Sabtu, 10 Oktober 2015

"Nanti" Bisa Menjadi "Tak Pernah"

"Ntar aja deh."
"Besok aku kerjain."
"Nanti kan juga bisa."

Katanya ingin menggapai mimpi ...
Katanya ingin mengerjakan pekerjaan yang sesuai passsion ...
Katanya kamu ingin jadi "on top of the world"...
Tapi kok ... masih menunda-nunda pekerjaan?

Waktu adalah prioritas.
Waktu tidak pernah bohong.
Hal yang paling menyita waktu kamu, itulah prioritas hidup kamu.
Jangan sia-siakan waktu yang kamu punya sekarang.

Work like there is someone working 24 hours a day to take your dream away from you.
Do it NOW.
Sometimes "later" becomes "never".

#DailyManlyQuotes
#DailyManly


_____
(surat elektronik | anonim)

Sabtu, 03 Oktober 2015

Belajarlah Menghormati Setiap Orang

Suatu pagi, terlihat seorang wanita berpenampilan menarik berusia 40-an membawa anaknya memasuki area perkantoran sebuah perusahaan terkenal.

Karena masih sepi, mereka pun duduk di taman samping gedung untuk sarapan sambil menikmati hamparan hijau nan asri. Selesai makan, dengan santai si wanita membuang sembarangan tisu bekas pakai.

Tidak jauh dari situ, ada seorang kakek tua berpakaian sederhana memegang gunting untuk memotong ranting. Dengan diam, kakek itu menghampiri, memungut sampah tisu dan membuangnya ke tempat sampah.

Beberapa waktu kemudian, kembali wanita itu membuang bekas makanan tanpa rasa sungkan. Kakek itu pun dengan sabar memungut dan membuangnya ke tempat sampah.

Sambil menunjuk ke arah sang kakek, si wanita itu lantang berkata ke anaknya, ”Nak, kamu lihat kan, jika tidak sekolah dengan benar, nanti masa depan kamu cuma seperti kakek itu. Kerjanya mungutin dan buang sampah! Kotor, kasar, dan rendah seperti dia. Jelas, ya?”

Si kakek meletakkan gunting dan menyapa ke wanita itu, “Permisi, ini adalah taman pribadi, bagaimana Anda bisa masuk ke sini?”

Wanita itu dengan sombong menjawab, “Aku adalah calon manajer yang dipanggil oleh perusahaan ini.”

Di waktu yang bersamaan, seorang pria dengan sikap sopan dan hormat menghampiri sambil berkata, ”Pak Presdir, mau mengingatkan saja, rapat sebentar lagi akan segera dimulai.”

Sang kakek mengangguk. Lalu sambil mengarahkan matanya ke wanita di situ, dia berkata tegas, “Manajer, tolong untuk wanita ini, saya usulkan tidak cocok untuk mengisi posisi apa pun di perusahaan ini.”

Sambil melirik ke arah si wanita, si manajer menjawab cepat, “Baik Pak Presdir, kami segera atur sesuai perintah Bapak.”

Setelah itu, sambil berjongkok, sang kakek mengulurkan tangan membelai kepala si anak yang dari tadi memperhatikannya, “Nak, di dunia ini, yang penting adalah belajar untuk menghormati setiap orang, siapa pun dia, entah direktur atau tukang sampah."

_____
(surat elektronik | anonim)

Senin, 28 September 2015

Aksi = Reaksi

Thought for the Day - 7th April 2015 (Tuesday)

Difficulties, troubles, and worries come in the natural course as a consequence of past actions. Human birth is the result of Karma (past actions); there can be no escape from its consequences. 


As is your action, so is the reaction. 

When you stand before a mirror and offer salutation, your salutation gets reflected to you. If you address harsh words to the mirror, the harshness again comes back in the same manner. 

It is evident that the fruits of our actions are determined by the nature of our actions. 

Man is an image of God. ‘God appears in human form (Daivam maanusha rupena)’ declares the scriptures. God does not come down as Avatar to relieve specific individuals of their troubles and sorrow, and to confer joy and happiness on them. 

God takes a human form from time to time to show humanity how human lives can be divinised.


Kesulitan, masalah, dan kekhawatiran muncul dalam perjalanan alami sebagai konsekuensi dari tindakan masa lalu. Kelahiran manusia adalah hasil dari Karma (tindakan masa lalu); tidak ada seorang pun yang dapat melarikan diri dari konsekuensinya.

Bagaimana pun tindakanmu, demikianlah reaksinya.

Ketika engkau berdiri di depan cermin dan memberikan salam/penghormatan, salam/penghormatanmu akan tercermin kepadamu. Jika engkau berbicara kata-kata kasar ke cermin, dengan cara yang sama, kata-kata kasar akan kembali padamu.

Jelaslah bahwa buah dari tindakan kita ditentukan oleh sifat dari tindakan kita. Manusia adalah bayangan Tuhan.

Dalam kitab suci disampaikan 'Tuhan muncul dalam wujud manusia (Daivam maanusha rupena)’. Tuhan tidak turun sebagai Avatar untuk meringankan individu tertentu dari masalah dan penderitaan mereka, dan untuk memberikan sukacita dan kebahagiaan pada mereka.

Tuhan mengambil wujud manusia dari waktu ke waktu untuk menunjukkan bagaimana manusia menjalankan kehidupannya agar bisa menjadi divine.

(Divine Discourse, 3 Sep 1988)
-BABA-

_____
(surat elektronik | anonim)

Senin, 21 September 2015

Pengalaman Pedagang Hewan Kurban

Seorang pedagang hewan kurban berkisah tentang pengalamannya.

Seorang ibu datang memperhatikan dagangan saya. Dilihat dari penampilannya sepertinya tidak akan mampu membeli. Namun tetap saya coba hampiri dan menawarkan kepadanya, “Silahkan Bu .…”, lantas ibu itu menunjuk salah satu kambing termurah sambil bertanya, ”kalau yang itu berapa Pak?”

“Yang itu 700 ribu Bu,” jawab saya.
“Harga pasnya berapa?” tanya kembali si Ibu.
“600 deh, harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah …."
“Tapi, uang saya hanya 500 ribu, boleh Pak?” pintanya.

Waduh, saya bingung, karena itu harga modalnya, akhirnya saya berembuk dengan teman sampai akhirnya diputuskan diberikan saja dengan harga itu kepada ibu tersebut.

Saya pun mengantar hewan kurban tersebut sampai ke rumahnya, begitu tiba di rumahnya, “Astaghfirullah …, Allahu Akbar …, terasa menggigil seluruh badan karena melihat keadaan rumah ibu itu.

Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya dan putranya di rumah gubug berlantai tanah tersebut. Saya tidak melihat tempat tidur kasur, kursi ruang tamu, apalagi perabot mewah atau barang-barang elektronik. Yang terlihat hanya dipan kayu beralaskan tikar dan bantal lusuh.

Di atas dipan, tertidur seorang nenek tua kurus.

“Mak … bangun Mak, nih lihat saya bawa apa?” kata ibu itu pada nenek yang sedang rebahan sampai akhirnya terbangun.
“Mak, saya sudah belikan Emak kambing buat kurban, nanti kita antar ke masjid ya Mak ....” kata ibu itu dengan penuh kegembiraan.

Si nenek sangat terkaget meski nampak bahagia, sambil mengelus-elus kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berkurban.”

“Nih Pak, uangnya, maaf ya kalau saya menawarnya kemurahan, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk beli kambing yang akan diniatkan buat kurban atas nama ibu saya ….” kata ibu itu.

Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa, “Ya Allah …, Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan imannya begitu luar biasa.”

“Pak, ini ongkos kendaraannya …” panggil ibu itu.

”Sudah Bu, biar ongkos kendaraannya saya yang bayar,’ kata saya.

Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hamba-Nya yang dengan kesabaran, ketabahan, dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya.

Untuk mulia ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan, kita bisa belajar keikhlasan dari ibu itu untuk menggapai kemuliaan hidup. Berapa banyak di antara kita yang diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja ada keengganan untuk berkurban, padahal bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, atau pun aksesoris yang menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan kurban. Namun selalu kita sembunyi dibalik kata tidak mampu atau tidak dianggarkan.

Oleh: Ust. Aidil Heryan

_____
(surat elektronik | @Tatto Sugiopranoto)

Senin, 14 September 2015

Perubahan Paradigma Mengakibatkan Perubahan Besar


Aku pernah sangat KAGUM pada manusia cerdas, manusia yang kaya sekali, manusia yang berhasil dalam karier hidup dan hebat dunianya.

Sekarang aku memilih mengganti kriteria kekagumanku, aku kagum dengan manusia yang hebat di mata Allah. Manusia yang sanggup taat dan bertakwa kepada Allah, sekali pun kadang penampilannya begitu bersahaja.

Dahulu aku memilih MARAH karena merasa harga diriku dijatuhkan, ketika orang lain berlaku zalim kepadaku atau menggunjingku, menyakitiku dengan kalimat-kalimat sindiran.

Sekarang aku memilih BERSYUKUR dan berterima kasih, karena ku yakin ada transfer pahala dari mereka, ketika aku mampu memaafkan dan bersabar.

Aku dahulu memilih, MENGEJAR dunia dan menumpuknya sebisaku, ternyata aku sadari kebutuhanku hanya makan dan minum untuk hari ini dan bagaimana cara membuangnya dari perutku.

Sekarang aku memilih BERSYUKUR dengan apa yang ada  dan memilih bagaimana aku bisa mengisi waktuku hari ini, dengan penuh makna dan bermanfaat untuk sesama.

Aku dahulu berfikir bahwa aku bisa MEMBAHAGIAKAN orang tuaku, saudara dan teman-temanku nanti kalau aku berhasil dengan duniaku,  ternyata yang membuat kebanyakan mereka bahagia bukan itu ..., melainkan karena sikap, tingkah, dan sapaku.

Aku memilih membuat mereka bahagia sekarang dengan apa yang ada padaku.

Dahulu aku memilih untuk membuat RENCANA-RENCANA dahsyat untuk duniaku, ternyata aku menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kepada-Nya. Tak ada yang bisa menjamin aku besok bertemu matahari. Tak ada yang bisa memberikan garansi aku masih bisa menghirup napas keesokan hari..

Sekarang aku memilih memasukkan dalam rencana-rencana besarku, yang paling utama adalah agar aku selalu SIAP menghadap kepada-NYA hari esok atau lusa!

Innalillahi wa innailaihi rojiun ....

_____
(surat elektronik | anonim)

Senin, 07 September 2015

Bersyukur


Kita sering mendengar seseorang mengatakan ingin mencari kebahagiaan.

Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang-orang yang memiliki harta berlebih akan membeli kebahagiaan itu ... dan orang-orang yang kurang beruntung tidak akan mendapat kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka yang memiliki harta lebih.

Dan kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan berlomba untuk sampai dan berada paling dekat dengan tempat di mana kebahagiaan itu berada.

Untung saja, kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia, sehingga kita tidak perlu membeli atau mencari kebahagiaan itu ... tidak perlu berlomba untuk mendapatkan.

Hanya dengan hati yang bersih dan ikhlas serta pikiran yang jernih, kita bisa merasakan kebahagiaan itu kapan pun, di mana pun dan dengan kondisi apa pun.

Oleh sebab itu, mari bersama kita ciptakan selalu kebahagiaan di hati dan pikiran kita, serta lingkungan kita, maka kita akan selalu menjadi orang yang bersyukur dan beruntung.

Kunci Kebahagiaan milik orang-orang yang dapat BERSYUKUR dalam setiap peristiwa hidupnya.

"Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini."

Bersyukur adalah sebuah ketrampilan yang bisa di pelajari.

Bersyukur bukanlah hasil dari suatu keadaan tertentu melainkan hasil dari sebuah gaya hidup yang dilakukan dengan sengaja (butuh pembiasaan)

"Janganlah mengeluh karena tangan yang belum dapat menggapai Bintang, tapi bersyukurlah karena kaki yang masih dapat menginjak Bumi."

Semoga tetap istiqomah dan bersyukur.
Semoga bermanfaat.


_____
(surat elektronik | anonim)

Senin, 31 Agustus 2015

Koin Penyok


Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu.

Ia membungkuk dan menggerutu kecewa. "Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok."

Meski pun begitu ia membawa koin itu ke bank. "Sebaiknya koin ini dibawa ke kolektor uang kuno," kata teller itu memberi saran. Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai 30 dolar.

Lelaki itu begitu senang. Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga 30 dolar untuk membuat rak buat istrinya. Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati bengkel pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu bermutu yang dipanggul lelaki itu. Dia menawarkan lemari 100 dolar untuk menukar kayu itu. Setelah setuju, dia meminjam gerobak untuk membawa pulang lemari itu.

Dalam perjalanan dia melewati perumahan. Seorang wanita melihat lemari yang indah itu dan menawarnya 200 dolar. Lelaki itu ragu-ragu. Si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dolar. Lelaki itu pun setuju.

Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dolar.

Tiba-tiba seorang perampok datang, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.

Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya dan bertanya, "Apa yang terjadi? Engkau baik-baik saja kan? Apa yang diambil perampok tadi?"

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, "Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi."

Bila kita sadar kita tak pernah memiliki apa pun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

Sebaliknya, sepatutnya kita bersyukur atas segala yang telah kita miliki, karena ketika datang dan pergi kita tidak membawa apa-apa.

Menderita karena melekat. Bahagia karena melepas.

Karena demikianlah hakikat sejatinya kehidupan, apa yang sebenarnya yang kita punya dalam hidup ini?

Tidak ada, karena bahkan napas kita saja bukan kepunyaan kita dan tidak bisa kita genggam selamanya.

Hidup itu perubahan dan pasti akan berubah.

Saat kehilangan sesuatu kembalilah ingat bahwa sesungguhnya kita tidak punya apa-apa jadi "kehilangan" itu tidaklah nyata dan tidak akan pernah menyakitkan.  Kehilangan hanya sebuah tipuan pikiran yang penuh dengan ke"aku"an. Ke"aku"an lah yang membuat kita menderita. Rumahku, hartaku, istriku, anakku.

Lahir tidak membawa apa-apa, meninggal pun sendiri, tidak ajak apa-apa dan siapa-siapa.

Pada waktunya "let it go", siapa pun yang bisa melepas, tidak melekat, tidak menggenggam erat maka dia akan bahagia.


_____
(surat elektronik | anonim)

Senin, 24 Agustus 2015

Memaafkan Itu Indah


Alkisah, dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan mereka bertengkar dan salah seorang menampar temannya.

Orang yang kena tampar, hatinya merasa sakit tapi tanpa berkata, lalu dia menulis di atas pasir: "Hari ini sahabat terbaikku menampar pipiku".

Mereka terus berjalan sampai akhirnya menemukan oasis. Mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang kena tampar itu berenang dan nyaris tenggelam, tapi berhasil diselamatkan sahabatnya.

Setelah dia siuman dan rasa takutnya hilang, kembali dia menulis di batu: "Hari ini sahabat terbaikku menyelamatkan nyawaku".

Sahabatnya bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu dengan tamparan, kau menulisnya di atas pasir, sekarang menuliskan ini di batu?"

Sambil tersenyum temannya menjawab : "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas Pasir agar "ANGIN MAAF" datang berhembus dan menghapusnya. Dan ketika sesuatu yang luar biasa baik terjadi, kita harus memahatnya di atas "HATI" kita, agar tak pernah bisa hilang tertiup angin, namun tersimpan selamanya."

Sahabat ...

Adakalanya kita dan orang terdekat kita berada dalam situasi yang sulit, yang kadang menyebabkan kita mengatakan atau melakukan hal-hal yang menyakiti satu sama lain. Juga terjadinya beda pendapat dan konflik karena Sudut Pandang yang berbeda.

Oleh karena itu, sebelum kita menyesal di kemudian hari, cobalah untuk saling me-MAAF-kan dan me-LUPA-kan masa lalu.

Hiduplah saat ini ... belajarlah dari masa lalu, sehingga menjadi semakin baik dan indah adanya.

SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA!

_____
(surat elektronik | anonim)

Rabu, 29 Juli 2015

Ini Cara Saya Menggampar Mahasiswa Saya

Sebuah renungan untuk diri sendiri. Ini Cara Saya Menggampar Mahasiswa Saya, tulisan dari Bapak I Made Andi Arsana (Teknik Geodesi UGM). Semoga menginspirasi. Tamparan dari dosen untuk mahasiswa ini semoga dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan bekerja keras.
  1. Kamu ingin dapat beasiswa S2 ke luar negeri nanti? Pastikan IP di atas 3 dan TOEFL di atas 500! Merasa tidak pintar? BELAJAR!
  2. Empat atau lima tahun lagi kamu bisa sekolah S2 di luar negeri dengan beasiswa. Itu kalau kamu tidak cuma twitter-an saja sampai lulus nanti.
  3. Kamu tidak akan bisa S2 di luar negeri karena akan ditolak profesor kalau menulis email formal saja tidak bisa. Alay itu tidak keren, tidak usah bangga!
  4. Tidak usah tanya tips cara menghubungi profesor di luar negeri kalau kirim email ke dosen sendiri saja kamu belum bisa. Hei, ganti dahulu akun niennna_catique@gmail.com itu!
  5. Tidak usah ikut meledek Vicky, kamu saja tidak tahu kapan harus pakai tanda tanya, tanda seru, tanda titik, spasi, huruf besar, huruf kecil di email kok!
  6. 6. Mana bisa diterima di perusahaan multinasional biarpun IP tinggi kalau menulis email saja lupa salam pembuka dan penutup
  7. Sok mengkritik kebijakan UN segala, dari cara menulis email saja kelihatannya kamu tidak lulus Bahasa Indonesia kok. Tidak usah gaya!
  8. Bayangkan kalau kamu harus menulis email ke pimpinan sebuah perusahaan besar. Apa gaya bahasa email kamu yang sekarang itu sudah sesuai? Jangan-jangan bosnya tertawa!
  9. Apa pun bidang ilmu kamu, akhirnya kamu akan berhubungan dengan MANUSIA yang beda umur dan latar belakangnya. Belajar komunikasi yang baik. Jangan bangga jadi alay!
  10. Bangga bisa software dan gunakan alat-alat canggih? Suatu saat kamu harus yakinkan MANUSIA akan skill itu. Belajar komunikasi dengan bahasa manusia biasa!
  11. Kamu orang teknik dan hanya peduli skill teknis? Kamu salah besar! Nanti kamu akan jual skill itu pada MANUSIA, bukan pada mesin!
  12. Kamu kira orang teknik hanya mengobrol sama mesin dan alat? Kamu harus yakinkan pengambil kebijakan suatu saat nanti dan mereka itu manusia. Belajar omong sama manusia!
  13. Malas basa-basi sama orang yang tidak dikenal? Enam tahun lagi kamu diutus kantor untuk presentasi sama klien yang tidak kamu kenal. Belajar!
  14. Malas belajar bikin presentasi? Lima tahun lagi bos kamu datang dengan segepok bahan, “Saya tunggu file presentasinya besok!”
  15. Kamu orang sosial dan malas belajar hal-hal kecil di komputer? Lima tahun lagi bos kamu datang bertanya “cara membesarkan huruf di Ms Word dengan shortcut bagaimana ya?’ Mau cengir?
  16. Mahasiswa senior, jangan bangga bisa mem-bully Mahasiswa baru, tujuh tahun lagi kamu di-interview sama dia saat pindah kerja ke perusahaan yang lebih bagus
  17. Mahasiswa senior, keren rasanya ditakuti Mahasiswa baru? JANGAN! Urusan kalian nanti bersaing sama orang-orang ASEAN dan Dunia. Bisa bikin mereka takut tidak?
  18. Bangga bisa demo untuk mengundurkan jadwal ujian karena kamu tidak siap? Kamu itu mahasiswa negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, masa urusannya cetek-cetek begitu sih?!
  19. Tidak usahlah sok hebat demo menyuruh SBY berani sama Amerika kalau kamu diskusi sama mahasiswa Singapura saja tergagap-gagap
  20. Tidak perlulah teriak-teriak “jangan tergantung pada Barat” jika kamu belum bisa tidur kalau tidak ada BB dekat bantal
  21. Tentara kita tidak takut sama tentara Malaysia kalau kamu bisa kalahkan mahasiswa Malaysia debat ilmiah dalam forum di Amerika!
  22. Tidak perlu beretorika menentang korupsi kalau kamu masih titip absen sama teman saat demo antikorupsi!
  23. Boleh kampanye “jangan tergantung pada Barat” tapi jangan kampanye di Twitter, Facebook, BBM, Path, dan Email! Memangnya itu buatan Madiun?!
  24. Kalau file laporan praktikum masih kopi dari kakak kelas dan hanya ganti tanggal, tidak usah teriak anti korupsi ya Bos!
  25. Minder karena merasa dari kampung, tidak kaya, tidak gaul? Lima tahun lagi kamu bisa S2 di negara maju karena IP, TOEFL dan kemampuan kepemimpinan. Bukan karena kaya dan gaul!
  26. Pejabat kadang membuat kebijakan tanpa riset serius. Sama seperti mahasiswa yang membuat tugas dalam semalam hanya modal Wikipedia
  27. DPR kadang studi banding untuk jalan-jalan doang. Sama seperti mahasiswa yang tidak serius saat kunjungan ke industri lalu mencontek laporan sama temannya
  28. Pejabat kadang menggelapkan uang rakyat. Sama seperti mahasiswa yang melihat bahan di internet lalu disalin di paper-nya tanpa menyebutkan sumbernya.
  29. Alah, pakai mengkritik kebijakan pemerintah segala, bikin paper saja kopi file dari senior dan ubah judul, pendahuluan sama font-nya
  30. Bagaimana mau membela kedaulatan bangsa kalau waktu menerima kunjungan mahasiswa asing saja kamu tidak bisa omong saat diskusi. Mau pakai bambu runcing?
  31. Kalau kamu berteriak “jangan mau ditindas oleh asing”, coba buktikan. Ikuti forum ASEAN atau Dunia dan buktikan di situ kamu bisa bersuara dan didengar!
_____
(surat elektronik | anonim) 

Rabu, 22 Juli 2015

Hindarilah Kesombongan

Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja menyikat lantai rumahnya sampai bersih.

Pria itu bertanya, “Apa yang sedang Anda lakukan Guru?”

Guru menjawab, “Tadi saya kedatangan tamu yang meminta nasihat. saya berikan banyak nasihat yang bermanfaat. Namun, setelah tamu itu pulang saya MERASA jadi orang hebat. Kesombongan saya mulai muncul.  karena itu, saya lakukan ini untuk membunuh perasaan sombong.”

Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari.

Di tingkat pertama, sombong disebabkan oleh faktor materi. kita merasa: lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.

Di tingkat ke-2, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. kita merasa: lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.

Di tingkat ke-3, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. kita sering menganggap diri: lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik ..., semakin tinggi tingkat kesombongan kita, semakin sulit pula kita mendeteksinya.

Sombong karena materi mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi, karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita ...!

Cobalah setiap hari, kita memeriksa diri kita karena setiap hal yang baik dan yang bisa kita lakukan, semua karena adalah "ANUGERAH ALLAH SWT" ...!

Manusia hanya seperti "DEBU", yang suatu saat akan hilang dan lenyap tanpa bekas!

Kesombongan hanya akan membawa kita pada kejatuhan yang mendalam.

Tetap bersabar, rendah hati sebab kadang orang yang kita hadapi ternyata lebih hebat dari kita.

Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang terhindar dari kesombongan dan termasuk dalam orang-orang yang bersabar, rendah hati, dan memperoleh petunjuk serta keridaan Allah SWT. Amiiin.

_____
(surat elektronik | anonim)

Rabu, 15 Juli 2015

Perbedaan Besar Antara Pegawai Biasa Dengan Entrepreneur

Salah satu perbedaan besar antara pegawai biasa dengan entrepreneur atau pun orang yang bekerja sesuai passion, terletak pada attitude saat menyikapi datangnya hari Senin.

Pengalaman pribadi, saya pernah 1 tahun bekerja untuk orang lain. So I know exactly what Monday Blues is. Perasaan malas, sedikit sedih dan tidak bersemangat kerap datang saat hari Senin tiba. Rasanya enggak bersyukur banget waktu itu ... padahal ... setiap pagi di mana kamu masih bisa bangun, bernapas, dan diberi kesempatan untuk hidup, adalah karunia yang besar dari Tuhan.

Sedangkan perbedaan besar yang terasa saat kamu sudah/nanti menjadi entrepreneur adalah You CANNOT WAIT for Monday to start. Because Monday is a fresh start. Monday is the DAY to grow your business. Kalau kamu passionate banget dengan bisnis atau pekerjaan kamu sekarang, you will feel this way.

Remember brothers, it's not Monday you hate. It's your job. Because for us, entrepreneurs, dreamers ... Monday is ... Money Day.

#DailyManlyQuotes

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 30 Juni 2015

Orang Hebat

Orang hebat tidak dihasilkan melalui:
  • kemudahan
  • kesenangan
  • ketenangan

Mereka dibentuk melalui:
  • kesukaran
  • tantangan
  • air mata

Ketika kamu mengalami sesuatu yang sangat berat dan merasa ditinggalkan sendiri dalam hidup ini.

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 23 Juni 2015

Jodoh itu Unik


Seringkali yang dikejar-kejar menjauh,
yang tak sengaja mendekat ...

yang seakan sudah pasti menjadi ragu,
yang awalnya diragukan menjadi pasti ...

yang selalu diimpikan tak berujung pernikahan,
yang tak pernah dipikirkan, bersanding di pelaminan ...

Maka jodoh itu bukan masalah seberapa lama kau mengenalnya tapi seberapa yakin kau padanya, seberapa ikhlas saat kau gagal mendapatkannya lalu digantikan dengan yang lebih baik menurut versi-Nya.  (y)

A. Nurafni (BBM)

Selasa, 16 Juni 2015

Bersyukur

Kita sering mendengar seseorang mengatakan ingin mencari kebahagiaan.

Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang-orang yang memiliki harta berlebih akan membeli kebahagiaan itu dan orang-orang yang kurang beruntung tidak akan mendapat kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka yang memiliki harta lebih.

Dan kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan berlomba untuk sampai dan berada paling dekat dengan tempat di mana kebahagiaan itu berada.

Untung saja, kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia, sehingga kita tidak perlu membeli atau mencari kebahagiaan itu ... tidak perlu berlomba untuk mendapatkan.

Hanya dengan hati yang bersih dan ikhlas serta pikiran yang jernih, kita bisa merasakan kebahagiaan itu kapan pun, di mana pun dan dengan kondisi apa pun.

Oleh sebab itu, mari bersama kita ciptakan selalu kebahagiaan di hati dan pikiran kita, maka kita akan selalu menjadi orang yang bersyukur dan beruntung.

Kunci Kebahagiaan milik orang-orang yang dapat BERSYUKUR dalam setiap peristiwa hidupnya.

"Jika kita tidak memiliki apa yang kita sukai, maka sukailah apa yang kita miliki saat ini"

Bersyukur adalah sebuah ketrampilan yang bisa di pelajari.
Bersyukur bukanlah hasil dari suatu keadaan tertentu melainkan hasil dari sebuah gaya hidup yang dilakukan dengan sengaja (butuh pembiasaan)

"Janganlah mengeluh karena tangan yang belum dapat menggapai Bintang, tapi bersyukurlah karena kaki yang masih dapat menginjak Bumi."

Semoga tetap bersyukur.

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 09 Juni 2015

Tugas Kita Bukan untuk Berhasil

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena di dalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk BERHASIL.

Penghalang terbesar manusia untuk meraih SUKSES dan KEBERHASILAN adalah rasa takut. Takut akan kegagalan, takut akan penolakan, takut akan kerugian, dan takut akan ketidakpastian.

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu.

Orang-orang yang masih terus BELAJAR, akan menjadi pemilik MASA DEPAN.

_____
(surat elektronik | anonim)

Jumat, 05 Juni 2015

Sandal Kulit Sang Raja

Seorang Maharaja akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan rakyatnya. Ia memutuskan untuk berjalan kaki saja. Baru beberapa meter berjalan di luar istana kakinya terluka karena terantuk batu. Ia berpikir, “Ternyata jalan-jalan di negeriku ini jelek sekali. Aku harus memperbaikinya.”

Maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana. Ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dalam kulit sapi yang terbaik. Segera saja para menteri istana melakukan persiapan-persiapan. Mereka mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri.

Di tengah-tengah kesibukan yang luar biasa itu, datanglah seorang pertapa menghadap Maharaja. Ia berkata pada Maharaja, “Wahai Paduka, mengapa Paduka hendak membuat sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan-jalan di negeri ini, padahal sesungguhnya yang Paduka perlukan hanyalah dua potong kulit sapi untuk melapisi telapak kaki Paduka saja.”

Konon sejak itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki yang kita sebut “Sandal“.

Renungan:
Ada pelajaran yang berharga dari cerita itu. Untuk membuat dunia menjadi tempat yang nyaman untuk hidup, kadangkala, kita harus mengubah cara pandang kita, hati kita, dan diri kita sendiri, bukan dalam jalan mengubah dunia itu atau bahkan malah menyesali takdir yang telah terjadi dalam kehidupannya.

Karena kita seringkali keliru dalam menafsirkan dunia. Dunia, dalam pikiran kita, kadang hanyalah suatu bentuk personal. Dunia, kita artikan sebagai milik kita sendiri, yang pemainnya adalah kita sendiri. Tak ada orang lain yang terlibat di sana, sebab, seringkali dalam pandangan kita, dunia, adalah bayangan diri kita sendiri.

Ya, memang, jalan kehidupan yang kita tempuh masih terjal dan berbatu. Manakah yang kita pilih, melapisi setiap jalan itu dalam permadani berbulu agar kita tak pernah merasakan sakit, atau, melapisi hati kita dalam kulit pelapis, agar kita dapat bertahan melalui jalan-jalan itu?

-------------------------------
\=d/ Have a nice day!

_____
(surat elektronik | anonim) 

Selasa, 26 Mei 2015

Wejangan Almarhum Bob Sadino


Membawa selusin bodyguard bukan jaminan keamanan.
Tapi, rendah hati, ramah, dan tidak mencari musuh, itulah kunci keamanan.

Obat dan vitamin bukan jaminan hidup sehat.
Jaga lisan berucap, jaga hati, istirahat cukup, makanan gizi seimbang, dan olahraga yang teratur itulah kunci hidup sehat.

Rumah mewah bukan jaminan keluarga bahagia.
Saling mengasihi, menghormati, dan memaafkan, itulah kunci keluarga bahagia.

Gaji tinggi bukan jaminan kepuasan hidup.
Bersyukur, berbagi, dan saling menyayangi itulah kunci kepuasan hidup.

Kaya raya bukan jaminan hidup terhormat.
Tapi, jujur, sopan, murah hati, dan menghargai sesama itulah kunci hidup terhormat.

Hidup berfoya-foya bukan jaminan banyak sahabat.
Tapi, setia-kawan, bijaksana, menghargai, menerima teman apa adanya, dan suka menolong itulah kunci banyak sahabat.

Kosmetik bukan jaminan kecantikan.
Tapi, semangat, kasih, ceria, ramah, dan senyuman itulah kunci kecantikan.

Satpam dan tembok rumah yang kokoh bukan jaminan hidup tenang.
Hati yang damai, kasih dan tiada kebencian itulah kunci ketenangan dan rasa aman.

Hidup kita itu sebaiknya ibarat "bulan-matahari".
Dilihat orang atau tidak, ia tetap bersinar.
Dihargai orang atau tidak, ia tetap menerangi.
Diterimakasihi atau tidak, ia tetap 'berbagi'.

Jika Anda bilang Anda susah, banyak orang yang lebih susah dari Anda, dan jika Anda bilang Anda kaya, banyak orang yang lebih kaya dari Anda.
Di atas langit masih ada langit.

Suami, istri, anak, jabatan, harta adalah titipan sementara, itulah kehidupan.
Pada akhirnya kesemua itu yang kita lakukan juga kesia-siaan.

Nikmatilah hidup selama Anda masih memilikinya dan terus belajar untuk bersyukur dengan keadaanmu!

Karena Anda tidak akan tahu, kapan Sang Pemilik Raga akan datang dan mengatakan pada Anda "Ini saatnya pulang!"

Memaksa Anda untuk meninggalkan apa pun yang Anda cintai dan yang Anda banggakan serta sombongkan!

Note: Bob Sadino meninggal setelah memberikan wejangan ini ...

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 19 Mei 2015

MENIKAH itu ...


Tolak Ukur MENIKAH itu bukan dilihat dari Sebanding atau Tidak, tapi dari Seiman atau tidak.

MENIKAH itu Bukan tentang KESIAPAN tapi tentang KEBERANIAN mem-PERTANGGUNGJAWAB-kan akad di hadapan Allah

MENIKAH itu seperti BERENANG, Tak Cukup Teori untuk menguasai. Mencebur kedalamnyalah yang akan Mengajarkan kita untuk tidak tenggelam dalam Kehidupan.


MENIKAH itu bukan semata-mata tentang CINTA dan RASA, tapi tentang KEIMANAN dan KESETIAAN pada ajaran dan anjuran Tuhan.

MENIKAH itu = menyusun PUZLE Kehidupan, Sering Butuh Pihak Ketiga untuk "klop"-kan 'PUZZLE' dalam sebuah PERJODOHAN.

MENIKAH itu meng-KAYA-kan. Bila KEUANGAN jadi alasan menunda Nikah, maka tak ada alasan untuk dia jadi KAYA.

MENIKAH itu MUDAH karena Allah itu Maha Memudahkan ... Kecuali kita sendiri yang MEMPERSULIT dengan Alasan BERBELIT-BELIT kayak si PELIT.

SUBHANA ALLAH ...

Semoga ALLAH Perkenankan yang belum punya jodoh, segera mendapat jodoh dan menikah ....

••ﺍﻣﻴﻦ ﻳﺎﺍﻟﻠﻪ ﻳﺎﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ••

#just share

_____
(surat elektronik | anonim)

Jumat, 15 Mei 2015

Mencapai Kesuksesan

Kenapa banyak orang yang sukses di sekolah, tetapi tidak sukses dalam karier atau kehidupan bermasyarakat?

Karena mereka terlalu idealis, tidak bisa atau tidak mau menyesuaikan diri dengan kenyataan, tidak bisa bersifat realistis.

Keahlian bisa dicapai oleh siapa saja yang mau melakukan latihan secara terus-menerus dan tidak cepat menyerah.

Bakat hanyalah salah satu modal, tetapi latihanlah yang menyempurnakannya.

Ingat!

Tanpa latihan, mereka yang berbakat pun tidak akan bisa berprestasi. Latihan yang dimaksud tidak hanya latihan fisik, tetapi juga cara berpikir.

Orang yang selalu berpikir positif dan berkeinginan untuk sukses cenderung memiliki peluang sukses lebih besar daripada yang selalu berpikir negatif dan tidak pernah berpikir tentang kesuksesan.

Untuk mencapai kesuksesan orang harus berani mengorbankan segala kesenangan, teguh dalam tekad, memegang teguh janji dan perkataan, berfokus pada tujuan, dan tidak mudah tergoda.

Pepatah Tiongkok mengatakan, "Selama kita memiliki keteguhan, keuletan, dan keyakinan diri, batang besi pun dapat diasah menjadi jarum."

"Salam Sukses" O:)

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 05 Mei 2015

Bisakah Hidup Tak Berdosa Dalam 1 Jam Saja?


"RENUNGAN SIANG" menjelang zuhur, HANYA 1 JAM SAJA …

Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya, “Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?”

Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata, “Tidak, nak.”

Anak kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi, “Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?”

Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putranya.

“Oh ayah bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan?”

Ayahnya tertawa, “Mungkin tidak bisa juga nak.”

“OK ayah, ini yang terakhir kali, apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja?”

Akhirnya ayahnya mengangguk, “Kemungkinan besar bisa nak dan jika kita memang bersungguh-sungguh, insya Allah akan ada kemampuan kepada kita untuk melakukannya.”

Anak ini tersenyum lega.

“Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, ayah.  Lebih mudah menjalaninya dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar ….”

Pernyataan ini mengandung kebenaran sejati.

Marilah kita hidup dari waktu ke waktu, dengan memperhatikan cara kita menjalani hidup ini.

Dari latihan yang paling kecil dan sederhana sekali pun, akan menjadikan kita terbiasa, dan apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat, dan sifat akan berubah jadi karakter, dan karakter akan menjadi destiny ….

Hiduplah 1 jam TANPA …
tanpa kemarahan,
tanpa hati yang jahat,
tanpa pikiran negatif,
tanpa menjelekkan orang,
tanpa keserakahan,
tanpa pemborosan,
tanpa kesombongan,
tanpa kebohongan,
tanpa kepalsuan …
Lalu ulangi lagi untuk
1 jam berikutnya …
1 jam berikutnya lagi …
1 jam berikutnya lagi … dan terus-menerus.

Hiduplah 1 jam DENGAN ....
dengan kasih,
dengan sukacita,
dengan kesabaran,
dengan kelemahlembutan,
dengan kemurahan hati,
dengan kerendahan hati,
dengan penguasaan diri,
dengan ketekunan,
dengan tawakal,
dan ulangilah untuk
1 jam berikutnya,
1 jam berikutnya lagi.

Subhanallah ...

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 28 April 2015

Bermain Matematika Dengan Huruf


Jika: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Sama Dengan: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Maka,

H+A+R+D+W+O+R+K = 8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%
K+N+O+W+L+E+D+G+E = 11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%
L+O+V+E = 12+15+22+5 = 54%
L+U+C+K = 12+21+3+11 = 47%

Tidak ada yang membuatnya jadi 100%.

Lalu apa yang membuatnya 100%?

Apakah MONEY? NO! 
M+O+N+E+Y= 13+15+14+5+25 = 72%

Leadership? NO!
L+E+A+D+E+R+S+H+I+P = 12+5+1+4+5+18+19+8+9+16 = 97%

Setiap masalah ada solusinya, hanya jikalau kita mungkin menggantinya dengan "ATTITUDE".

A+T+T+I+T+U+D+E = 1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%

Maka ATTITUDE kita akan Kehidupan dan Pekerjaan yang akan membuat hidup kita menjadi 100% sukses ...

Attitude adalah sikap, tingkah laku atau perilaku seseorang dalam berinteraksi atau pun berkomunikasi dengan sesama manusia. Attitude itu sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Seseorang yang bersikap sopan santun, belum tentu memiliki attitude yang bagus. Sebaliknya, seseorang yang memiliki atttitude tinggi, belum tentu juga memiliki sikap sopan santun.

Jadi diperlukan sikap keseimbangan antara "attitude" dan "sopan santun" agar kita bisa menjadi orang yang bermoral baik.

Attitude bekerja dengan hati nurani. Apabila attitude diterapkan pada kehidupan sehari-hari, kita mendapatkan tanggung jawab yang besar akan hasil dan menimbulkan pengaruhnya kepada masyarakat.

Sama halnya dengan IQ dan EQ. Keduanya mesti seimbang, apabila salah satu lebih besar akan berakibat buruk.

Matematika luar biasa ... Selamat pagi ~o) :)

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 21 April 2015

Wanita Ciptaan Tuhan

Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya, “Mengapa Engkau begitu lama menciptakan wanita, Tuhan?”

Tuhan menjawab,
“Sudahkah engkau melihat setiap detail yang Aku ciptakan untuk wanita? Lihatlah dua tangannya, mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan.“

Malaikat menjawab dengan takjub,
“Hanya dengan dua tangan ya Tuhan? Tidak mungkin!"

Tuhan menjawab,
“Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari?“

Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya kembali,
“Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lemah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?”

Tuhan menjawab,
“Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata.”

“Untuk apa air mata itu Tuhan?“ tanya malaikat.

Tuhan melanjutkan,
“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan.

Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.

Dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia gembira saat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran.

Dia akan begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dan dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka. Yaa cintanya tanpa syarat.

Dan hanya ada satu yang kurang dari wanita"

“Apa itu ya Tuhan, bukankah Engkau sudah menciptakannya dengan begitu sempurna?“ tanya malaikat.

Tuhan menjawab,
“Dia sering lupa betapa berharganya dia ...."

Selamat HARI KARTINI

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 14 April 2015

Belajar dari Supir Li Ka Shing

Taipan Hongkong, Li Ka Shing (85 tahun) orang terkaya ke-20 di dunia menurut Forbes (USD 31 milyar); memensiunkan supirnya setelah 30 tahun bekerja. Li Ka Shing menilai selama bekerja dedikasi supir tersebut cukup tinggi sehingga Li memberi cek HKD 2 juta sebagai uang pensiun.

Supirnya mengatakan: Tidak perlu, kalau 10-20 juta dolar, saya masih ada.

Li kaget: Bagaimana mungkin dengan gaji 5-6 ribu dolar/bulan Anda bisa memiliki simpanan begitu banyak?

Supir: Anda duduk di belakang menelepon bicara properti mana bagus, saya ikut beli sedikit; saham mana bagus, saya juga invest sedikit, sampai sekarang saya sudah ada harta sebesar 10-20 juta!

Moral story: Yang terpenting, Anda bukan bekerja sebagai apa, tetapi bersama siapa Anda bekerja.

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 07 April 2015

Lalat Menumpang Unta


Seekor unta telah melewati sebuah gurun pasir dengan susah payah. Dengan menempel di atas punggung unta itu, seekor lalat tanpa mengeluarkan sedikit tenaga pun juga ikut ke sana.

Si lalat berkata dengan maksud mengejeknya, "Pak unta, terima kasih kamu telah membawa aku kemari dengan susah payah. Sampai ketemu lagi!"

Setelah melihat lalat itu sejenak, sang unta berkata, "Saat kamu nempel di badanku, aku sama sekali tak tahu. Maka kamu pergi dari sini juga tak perlu memberitahu diriku, di mataku kamu sama sekali tak berbobot, kamu kira dirimu itu siapa?"

Berat atau ringannya seseorang, berharga atau hinanya seseorang, sama sekali bukan dirinya yang bisa menentukan patokannya. Selalu tenang dan rendah hati barulah merupakan bobot yang paling berat!

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 24 Maret 2015

Berkenaan Dengan Psikologi

Librocubicularist adalah sebutan untuk seseorang yang suka membaca di tempat tidur.

Claustrophobia adalah takut berada di ruang yang sempit, cenderung akan mulai gugup, berkeringat, kehabisan nafas.

Tidak pernah ada kata terlambat untuk berubah, dan selalu ada cara untuk berubah lebih baik.

Saat orang tidak meminta maaf dan merasa tidak bersalah, tetap maafkanlah dia, tapi sadari bahwa tidak semua orang dapat dipercaya.

Keburukan yang dibalas dengan kebaikan, akan membuat mereka yang membencimu menyadari bahwa apa yang mereka pikirkan ternyata salah.

Cara berpikir kita tidak akan selalu sama dengan orang lain, wajar saja ada perbedaan, dan yang dewasa tahu cara bersikap dengan baik.

Neuron manusia bisa menempuh perjalanan dari atau menuju otak secepat 274 km/jam.

Otak kita akan lebih mengingat bacaan yang berilustrasi dari bacaan yang penuh dengan tulisan.

Terlalu sering makan berlebihan akan menurunkan daya ingat dan kinerja otak.

Menangis terbukti dapat menyalurkan emosi negatif, dan melepaskan diri dari beban mental.

80% dari perempuan di dunia bertanya pertanyaan yang jawabannya mereka telah ketahui.

Sopan adalah sifat pria yang menduduki peringkat pertama dari hasil survei kenapa pria disukai wanita.

Sekitar seperempat dari pria menyukai dan menjalin hubungan dengan sahabat dari mantan mereka.

Penyebab selingkuh yang paling umum adalah kejenuhan dalam menjalani sebuah hubungan.

Pria lebih menderita dari wanita ketika putus cinta. [Penelitian di Wake Forest University]

Kita bisa bahagia karena cinta dan juga bisa terluka karenanya, itulah proses dalam mencintai.

Egois itu ketegasan untuk kepentingan diri sendiri, prinsip itu konsisten pada kebenaran yang dipegang.

Tanggung jawab besar selalu dibebankan kepada orang yang akan menjadi pribadi yang besar nantinya.

Pembohong melihat ke arah bawah sewaktu berbohong, seolah mereka sedang berpikir apa yang harus diucapkan berikutnya.

Ketika sedang berada di lingkungan baru, kita akan cenderung berubah menjadi orang yang berbeda.

Mencari jati diri, bukan berarti kita harus menjadi orang lain, jadilah diri Anda sendiri, dengan kebaikan yang terus diperbaharui

Kebiasaan buruk adalah masa depan buruk yang menunggu terjadi, jika dibiarkan terus-menerus.

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 17 Maret 2015

Cinta dan Cemburu

“Cinta melihat melalui teleskop, sedang “cemburu”, melihat melalui mikroskop.”

“Tak mungkin aku berhenti mencintaimu, aku hanya bisa belajar hidup tanpamu.”

“Jika aku bisa jadi bagian dari dirimu, aku mau jadi air matamu yang tersimpan di hatimu, lahir dari matamu, hidup di pipimu, dan mati di bibirmu.”

“Aku ingin bersamamu cuma pada dua waktu, SEKARANG dan SELAMANYA.”

“Andai sebuah bintang akan jatuh setiap kali aku mengingatmu, bulan pasti protes. Soalnya dia bakal sendirian di angkasa.”

'Mat siang semuanya ... 'Mat makan siang.

_____
(surat elektronik | anonim)

Rabu, 11 Maret 2015

Ibu-Ibu Selalu Cerewet

Pernahkah kita mengomel waktu dia cerewet?
Jawab: pernah.

Pernahkah kita cuekin dia?
Jawab: pernah.

Pernahkah kita berpikir apa yang dia pikirkan?
Jawab: tidak.

Sebenarnya apa yang dia pikirkan?
Jawab: takut.

Yaitu:

Takut tak bisa lihat kita senyum, menangis, ketawa, dan takut tak bisa mengajari kita lagi karena waktu yang singkat.

Saat "IBU" menutup mata, tak ada lagi yang cerewet.
Saat kita menangis memanggil-manggil dia.
Apa yang dia balas?

Dia hanya berbaring dan cuma diam.

Tapi bayangannya tetap di samping kita dan berkata:
"Nak kau jangan menangis ibu masih di sini, di hati kecilmu, ibu sayang kamu" ...  :)

_____
(surat elektronik | anonim)

Sabtu, 07 Maret 2015

Hargai Perhatian dan Kasih Sayang Orang

Hargailah usaha seseorang yang memberimu perhatian dan kasih sayang, karena kita tidak pernah tahu, kapan mereka pergi dan terus menghilang sebelum kita mengucapkan terima kasih.

_____
(surat elektronik | anonim)

Rabu, 25 Februari 2015

Ibu Pinjam Uang Anaknya


Ada seorang ibu ingin meminjam uang kepada anaknya yang telah mapan.

Dengan suara rendah disertai rasa malu ibu berkata, "Nak, bolehkah ibu meminjam uang 100 ribu? Ibu ada perlu buat beli beras."

Anaknya tidak langsung menjawab, dengan raut muka datar ia berkata, "Iya Ma, nanti aku tanya istriku dahulu," seakan berat untuk mengiyakan, karena belum tentu istrinya mengiyakan ....

Ketika Sang Anak masuk ke dalam rumah ia melihat dus susu anaknya masih ada banderol harga Rp50.000,00 kemudian dia merenung.

Jika 1 dus habis 1 hari x 30 hari x 2 tahun = 36 juta. Dia berpikir, waktu balita dia hanya diberikan ASI oleh ibunya, harganya tak terhingga, super steril, diberikan dengan penuh kasih sayang, jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar?

Kemudian ia berbalik dan menatap wajah ibunya yang teduh walau telah dimakan usia.

Ibu, dirimu telah memberikan semua kasih sayang, harta dan semuanya kepadaku tanpa pamrih, dan semua itu kuterima dengan GRATIS. Maafkan anakmu yang durhaka ini yang tidak tahu balas budi.

Segera ia memeluk ibunya dan mengecup keningnya dan memberi uang 3 juta rupiah, sambil menangis ia berkata, "Ibu, jangan berkata pinjam lagi yaa, hartaku adalah juga milikmu, doakan anakmu ini agar selalu berbakti padamu."

Sambil berkaca-kaca ada air bening di pelupuk mata ibunya berkata, "Nak, di setiap keadaan ibu selalu berdoa agar kita semua selalu dikumpulkan di dunia dan di SURGA nanti dalam kebahagian.”

Semoga Bermanfaat.

(Jangan biarkan bacaan bermakna ini mengendap di BBM-mu, jadikan ladang pahala dengan memberikan ke orang lain. Dan bagi PARA ISTRI ingatlah bahwa rezeki dari suamimu adalah juga HAK mertuamu. Jika kalian sayang IBU kirim ke semua kontak yang ada di BBM, harap diteruskan agar semua orang tau betapa berharganya seorang ibu)

({})

_____
(surat elektronik | anonim)

Rabu, 18 Februari 2015

Kisah Seorang Mama Berbohong Demi Kebahagian Anaknya


Seorang Mama dalam hidupnya membuat kebohongan.
  1. Saat makan, jika makanan kurang, ia akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata, "Cepatlah makan, mama tidak lapar."
  2. Waktu makan, ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, "Mama tidak suka daging, makanlah, nak."
  3. Tengah malam saat dia sedang menjaga anaknya yang sakit, ia berkata, "Istirahatlah nak, mama masih belum ngantuk."
  4. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk mama. Ia berkata, "Simpanlah untuk keperluanmu nak, mama masih punya uang."
  5. Saat anak sudah sukses, menjemput ibunya untuk tinggal di rumah besar, ia lantas berkata, "Rumah tua kita sangat nyaman, mama terbiasa tinggal di sana."
  6. Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anaknya akan menangis, tetap ia masih bisa tersenyum sambil berkata, "Jangan menangis, mama tidak apa apa." Ini adalah kebohongan terakhir yang dibuat mama.

Tidak peduli seberapa kaya kita, seberapa dewasanya kita, mama selalu menganggap kita anak kecilnya, mengkhawatirkan diri kita tapi tidak pernah membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya.

Semoga semua anak di dunia ini bisa menghargai setiap kebohongan seorang mama ..., karena Beliaulah malaikat nyata yang dikirim TUHAN untuk menjaga kita (Love U Mom)

Aku kirim cuma ingin Mamaku tahu aku cinta sama dia.

Berbahagialah orang-orang yang memiliki Mama, dan bahagiakanlah Mamamu selagi sempat ({})

_____
(surat elektronik | anonim)

Rabu, 11 Februari 2015

15 Hal yang Perlu Kita Ketahui


  1. MANUSIA yang paling berbahaya adalah “TUKANG GOSSIP”.
  2. SENJATA yang paling berbahaya adalah ”LIDAH”.
  3. KEBIASAAN yang paling merusak adalah ”KHAWATIR”.
  4. PERASAAN yang paling tidak berguna adalah ”Tidak Percaya Diri”.
  5. KEGAGALAN yang paling melumpuhkan adalah ”ALASAN” yang di-”BUAT-BUAT”.
  6. KONDISI yang terburuk adalah Jika KITA tidak mempunyai ”HARAPAN”.
  7. PAKAIAN yang paling indah di dunia adalah ”SENYUMAN”.
  8. SUKA CITA yang terbesar adalah ”BERAMAL”.
  9. PEKERJAAN yang paling memuaskan adalah ”BERBUAT KEBAJIKAN”.
  10. KOMPUTER yang paling hebat adalah ”PIKIRAN MANUSIA”.
  11. ENERGI yang terbesar adalah dorongan ”SEMANGAT HIDUP”.
  12. OBAT TIDUR yang paling mujarab adalah ”PIKIRAN” yang ”DAMAI”.
  13. DUA KATA yang penuh kekuatan adalah "SAYA BISA".
  14. Aset yang terbesar adalah "KEMULIAAN HATI".
  15. Alat Komunikasi yang paling Hebat adalah "PIKIRAN BERSIH".

_____
(surat elektronik | anonim) 

Rabu, 04 Februari 2015

Hiu Kecil dan Salmon


Untuk masakan Jepang, kita tahu bahwa ikan Salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan.

Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan Salmon yang sudah diawetkan dengan es, itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan Salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut tetap hidup.

Meski demikian pada kenyataannya banyak Salmon yang mati di kolam buatan tersebut.

Bagaimana cara mereka menyiasatinya?

Para nelayan itu memasukkan seekor Hiu Kecil ke dalam kolam tersebut.

Dan Ajaib! Hiu kecil tersebut "memaksa" salmon-salmon itu untuk terus bergerak agar jangan sampai dimangsa. Akibatnya jumlah salmon yang mati justru menjadi semakin sedikit!

"Diam" membuat kita mati! "Bergerak" membuat kita hidup!

Apa yang membuat kita diam?

Saat tidak ada masalah dalam hidup dan saat kita berada dalam zona nyaman. Situasi seperti itu kerap membuat kita terlena, begitu terlenanya sehingga kita tidak sadar bahwa kita telah mati! Ironis bukan?

Apa yang membuat kita bergerak ?

Masalah ..., Tekanan Hidup ..., Tekanan Kerja, Penyakit. Saat masalah datang, secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha mengatasi semua itu. Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif dan potensi diri kita pun menjadi berkembang luar biasa.

Ingatlah bahwa kita akan bisa belajar banyak dalam hidup ini bukan pada saat nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi tekanan dan badai dalam hidup.

Itu sebabnya syukurilah "Hiu-Kecil" yang terus memaksa kita untuk bergerak dan tetap survive!

Masalah hidup adalah baik, karena itulah yang membuat kita terus bergerak. Mungkin Hiu Kecil itu bisa berbentuk siapa dan apa saja dalam hidup kita.

Jangan jatuh walaupun kita dijatuhkan oleh orang lain. Justru efeknya bisa membuat kita bangkit menjadi luar biasa.

_____
(surat elektronik | anonim)

Sabtu, 31 Januari 2015

Nasihat Perkawinan


1. KETIKA AKAN MENIKAH.
Janganlah mencari istri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita.
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita

2. KETIKA MELAMAR.
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis

3. KETIKA AKAD NIKAH.
Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN.
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoakan Anda, karena Anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan doa mereka.

5. SEJAK MALAM PERTAMA.
Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA.
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG.
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.
Cintailah istri atau suami anda 100%

9. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK.
Jangan bagi cinta anda kepada (suami) istri dan anak Anda, tetapi cintailah istri atau suami Anda 100% dan cintai anak-anak Anda masing-masing 100%.

10. KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK.
Yakinlah bahwa pintu rezeki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan istri

11. KETIKA EKONOMI MEMBAIK.
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita

12. KETIKA MENDIDIK ANAK.
Jadilah teladan yang baik bagi anak-anak dalam kehidupan rumah tangga

13. KETIKA ANDA ADALAH SUAMI.
Boleh bermanja-manja kepada istri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila istri membutuhkan pertolongan Anda

14. KETIKA ANDA ADALAH ISTRI.
Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan. Orangtua yang baik adalah orangtua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orangtua yang baik adalah orangtua yang jujur kepada anak

15. KETIKA ANAK BERMASALAH.
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anak pun yang tidak mau bekerja sama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orangtuanya.

16. KETIKA ADA PIL. (pria idaman lain)
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

17. KETIKA ADA WIL. (wanita idaman lain)
Jangan dituruti, cukuplah istri sebagai pelabuhan hati.

19. KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS.
Gunakanlah formula 7K: Ketakwaan, Kasih sayang, Kesetiaan, Komunikasi, Keterbukaan, Kejujuran, dan Kesabaran.

_____
(surat elektronik | anonim)

Rabu, 28 Januari 2015

Keberhasilan

Ikhlas menerima kesalahan, dan belajar dari setiap kesalahan, karena itu yang akan menjadikanmu kuat dalam menjalani kehidupan.

Lakukan apa pun dengan tepat, bukan hanya cepat.

Keberhasilan tak bisa dihalangi jika yang kamu lakukan telah tepat.

Widya Nirmala ;-) 
31 Mei 2014

Jumat, 16 Januari 2015

Mengapa Orang Asia Kurang Kreatif Dibanding Barat?


Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland, dalam bukunya "Why Asians Are Less Creative Than Westerners" (2001) yang dianggap kontroversial tapi ternyata menjadi "best seller", (www.idearesort.com/trainers/T01.p) mengemukakan beberapa hal tentang bangsa-bangsa Asia yang telah membuka mata dan pikiran banyak orang.

1. Bagi kebanyakan orang Asia, dalam budaya mereka, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain). Passion (rasa cinta terhadap sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreatifitas kalah populer oleh profesi dokter, lawyer, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang untuk memiliki kekayaan banyak.

2. Bagi orang Asia, banyaknya kekayaan yang dimiliki lebih dihargai daripada CARA memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai ceritera, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila perilaku koruptif pun ditolerir/diterima sebagai sesuatu yang wajar.

3. Bagi orang Asia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis "kunci jawaban" bukan pada pengertian. Ujian Nasional, tes masuk PT dan lain-lain semua berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa diharuskan hafal rumus-rumus ilmu pasti dan ilmu hitung lainnya bukan diarahkan untuk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus-rumus tersebut.

4. Karena berbasis hafalan, murid-murid di sekolah di Asia dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi "Jack of all trades, but master of none" (tahu sedikit-sedikit tentang banyak hal tapi tidak menguasai apa pun).

5. Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Asia bisa jadi juara dalam Olympiade Fisika, dan Matematika. Tapi hampir tidak pernah ada orang Asia yang menang Nobel atau hadiah internasional lainnya yang berbasis inovasi dan kreativitas.

6. Orang Asia takut salah (KIASI) dan takut kalah (KIASU). Akibat-nya sifat eksploratif sebagai upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian untuk mengambil risiko kurang dihargai.

7. Bagi keanyakan bangsa Asia, bertanya artinya bodoh, makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah.

8. Karena takut salah dan takut dianggap bodoh, di sekolah atau dalam seminar atau workshop, peserta jarang mau bertanya tetapi setelah sesi berakhir peserta mengerumuni guru/narasumber untuk minta penjelasan tambahan.

Dalam bukunya Prof. Ng Aik Kwang menawarkan beberapa solusi sebagai berikut.

1. Hargai proses. Hargailah orang karena pengabdiannya bukan karena kekayaannya. Percuma bangga naik haji atau membangun masjid atau pesantren tapi duitnya dari hasil korupsi.

2. Hentikan pendidikan berbasis kunci jawaban. Biarkan murid memahami bidang yang paling disukainya.

3. Jangan jejali murid dengan banyak hafalan, apalagi matematika. Untuk apa diciptakan kalkulator kalau jawaban untuk X x Y harus dihapalkan? Biarkan murid memilih sedikit mata pelajaran tapi benar-benar dikuasainya.

4. Biarkan anak memilih profesi berdasarkan PASSION (rasa cinta) nya pada bidang itu, bukan memaksanya mengambil jurusan atau profesi tertentu yang lebih cepat menghasilkan uang.

5. Dasar kreativitas adalah rasa penasaran berani ambil risiko. AYO BERTANYA!

6. Guru adalah fasilitator, bukan dewa yang harus tahu segalanya. Mari akui kalau KITA TIDAK TAHU!

7. Passion manusia adalah anugerah Tuhan ... sebagai orang tua kita bertanggung-jawab untuk mengarahkan anak kita untuk menemukan passion-nya dan men-support-nya.

Mudah-mudahan dengan begitu, kita bisa memiliki anak-anak dan cucu yang kreatif, inovatif tapi juga memiliki integritas dan idealisme tinggi tanpa korupsi ... semoga ...

_____
(surat elektronik | anonim)