Minggu, 29 Desember 2013

Menanam Rasa Bahagia


Ada seorang sahabat bernama Hasan. Orangnya bersahaja. Ia punya "kebiasaan" yang menurut saya sangat langka. Kalau beli sesuatu dari "pedagang kecil", ia tidak mau menawar, bahkan seringkali Jika ada uang kembalian, selalu diberikan pada pedagangnya.

Pernah suatu saat kami naik mobilnya, mampir di SPBU. 

Hasan berkata kepada Petugas SPBU, "Tolong diisi 95 ribu rupiah saja ya."

Sang Petugas merasa heran. Ia pun balik bertanya, "Kenapa tidak sekalian 100 ribu rupiah pak?"

"Tidak apa-apa, isi saja 95 ribu rupiah," balas Hasan.

Selesai diisi bensin, Hasan memberikan uang 100 ribu rupiah. Sang petugas pun memberikan uang kembalian 5 ribu. Hasan berkata, "Tidak usah, ambil saja kembaliannya."

Sang petugas SPBU seperti tidak percaya. Ia pun berucap, "Terima kasih Pak. Seandainya semua orang seperti Bapak, tentu hidup kami tidak susah dengan gaji pas-pasan sebagai pegawai kecil."

Saya tertegun dengan perilaku Hasan dan juga petugas tersebut.

Di dalam perjalanan, saya bertanya pada sahabat saya tersebut, “Sering melakukan hal seperti itu?"

Hasan menjawab, "Temanku, kita tidak mungkin bisa mengikuti semua perintah Allah. Lakukanlah hal-hal kecil yang bisa kita lakukan di sekeliling kita, yang penting konsisten. Kita tidak akan jatuh miskin Jika setiap mengisi bensin kita bersedekah 5 ribu kepada mereka. Uang 5 ribu itu pun tidak akan membuat dia kaya tapi yang jelas membantu dan membuat hatinya bahagia."

Hiduplah tiap hari seperti matematika, mengalikan  sukacita, mengurangi kesedihan, menambahkan semangat, membagi kebahagiaan, dan menguadratkan kasih antarsesama...

Have a nice day  ({})

_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 22 Desember 2013

Percakapan Horace Porter dan Ulysses

‎​CERITA INSPIRATIF

Jenderal Horace Porter pernah menulis tentang percakapannya dengan Jenderal Ulysses Grant suatu malam saat mereka duduk dekat api unggun.

Ditulis oleh Porter:
Jenderal Ulysses, Anda luar biasa, walaupun Anda dididik dalam kekerasan militer, dan selalu mengalami permainan kasar dalam tugas garis depan. Anda tidak terpancing untuk mengumpat.
Saya tidak pernah melihat Anda mengucapkan kata-kata kasar sekali pun. "Anda punya alasan untuk hal ini?" tanya Poter

Grant menjawab:
Saya tidak mau membiasakan mengumpat sejak remaja, saya tidak pernah melakukannya, dan ketika saya dewasa, saya memandang mengumpat adalah sebagai suatu tindakan kebodohan.
Karena kata-kata kasar membangkitkan amarah diri kita sendiri dan menyulut kemarahan orang lain.
Saya tidak pernah melihat kehidupan yang berkualitas dari seorang pemarah, selain lemah dan rapuh dari segi spiritual.
Seorang pemarah, adalah seorang yang lelah, ia adalah seorang yang berperang dengan dirinya sendiri, sekali pun ia menang, tetapi ia hancur.

"Tidak ada yang lebih buruk dari pada seorang yang menjadi marah sampai ia tidak dapat menguasai diri"

  • "Pada saat kita marah, sebenarnya kita telah kalah"
  • "Pada saat kita membenci, sebenarnya kita telah membuat hati kita terkunci"
  • "Pada saat kita mendendam. Sebenarnya kita telah menjadi tawanan dari rasa dendam".

Solusi menuju ketenangan adalah:

"MENGAMPUNI"

Rasakan kedamaian dari tindakan MENGAMPUNI kepada siapa pun yang pernah bersalah kepada Anda .

Karena, kalau diri kita pernah tersakiti kan tidak harus membalas dengan  menyakiti. Mengampuni bekal untuk beraktivitas!

_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 15 Desember 2013

Mulailah dari Keluarga

Mengapa Australia yang dahulu nenek moyangnya berasal dari Tahanan Kriminal Inggris kini mampu masuk 10 negara terbaik untuk tempat tinggal manusia dan memiliki tingkat kriminalitas terendah di dunia...? (Melbourne terbaik)

Mengapa Indonesia yang dahulu nenek moyangnya berasal dari orang-orang yang Santun, Ramah, dan Berbudi Pekerti Luhur kini masuk dalam kelompok Negara Gagal Dunia, dengan tingkat KORUPSI nomor 3 di dunia dengan tingkat kriminalitas yang sangat tinggi dan moral yang sangat rendah...?

Ternyata semua itu bermuara pada "sistem pendidikan" pemerintahnya.

Para Pendidik dan Guru di Australia lebih khawatir jika anak-anak didik mereka tidak jujur, tidak mau mengantri dengan baik, tidak memiliki rasa empati dan hormat pada orang lain dan etika moral lainnya ketimbang mereka tidak bisa membaca, menulis, dan berhitung.

"Guru-guru di Australia lebih prihatin jika murid-murid mereka memiliki perilaku moral yang kurang baik dari pada memiliki prestasi nilai akademik yang kurang baik." 

Mengapa?

Karena menurut mereka untuk membuat anak mampu membaca menulis dan berhitung atau menaikkan nilai akademik, kita hanya perlu waktu 3 sampai 6 bulan saja untuk secara intensif mengajarkannya. Tapi untuk mendidik perilaku moral seorang anak, kita membutuhkan waktu lebih dari 15 tahun untuk mengajarkannya.

Mengajarkan baca tulis, berhitung bisa diajarkan kapan saja, bahkan jika seandainya mereka sudah dewasa dan tua sekali pun masih bisa dilakukan, sementara mengajarkan Etika Moral waktunya sangat terbatas, dimulai saat Balita dan berakhir saat mereka Kuliah. Selain itu  untuk mengubah perilaku moral orang dewasa yang terlanjur rusak dan buruk, hampir sebagian besar orang tidak mampu melakukannya.

Bagaimana dengan pemikiran Pemerintah, Pendidik/Guru, dan Orangtua di Indonesia...???

Keluarga Indonesia, saya yakin jika kita semua segera tersadarkan dan segera bertindak benar, Indonesia masih bisa mengubah kondisinya saat ini mulai dari KELUARGA kita sendiri tentunya.

Semoga!

_____
(surat elektronik | anonim)

Rabu, 11 Desember 2013

Kasih Ibu

Seorang ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.

Si ibu bertanya, "Itu burung apa yang berdiri di sana?"
"Bangau mama," anaknya menjawab dengan sopan.

Tak lama kemudian si mama bertanya lagi, "Itu yang warna putih burung apa?"
Sedikit kesal anaknya menjawab, "Ya bangau mama...!"

Kemudian ibunya kembali bertanya, "Lantas itu burung apa?"
Ibunya menunjuk burung bangau tadi yang sedang terbuang...
Dengan nada kesal si anak menjawab, "Ya bangau mama, kan sama saja! Memangnya mama tidak lihat dia terbang!"

Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan, "Dahulu 35 tahun yang lalu aku memangkumu dan menjawab pertanyaan yang sama untukmu sebanyak 10 kali, sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentakku 2 kali..."

Si anak terdiam dan memeluk mamanya.

Pernahkah kita memikirkan apa yang telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita?

Sayangilah mama/ibu-mu dengan sungguh-sungguh karena Sorga berada di telapak kaki ibu. Mohon ampunan jika kamu pernah menyakiti hati ibumu. Dan teruskan kepada orang-orang yang perlu membaca renungan ini.

* Pernah kita ngomelin dia? 'Pernah!'
* Pernah kita cuekin dia? 'Pernah!'
* Pernah kita pikir apa yang dia pikirkan? 'Enggak!'
* Sebenarnya apa yang dia pikirkan? 'Takut'

- Takut tak bisa liat kita senyum, menangis, atau ketawa lagi.
- Takut tak bisa mengajar kita lagi.

Semua itu karena waktu dia singkat.

Saat mama/papa menutup mata, tak akan lagi ada yang cerewet.
Saat kita nangis memanggil-manggil dia, apa yang dia balas?

'Dia cuma diam'

Tapi bayangannya dia tetap di samping kita dan berkata, "Anakku jangan menangis, mama/papa masih di sini. Mama/papa masih sayang kamu."

Kirim ke teman-temanmu kalau kamu sayang dan menghargai orang tua kamu.
Sayangilah mereka sebelum waktunya habis... ({})

I LOVE you mom and dad.
_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 01 Desember 2013

Renungan Indah


Seringkali aku berkata:
Ketika semua orang memuji milik-ku
bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan,
bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya,
bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya,
bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya,
bahwa putraku hanyalah titipan-Nya.

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita.

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan  hawa nafsuku,
Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua "derita" adalah hukum bagiku.

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku.

Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"
......

(Puisi terakhir Rendra yang dituliskannya di atas tempat tidur Rumah Sakit)

_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 24 November 2013

Lelaki yang Kehabisan Odol di Penjara

(True story)

Istrinya telat berkunjung, anaknya sudah melupakannya, sahabatnya mengabaikannya...semua menjadi hal-hal yang sangat menjengkelkan.

Lelaki itu merasa sendirian, bahkan lebih dari itu, dia merasa tidak berharga!

Berdoa untuk sebuah kesembuhan, atau minta dibukakan jalan keluar dari masalah pun adalah sesuatu yang wajar. Tetapi minta odol kepada Sang Pencipta alam semesta, tentunya harus dipikirkan berulang kali. Sesuatu yang sepele dan mungkin tidak pada tempatnya.

Tapi dengan  tekad bulat dan hati yang dikuatkan dari rasa malu, lelaki itu mengucapkan doa yang ia sendiri anggap itu gila.

Ia berbisik, “TUHAN, Kau mengetahui, aku sangat membutuhkan benda itu.”

Tengah malam, ia terjaga oleh seorang lelaki gemuk dengan  buntalan tas, dipaksa petugas masuk ke kamarnya.

Pagi harinya, lelaki penghuni penjara itu terbangun dan menemukan dirinya berada sendirian dalam sel penjara.

Loh mana Si Gemuk, pikirnya.
Apa tadi malam aku bermimpi?

“Dia bilang itu buat kamu!” kata petugas sambil menunjuk ke buntalan tas di pojok ruangan. Dia sudah kami bebaskan, dini hari tadi…biasa salah tangkap!” kata petugas itu, “dan tas dengan  segala isinya itu buat kamu.”

Lelaki itu menghampiri tas dan membukanya.

Tiba-tiba saja lututnya terasa lemas. Tak sanggup ia berdiri.

“Ya...TUHAAANNN!!!!” ia tersungkur, gemetar, dan wajah basah oleh air mata.

Di sampingnya tergeletak tas yang isinya lima kotak odol, sebuah sikat gigi baru, dua buah sabun mandi, tiga botol sampo, dan beberapa helai pakaian sehari-hari.

Kisah tersebut adalah kisah nyata.

Suatu ketika, saat kita merasa jalan di hadapan kita seolah terputus. Sementara harapan diganti deru ketakutan, kebimbangan, dan putus asa. Ada baiknya kita mengingat sungguh-sungguh, bahkan odol pun akan dikirimkan oleh-Nya bagi siapa pun yang membutuhkannya.

“Seandainya saja engkau mengetahui betapa dirimu dicintai-NYA, hatimu akan bersuka setiap saat”

Berdoalah untuk apa pun.

_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 17 November 2013

Maaf

Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak (TK) mengadakan sebuah ”permainan”.

Ibu Guru menyuruh tiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang. Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa...tergantung jumlah orang-orang yang dibenci.

Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3, bahkan ada yang 5. Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang diberi nama sesuai nama orang yang dibenci. Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut ke mana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekali pun, selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat, baunya juga tidak sedap. Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

Ibu Guru, “Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu?”

Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut ke mana pun mereka pergi.

Guru pun menjelaskan apa arti dari “permainan” yang mereka lakukan.

Ibu Guru, “Seperti itulah  yang selalu kita bawa-bawa apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain. Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk ke mana pun kita pergi. Itu hanya 1 minggu. Bagaimana jika kita membawanya  seumur hidup? Alangkah tidak nyamannya...”

_____
(surat elektronik | anonim)

Jumat, 01 November 2013

Teladan Perkawinan

Ayah dan ibu sudah menikah 30 tahun dan Michael tidak pernah melihat mereka bertengkar. Bagi Michael, perkawinan ayah dan ibu menjadi teladan baginya.

Setelah menikah, dia dan istrinya sering bertengkar karena hal-hal kecil. Ketika pulang ke rumah ayahnya, Michael menuturkan keluhannya pada ayahnya. Ayahnya mendengarkan kemudian masuk, keluar dengan mengusung buku-buku dan ditumpuknya di depan Michael. Sebagian buku sudah kuning, kelihatannya sudah disimpan lama. dengan penuh rasa ingin tahu Michael mengambil satu buku itu. Tulisannya benar tulisan ayahnya, agak miring dan aneh, ada yang jelas, ada yang semrawut, bahkan ada yang tulisannya sampai menembusi beberapa halaman. Michael membaca halaman-halaman buku itu.

Semuanya merupakan catatan hal-hal sepele, “Suhu udara berubah jadi dingin, ia mulai merajut baju wol untukku. Anak-anak berisik, untung ada dia.” Semua itu catatan kebaikan dan cinta ibu kepada ayah, cinta ibu kepada anak-anak dan keluarga.

Matanya berlinang air mata. Michael mengangkat kepala, dengan haru dia berkata pada ayahnya, “Ayah, saya sangat kagum pada ayah dan ibu.”
Ayahnya berkata, “Tidak perlu kagum, kamu juga bisa.”

Ayah berkata lagi, “Menjadi suami istri selama puluhan tahun, tidak mungkin menghindari pertengkaran. Ibumu kalau kesal, suka cari gara-gara, melampiaskan kemarahannya dan mengomel. dalam buku aku tuliskan yang telah ibumu lakukan demi rumah tangga ini. Seringkali hatiku penuh amarah waktu menulis, kertasnya sampai sobek, tembus oleh pen. Tapi aku terus menulis semua kebaikannya. Aku renungkan, akhirnya emosi itu lenyap, yang tinggal semuanya kebaikan ibumu.”

Michael mendengarkan, lalu bertanya, “Ayah, apakah ibu pernah melihat catatan ini?”

Ayah tertawa dan berkata, “Ibumu juga memiliki buku. Bukunya berisi kebaikan diriku. Sering kami saling bertukar buku dan saling menertawakan. Ha...ha...ha...”

Tiba-tiba Michael sadar akan rahasia pernikahan, “Mencintai itu sangat sederhana, ingat dan catat kebaikan pasangan. Lupakan segala kesalahannya.”

_____
(surat elektronik | anonim)

Rabu, 02 Oktober 2013

Untuk Hidup Lebih Baik

Suatu hari seorang anak gadis berkata pada ibunya:
"Ibu, ibu selalu terlihat cantik. Aku ingin seperti ibu, beritahu aku  caranya."

Dengan tatapan lembut dan senyum haru, sang Ibu menjawab:

Anakku,
"untuk bibir yang menarik, ucapkanlah perkataan yang baik"
"untuk pipi yang lesung, tebarkanlah senyum ikhlas kepada siapa pun"
"untuk mata yang indah menawan,lihatlah selalu kebaikan orang lain"
"untuk tubuh yang langsing, sisihkanlah makanan untuk fakir miskin"
"untuk jemari tangan yang lentik menawan, hitunglah kebajikan yang telah diperbuatkan orang kepadamu"
"untuk wajah putih bercahaya, bersihkanlah kotoran batin"

Anakku...
Janganlah sombong akan kecantikan fisik karena itu akan pudar oleh waktu.
Tapi Kecantikan Perilaku tidak akan pudar walau oleh kematian...

Jika kita benar, maka kita tidak perlu marah.
Jika kita salah, maka kita wajib minta maaf.

Janganlah terlalu mengingat masa lalu, karena hal itu akan membawa AIR MATA.
Jangan juga terlalu memikirkan masa depan, karena hal itu akan membawa KETAKUTAN.
Jalankan yang saat ini dengan  senyuman dan rasa syukur karena hal itu akan membawa keceriaan dan sukacita di hati.

Setiap ujian dalam hidup ini bisa membuat kita PEDIH atau lebih BAIK.
Setiap masalah yang timbul bisa MENGUATKAN atau MENGHANCURKAN hati kita.
Pilihan ada di tangan kita apakah kita akan memilih menjadi pecundang atau pemenang.

Carilah hati yang indah bukan wajah yang cantik atau yang ganteng.
Hal-hal yang indah tidak selalu baik, tapi hal-hal yang baik akan selalu indah...

Ingat...!
Kesempatan tidak selalu membuat hidup kita lebih baik, tapi perubahan diri kita yang mengubah segalanya.

_____
(surat elektronik | anonim) 

Rabu, 25 September 2013

Pertapa Muda dan Kepiting


Seorang pertapa muda sedang menolong seekor kepiting yang hampir tenggelam dalam sungai dengan  memberikan jarinya ke capit kepiting tersebut.

Kepiting pada akhirnya tertolong tetapi jari pertapa muda itu menjadi terluka.

Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian menegur si pertapa muda, “Anak muda, ketahuilah bahwa perbuatanmu menolong merupakan hal yang sangat baik. Tetapi, mengapa kamu membiarkan capit kepiting tersebut melukaimu hingga terluka seperti itu?”

“Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. Oleh karena itu saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa menolong nyawa makhluk lain, walaupun itu hanyalah seekor kepiting,” jawab si pertapa muda.

Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu memungut sebuah ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat kembali melawan arus sungai. Lantas si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya.

“Lihatlah anak muda. berlatih mengembangkan sikap welas asih merupakan hal yang sangat baik, tetapi harus pula disertai dengan  KEBIJAKSANAAN. Bila tujuan kita baik, yaitu menolong makhluk lain, sangatlah tidak BIJAKSANA dengan  cara mengorbankan diri sendiri. Ranting pun bisa kita manfaatkan.”

Seketika itu, si pertapa muda tersadar.

“Terima kasih, Paman. Hari ini saya telah mempelajari sesuatu, yaitu mengembangkan cinta kasih haruslah disertai dengan  KEBIJAKSANAAN. Di kemudian hari, saya akan selalu ingat apa yang telah paman ajarkan.”

Temanku yang budiman, mau memperhatikan dan menolong orang lain adalah perbuatan mulia, entah perhatian itu kita berikan kepada anak kita, orangtua, sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun.

Tetapi, kalau cara kita salah, sering kali perhatian atau bantuan yang kita berikan bukannya menyelesaikan masalah, namun justru menjadi bumerang.

Oleh karena itu dengan  adanya niat dan tindakan nyata untuk berbuat baik, hendaknya kita menggunakan cara TEPAT dan BIJAK.

_____
(surat elektronik | anonim)

Setiap Orang Punya Cerita

(Cia-cia yu pen nan nien tek cin)

Hidup selalu terbungkus oleh banyak lapisan. Kita hanya melihat lapisan luar dan tidak tahu isi dalam-nya...

Kita selalu tertipu oleh keindahan di luar dan tidak tahu realita yang di dalam.

Sesungguhnya semua keluarga punya masalah. Semua orang punya cerita duka dan suka, begitulah `HAKEKAT HIDUP.`

“Janganlah menggosip tentang masalah orang!” Sebenarnya siapa pun tidak mau mengalami masalah tapi manusia tak luput dari masalah.

“Jangan mengeluh karena masalah.” Hayatilah makna dibalik semua masalah maka semua masalah akan membuat hidup menjadi bermakna!‎

“Jangan bandingkan hidupmu dengan hidup orang lain! Karena banyak kehidupan orang lain yang lebih menderita dari kita.

Seperti sifat sebutir TELUR, kulitnya keras dan dalam-nya cair.
Namun, setelah telur itu direbus maka keadaannya menjadi terbalik.
Isi dalam-nya akan berubah keras, dan kulit luarnya justru malah menjadi empuk...

Kita terluka agar kita dewasa...
Kita gagal supaya kita bisa belajar...
Karena sering `PELAJARAN TERBAIK` dinyatakan melalui  `PENDERITAAN dan RASA SAKIT.`

Ingatlah selalu...
Jika ingin melihat indahnya `PELANGI`
maka anda harus kuat bertahan dengan derasnya `HUJAN dan BADAI......`

Selalu `SEMANGAT dan TERSENYUM`  apa pun suasana hatimu saat ini...

Be Positif (y) Be Happy =D

_____
(surat elektronik | anonim)

Rabu, 18 September 2013

Nilai Sebutir Nasi di Piring Anda

Andaikan tiap orang membuang 1 butir nasi di piring tiap kali makan, sehari 3 kali makan = 3 butir nasi terbuang dalam sehari per orang.  Penduduk Indonesia ± 250 juta x 3 butir = 750 juta butir nasi terbuang tiap hari di Indonesia.

Setelah dihitung ternyata dalam 1 kg berisi ± 50.000 butir beras maka = 750 juta : 50 ribu = 15.000 kg atau 15 ton beras terbuang TIAP HARI  di Indonesia...!!! What a waste...

Jika 1 kg beras cukup untuk makan 10 orang maka 15 ton beras bisa memberi makan 150.000 orang.

Jika ± 6,5 milyar penduduk dunia 50% nya makan nasi dan tiap orang membuang 1 butir nasi tiap kali makan maka = 195 ribu ton beras terbuang tiap hari, yang sebenarnya cukup untuk memberi makan 1,95 juta orang.

Ironisnya, menurut data FAO PBB di dunia ini ada 40 ribu orang meninggal dunia tiap harinya karena kelaparan!!!

Pertanyaannya...berapa butir nasi yang Anda buang atau terbuang tiap kali makan???

Anda dapat membantu mencegah krisis pangan dunia dengan menghargai tiap butir nasi di piring Anda. 

Mari sebarkan imbauan ini ke seluruh dunia untuk mencegah krisis pangan yang mengancam masa depan anak cucu kita...

Dikutip dari brosur The International Nature Loving Association (INLA) - Ind.

HARGAILAH SETIAP BUTIR NASI DI PIRING ANDA({}) nice share...

One of the title Book that I ever read and I like it very much  ~» "Sebutir Nasi Sejuta Keringat"

_____
(surat elektronik | anonim)

Rabu, 11 September 2013

Kekuatan Seorang Pria

The Strength Of A Man (Kekuatan Seorang Pria)
-----------------------

Sahabatku,

Jacqueline M. Griffiths, psikolog modern dari Inggris pada tahun 1999 menulis buku best seller yang berjudul "The Strength Of A Man".

Ia menulis:

Kekuatan seorang pria tidak tercermin pada lebar bahunya, tapi dalam lebar lengan yang merangkul keluarganya.

Kekuatan seorang pria tidak dalam nada keras suaranya, tapi dalam kata-kata lembut yang diucapkannya.

Kekuatan seorang pria bukan dari berapa banyak teman-temannya, tapi bagaimana cara baik ia memperlakukan istri dan anak-anaknya.

Kekuatan seorang pria bukan bagaimana ia dihormati di tempat kerja, tapi dalam bagaimana ia dihormati di rumahnya.

Kekuatan seorang pria tidak diukur dari keras tidak pukulannya, tapi ada dalam sentuhan lembutnya.

Kekuatan seorang pria bukan pada bidang dadanya, tapi ada dalam hatinya, yang terletak di dalam dada.

Kekuatan seorang pria bukan dari berapa banyak wanita yang ia cintai, tapi dalam kesetiaannya kepada hanya seorang wanita.

Kekuatan seorang pria bukan dari seberapa kuat ia bisa mengangkat, tapi seberapa dalam beban yang ditanggungnya.

Kekuatan seorang pria bukan hanya mengandalkan IQ nya saja, tapi juga EQ, pengelolaan emosi secara positif.
_____
(surat elektronik | anonim)

Rabu, 04 September 2013

Bakat atau Kerja Keras?


Hati-hati dengan kalimat ini:
"Andai aku lahir dengan bakat yang lebih, aku tidak harus bekerja sekeras ini".

Mungkin kalimat tersebut bisa meyakinkan kita bahwa yang benar-benar membuat orang menjadi hebat adalah bakat.

Namun Profesor Michael Howe dan rekan kerjanya di Universitas Exeter meneliti prestasi-prestasi terbaik di berbagai area dan tidak bisa menemukan seorang pun yang bisa mencapai level tertinggi tanpa ratusan jam kerja dan latihan!

Kita tahu si anak ajaib, Mozart? Semua orang mengatakan bahwa anak tersebut memiliki bakat, tetapi ia masih harus bekerja selama 12 jam sehari selama satu dekade guna menghasilkan karya master piece-nya yang pertama.

Michael Angelo mengatakan, "Jika orang-orang tahu betapa keras aku bekerja untuk mendapatkan kemampuan ini, semuanya tidak akan menakjubkan lagi."

Michael Jordan, ketika ia mulai bermain basket untuk universitasnya, permainannya mengendur, sehingga pelatihnya mengeluarkannya dari tim, hal tersebut menyadarkannya bahwa ia tidak bisa bergantung pada bakat semata!

Kita terlalu memuja bakat dan memandang rendah kerja keras, karena kita tidak melihat segala usaha di balik suatu kesuksesan, yang kita lihat adalah ketenaran dan kesuksesan seseorang, misalkan ketenaran seorang penari berbakat yang tampil memesona selama 15 menit, namun kita tak pernah menyadari usaha kerasnya selama 15 tahun yang menguras keringat dan tetesan air matanya!

Einstein manusia jenius pun mengatakan, "Dunia memang telah memiliki percikan bakat untuk memulai, tetapi kerja keraslah yang mengubah percikan tersebut menjadi nyala api!"

Jadi entah kita memiliki karunia bakat alami atau tidak, kita selalu memiliki karunia yang lebih besar yang bisa kita berikan pada diri kita sendiri, yaitu kemampuan untuk BEKERJA KERAS!

Sesungguhnya setiap orang memiliki bakat, namun KERJA KERAS adalah senjata sukses sesungguhnya dalam hidup ini!

"Orang yang menabur benih sambil mencucurkan keringat dan kadang, air mata, pasti akan menuai dengan sorak sorai!".   

_____
(surat elektronik | anonim)

Sabtu, 31 Agustus 2013

Berkat

Ada seorang Pria yang buta huruf bekerja sebagai penjaga sekolah. Sudah ± 20 tahun dia bekerja di sana.

Suatu hari kepala sekolah itu digantikan dan menerapkan aturan baru. Semua pekerja harus bisa membaca dan menulis, maka penjaga yang buta huruf itu terpaksa tidak bisa bekerja lagi.

Awalnya, dia sangat sedih. Dia tidak berani langsung pulang ke rumah dan memberitahukan istrinya. Dia berjalan pelan menelusuri jalanan.

Tiba-tiba muncullah ide untuk membuka kios di jalanan itu. Tidak disangka, usahanya sukses, dari satu kios sampai jadi beberapa kios. Kini dia jadi seorang Pengusaha yang sukses dan kaya.

Suatu hari, dia pergi ke bank untuk membuka rekening, namun karena buta huruf, dia tidak bisa mengisi formulir dan karyawan Bank yang membantunya.

Karyawan Bank berkata, "Wah, Bapak buta huruf saja bisa punya uang sebanyak ini, apalagi kalau bisa membaca dan menulis, pasti lebih kaya lagi."

Dengan  tersenyum dia berkata, "Kalau saya bisa membaca dan menulis, saya pasti masih menjadi penjaga sekolah."

Apa yang merupakan musibah, bisa saja BERKAT.

"Dibalik masalah, Pasti ada Berkat..."
Jadi sikapilah dengan  SABAR dan BIJAK.

Lakukan bagian kita secara maksimal dan biarlah TUHAN melakukan bagian-NYA..., sekali pun seolah-olah tiada pertolongan dan jalan keluar dalam masalah dan pergumulan hidup kita.

MENGALIRLAH SEPERTI AIR dan JANGAN BERONTAK MENYALAHKAN TUHAN.

Karena manusia hanya mengetahui apa yang di depan mata, tetapi TUHAN MENGETAHUI JAUH KE DEPAN TENTANG RENCANA YANG INDAH BAGI MEREKA YANG MENGASIHI DIA.

_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 11 Agustus 2013

Ada Saatnya Kita Diam

Ada saatnya untuk kita diam untuk menghindari perdebatan atau pertengkaran yang sia-sia.

Diam bukan berarti kalah, bukan?

Memang bukan hal yang mudah, tapi janganlah sekali-kali berdebat dengan orang bodoh yang tidak menguasai  permasalahan.

"MERUPAKAN SUATU KEARIFAN BAGI ORANG yang BISA KONTROL dan HINDARI KEMARAHAN ATAS SUATU KEBODOHAN!"

Selamat berkarya dalam kearifan......

_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 04 Agustus 2013

Hidup Kosong Tak Bermakna

Seorang ibu cantik berpakaian mewah datang ke psikiater untuk konsultasi.  Ia merasa seluruh hidupnya kosong tak bermakna.

Psikiater itu memanggil seorang perempuan tua, salah seorang petugas di kantor...

“Saya minta Anni untuk menceritakan bagaimana ia menemukan kebahagiaan.  Yang harus Ibu lakukan hanya mendengarkan saja.”

Anni  duduk di kursi dan bercerita, “Suami saya meninggal karena kanker.  Tiga bulan kemudian putra tunggal saya meninggal ditabrak truk.  Saya tak punya siapa pun.  Tak ada yang tertinggal.  Saya tak bisa tidur, tak bisa makan, tak bisa senyum.  Saya bahkan berpikir mau bunuh diri.

Lalu suatu malam, ketika pulang kerja, seekor kucing mengikuti saya.  Karena di luar dingin, saya membiarkan anak kucing itu masuk ke dalam rumah.  Saya memberinya susu, yang langsung habis diminum.  Anak kucing itu mengeong dan mengusapkan badannya ke kaki saya.  untuk pertama kalinya dalam bulan itu, saya bisa tersenyum.

Saya lalu berpikir, jika membantu anak kucing bisa membuat saya tersenyum, mungkin melakukan sesuatu untuk orang lain bisa membuat saya bahagia.

Jadi, hari berikutnya, saya buat kue dan bawa ke tetangga yang sakit, yang tebaring di ranjang dan tak bisa bangun.

Setiap hari saya mencoba melakukan sesuatu yang baik pada seseorang.  Melihat mereka bahagia membuat saya bahagia.

Hari ini, rasanya tak ada orang yang bisa makan lahap dan tidur pulas seperti saya.  Saya menemukan kebahagiaan, kegembiraan dengan memberikan kegembiraan pada orang lain,” kata Anni.

Mendengar cerita ini, perempuan kaya itu menangis.  Ia punya segala sesuatu yang bisa dibeli dengan  uang, tapi dia kehilangan hal-hal yang tak bisa dibeli uang.

Syukur adalah magnet keberkahan.  Bersyukurlah atas apa yang telah dimiliki agar kebahagiaan selalu mengisi kehidupan.

Jangan cari kesempurnaan tapi sempurnakan yang telah ada.
 
Jangan fokus pada apa yang hilang, berfokuslah pada apa yang masih dimiliki...

Selamat menikmati hidup yang bermakna dan berbahagia.

_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 28 Juli 2013

Seorang Wanita yang Sangat Peduli

Renungan pagi :

Kawan...,
di dalam Realita kehidupanmu.. Minimal ada seorang wanita yang sangat PEDULI kamu..  Pasti..!

Terlepas kamu setuju atau Tidak, terima atau tidak, Wanita ini ada..!

Dan ia adalah satu satunya manusia di Planet ini yang izinkan Rahimnya kau tempati free of charge selama 9 bulan 10 hari, yang Siap menahan sakit demi untuk kehadiranmu di sini, sekali pun nyawanya menjadi taruhan.

Dalam membesarkanmu ia melewati hari-hari yang tidak gampang.. Sering ia tidak tidur karena kamu sakit.., dalam kebingungan ia hanya menangis dan berdoa karena panasmu yang tidak reda, atau kamu tidak buang kotoran. Ia tidak jijik dengan kotoranmu berselemak dibadannya bahkan ia tertawa lepas saat semua itu terjadi.

Tahun-tahun berganti..

Kini kamu sudah Dewasa. Kamu sudah bisa ke Dokter kalau kamu sakit.. Dan status kamu pun kini sudah berubah.. Kamu Tidak butuh wanita itu lagi.

Sekarang wanita itu sudah tua.. lamban, suka dengan cerita lama yang membosankan, nasihatnya pun selalu itu-itu saja..

Belum lagi bau badannya yang sering diprotes oleh pacarmu/suami atau istrimu/anak-anakmu. Komunikasi kalian Payah... Susah...!

Hai Kawan...

Anda benar... Wanita tua ini sering membosankan dan tak nyambung.. Tapi coba berdiamlah beberapa menit dalam hening.

Sejelek apa pun dia.., orang lain boleh Tidak suka dia. Tapi Kamu Tak Boleh.. Sebab ia adalah IBU-mu

Di hari tuanya yang tak lama lagi.., Bukan HARTA-mu yang ia harapkan, ia TIDAK butuh apa pun dari kamu.

Ia hanya Takut.. Kehilangan kamu..  Takut kamu tidak peduli dia lagi.. Karena ia begitu mencintaimu.

Ia sudah Bahagia kalau kamu datang dan bertanya "apa kabar..? Dan tanganmu mau mengelus dia.

Kawan maafkan dia kalau ia pernah melakukan hal yang mengecewakan kamu..  Percayalah ia pantas untuk kau cintai.

Kawan..
Waktu wanita tua itu tidak banyak lagi...

Dengarkanlah ini:

Jangan Lagi Bersuara Keras Padanya...
Dalam keadaan apa pun...
Itu akan sangat melukainya.

_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 21 Juli 2013

Hakekat Hidup


Mobil mahal bukan jaminan keselamatan.
Tapi menyetir dengan hati-hati dan sabar itulah kunci keselamatan.

Membawa selusin bodyguard bukan jaminan keamanan.
Tapi rendah hati, ramah dan tidak mencari musuh, itulah kunci keamanan.

Obat dan vitamin bukan jaminan hidup sehat.
Tapi jaga mulut, istirahat cukup  dan olah raga yang teratur itulah kunci hidup sehat.

Rumah mewah bukan jaminan keluarga bahagia.
Tapi saling mengasihi, menghormati dan memaafkan itulah kunci keluarga bahagia.

Gaji tinggi bukan jaminan kepuasan hidup.
Tapi bersyukur, hemat dan saling menyayangi berkah itulah kunci kepuasan hidup.

Pangkat tinggi bukan jaminan hidup terhormat.
Tapi jujur, punya kredibilitas dan disiplin itulah kunci hidup terhormat.

Hidup berfoya-foya bukan jaminan banyak sahabat.
Tapi setia kawan, bijaksana, solidaritas, suka menolong itulah kunci banyak sahabat.

Kosmetik bukan jaminan kecantikan.
Tapi semangat, kasih, ceria, ramah, dan senyuman itulah kunci kecantikan.

Satpam dan tembok rumah yang kokoh bukan jaminan hidup tenang.
Tapi hati yang damai, kasih dan bebas tiada keserakahan dan kebencian itulah kunci ketenangan dan rasa aman.

Hidup kita itu sebaiknya ibarat "Jam Dinding".
Dilihat orang atau tidak, ia tetap mendenting.
Dihargai orang atau tidak, ia juga akan tetap berputar.
Diterimakasihi atau pun tidak, ia tetap akan "Bekerja".

"Karena dalam hidup, kita harus seperti Jam Dinding yang punya kualitas, komitmen, dan tanggung jawab.”

Selamat pagi... ({})

_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 14 Juli 2013

Universitas Kehidupan

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, dari mana kita belajar IKHLAS...?

Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, dari mana kita belajar SABAR...?

Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR...?

Seorang yang dekat dengan  TUHAN, bukan berarti tidak ada kesulitan dan air mata...

Seorang yang TAAT pada TUHAN, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN...

Seorang yang TEKUN berdoa, bukan berarti selalu terkabul dan memiliki segalanya...

Biarlah TUHAN yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena TUHAN TAHU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK buat kita...

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN...

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN...

Ketika hatimu terluka sangat dalam...maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN...

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN...

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN...

Ketika kamu harus membayar biaya mahal yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAH–HATIAN...

Tetap semangat...
Tetap sabar...
Tetap tersenyum...
Karena kamu sedang menimba ilmu di "UNIVERSITAS KEHIDUPAN"...

TUHAN menaruhmu di-“tempatmu” yang sekarang, bukan karena "KEBETULAN"...

Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan...

MEREKA dibentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN, KERINGAT, dan AIR MATA......

Selamat beraktivitas dan bersemangat...

_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 07 Juli 2013

Andai Hari Ini Aku Dimakamkan

Semoga menjadi renungan kita...

ANDAI HARI INI AKU DIMAKAMKAN
Karya : Remy Soetansyah
1 Mei 2012 (5 bulan sebelum meninggal)

Hari ini kumati,
Perlahan...
Tubuhku ditutup tanah.
Perlahan...
Semua pergi meninggalkanku...

Masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka,
Aku sendirian,
Di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
Sendiri,
Menunggu pertanyaan malaikat...

Belahan hati,
Belahan jiwa pun pergi.
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain.
Aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka...

Sanak keluarga menangis,
Sangat pedih,
Aku pun demikian,
Tak kalah sedih...

Tetapi aku tetap sendiri,
Di sini, menunggu perhitungan.
Menyesal sudah tak mungkin.
Tobat tak lagi dianggap,
Dan maaf pun tak bakal didengar,
Aku benar-benar harus sendiri...

Ya Allah,
Jika Engkau beri aku 1 lagi kesempatan,
Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milik-MU,
Untuk aku perbaiki diriku,

Aku ingin memohon maaf pada mereka...

yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
Tersakiti karena aku...

Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yang telah kukumpulkan,
yang bahkan kumakan,
Yaa Allah beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
Untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta...

Teringat kata-kata kasar dan keras yang menyakitkan hati mereka,
Maafkan aku ayah dan ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu,

Beri juga ya Allah aku waktu untuk berkumpul dengan keluargaku,
Menyenangkan saudara-saudaraku.
Untuk sungguh-sungguh beramal saleh.

Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu lebih lama lagi...
Begitu menyesal diri ini.
Kesenangan yang pernah kuraih dahulu,
Tak ada artinya sama sekali...

Mengapa kusia-siakan waktu hidup yang hanya sekali itu...?
Andai aku bisa putar ulang waktu itu...

Aku dimakamkan hari ini,
Dan ketika semua menjadi tak termaafkan,
Dan ketika semua menjadi terlambat,
Dan ketika aku harus sendiri...
Untuk waktu yang tak terbayangkan sampai yaumul hisab dan dikumpulkan di Padang Mashar...

_____
(surat elektronik | anonim)

Minggu, 30 Juni 2013

Imajinasi Tinggi


Selamat malam teman...
Saya baru saja membaca sebuah cerita. Ingin rasanya berbagi...

Ada sebuah perusahaan, melakukan tes terhadap 3 calon sales-nya. Mereka bertiga diminta menjual sisir di biara Shaolin.

Wadooh! Kita tahu kan di biara shaolin? Para biksu/bante kepalanya gundul dan tidak punya rambut? Nah loh.., saya jadi penasaran. Siapa nih yang menang?

Calon pertama:
Dia hanya mampu menjual 1 sisir kepada 1 biksu. Malah dia sempat dimarahi dan diusir, karena dianggap pelecehan.

Calon kedua:
Dia berhasil menjual 10 sisir. itu pun dijual pada para turis atau orang luar yang mau doa, yang kebetulan tidak bawa sisir.

Calon ketiga:
Dia berhasil menjual 1000 sisir. Woww kereeen! Bagaimana caranya ya? Mau tahu?!

Ternyata..., dia menemui kepala biara.
Dia katakan, bahwa sisir ini bisa jadi "souvenir". Kepala biara bisa tanda tangan di sisir-sisir itu, lalu dijual ke turis dan orang-orang yang mau doa. Keuntungannya bisa dipakai untuk merenovasi biara, dan membantu para fakir miskin.
Hebat kan calon ketiga...?!

Teman-teman...

Waktu habis baca cerita ini, saya salut dengan sales ketiga. Jujur saja, saya tidak terpikir untuk punya ide seperti dia. Saya tersenyum-senyum sendiri sehabis baca cerita ini.

Ƴaaa...  Ini adalah simbol cara manusia untuk hidup, yang membuat calon 1 dan 2 gagal adalah mereka masih berpikir di dalam kotak. Sisir adalah sisir rambut.
Sedangkan calon ke-3 berpikir, selain sebagai sisir rambut, sisir ini bisa juga menjadi souvenir yang indah. Itulah IMAJINASI YANG TINGGI!

Kita memang tidak mampu mengubah keadaan, tapi paling tidak kita bisa mengerahkan segala daya untuk solusi mengendalikan keadaan.

Kita semua memiliki itu. Gunakanlah secara maksimal, dengan berdoa dan bersama Tuhan, percayalah, keberhasilan menjadi milik kita bersama... :)

_____
(surat elektronik | anonim)

Jumat, 17 Mei 2013

Selalu Menyertaimu


TUHAN selalu setia bersama kita dan apa saja yang kamu minta dalam DOA dengan  penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya...
TUHAN mendengar lebih dari yang kau katakan...
TUHAN menjawab lebih dari yang kau minta...
TUHAN memberi lebih dari yang kau inginkan...

Karena di belakangmu ada kekuatan yang tak terhingga...
Di hadapanmu ada kemungkinan tanpa batas...
Di sekitarmu ada kesempatan yang tiada akhir.
Lebih dari itu, di atasmu ada TUHAN yang selalu menyertaimu...
Kasih TUHAN padamu seperti lingkaran, tak berawal dan tak berakhir...

Amin O:)

_____
(surat elektronik | anonim)

Jumat, 10 Mei 2013

Pasrah

Ketika "Kaki" sudah tak kuat berdiri... "BERLUTUTLAH".

Ketika "Tangan" sudah tak kuat menggenggam... "LIPATLAH"

Ketika "Kepala" sudah tak kuat ditegakkan... "MENUNDUKLAH"

Ketika "Hati" sudah tak kuat menahan kesedihan... "MENANGISLAH"

Ketika "Hidup" sudah tak mampu untuk dihadapi... "BERDOALAH"

_____
(surat elektronik | anonim)

Jumat, 03 Mei 2013

Aku Belajar...

Aku belajar...,
bahwa tidak selamanya hidup ini indah,
kadang TUHAN mengizinkan aku melalui derita.

Tetapi aku tahu bahwa IA tidak pernah meninggalkanku,
sebab itu aku belajar menikmati hidup dengan  bersyukur.

Aku belajar...,
bahwa tidak semua yang aku harapkan akan menjadi kenyataan,
kadang TUHAN membelokkan rencanaku.

Tetapi aku tahu bahwa itu lebih baik dari yang aku rencanakan,
sebab itu aku belajar menerima semua itu dengan  sukacita.

Aku belajar...,
bahwa pencobaan itu pasti datang di hidupku,
aku tidak mungkin berkata "tidak TUHAN".

Karena aku tahu bahwa semua itu tidak melampaui kekuatanku,
sebab itu aku belajar menghadapinya dengan  sabar.

Aku belajar....
bahwa tidak ada kejadian yang harus disesali dan ditangisi,
karena semua rancangan-NYA indah bagiku.

Maka dari itu aku belajar bersabar, bersyukur, dan bersukacita dalam segala perkara.

Karena semua itu menyehatkan jiwa dan menyegarkan hidupku.




_____
(surat elektronik | anonim)

Jumat, 26 April 2013

Tuhan Menciptakan Kejahatan?

Seorang profesor yang ateis berbicara dalam sebuah seminar di kampus.

Prof: "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?"
Semua mahasiswa: "Betul, Dia yang menciptakan semuanya."

"Tuhan menciptakan semuanya?" tanya profesor sekali lagi.
"Ya, Prof. Semuanya," jawab mahasiswa itu lagi.

Prof: "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan kejahatan."
Mahasiswa itu terdiam tak dapat menjawab hipotesis profesor tersebut.

Suasana hening, kemudian dipecahkan oleh suara mahasiswa lainnya.

"Prof, bolehkah saya bertanya sesuatu?"
"Tentu saja," jawab profesor.

"Apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu dingin itu ada."

Mahasiswa itu menyangkal, "Kenyataannya Prof, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460 derajat Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali dan semua partikel menjadi diam tidak bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Apakah gelap itu ada?"
Profesor menjawab, "Tentu saja, itu ada."

Mahasiswa menjawab, "Sekali lagi Anda salah. Gelap juga tidak ada. Gelap adalah keadaan di mana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, tetapi gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya, jadi beberapa warna dan mempelajari gelombang setiap warna. Tetapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan  berapa intensitas cahaya di ruangan itu. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya, mahasiswa itu bertanya, "Prof, apakah kejahatan itu ada?"
Dengan  bimbang Profesor tersebut menjawab, "Tentu saja ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan dalam diri seseorang. Seperti dingin atau gelap, kata kejahatan dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan dalam diri seseorang. Tuhan yang maha baik tidak pernah menciptakan kejahatan.
Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya Tuhan di hati manusia."

Profesor itu pun terdiam.

Siapakah mahasiswa itu?
Dia adalah: ALBERT EINSTEIN

_____
(surat elektronik | anonim)

Jumat, 19 April 2013

Ibu yang Bijak

To all wonderful Mommies nice story.

Seorang anak bertanya kepada Ibunya, "Ibu temanku membiarkan nyamuk menggigit tangannya sampai kenyang supaya nyamuk itu tidak menggigit anaknya. Apakah Ibu juga lakukan hal yang sama?"

Sang Ibu tertawa, "Tidak, tapi Ibu akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam, supaya nyamuk tidak sempat menggigit siapa pun."

"Oh iya, aku baca tentang seorang Ibu yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan kenyang. Akankah Ibu lakukan hal yang sama?" si anak kembali bertanya.

Dengan tegas Ibunya menjawab, "Ibu akan bekerja keras agar kita semua bisa makan kenyang dan kamu tidak harus sulit menelan karena melihat ibumu menahan lapar."

Sang anak tersenyum...,  "Aku bisa selalu bersandar padamu Ibu."

Sambil memeluknya si Ibu berkata, "Tidak Nak! Tapi aku akan mengajarmu berdiri kokoh di atas kakimu sendiri, agar kau tidak harus jatuh tersungkur ketika aku harus pergi meninggalkanmu."

Pesan Moral:

"Seorang Ibu yang bijak bukan hanya menjadikan dirinya tempat bersandar, tetapi yang bisa membuat sandaran tersebut tidak lagi diperlukan." ({})

_____
(surat elektronik | anonim)

Jumat, 12 April 2013

Lebih Mudah Mana?


Lebih mudah mana...

Berusaha menyingkirkan semua kerikil tajam di setiap jalanan, atau memakai sepatu agar kaki kita tidak terluka?

Lebih mungkin mana...

Berusaha mensteril semua tempat agar tak ada kuman, atau memperkuat daya tahan tubuh kita sendiri?

Lebih mudah mana...

Berusaha mencegah setiap mulut agar tak bicara sembarangan, atau menjaga hati kita sendiri agar tak mudah tersinggung?

Lebih penting mana....

Berusaha menguasai orang lain, atau belajar menguasai diri sendiri?

Yang penting bukan bagaimana orang harus baik padaku, melainkan bagaimana aku berusaha baik pada semua orang...

Karena...

Bukan orang lain yang membuat aku bahagia, tapi Sikapkulah yang menentukan, aku bahagia atau tidak.
_____
(surat elektronik | anonim)

Jumat, 29 Maret 2013

Lidah


PESAN MORAL,

Hidup dan mati seseorang dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Lidah memang suatu anggota yang kecil, tapi sangatlah besar kuasanya.

Bila kita salah menggunakan, maka hancurlah semua yang ada di sekitar kita.

Lidah yang lembut adalah pohon kehidupan, tapi lidah yang jahat melukai hati orang lain.
_____
(surat elektronik | anonim)

Jumat, 22 Maret 2013

The Strength of A Man

Selamat pagi teman.

M. Griffiths, psikolog modern dari Inggris pada tahun 1999 menulis buku yang best seller berjudul "The Strength of A Man".

Ia menulis:

Kekuatan seorang pria tidak tercermin pada lebar bahunya, tapi dalam lebar lengan yang merangkul keluarganya.

Kekuatan seorang pria tidak dalam nada keras suaranya, tapi dalam kata-kata lembut yang diucapkannya.

Kekuatan seorang pria bukan dari berapa banyak teman-temannya, tapi bagaimana cara baik ia memperlakukan istri dan anak-anaknya.

Kekuatan seorang pria bukan bagaimana ia dihormati di tempat kerja, tapi dalam bagaimana ia dihormati di rumahnya.

Kekuatan seorang pria tidak diukur dari keras tidak pukulannya, tapi ada dalam sentuhan lembutnya.

Kekuatan seorang pria bukan pada bidang dadanya, tapi ada dalam hatinya, yang terletak di dalam dada.

Kekuatan seorang pria bukan dari berapa banyak wanita yang ia cintai, tapi dalam kesetiaannya kepada hanya seorang wanita.

Kekuatan seorang pria bukan dari seberapa kuat ia bisa mengangkat, tapi seberapa dalam beban yang ditanggungnya.

Kekuatan seorang pria bukan hanya mengandalkan IQ nya saja, tapi juga EQ, pengelolaan emosi secara positif.

_____
(surat elektronik | anonim)

Jumat, 15 Maret 2013

Lahir dan Meninggal Tak Bawa Apa-Apa


Ketika lahir dua tangan kita kosong...
Ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong...

Waktu datang dan waktu pergi kita tidak  membawa apa-apa.

Jangan sombong karena kaya dan berkedudukan...
Jangan minder karena miskin dan hina...

Bukankah kita semua hanyalah tamu dan semua milik kita hanyalah pinjaman.

TETAPLAH RENDAH HATI  seberapa  pun tinggi kedudukan kita...
TETAPLAH PERCAYA DIRI seberapa  pun kekurangan kita...

Karena kita hadir tidak membawa apa-apa dan kembali juga tidak membawa apa-apa.

Datang ditemani oleh Karma...
Pergi juga ditemani oleh Karma...

Maka dari itu TETAPLAH BERSYUKUR dan JAGA KESADARAN, ALL IS WELL...dalam segala keadaan apa  pun.

Enjoy your nice Weekend...

_____
(surat elektronik | anonim)

Kamis, 07 Maret 2013

Apakah yang Paling Membingungkan di Dunia Ini ?


Apa yang dilakukan pagi ini? Cari uang, kejar karier, dan lain-lain?

Cermati kata-kata indah dari DALAI LAMA sewaktu ditanya, apakah yang paling membingungkan di dunia ini?


☞  Beliau menjawab: "MANUSIA",

Karena dia "mengorbankan kesehatannya" hanya "demi uang";
Lalu dia "mengorbankan uangnya" demi "kesehatan".

Lalu dia "sangat khawatir" dengan  "masa depannya", sampai dia "tidak menikmati masa kini";
Akhirnya dia "tidak hidup di masa depan atau  pun di masa kini";

Dia "hidup seakan-akan tidak akan mati",
Lalu dia "mati" tanpa "benar-benar menikmati" apa itu "hidup"

*...*

_____
(surat elektronik | anonim)

Kamis, 28 Februari 2013

Uang Bukan Segalanya


Tersebutlah seorang pengusaha kaya raya. Saat istrinya meninggal, beberapa waktu kemudian dia mengambil wanita lain sebagai pendampingnya (tak dinikahi resmi), dan mereka hidup cukup bahagia puluhan tahun dan  punya seorang anak.

Saat meninggal, rumah yang mereka tinggali dia wariskan pada wanita dan anak tersebut.

Yang bersangkutan memunyai beberapa anak dari istri pertama, dan mewariskan harta 10-20 kali dari harga rumah yang diwariskan pada simpanannya itu.

Tapi merasa sebagai ahli waris sah mereka mengajukan tuntutan ke pengadilan untuk juga mendapatkan rumah yang diwariskan Ayah mereka pada  simpanannya itu, dengan  dalih tak ada bukti legal bahwa wanita tersebut legal istri ayah mereka.

Tapi keputusan Hakim adalah: 

Ada bukti Tertulis atau Tidak!! Wanita tersebut jelas dicintai Ayahmu, dan dia mengurus Ayah kamu  bertahun-tahun, dan anaknya adalah  saudara tiri kamu. Dan "kamu anak-anak yang sah", tak menghargai perasaan Ayah kamu dan pengorbanan wanita yang dicintainya dan mencintainya, yang mengurusnya puluhan tahun. Maka "Tuntutan DITOLAK, dan karena kamu "anak-anak resmi" menunjukkan Kerakusan demikian besar, saya atas nama Negara mencabut hak kamu sekalian atas warisan Ayah kamu. Biar dikelola oleh badan independent!!!

Jadi bukan yang beruang dengan berdalih legal yang menang. Ini kejadian benar di Singapura.

Apakah mungkin terjadi di Indonesia?

_____
(surat elektronik | anonim)

Kamis, 21 Februari 2013

Five Wisdoms


1.
If you are right, then there is no need to get angry.
And if you are wrong then you don't have any right to get angry.

2.
Patience with family is love
Patience with others is respect.
Patience with self is confidence.

3.
Never think hard about past, It brings tears.
Don't think more about future, It brings fears.
Live this moment with a smile, It brings cheers...

4.
Every test in our life makes us bitter or better.
Every problem comes to make us or break us.
Choice is ours, whether we become victim or victorious.

5.
Search a beautiful heart, not a beautiful face.
Beautiful things are not always good, but good things are always beautiful.

God bless you and family ({})
_____
(surat elektronik | anonim)

Kamis, 14 Februari 2013

Mencintai Orang yang Kita Nikahi

Orang bijak bilang:

Menikahi orang yang kita cintai itu hal biasa...
Yang luar biasa adalah mencintai orang yang kita nikahi...

Sekarang berjanjilah untuk menjaga orang yang kita cintai...
Dan hari ini cukup indah untuk mengatakan cinta kita kepadanya, bukan?! ♥

Menikah adalah sesuatu yang mudah, tapi menjaga pernikahan agar tetap selalu utuh, itulah Perjuangan yang sebenarnya... 

Janganlah mencintai dan mencari kesempurnaan, tapi Cintailah Ketidaksempurnaan dengan Cara yang Sempurna.

♥ ◦° G☺∂  blε$$  y☀u  ◦° ♥ ° ♡ ˚

_____
(surat elektronik | anonim)

Pasanganku dan Ibuku

Iya hampir menangis saat baca ini.

Aku mempunyai  pasangan hidup...

Saat senang aku cari pasanganku
Saat sedih aku cari ibu

Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku
Saat gagal aku ceritakan pada ibu

Saat bahagia aku peluk erat pasanganku
Saat sedih aku peluk erat ibuku

Saat liburan aku bawa pasanganku
Saat aku sibuk anak diantar ke rumah ibu

Saat sambut valentine selalu beri hadiah pada pasangan
Saat sambut hari ibu aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"

Selalu aku ingat pasanganku
Selalu ibu yang ingat aku

Setiap saat  aku akan telepon pasanganku
Kalau ingat  aku akan telepon ibu

Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk ibu

Renungkan:

"Kalau kau sudah habis belajar dan bekerja...bolehkah kau kirim uang untuk ibu? Ibu tidak minta banyak...lima puluh sebulan pun cukuplah."

Berderai air mata jika kita mendengarnya......

Tapi kalau ibu sudah tiada.........
Ibu aku RINDU......AKU RIIINDDUU... SANGAT RINDU...

Berapa banyak yang sanggup menyuapkan ibunya...
Berapa banyak yang sanggup mengelap  muntah ibunya...
Berapa banyak yang sanggup mengganti lampin ibunya...
Berapa banyak yang sanggup...membersihkan najis ibunya...
Berapa banyak yang sanggup....membuang ulat dan membersihkan luka kudis ibunya...
Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya...

Dan akhir sekali berapa banyak yang sembahyang JENAZAH ibunya......

Jika kamu menyayangi ibumu, "forward"-kanlah kepada sahabat-sahabat Anda.

1 orang: Kamu tidak sayang ibumu;
2-4 orang: Kamu sayang ibumu;
5-9 orang: Bagus kamu sayang ibumu;
10/lebih: Selamat kamu disayang oleh ibumu dan kamu juga sangat sayang ibumu!!‎

Aku broadcast karena aku sangat menyayangi ibuku. ({})
Surga di telapak kaki Ibu.

Ingat ibu adalah pintu surga bagimu.

_____
(surat elektronik | anonim)

Kamis, 07 Februari 2013

Cinta Sang Burung


Seekor burung jatuh cinta pada mawar putih.

Burung pun berusaha mengungkapkan perasaannya.

Tapi mawar putih berkata, "Aku tidak akan pernah mencintaimu."

Tapi burung tak pernah menyerah, setiap hari burung datang untuk bertemu dengan mawar putih.

Akhirnya mawar putih berkata, "Aku akan mencintaimu, jika kamu dapat mengubahku menjadi mawar merah!"

Dan suatu hari burung datang kembali, dia melukai sayap-sayapnya dan menebarkan darahnya kepada mawar putih, hingga mawar putih berubah menjadi merah.

Akhirnya mawar putih sadar, seberapa besarnya si burung mencintai dirinya, tetapi semuanya sudah terlambat, karena burung tak akan kembali lagi ke dunia.

Dia pergi untuk selama-lamanya, mawar putih pun menyesal, walau penyesalan itu tak berarti lagi...

Yang pergi tak mungkin kembali lagi...

Moral lesson:
Kadang kita baru sadar tentang arti cinta sejati setelah orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita.

_____
(surat elektronik | anonim)

Kamis, 31 Januari 2013

Percakapan Pendeta dengan Putrinya


Percakapan kecil antara Bapak dan Putrinya di suatu terminal. Mengandung Pesan Moral. Perlu diperhatikan, kita sebagai orang tua.

Pesan moral:
Kita sebagai panutan anak-anak harus hati-hati Berpikir, Berucap dan Bertindak. Kita jangan hanya Bisa Omong tapi Tak Bisa menjalankan.

Nih Ceritanya:


Suatu hari, terjadi suatu Percakapan Unik dan Lucu antara ayah yang adalah seorang Pendeta dengan putri kecilnya yang bernama Henny.

Ketika di terminal bus ia heran melihat orang berteriak-teriak tanpa istirahat.

“Semarang, Semarang, Bu, Pak, mari…, Semarang segera berangkat…!!!”

Henny heran.

Ketika bus berangkat orang yang berteriak-teriak itu tidak ikut ke Semarang.

“Papa,” tanya Henny pada papanya.

“Itu siapa sih Pa. Tadi mengajak-ajak orang pergi ke Semarang, kok sekarang dia tak ikutan...?”

Papanya menjawab, “Itu namanya calo, Henny. Walaupun dia teriak-teriak sampai pagi, tidak bakalan dia ikut ke mana bus ini pergi.”

“Ohh,” sahut Henny penuh maklum.

“Kalau begitu Papa tidak usah jadi Pendeta saja.”

“Loh, kenapa...???” tanya papanya kaget.

“Papa sering mengajak orang masuk ke 'Surga' bukan? Hati-hati loh...! Nanti Papa sendiri tak ikutan ke sana.”

_____
(surat elektronik | anonim)

Senin, 28 Januari 2013

Manusia Berusaha Tuhan yang Menentukan


Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir.

Ada simulator, uji klaustrofobia, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini?

Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa.

Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah.

Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap dan amarah menggantikan kebahagiaanku.

Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam?

Aku berpaling pada ayahku. Katanya, “Semua terjadi karena suatu alasan.”

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger.

Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. TUHAN, sebenarnya aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu.

Kenapa bukan aku?

73 detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak dan menewaskan semua penumpang.

Aku teringat kata-kata ayahku, ”SEMUA TERJADI KARENA SUATU ALASAN.”

Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena TUHAN memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.

Aku menang karena aku telah kalah.

Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

Memang TUHAN menghendaki BEGITU-lah yang terjadi, dan itulah rencana Tuhan untuk tiap-tiap ANAKNYA......, jadi JANGANLAH menyesali apa yang sudah terjadi dalam USAHA maksimal kita..., karena memang ITULAH yang TELAH DIKEHENDAKI OLEH TUHAN.

Jadi tidak PERLU DISESAL-kan, yang PENTING kita sudah  berusaha semaksimal mungkin untuk mengejar cita-cita kita......dan KITA berbuat baik dan PEDULI pada orang lain...

_____
(surat elektronik | anonim)

Kamis, 24 Januari 2013

Hanya 7% Saja


Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan  Tuhannya dan berkata, "Tuhan izinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu."

Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam.

Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya.

Meja tersebut dikelilingi orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan.

Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing.

Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi.

Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan  sendok tadi untuk memakan sup yang terambil.

Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu.

Tuhan berkata, "Kamu sudah melihat NERAKA."

Lalu mereka menuju ke pintu kedua yang ternyata berisi meja beserta sup dan orang-orang yang kondisinya persis sama dengan  ruangan di pintu pertama.

Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja tersebut.

Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata, "Apa yang terjadi? Kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira?"

Tuhan kemudian menjelaskan, "Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat baik."

"Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan  IKHLAS MENYUAPI orang lain yang dapat dicapainya dengan  sendok bergagang panjang (suka MENOLONG), sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri."

Diperkirakan bahwa 93% penerima tidak akan mem-forward cerita ini. Bila Anda termasuk sisa 7% yang akan mem-forward-nya, lakukanlah dengan memberi judul 7%.

:D

_____
(surat elektronik | anonim)

Kamis, 17 Januari 2013

Penasihat Kerajaan


William seorang penasihat kerajaan yang sangat disegani karena kebijaksanaannya, raja sangat memperhatikan perkataannya.

Wajahnya yang buruk dan tubuhnya yang bongkok membuat putri raja iri.

Ia bertanya sambil mengejek,  “Jika engkau bijaksana, beritahu aku mengapa Tuhan menyimpan kebijaksanaan-Nya dalam diri orang yang buruk rupa dan bongkok?”

William balik bertanya, “Apakah ayahmu mempunyai anggur?”

“Semua orang tahu ayahku punyai anggur terbaik, pertanyaan bodoh macam apa itu,” putri raja menyahut sinis.

“Di mana ia meletakkannya?” William bertanya lagi.

“Yang pasti di dalam bejana tanah liat.”

Mendengar itu William tertawa, “Seorang raja yang kaya akan emas dan perak seperti ayahmu menggunakan bejana tanah liat?”

Mendengar itu putri raja berlalu meninggalkannya dengan rasa malu, ia perintahkan pelayan memindahkan semua anggur yang ada di istana dari dalam bejana tanah liat ke dalam bejana emas dan perak.

Suatu hari raja mengadakan jamuan.

Alangkah kagetnya ia karena anggur yang diminumnya sangat asam. Dengan geram ia panggil semua pelayan, yang kemudian menceritakan bahwa anggur yang disuguhkan tadi berasal dari bejana emas dan perak atas instruksi putri raja,  dan raja menegur keras perilaku putrinya itu.

Putri raja berkata kepada William, “Mengapa engkau menipu aku? Aku pindahkan semua anggur ke bejana emas tapi  semua anggur jadi terasa asam.”

Dengan  ringan William menjawab, “Sekarang engkau tahu mengapa Tuhan lebih suka menempatkan kebijaksanaan dalam wadah yang sederhana? Kebijaksanaan itu sama seperti anggur, ia hanya cocok dalam bejana dari tanah liat yang sederhana.”

Jadilah rendah hati karena  Kebijaksanaan hanya bisa berdiam dalam diri orang yang sederhana dan tidak bisa berdiam dalam diri orang yang sombong.

_____
(surat elektronik | anonim)

Jumat, 11 Januari 2013

Hal Sulit dan Hal Mustahil

HAL SULIT MEMBUTUHKAN WAKTU. HAL MUSTAHIL PERLU WAKTU SEDIKIT LEBIH LAMA

Ini ada true story yang bagus
Art Berg adalah atlet berbakat yang memiliki masa depan cerah.

Ia mempunyai perusahaan konstruksi dan seorang tunangan yang baik dan cantik.

Pada malam Natal, dalam perjalanan menuju rumah tunangannya di Utah untuk menuntaskan acara pernikahan mereka.
Karena perjalanan panjang, ia lelah dan mengantuk hingga mobilnya menabrak tiang pembatas jalan dan terjun ke jurang.
Ia terlempar dari mobil dan jatuh ke tanah dengan leher patah.

Akibatnya ia lumpuh dari dada ke bawah dan tidak bisa menggerakkan tangan dan kakinya.

Dokter berkata ia tidak akan pulih dari kelumpuhan.
Teman-temannya menasihatinya agar ia melupakan pernikahannya.
Art takut dan putus asa.

Namun ibunya datang dan berbisik,
"Nak, hal sulit membutuhkan waktu. Hal mustahil perlu waktu sedikit lebih lama".

Karena kata-kata itu, harapannya muncul kembali.
Ia berlatih keras hingga akhirnya bisa mandiri.

Sebelas tahun kemudian ia kembali memimpin perusahaannya sendiri, bisa menyetir dan berolahraga, serta menikah dengan tunangannya dan punya dua anak.

Sekarang ia menjadi pembicara profesional dan penulis buku yang mendorong dan memotivasi banyak orang.

Kadang-kadang sesuatu tidak berjalan seperti yang kita harapkan.
Jika Anda saat ini mengalami hal itu, jangan pernah putus asa!
 
 Never ever give up!!!

Hal sulit membutuhkan waktu.
Hal mustahil perlu waktu sedikit lebih lama.
Tetapi orang yang bertahan sampai akhir akan menang.

_____
(surat elektronik | anonim)

Kamis, 03 Januari 2013

Tuntunan Mother Theresa

Mother Theresa, memang luar biasa, sudah tidak ada, tetapi iman dan kasihnya masih hidup.

Beliau berkata seperti ini, "Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih;
tapi bagaimana pun, berbaik hatilah.

Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu;
tapi bagaimana pun, jujur dan terbukalah.

Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri;
tapi bagaimana pun, berbahagialah.

Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati;
tapi bagaimana pun, jadilah sukses.

Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam;
tapi bagaimana pun, bangunlah.

Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang;
tapi bagaimana pun, berbuat baiklah.

Bagaimana pun, berikan yang "TERBAIK" dari dirimu. :)

Pada akhirnya, engkau akan tahu bahwa ini adalah urusan antara engkau dan "Tuhanmu".
Ini bukan urusan antara engkau dan mereka.

By Mother Theresa.

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 01 Januari 2013

Tahun 2013

Bukan Status
Bukan Kedudukan
Bukan Harta
Bukan Kemampuan
Bukan kesuksesan
Bukan Ketampanan
Bukan pula kecantikan

Yang Tuhan harapkan dari hidup kita

IA hanya ingin, kita hidup dari hari ke hari, menjadi Pribadi yang terus semakin BERKUALITAS di hadapan-Nya.

Nikmati 2013 dengan <i>enjoy</i> dan penuh ucapan syukur, meski waktu tak dapat diputar kembali, namun setidaknya kita masih diberi waktu kesempatan untuk berusaha memperbaiki hidup menjadi lebih baik lagi.

HapPy neW yeaR 2013

_____
(surat elektronik | anonim)