TINGGI DAN PENDIDIKAN RENDAH, SAMA SAJA" (malah beberapa orang yang pendidikan tak tinggi dan tak terlalu berprestasi justru punya lebih banyak uang).

SAAT USIA 50-an, "CANTIK DAN JELEK" sama (tak peduli seberapa cantiknya kamu). Di usia itu  kerutan, darkspot, kulit kendur, tidak bisa terus kamu sembunyikan dengan gincu dan bedakmu.

SAAT USIA 60-an, "POSISI TINGGI DAN POSISI RENDAH SAMA" (Setelah semua pensiun, tak perlu lagi menghindari bosmu).

SAAT USIA 70-an, "RUMAH BESAR DAN RUMAH KECIL SAMA" (Tulang sendi lutut dan kakimu semakin tua, sulit untuk bisa bergerak, sekarang kamu cuma butuh ruang kecil untuk bisa duduk).

SAAT USIA 80-an, "PUNYA UANG DAN TIDAK PUNYA UANG SAMA" (saat itu uangmu tak lagi bisa membeli steak yang lezat, gulai rendang dll, karena Tubuhmu tak bisa dimasuki banyak makanan, Lidahmu sudah tak punya rasa. Dan kamu tak bisa lagi ke tempat di mana kamu bisa menghabiskan uangmu.

SAAT USIA 90-an, "TIDUR DAN BANGUN SAMA" (karena setelah bangun kamu tetap tidak tahu apa yang akan kamu lakukan).

SAAT AJALMU TIBA, "KAYA DAN MISKIN SAMA" (kamu hanya akan memakai kain kafan dan tikar. plus dimasukkan ke dalam tanah yang ukurannya sama) orang-orang akan menangisi kamu kemudian melupakanmu karena mereka sudah dipenuhi persoalan hidupnya.

Oleh karena itu,  semasa hidup jangan terlalu tinggi hati atas apa yang kita MILIKI, karena kita akan berakhir SAMA, JANGAN terlalu keras mencari MATERI karena PADA akhirnya kamu tak memiliki APA-APA

JADI NIKMATI SAJA HIDUP INI BERSAMA ORANG-ORANG TERCINTA

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 10 April 2018

Ketika Agama Kehilangan Tuhan

Puisi K.H. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus)

Dulu agama menghancurkan berhala.
Kini agama jadi berhala. Tak kenal Tuhannya, yang penting agamanya.

Dulu orang berhenti membunuh karena agama.
Sekarang orang saling membunuh karena agama.

Dulu orang saling mengasihi karena beragama.
Kini orang saling membenci karena beragama.
Agama tak pernah berubah ajarannya dari dulu,Tuhan nya pun tak pernah berubah dari dulu.
Lalu yang berubah apanya?
Manusia nya?

Dulu orang belajar agama sebagai modal, untuk mempelajari ilmu lainnya.
Sekarang orang malas belajar ilmu lainnya, maunya belajar agama saja.

Dulu pemimpin agama dipilih berdasarkan kepintarannya,yang paling cerdas di antara orang-orang lainnya,
Sekarang orang yang paling dungu yang tidak bisa bersaing dengan orang-orang lainnya, dikirim untuk belajar jadi pemimpin agama.

Dulu para siswa diajarkan untuk harus belajar giat dan berdoa untuk bisa menempuh ujian.
Sekarang siswa malas belajar, tapi sesaat sebelum ujian berdoa paling kencang, Karena diajarkan pemimpin agamanya untuk berdoa supaya lulus.

Dulu agama mempererat hubungan manusia dengan Tuhan.
Sekarang manusia jauh dari Tuhan karena terlalu sibuk dengan urusan2 agama.

Dulu agama ditempuh untuk mencari wajah Tuhan.
Sekarang agama ditempuh untuk cari muka di hadapan Tuhan.

Esensi beragama telah dilupakan.
Agama kini hanya komoditi yang menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama, karena semua yang berbau agama telah didewa-dewakan,tak kan pernah dianggap salah,tak pernah ditolak,dan jadi keperluan pokok melebihi sandang, pangan, papan.

Agama jadi hobi, tren, dan bahkan pelarian karena tak tahu lagi mesti mengerjakan apa.
Agama kini diper-Tuhan-kan, sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan.
Agama dulu memuja Tuhan.
Agama kini menghujat Tuhan.

Nama Tuhan dijual, diperdagangkan, dijaminkan, dijadikan murahan, oleh orang-orang yang merusak, membunuh, sambil meneriakkan nama Tuhan.
Tuhan mana yang mengajarkan tuk membunuh?
Tuhan mana yang mengajarkan tuk membenci?

Tapi manusia membunuh, membenci, mengintimidasi, merusak, sambil dengan bangga meneriakkan nama Tuhan, berpikir bahwa Tuhan sedang disenangkan ketika ia menumpahkan darah manusia lainnya.

Agama dijadikan senjata tuk menghabisi manusia lainnya.
Dan tanpa disadari manusia sedang merusak reputasi Tuhan, dan sedang mengubur Tuhan dalam-dalam dibalik gundukan ayat-ayat dan aturan agama.


sumber: http://sbgs.in/BEMf

Selasa, 03 April 2018

Kami Adalah Edisi TERBATAS!

Seorang anak muda bertanya kepada kakeknya:

 "Kakek! Bagaimana orang-orang zaman Anda tinggal sebelumnya dengan:

Tidak ada teknologi
Tidak ada pesawat
Tidak ada internet
Tidak ada komputer
Tidak ada TV
Tidak ada AC
Tidak ada mobil
Tidak ada ponsel? "

Kakeknya menjawab:

"Seperti bagaimana generasi Anda hidup hari ini

Tidak ada doa
Tidak ada belas kasihan
Tidak ada kehormatan
Tidak ada hormat
Tidak ada karakter
Tidak malu
Tidak sopan santun "

Kami, orang-orang yang lahir antara tahun 1950-1970 adalah orang-orang yang beruntung ...
Hidup kita adalah bukti hidup.

πŸ‘‰ Sementara bermain dan mengendarai sepeda, kami tidak pernah memakai helm.

πŸ‘‰ Setelah sekolah, kami bermain sampai senja; Kami tidak pernah menonton TV.

πŸ‘‰ Kami bermain dengan teman sejati, bukan teman internet.
      
πŸ‘‰ Jika kita merasa haus, kita minum air keran bukan air kemasan.
         
πŸ‘‰ Kita tidak pernah sakit berbagi segelas minuman dengan 4 teman.
         
πŸ‘‰ Kita tidak pernah mikir bobot makan nasi tiap hari.
           
πŸ‘‰ Tidak ada yang terjadi pada kaki kita meski bertelanjang kaki tanpa alas kaki.

πŸ‘‰ Kami tidak pernah menggunakan suplemen untuk menjaga kesehatan diri.
           
πŸ‘‰ Kami biasa membuat mainan sendiri dan bermain dengan mereka.
           
 Orang tua kita tidak kaya. Mereka memberi cinta ... bukan bahan duniawi.
           
πŸ‘‰ Kami tidak pernah memiliki ponsel, DVD, stasiun bermain, Xbox, video game, komputer pribadi, internet, chatting - tapi kami punya teman sejati.

πŸ‘‰ Kami mengunjungi rumah teman kami tanpa diundang dan menikmati makanan bersama mereka.
         
πŸ‘‰ Relatif tinggal di dekat keluarga sehingga waktu dinikmati.
         
πŸ‘‰ Kita mungkin ada di foto hitam putih tapi Anda bisa menemukan kenangan berwarna-warni di foto-foto itu.

πŸ‘‰ Kami adalah generasi yang unik dan paling mengerti, karena kami adalah Generasi terakhir yang mendengarkan orang tuanya ....
dan juga Generasi yang pertama yang harus mendengarkan anaknya.

Kami adalah edisi TERBATAS!  

Tulisan ini bagus, silakan Anda simak benar atau tidak 😊 πŸ‘

_______
info@grup wa, 18022018

Selasa, 27 Maret 2018

Pendidikan yang Menghukum di Indonesia

Oleh: Rhenald Kasali

Lima belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal, dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya, tulisan itu buruk. Logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat.

“Maaf, Bapak dari mana?”
“Dari Indonesia,” jawab saya.
Dia pun tersenyum.

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,” lanjutnya.

“Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement!”, dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam.

Padahal, saat menempuh ujian program doktor di luar negeri, saya dapat melewatinya dengan mudah. Pertanyaan para dosen penguji memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun, suasana ujian dibuat sangat bersahabat.

Seorang penguji bertanya, sedangkan penguji yang lainnya tidak ikut menekan. Melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

Etikanya, seorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan. Tapi yang sering terjadi di tanah air justru penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya.

Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukannya melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul.

Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga cenderung menguji dengan cara menekan. Ada semacam unsur balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Lantas saya berpikir, pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakter hasil didikan guru-gurunya sangat kuat: yaitu karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

Malam itu, saya pun mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa bersalah karena telah memberinya penilaian yang tidak objektif.

Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya justru mengatakan bahwa “gurunya salah”. Kini, saya mampu melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan rasa takut?

Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: Rotan pemukul, dilempar kapur atau penghapus oleh guru, setrap, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata ancaman: Awas…; Kalau…; Nanti…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin membuat kita lebih disiplin. Namun, juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat.

Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari. atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian, kecerdasan manusia dapat tumbuh, tetapi sebaliknya juga dapat menurun.

Ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh. Tetapi, juga ada orang yang “tambah pintar” dan ada pula orang yang “tambah bodoh”.

Mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan.

Bantulah anak Indonesia untuk maju.

#Semoga bacaan ini, bisa bantu teman-teman tentang makna mendidik ...
Mendidik adalah untuk merangsang anak agar maju,
Membantu menemukan potensi terbaik anak dan mengembangkannya,
Menjadikan anak berbudi pekerti yang baik.

SALAM PERUBAHAN POLA PIKIR

_______
info@grup wa, 21022018

Selasa, 20 Maret 2018

Seperti Burung Hud-Hud dan Bebek

Seekor burung hud-hud jika ditinggal pergi betinanya dia tidak akan makan dan minum sampai sang betinanya datang, dan jika betinanya mati dia tidak melirik betina yang lain.

Seekor  bebek betina dia akan tinggal hanya dengan seekor pejantan. Apabila si jantan mati, maka dia akan menyendiri sepanjang umurnya.

Ya Allah jadikanlah para suami (kesetiaannya) seperti seekor hud-hud dan para istri seperti seekor bebek

#kurang lebih begitu @bang miqo πŸ˜†
sbc

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 13 Maret 2018

Hargailah Perhatian dan Kasih Sayang!

Baca sedih πŸ˜“

Cowok BBM-an sama cewek yang disukainya πŸ˜€

Cowok: hai, good morning πŸ˜€ 
Cewek: (tidak dibalas) ...

Cowok: aku sudah mau berangkat sekolah, kamu ... hati-hati ya
Cewek: (tidak dibalas) ...

Cowok: hai selamat siang kamu lagi apa sudah makan belum?
Cewek: (tidak dibalas) ...

Cowok: meski kamu tak pernah balas BBM aku, aku akan tetap BBM kamu ... jangan lupa makan malam yaa
Cewek: (tidak dibalas) ...

Cowok: entar sebelum tidur jangan lupa sikat gigi ya 😊 semoga mimpi indah ya ... πŸ˜€
Cewek: (tetap tak mau balas) ...

Cowok: selamat pagi, jangan lupa makan ya, gosok gigi ... cuci muka terus, sarapan ya!
Cewek: (tidak dibalas) ...

Cowok: hari ini aku tidak sekolah, aku mau pergi ke rumah sakit
Cewek: Siapa yang sakit, kamu? Sakit apa?

Cowok: Hehehehe, tak ada kok tak ada yang sakit cuma ingin ke sana saja, lagian aku juga lagi pengen BBM kamu kalau tidak kaya gini kamu juga tidak balas BBM aku (senang banget BBM-nya dibalas!) 😊 
Cewek: (tidak dibalas lagi) ...

Cowok: kamu marah ya? 😞  Ya sudah aku minta maaf 😩 aku kan cuma pengen BBM kamu 😞 bukan mau ngerjain kamu 😞
Cewek: (tidak dibalas) ...

Cowok: aku tahu kamu marah, ya sudah mungkin mulai besok aku takkan ganggu kamu lagi, tidak BBM kamu lagi, aku minta maaf ya, aku juga sudah maafkan kamu kok 😊 Jaga diri kamu baik-baik ya, aku akan merindukanmu .....


Setelah BBM, sang cowok pun tak pernah BBM si cewek lagi, hingga buat si cewek merasa bersalah, akhirnya si cewek BBM dia kembali.

Cewek: ya, aku maafkan kamu 😊 aku juga akan jaga diri baik-baik kok πŸ˜‡ Emang kamu mau ke mana?

Kemudian dibalasin: jangan BBM ke sini lagi. Dia sudah meninggal, hari ini pemakamannya kalau kamu bisa, datang ya (BBM-nya yang kirim kakak si cowok)

😒😒😒😒

Bukan hanya cewek tapi juga cowok πŸ˜‡
hargailah usaha seseorang ... yang memberimu perhatian dan kasih sayang, karena kita tak pernah tahu, kapan mereka pergi dan terus menghilang sebelum kita mengucapkan terima kasih!?

Kalau kamu suka dengan seseorang, BC ke semua kontak
Aku ingin tahu siapa yang tidak πŸ˜‘ sombong ya!! πŸ˜‰ aku rapopo
 

_______
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 06 Maret 2018

JANGAN Buru Buru Menghakimi dan Berburuk Sangka

Kisah inspiratif:

Ada sepasang suami istri tergesa-gesa berlari menuju ke HELIKOPTER di PUNCAK GEDUNG HOTEL  untuk menyelamatkan diri, pada saat terjadi KEBAKARAN.

Tetapi saat sampai di atas sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yang tersisa. Dengan segera sang suami melompat mendahului istrinya untuk mendapatkan tempat itu, sementara sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum HELIKOPTER menjauh.

Dan kejadian berikutnya ... API ITU SEMAKIN MEMBESAR dan MENGHANGUSKAN seluruhnya (termasuk sang ISTRI)


DOSEN yang menceritakan kisah ini bertanya pada mahasiswa-mahasiswanya, menurut kalian, apa yang sang istri itu teriakkan? ....

Sebagian besar mahasiswa - mahasiswi itu menjawab:
- Kamu JAHAT
- Aku benci kamu,
- kurang ajar ...
- kamu egois,
- enggak tanggung jawab,
- enggak tahu malu ... kamu.

Tapi ada seorang mahasiswi yang hanya diam saja, dan guru itu meminta mahasiswi yang diam itu menjawab,

Kata si mahasiswi, saya yakin si istri pasti berteriak ... Tolong jaga anak kita baik-baik.

Dosen itu terkejut dan bertanya, apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya?

Mahasiswi itu menggeleng, belum, tapi itu yang dikatakan oleh ibu saya sebelum dia meninggal karena penyakit kronis.

DOSEN  itu menatap seluruh kelas dan berkata:
Jawaban ini benar, .....

HOTEL itu kemudian benar-benar terbakar habis ... dan ... sang suami harus kembali ke kota kecilnya dengan air mata yang terus menetes harus menjemput dan mengasuh serta membesarkan anak-anak mereka yang masih TK dan BALITA ... sendirian, dan Kisah Tragedi tersebut disimpan rapat-rapat tanpa pernah dibahas lagi.

Dan bertahun-tahun kemudian, anak-anak itu sudah menjadi dewasa .... ada yang menjadi pengusaha ... ada yang menjadi dokter ... dan 1 lagi masih bekerja sambil kuliah.


Pada suatu hari ketika anak bungsunya bersih-bersih kamar sang Ayah, dia menemukan buku harian ayahnya.

Dia menemukan kenyataan bahwa terjadi kebakaran di hotel waktu itu, mereka sedang berobat jalan karena sang ibu menderita penyakit kanker ganas dan divonis dokter akan segera meninggal.

Karena itulah, di saat darurat itu, ayahnya memutuskan mengambil satu-satunya kesempatan untuk bertahan hidup. Dan dia menulis di buku harian itu,

Betapa aku berharap istriku tercinta lah yang naik ke helikopter itu. Tapi ... demi anak-anak, terpaksa dengan hati menangis, aku membiarkan kamu tertinggal di sana dan meninggal sendirian.

Si anak bungsu kemudian menceritakan  kepada kedua kakaknya ... dan mereka ... bertiga segera menyusul sang Ayah di kampus ..... mereka sujud mencium kaki sang Ayah bergantian .....(mengucap syukur atas perjuangan sang Ayah membesarkan mereka semua, walau harus menanggung beban mental yang demikian berat.


Cerita itu selesai, .... dan seluruh kelas pun terdiam.

Dosen itu kemudian berkata, "Siapakah sang Ayah?"

.....

Sang Ayah itu ... saat inilah yang ada di hadapan kalian.

Para mahasiswa pun segera bertepuk tangan, ada yang berlarian memeluk sang DOSEN, ada yang terhenyak meneteskan air mata haru.

          πŸ”™πŸ”œπŸ”™πŸ”œπŸ”™πŸ”›

Mereka sekarang mengerti Hikmah dari cerita nyata tersebut,

bahwa kebaikan dan kejahatan di dunia ini tidak sesederhana yang kita pikirkan, ada berbagai macam komplikasi dan alasan di baliknya yang kadang sulit dimengerti.

Karena itulah jangan pernah melihat hanya luarnya saja dan kemudian langsung menghakimi, apalagi tanpa tahu apa-apa.

          πŸ”™πŸ”›πŸ”™πŸ”›πŸ”™πŸ”›

Mereka yang sering membayar untuk orang lain bukan berarti kaya, tapi karena lebih menghargai hubungan daripada uang.

Mereka yang bekerja tanpa ada yang menyuruh bukan karena bodoh, tapi karena lebih menghargai konsep tanggung jawab.

Mereka yang minta maaf duluan setelah bertengkar bukan karena bersalah, tapi karena lebih menghargai orang lain.

Mereka yang mengulurkan tangan untuk menolongmu bukan karena merasa berutang, tapi karena menganggap kita adalah sahabat.

Mereka yang sering mengontakmu bukan karena tidak punya kesibukan, tapi karena kita ada di dalam hatinya.


JANGAN MUDAH MENGAMBIL KESIMPULAN KARENA ASUMSI.

Salam hangat luar biasa! Semoga bermanfaat ... LOVE YOU ALL  πŸ™πŸΌπŸŒΊπŸŒΈπŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­

_______
@grupwa, 03072017

Selasa, 27 Februari 2018

Perbedaan Penggunaan Kata Sick dan Ill, Hurt, Pain, Ache

πŸ”΄Pengantar

Kadang kita dibingungkan dengan perbedaan penggunaan kata sick dan ill dan yang lainnya seperti hurt, pain, dan ache karena semuanya mengarah pada satu makna yaitu sakit. Namun dalam penggunaannya, kita harus bisa menggunakan diksi (pemilihan kata) yang tepat karena salah menggunakan salah satu kata “sakit” dalam bahasa Inggris bisa mengakibatkan lawan bicara salah paham dan tentu hal ini bisa menjadi memalukan diri sendiri karena maknanya bisa sangat berlawanan arah jika yang memahami tidak peka atau memaklumi. Oleh karena itu, pelajari baik-baik perbedaannya di bawah ini.


πŸ”΅Perbedaan Penggunaan Kata Sick dan ill.

1. SICK dan ILL
Ill lebih sering digunakan untuk kondisi badan yang tidak sehat, sementara sick, selain untuk kondisi badan juga sering digunakan untuk kondisi mental atau jiwa yang tidak sehat.

Edi had to leave school early because he was ill.
(Edi harus meninggalkan sekolah lebih awal karena dia sakit)
She always laughs everywhere, it seems that she is sick.
(Dia selalu tertawa di mana-mana, sepertinya dia sakit (jiwa).

Dalam bahasa Inggris Amerika, dua kata ini memiliki arti yang sama. Mereka merujuk kepada perasaan tidak sehat, apa pun penyebab sakitnya. Berbeda dengan Inggris Amerika, Inggris British menggunakan dua kata tersebut dalam makna yang berbeda. Sick paling sering merujuk kepada rasa seolah-olah kamu akan muntah (vomit) atau mual. Sedangkan ill untuk penyakit.

2. PAIN dan ACHE
Kedua kata tersebut paling sering digunakan sebagai kata benda. Pain biasanya digunakan untuk rasa sakit atau ketidaknyamanan yang tidak tertahankan atau akut.

Contoh:
Yesterday, I suddenly felt a lot of pain in my stomach. I was taken to hospital where they discovered I had appendicitis.
(Kemarin tiba-tiba aku merasakan banyak rasa sakit di perutku. Saya dibawa ke rumah sakit di mana mereka menemukan saya memiliki usus buntu.)

Sedangkan Ache mirip dengan pain, tapi biasanya digunakan untuk merujuk kepada sakit yang sudah umum diketahui, seperti sakit kepala, sakit perut, sakit gigi. Jadi penyebutannya digabungkan dengan anggota tubuh. Misal, kalau yang dimaksud adalah sakit hati karena dihianati misalnya, maka artinya adalah heartache.

Contoh:
He is causing me a lot of heartache.
Note: tidak seperti pain, ache bisa digunakan sebagai kata kerja.

Contoh:
My back is really aching.
I wish my leg would stop hurting, it really aches.

3. Hurt
Hurt sedikit berbeda dengan yang lain dalam hal itu biasa digunakan sebagai kata kerja dan kata sifat dan sebagai kata benda (tapi kurang umum). Dari beberapa kata sakit di atas, Hurt mungkin paling mirip dengan pain dan ache dan juga dapat berarti sama dengan melukai atau terluka. Bedanya, Hurt lebih cenderung terjadi karena faktor eksternal atau disebabkan oleh sesuatu di luar diri kamu.

Be careful on that ladder, you might hurt yourself if you fall.
(Hati-hati di tangga itu, kamu bisa menyakiti diri sendiri jika terjatuh).

Demikianlah ulasan tentang Perbedaan Penggunaan Kata Sick dan ill, Hurt, Pain, Ache. Semoga membantu dan bermanfaat untuk sahabat EASY ENGLISH.

Learn ENGLISH EASILY πŸ“–

(Sumber: official account easy English)

Kamis, 22 Februari 2018

10 Arti dari Kode Istrimu

Pak,  siapa di mari yang masih susah nerjemahin merengut dan kode-kode rahasia nyonya bojo di rumaahh? πŸ˜…

Ini saya coba bikin primbon singkatnya yaa buat menerjemahkan ~
Syukur-syukur banget bisa mengurangi tingkat perceraian di Indonesia dan bikin keluarga makin anget-anget kuku, 😜

  1. Kalau pas nyonya cuci piring kedengeran suara "prang-klontang-pyarr" yang kencang, itu tanda kerjaan rumah belum kelar-kelar. Wes Pak, ndang berdiri ambil sapu. Bantu beresin rumah dikit-dikit.
  2. Kalau pas lagi jagain anak terus tiba-tiba nyonya ngomel-ngomel ke anakmu, itu tanda-tanda istrimu butuh dibantu jagain anak Pak. Wes, langsung ikutan nimbrung buat ajak main anak. Ambil alih segera peran jaga anaknya.
  3. Kalau pas mau berangkat kantor terus sampeyan bilang, "Mah, minta uang bensin." terus nyonya merengut ngoceh ndak berhenti-berhenti, itu artinya di rumahmu sek banyak kebutuhan dan uang di rekening mulai menipis. Wes segera ancang-ancang cari duit tambahan Pak.
  4. Kalau pas kumpul reuni sekolah, dan mendadak nyonya diem seribu bahasa, itu tandanya dia lagi merasa sendiri Pak. Cobalah tetap fokuskan perhatianmu ke istrimu meski kamu sedang kumpul dengan temen lamamu.  Apalagi Kalau gebetan jaman dulu datang juga, wes biasa aee..  Istrimu perasa Pak, ojok nambahi jeles.
  5. Pas lagi dinas luar kota kok istrimu gak ngontak-ngontak, eh pas dikontak malah jawab singkat-singkat. Segera telepon Pak kalau sempat. Soalnya itu tandanya istrimu kangen, pingin tau kabar dan posisimu,  cuma gengsi mau ngontak dulu, takut dikira ganggu. Ealah malah sampeyan kayake kadang lupa mau kasih kabar.
  6. Istrimu udah lama dipojokan gak kedengaran suaranya, eh mendadak kedengaran dia udah nangis pelan sesenggukan. Pak, itu jelas istrimu lagi sedih, cuma sengaja nangis-nya agak dikencengin supaya sampeyan denger dan tanya, "Dek, kamu gakpapa?" Wes Pak, ndang dipuk-puk bojomu ~
  7. Terserah. Ini jawaban paling nyeremin buat bapak-bapak dari istrinya kalau pas suami ngasih pilihan ke istrinya. Salah pilih bisa kacau sedunia πŸ˜… Kalau istrimu jawab seperti itu, wes pilih opsi paling terbaik yang ada.
  8. Istrimu habis nonton drakor dan seharian ceritain gimana seru dan termehek-meheknya ceritanya. Itu kode kalau istrimu minta diromantisin, wes besok langsung beli bunga Pak, kasih sepulang kerja. Setangkai pun bisa bikin istrimu senyum seharian dan jadi kenangan sepanjang masa toh 😏
  9. Suatu hari rumah kalian kedatangan tamu, di tengah asiknya percakapan tiba-tiba nyonya mendelik dan ketip-ketip ke arahmu. Kalau kayak gini, coba inget-inget lagi Pak, kayake ada sepatah dua patah kata-katamu yang salah di tengah percakapan πŸ˜… segera wes pura-pura ke dapur atau ke kamar, koordinasi lagi sama nyonya apa ada kata-katamu yang salah πŸ˜‚
  10. Seharian ini nyonya gak berhenti-berhenti merengut, rasane semua salah. Sampeyan kena omel terus wes. Baca arti kode dari nomor 1 sampai 9 ndak ada yang bener. Terus kudu piye?
Nah, coba cek dulu Pak. Mungkin istrimu lagi waktunya datang bulan. Kalau udah di tahap ini, saran saya sih sampeyan PASRAH saja πŸ˜‚ wes didengerin saja istri bilang apa pun sambil banyak-banyak berdoa supaya segera terlewati 😌

Memahami istri dan membuatnya bahagia ternyata ribet ya, Pak? Ini bahkan mungkin hanya sebagian πŸ˜…

Tapi percayalah Pak,
Uang bisa dicari,
Rumah bisa dibeli,
Tahta bisa diraih,
Tetapi wanita di sampingmu ini,
yang kini kau sebut istri,
yang rela membersamai sejak titik nol-mu, bertumbuh bersama, hingga maut menjemput kalian nanti.
Sungguh, dia tak akan terganti.

_______
@catfiz, 29062017

Selasa, 13 Februari 2018

Lelaki yang Kata Wanita Sulit Dimengerti


Lelaki yang kata wanita sulit dimengerti, ini curahan hati lelaki agar semua wanita mengerti tentang lelaki.

LAKI-LAKI adalah ciptaan TUHAN yang paling indah.

Dia banyak mengalah dari umur yang sangat muda.

Dia membelanjakan semua duit, untuk beli hadiah, untuk yang dia cinta, hanya untuk melihat dia tersenyum.

Dia korbankan masa lajangnya hanya untuk seorang wanita.

Dia korbankan masa mudanya demi istri dan anak-anaknya, dengan bekerja sampai malam tanpa mengeluh.

Dia bina masa depan mereka sekeluarga dengan utang dari bank dan membayar cicilan sampai stres.

Dia telah bersusah payah tapi masih dimarahi istri dan bos.

Kehidupan dia berakhir hanya untuk mengalah demi kebahagiaan orang lain

Kalau dia keluar rumah, katanya dia ngelayap.
Kalau dia tinggal di rumah, kata orang dia malas.

Kalau dia marahi anak-anak, kata orang dia galak.
Kalau dia tak marah, kata orang dia laki-laki yang tak tegas.

Kalau dia tak bolehkan istri bekerja, kata orang dia seorang yang mengungkung.
Kalau dia bolehkan istri bekerja, kata orang dia makan gaji istri.

Kalau dia dengar apa kata ibunya, kata orang dia anak mami.
Kalau dia dengar kata istri,
kata orang dia Suami Takut Istri.

Kalau dia banyak menolong wanita yang membutuhkan, dibilang hidung belang ...
Kalau tak mau tolong wanita lain, katanya kejam.

Tapi di tengah terpaan segala macam tuduhan, dia tetap tegar.

Dialah laki-laki ...

Hargailah setiap laki-laki dalam hidup Anda.

Anda tidak akan pernah tahu apa pengorbanan yang sudah dilakukan buat Anda.

Boleh share agar semua laki-laki tersenyum dan kepada semua wanita supaya mereka sadar bahwa laki-laki itu amat berharga.

_______
Grup telegram, 24072017 (V for VanOzuka)

Selasa, 06 Februari 2018

There are 9 Things That Make A Group Active

  1. Always learn to appreciate other people's posts, even if they are not your friend.  It makes them feel important and encouraged to come up with something more positive.
  2. Never run people down on the platform in a group chat.  You will cause them to withdraw and will never come up with their objective views on issues.
  3. When you see something you don't like from a member, inbox the person.  Don't attack him/her on the platform publicly.
  4. Never insult or use unpleasant languages on members.  You expose your uncultured manners and attitude to people and may turn the platform to combat ground.
  5. Be quick to say sorry and apologize when u have erred.  It helps to dose down the tension which your utterances must have created.
  6. Don't try to enforce your ideas or suggestions on members.  Nobody has monopoly of knowledge, allow majority conclusions to prevail on issues.
  7. Never settle scores with anybody on a general group chat.  You will give others the opportunity to take sides, thereby causing others to withdraw.
  8. When anyone is celebrating, he/she may not need to be your friend before you celebrate with that person.  It's the spirit of brotherliness.
  9. Some have the gift of talking and others the gift of reading.  Learn to contribute to the group ... Even if it is just using the symbol πŸ‘... It makes people know that you appreciate the group.

There are 3 types of posts you will always see on a group chart.

(A) Offensive posts ...
Don't attack the person, it could be a mistake, but you can attack the posts.

(B) lnspirational/educative posts.
Commend the person ... Don't just read and keep quiet.

(C) Meaningless/wrongly uninformed posts.
Start by appreciating the writer, then correct the information, but don't hush him up with condemnation.

_______
Grup WA, 22072017

Selasa, 30 Januari 2018

Apanya yang Harus Kita Sombongkan?

πŸ’§  Lahir: ditolong oleh orang lain

πŸ’§  Nama: diberi oleh orang lain

πŸ’§  Pendidikan: didapat dari orang lain

πŸ’§  Gaji: diterima dari orang lain

πŸ’§  Kehormatan: diberikan oleh orang lain

πŸ’§  Mandi pertama: dilakukan oleh orang lain.

πŸ’§  Mandi terakhir: dilakukan oleh orang lain

πŸ’§  Harta setelah meninggal: menjadi hak orang lain

πŸ’§  Pemakaman: dilakukan oleh orang lain

Ternyata sejak lahir hingga meninggal kita selalu membutuhkan orang lain.

Kita mulai sadar bahwa hidup ini membutuhkan orang lain:

DI MANA KEHEBATAN KITA?

Ternyata, kita bukanlah siapa-siapa tanpa ORANG LAIN.

Bersahabatlah dengan semua orang & tidak lekang waktu karena kita tidak tahu kapan kita membutuhkan bantuan mereka.

Semoga kita akan selalu dpt lebih menghargai nilai persahabatan dalam hidup
Semoga Bermanfaat


_______
Grup WA, 20072017

Selasa, 23 Januari 2018

Kunci Untuk Membuat Hidup Anda Lebih Baik

Dikutip dari Buku Karya Ausberg 49 tahun buku yang berjudul "THE LAST LECTURE" (Pengajaran Terakhir) yang menjadi salah satu buku best-seller di tahun 2007.""

KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP ANDA LEBIH BAIK,

terdiri atas
-- Personality,
-- Community and
-- Life.

Berikut penjelasannya:

 A. PERSONALITY:
  1. Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui.
  2. Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada di luar kendali Anda, melainkan salurkan energi Anda menuju kehidupan yang dijalani saat ini, secara positif
  3. Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda.
  4. Jangan memaksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna.
  5. Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk gosip.
  6. Bermimpilah saat Anda bangun (bukan saat tertidur).
  7. Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda.
  8. Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan pasangan Anda di masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Anda saat ini.
  9. Hidup terlalu singkat untuk membenci siapa pun itu. Jangan membenci.
  10. Berdamailah dengan masa lalu Anda agar hal tersebut tidak mengganggu masa ini.
  11. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda kecuali Anda.
  12. Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Anda berada di sini sebagai pelajar. Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang Anda dapat bertahan seumur hidup.
  13. Senyumlah dan tertawalah.
  14. Anda tidak dapat selalu menang dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan.

 B. COMMUNITY:
  1. Hubungi keluarga Anda sesering mungkin
  2. Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain.
  3. Ampuni setiap orang untuk segala hal
  4. Habiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun.
  5. Coba untuk membuat ..... paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari.
  6. Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda bukanlah urusan Anda.
  7. Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda di saat Anda sakit, tetapi keluarga dan teman Anda. Tetaplah berhubungan baik

 C. LIFE:
  1. Jadikan Tuhan sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda.
  2. Tuhan menyembuhkan segala sesuatu.
  3. Lakukan hal yang benar.
  4. Sebaik/ seburuk apa pun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah.
  5. Tidak peduli bagaimana perasaan Anda, bangun, berpakaian, dan keluarlah!
  6. Yang terbaik belumlah tiba.
  7. Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan.
  8. Ketika Anda bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Tuhan untuk itu.
  9. Jika Anda mengenal Tuhan, Anda akan selalu bersukacita. So, be happy.

Mati tidak menunggu Tua ... Mati tidak menunggu sakit ... nikmati hidup ... sebelum hidup tidak bisa dinikmati.

Sahabatku!,
Saat membaca dan selesai menyimak semua hal di atas, kami mohon kepada sahabatku untuk membagikan tulisan ini kepada "orang" yang kita cintai, sahabatsahabat kita saat sekolah, "teman" sepermainan kita, "teman" kantor, teman di masa kecil/remaja maupun "orang" yang tinggal dengan kita.

_______
Grup WA, 19072017