Kamis, 29 Desember 2011

Jangan Berkeluh Kesah

KELUH KESAH KITA yang DIJAWAB OLEH ALQURAN


1. KENAPA AKU DIUJI?!!

Quran menjawab: "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: "Kami telah beriman," (I am full of faith to Allah) sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesunguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesunguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (Al-Ankabut: 2-3).


2. KENAPA AKU TAK DAPAT APA yang AKU IDAMKAN?!!

Quran menjawab: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (Al-Baqarah: 216).


3. KENAPA UJIAN SEBERAT INI?!!

Quran menjawab: "Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Al-Baqarah: 286)


4. KENAPA RASA FRUSTASI?!!

Quran menjawab: "Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman." (Al-Imran: 139)


5. BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?!!

Al'Quran menjawab: "Dan mintalah pertolongan kepada Allah dengan jalan sabar dan mengerjakan salat dan sesungguhnya salat itu amatlah berat kecuali kpada orang-orang yang khusyuk." (Al-Baqarah: 45) Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah semata.


6. APA yang AKU DAPAT DARIPADA SEMUA INI?!!

Al Quran menjawab: "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri, harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka." (At-Taubah: 111)


7. KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?!!

Quran menjawab: "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-NYA. Hanya kepada-Nya aku bertawakal." (At-Taubah: 129)


8. AKU TAK DAPAT TAHAN?!!

Quran menjawab: "... dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir." (Yusuf: 12)

_____
(surat elektronik | anonim)

Kamis, 22 Desember 2011

Ibu

(Menyambut hari Ibu...)

Dalam realita kehidupanmu, minimal ada seorang wanita yang sangat PEDULI kamu. Pasti...!

Terlepas kamu setuju atau tidak, terima atau tidak, Wanita ini ada...!

Dan ia adalah satu-satunya manusia di planet ini yang izinkan Rahimnya kau tempati free of charge selama 9 bulan, yang siap menahan sakit demi untuk kehadiranmu di sini sekali pun nyawanya menjadi taruhan.

Dalam membesarkanmu ia melewati hari-hari yang tidak gampang. Sering ia tidak tidur karena kamu sakit, dalam kebingungan ia hanya menangis dan berdoa karena panasmu yang tidak reda, atau kamu tidak buang kotoran. Ia tidak jijik dengan kotoranmu berselemak di badannya bahkan ia tertawa lepas saat semua itu terjadi.

Tahun-tahun berganti...

Kini kamu sudah Dewasa. Kamu sudah bisa ke dokter kalau kamu sakit. Dan status kamu pun kini sudah berubah... Kamu tidak butuh wanita itu lagi.

Sekarang wanita itu sudah tua. lamban, suka dengan cerita lama yang membosankan, nasihatnya pun selalu itu-itu saja.

Belum lagi bau badannya yang sering diprotes oleh pacarmu/suami atau istrimu/anak-anakmu. Komunikasi kalian Payah... Susah...!

Hai Saudaraku...

Anda benar. Wanita tua ini sering membosankan dan tak “nyambung”. Tapi coba berdiamlah beberapa menit dalam hening.

Sejelek apa pun dia, orang lain boleh tidak suka dia. Tapi Kamu Tak Boleh. Sebab ia adalah IBU-mu

Di hari tuanya yang tak lama lagi, bukan HARTA-mu yang ia harapkan, ia TIDAK butuh apa pun dari kamu. Ia hanya Takut Kehilangan kamu. Takut kamu tidak peduli dia lagi. Karena ia begitu mencintaimu.

Ia sudah Bahagia kalau kamu datang dan bertanya, "Apa kabar..? Dan tanganmu mau mengelus dia.

Saudaraku maafkan dia kalau ia pernah melakukan hal yang mengecewakan kamu. Percayalah ia pantas untuk kau cintai.

Saudaraku...

Waktu wanita tua itu tidak banyak lagi.

Dengarkanlah ini:

Jangan Lagi Bersuara Keras Padanya.
Dalam keadaan apa pun... Itu akan sangat melukainya.

_____
(surat elektronik | anonim)

Kamis, 15 Desember 2011

Manusia Bukan Korek Api

Korek api mempunyai Kepala, tetapi tidak mempunyai Otak.
Oleh karena itu setiap kali ada gesekan kecil, sang korek api langsung terbakar.

Manusia mempunyai Kepala, dan juga Otak.
Jadi manusia tidak perlu kebakaran jenggot hanya karena gesekan kecil.
Dengan menggunakan otak, manusia dapat mengurangi stress.


Sahabat, tahukah Anda bahwa untuk setiap detik yang diluangkan dalam bentuk kemarahan, maka satu menit kebahagiaan telah terbuang?

Mari belajar untuk mengendalikan diri Anda, karena ketika Anda bekerja dengan emosi yang stabil Anda dapat menyikapi kehidupan dengan lebih bijaksana.

Benjamin Franklin mengatakan, “Semua yang dimulai dengan rasa marah akan berakhir dengan rasa malu."

_____
(surat elektronik | anonim)

Kamis, 24 November 2011

Kekuatan Seorang Pria

Kekuatan seorang pria tidak tercermin pada lebar bahunya,
Tapi dalam lebar lengan yang merangkul keluarganya.

Kekuatan seorang pria tidak dalam nada keras suaranya,
Tapi dalam kata-kata lembut yang diucapkannya.

Kekuatan seorang pria bukan dari berapa banyak teman-temannya,
Tapi bagaimana cara baik ia memperlakukan istri dan anak-anaknya.

Kekuatan seorang pria bukan bagaimana ia dihormati di tempat kerja,
Tapi dalam bagaimana ia dihormati di rumahnya.

Kekuatan seorang pria tidak diukur dari keras tidak pukulannya,
Tapi ada dalam sentuhan lembutnya.

Kekuatan seorang pria bukan pada bidang dadanya,
Tapi ada dalam hatinya, yang terletak di dalam dada.

Kekuatan seorang pria bukan dari berapa banyak wanita yang ia cintai,
Tapi dalam kesetiaannya kepada seorang wanita.

Kekuatan seorang pria bukan dari seberapa kuat ia bisa mengangkat,
Tapi seberapa dalam beban yang ditanggungnya.

(Jacqueline M. Griffiths)

_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 13 November 2011

Sudah Punya Tak Lagi Indah

Yang punya i-phone merasa Blackberry lebih efisien.
Yang punya Blackberry merasa i-phone lebih canggih dan keren.

Yang punya Accord merasa Camry lebih sportif.
Yang punya Camry merasa Accord lebih gagah.

Yang tinggal di gunung merindukan pantai.
Yang tinggal di pantai merindukan gunung.

Di musim kemarau merindukan musim hujan.
Di musim hujan merindukan musim kemarau.

Yang berambut hitam mengagumi yang pirang.
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam.

Diam di rumah merindukan bepergian.
Setelah bepergian merindukan rumah.

Ketika masih jadi karyawan ingin jadi entrepreneur supaya punya time freedom...
Begitu jadi entrepreneur ingin jadi karyawan, biar tidak pusing...

Waktu tenang mencari keramaian.
Waktu ramai mencari ketenangan.

Saat masih bujangan, ingin punya suami ganteng/istri cantik.
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, ingin yang biasa-biasa saja, bikin cemburu saja/ takut selingkuh...

Punya anak satu mendambakan banyak anak.
Punya banyak anak mendambakan satu anak saja.

Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.

Namun setelah dimiliki tak indah lagi.

Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki?

"Jadilah pribadi yang selalu bersyukur... Bersyukurlah senantiasa dengan berkat yang sudah diberikan-Nya".

_____
(surat elektronik | anonim)

Sabtu, 29 Oktober 2011

Benar, Baik, dan Senyum

Sahabatku,

Orang bijak berkata, “Kebiasaan belum tentu BENAR, tapi KEBENARAN perlu dibiasakan. Kebiasaan belum tentu BAIK, tapi KEBAIKAN perlu dibiasakan.” (Anonim).

Kebiasaan belum tentu membuat kita dan orang lain TERSENYUM, tapi SENYUM kita dan membuat orang-orang di sekitar kita TERSENYUM perlu dibiasakan.

_____
(surat elektronik | anonim)

Senin, 24 Oktober 2011

7 Kisah Indah

  1. Suatu kali, semua penduduk desa berdoa memohon hujan. Pada hari semua orang kumpul untuk doa, hanya 1 anak laki-laki yang membawa payung. "ITULAH IMAN"
  2. Teladan dari seorang bayi berusia 1 tahun. Ketika kamu melemparkannya ke udara, dia tertawa karena dia tahu kamu akan menangkapnya. "ITULAH KEPERCAYAAN"
  3. Setiap malam kita tidur, kita tidak yakin bahwa kita masih hidup esok hari, tapi kita masih mempunyai rencana untuk besok. "ITULAH HARAPAN"
  4. Saat di meja tinggal 2 potong kue. Anda mengambil potongan yang lebih kecil, dan membiarkan ayah/ibu/suami/istri Anda mengambil potongan yang lebih besar. "ITULAH CINTA"
  5. Saat di rumah, selimut A sedang dicuci, hanya ada 1 selimut B yang kering. Dan Anda membiarkan suami/istri Anda memakai selimut itu. "ITULAH PENGORBANAN"
  6. Ketika suami/istrimu tidak bisa tidur, dan engkau berada di sampingnya, berbincang pengalaman hari ini, cerita-cerita lucu, kisah-kisah inspiratif, tertawa bersama, mengucap syukur, dan berdoa. "ITULAH KEBERSAMAAN"
  7. Ketika stok telur tinggal 1 butir dan Anda berdua ingin makan bersama. Lalu Anda membuat omelet dari 1 butir telur itu ditambah tepung, sayur, dan bumbu-bumbu yang secukupnya. "ITULAH KREATIVITAS"
_____
(surat elektronik | anonim)

Rabu, 05 Oktober 2011

Pantaskah Mendendam?

Dalam kehidupan ini, kita akan terluka oleh orang lain, kadang-kadang sengaja, kadang tidak sengaja.

Bagaimana menangani sakit hati kita, akan menentukan kebahagiaan kita.

Bila kita memendam sakit hati dalam hidup kita dan terus menyimpannya, ini disebut kebencian.

Jika seseorang menyakiti kita tahun yang lalu dan kita masih menyimpannya, itu akan meracuni hidup kita.

Untuk kesehatan dan kebahagiaan diri sendiri, kita harus belajar untuk mengampuni.

Jika seseorang marah, cemas, takut, merasa tertekan, otaknya mengeluarkan NOR-adrenalin, hormon yang sangat beracun.

Di antara racun alami, hormon ini menempati urutan kedua setelah bisa ular. Racun ini membuat sakit, cepat tua, dan cepat meninggal.

Jika seseorang menghadapi segala sesuatu secara positif dan afirmatif, otak akan mengeluarkan hormon BETA-endorfin.

Hormon kebahagiaan ini berkhasiat memperkuat daya tahan tubuh, menjaga sel otak tetap muda, melawan penuaan, menurunkan agresivitas dalam relasi antarmanusia, meningkatkan semangat, daya tahan, dan kreativitas.

Karena itu tersenyumlah dan bersikaplah positif jika ingin hidup bahagia, sehat, dan berumur panjang.

Dikutip dari:
The miracle of Endorphin
~Dr Shigeo Haruyama~

_____
(surat elektronik | anonim)

Senin, 26 September 2011

Jangan Menunggu

Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.

Jangan menunggu kaya baru memberi, tapi memberilah, maka kamu semakin kaya.

Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan.

Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.

Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.

Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.

Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah,. bukan sekadar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya.

Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

Jangan menunggu sukses baru bersyukur. tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa!


Dan...

Jangan menunggu lama lagi untuk membagikan tulisan ini kepada semua orang yang Anda kenal...sehingga kita semua tersadar.

_____
(surat elektronik | anonim)

Jumat, 02 September 2011

Bedakan Bungkusan dan Isi-nya

Hidup akan melelahkan, sia-sia, dan menjemukan bila Anda hanya mengurus BUNGKUSAN-nya saja dan mengabaikan ISI-nya.



Bedakan apa itu BUNGKUSAN dan apa itu ISI-nya.



Rumah indah hanya bungkusan... Keluarga bahagia itu isinya,



Pesta nikah hanya bungkusan... Cinta kasih dan komitmen itu isinya,



Ranjang mewah hanya bungkusan... Tidur nyenyak isinya,



Makan enak hanya bungkusan... Gizi dan energi isinya,



Kecantikan dan ketampanan hanya bungkusan... Kepribadian itu isinya,



Bicara itu hanya bungkusan... Kerja nyata itu isinya,



Buku hanya bungkusan... Pengetahuan isinya,



Jabatan hanya bungkusan... Pengabdian dan pelayanan itu isinya,



Pergi ke rumah ibadah itu bungkusan... Melaksanakan firman Allah swt itu isinya.





Utamakanlah isinya..., namun rawatlah bungkusnya.



_____

(surat elektronik | anonim)

Minggu, 21 Agustus 2011

Nilai-Nilai Dalam Kehidupan Kita

Renungan Kehidupan.



Ada hal dalam hidup yang tidak bisa kembali:

  1. Waktu
  2. Kata-kata
  3. Kesempatan


Ada hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang:

  1. Kemarahan
  2. Keangkuhan
  3. Dendam


Ada hal yang tidak boleh hilang:

  1. Harapan
  2. Keikhlasan
  3. Kejujuran


Ada hal yang paling berharga:

  1. Kasih Sayang
  2. Cinta
  3. Kebaikan


Ada hal dalam hidup yang tidak pernah pasti:

  1. Kekayaan
  2. Kesuksesan
  3. Mimpi


Ada hal yang membentuk karakter seseorang:

  1. Komitmen
  2. Ketulusan
  3. Kerja keras


Ada hal yang membuat kita sukses:

  1. Tekad
  2. Kemauan
  3. Fokus


Ada hal yang tidak pernah kita tahu :

  1. Rezeki
  2. Umur
  3. Jodoh.........


Have ª nice day.



_____

(surat elektronik | anonim)



Jumat, 05 Agustus 2011

Selalu Ada Kesempatan

Di saat sulit, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan.

Di saat sedih, selalu ada kesempatan untuk meraih kembali kebahagiaan.

Di saat jatuh, selalu ada kesempatan untuk bangkit kembali.

Pasti selalu ada kesempatan untuk meraih kembali yang terbaik untuk hidupmu...

Jadi, tetaplah penuh dengan harapan dan SeeeMªªªªªnGaaaaattTT!!!º.

_____
(surat elektronik | anonim)

Rabu, 20 Juli 2011

Renungan "Yang ..."

Cobalah direnungkan, dan bertanyalah...

"Apakah benar?" :
‎​
Yang singkat itu adalah Waktu
Yang menipu itu adalah Dunia..
Yang dekat itu adalah Kematian..
Yang besar itu adalah Hawa nafsu..
Yang berat itu adalah Amanah..
Yang sulit itu adalah Ikhlas
Yang mudah itu adalah Buat dosa..
Yang susah itu adalah Sabar..
Yang sering lupa itu adalah Bersyukur..
Yang membakar amal itu adalah Gibah..
Yang mendorong ke neraka itu adalah Lidah..
Yang berharga itu Iman..
Yang ditunggu ALLAH SWT itu "TOBAT".

_____
(surat elektronik | anonim)

Kamis, 14 Juli 2011

Senyum

♥•*⌣*•♥... BUKAN karena hidup bahagia maka kamu tersenyum, tetapi KARENA kamu TERSENYUM, HIDUP MENJADI BAHAGIA ...

♥•*⌣*•♥... BUKAN karena semua orang bersahabat maka kamu tersenyum, tetapi KARENA KAMU TERSENYUM, SEMUA ORANG MENJADI BERSAHABAT ...

♥•*⌣*•♥... BUKAN karena pekerjaan menyenangkan maka kamu tersenyum, tetapi KARENA KAMU TERSENYUM, PEKERJAAN JADI MENYENANGKAN ...

♥•*⌣*•♥... Bukan karena keluarga harmonis kamu tersenyum, tetapi KARENA KAMU TERSENYUM, KELUARGA MENJADI HARMONIS ...

♥•*⌣*•♥... BUKAN DUNIA YANG MENCIPTAKAN SENYUMAN, melainkan SENYUMAN YANG MENCIPTAKAN DUNIA ...

... =» SO SMILE «= ... ♥•♥

_________
(NN at mail)

Kamis, 07 Juli 2011

Pencil and Eraser

Pencil: I'm sorry

Eraser
: For what? You didn't do anything wrong.

Pencil
: I'm sorr...y cos you get hurt because of me. Whenever I made a mistake, you're always there to erase it. But as you make my mistakes vanish, you lose a part of yourself. You get smaller and smaller each time.

Eraser
: That's true. But I don't really mind. You see, I was made to do this. I was made to help you whenever you do something wrong. Even though one day, I know I'll be gone and you'll replace me with a new one, I'm actually happy with my job. So please, stop worrying. I hate seeing you sad.

I found this conversation between the pencil and the eraser very inspirational.

Parents are like the eraser where as their children are the pencil. They're always there for their children, cleaning up their mistakes. Sometimes along the way... they get hurt, and become smaller (older, and eventually pass on). Though their children will eventually find someone new (spouse), but parents are still happy with what they do for their children, and will always hate seeing their precious ones worrying, or sad.

"All my life, I've been the pencil.. And it pains me to see the eraser that is my parents getting smaller and smaller each day. For I know that one day, all that I'm left with would be eraser shavings and memories of what I used to have..."

This is to all the parents and parents to be out there...

(NN@mail)

Minggu, 26 Juni 2011

Maka Tersenyumlah

Tersenyum itu lebih gampang ketimbang cemberut karena otot yang dibutuhkan untuk gerakan senyum lebih sedikit ketimbang cemberut.

Beberapa ahli menyatakan dibutuhkan 43 otot untuk cemberut dan hanya 17 otot untuk tersenyum.

Tersenyum bisa dilakukannya secara sadar atau pun tidak sadar yang dipandang sebagai suatu bentuk kebahagiaan dan keramahan.

Tersenyum dapat memberikan manfaat lebih untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya, seperti memberikan energi positif serta mengubah suasana hati menjadi lebih baik.

Karena itu tak ada salahnya untuk selalu tersenyum.

(NN@mail)

Kamis, 23 Juni 2011

Kekuatan Uang

Dengan UANG, Anda DAPAT membeli RUMAH, tapi BUKAN KEHIDUPAN.

Dengan UANG, Anda DAPAT membeli JAM, tapi BUKAN WAKTU.

Dengan UANG, Anda DAPAT membeli BUKU, tapi BUKAN PENGETAHUAN.

Dengan UANG, Anda DAPAT membayar DOKTER untuk KESEHATAN tapi BUKAN NYAWA.

Dengan UANG, Anda DAPAT membeli POSISI, tapi TIDAK KEHORMATAN.

Dengan UANG, Anda DAPAT membeli DARAH, tapi TIDAK NYAWA.

Dengan UANG, Anda DAPAT membeli SEKS, tapi BUKAN CINTA.

Dengan UANG, Anda BISA membeli APA SAJA yang Anda suka, tapi semua itu TIDAK KEKAL ABADI.

SEMUANYA akan LENYAP dan MUSNAH, KETIKA Anda pun sudah TIDAK BERNYAWA.


(NN@mail)

Minggu, 19 Juni 2011

Don't Complain Your Life

Watch it if you think you are unhappy...

http://184.105.232.143/df/b6/dfb64fd502150d4e21ab28a038cd270b/ba124807/humanwatchclip_dfb6_w_2.3gp?c=273316164&u=399521485&s=BL-emQ



(NN@mail)

Kamis, 16 Juni 2011

Keberanian untuk Bicara Jujur

Dr. Arun Gandhi, cucu mendiang Mahatma Gandhi bercerita, pada masa kecil ia pernah berbohong kepada ayahnya. Saat itu ia terlambat menjemput ayahnya dengan alasan mobilnya belum selesai diperbaiki, padahal sesungguhnya mobil telah selesai diperbaiki hanya saja ia terlalu asyik menonton bioskop sehingga lupa akan janjinya.

Tanpa sepengetahuannya, sang ayah sudah menelepon bengkel lebih dahulu sehingga sang ayah tahu ia berbohong.

Lalu wajah ayah tertunduk sedih; sambil menatap Arun sang ayah berkata, "Arun, sepertinya ada sesuatu yang salah dengan ayah dalam mendidik dan membesarkan kamu, sehingga kamu tidak punya keberanian untuk berbicara jujur kepada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, biarlah ayah pulang dengan berjalan kaki; sambil merenungkan di mana letak kesalahan itu."

Dr. Arun berkata, "Sungguh saya begitu menyesali perbuatan saya tersebut. Sejak saat itu seumur hidup, saya selalu berkata jujur pada siapa pun."

Seandainya saja saat itu ayah menghukum saya, mungkin saya akan menderita atas hukuman itu, dan mungkin hanya sedikit saja menyadari kesalahan saya. Tapi dengan tindakan mengevaluasi diri yang dilakukan ayah, meski tanpa kekerasan, justru memiliki kekuatan luar biasa untuk mengubah diri saya sepenuhnya.

Para orangtua, mari kita membiasakan diri untuk selalu bertanya, "Apa yang salah dari saya, mengapa anak saya bisa seperti itu...?"


(NN@mail)

Senin, 30 Mei 2011

Tak Ada Istilah "Nasib Sial"

Seorang ayah menyuruh keempat anaknya ke hutan melihat sebuah pohon pir.

Anak ke-1 disuruhnya pergi pada musim DINGIN,
anak ke-2 pada musim SEMI,
yang ke-3 pada musim PANAS,
dan yang ke-4 pada musim GUGUR.

Anak ke-1: pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok.
Anak ke-2: pohon itu dipenuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan.
Anak ke-3: pohon itu dipenuhi dengan bunga-bunga yang menebarkan bau yang harum.
Anak ke-4: ia tidak setuju dengan saudaranya, ia berkata bahwa pohon itu penuh dengan buah yang matang dan ranum.

Kemudian sang ayah berkata, "Kalian semua benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda."

Ayahnya berpesan, "Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit."


Oportunitas:

Ketika kita sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bahwa kita tidak mampu, bodoh, dan bernasib sial. Di tangan Tuhan hidup kita berarti, tidak ada istilah "nasib sial" bagi orang percaya.

Kerjakan yang menjadi bagian kita dan percayalah Tuhan akan mengerjakan bagian-Nya.

Jika kita tidak bersabar ketika berada di musim dingin, maka kita akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan, dan kita tidak akan memanen hasil di musim gugur.

"Kegelapan malam tidak selamanya bertahan, esok akan datang fajar yang akan mengusir kegelapan".

Have a miracle day...


(NN@mail)

Senin, 23 Mei 2011

Money and Love

There are 2 most powerful things in our world and that would be "Money and Love" and here are the differences:

Money talks...
Love whispers...

Money builds houses...
Love builds homes...

Money rules the world...
Love protects...

Money is the power...
Love is strong...

Money creates gap between rich n poor...
Love creates bridge between them...

Money creates huge brick walls for all differences among all of us...
Love breaks through the wall n makes we're all united...

Money creates wars n crimes...
Love creates peaceful harmony...

So they are...

Money is always the reason behind all existence...
Love is always the answer of all existence...

So be Grateful when u're received Love more than money.

Money is important...Yet it would be nothing without LOVE.

(NN@mail)