Senin, 13 November 2017

Dibalik Ketidaktahuan


⛵ Nabi NUH belum tahu Banjir akan datang ketika ia membuat Kapal dan ditertawai Kaumnya.

🐏 Nabi IBRAHIM belum tahu akan tersedia Domba ketika Pisau nyaris memenggal Buah hatinya.

🎋 Nabi MUSA belum tahu Laut terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.

💝 yang Mereka Tahu adalah bahwa Mereka harus Patuh pada Perintah ALLAH dan tanpa berhenti Berharap yang Terbaik...

💝 Ternyata dibalik KETIDAKTAHUAN kita, ALLAH telah menyiapkan Kejutan!

💝 SERINGKALI Allah Berkehendak didetik-detik terakhir dalam pengharapan dan ketaatan hamba-hamba-NYA.

💝 Jangan kita berkecil hati saat sepertinya belum ada jawaban doa ...
Karena kadang Allah mencintai kita dengan cara-cara yang kita tidak duga dan kita tidak suka ...

💝 Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita Inginkan!!

💝 Lakukan bagianmu saja, dan biarkan Allah akan mengerjakan bagian-NYA ...

Tetaplah Percaya.
Tetaplah Berdoa.
Tetaplah Setia.
Tetaplah meraih Rida-NYA. Aamiin ...

Tetap semangat meski dalam kesederhanaan 😘
Salam Bahagia dan selalu tersenyum ...😊

_____
(surat elektronik | anonim)

Sabtu, 28 Oktober 2017

Bung Karno Bangkit dari Kubur

Mimpi agak aneh ini malam

Bung Karno Bangkit dari Kubur ...

Dia haus ingin minum.
Kusuguhkan air mineral, dia hanya bingung tak mau minum.
Karena tanah airnya tinggal tanah, sedangkan airnya milik Perancis.

Kuseduhkan segelas teh celup, dia hanya termenung tak mau minum.
Karena kebun tehnya tinggal kebun, lahan tebunya tinggal lahan.
Gulanya milik Malaysia, tehnya Inggris yang punya

Lalu kubukakan susu kaleng, bung Karno hanya menggeleng.
Kandang sapinya tinggal kandang, sedang sapinya milik Selandia, diperah Swiss dan Belanda.

Bung Karno bangkit dari kubur, dia lapar ingin sarapan.
Kuhidangkan nasi putih, dia tak mau makan hanya bersedih.
Karena sawahnya tinggal sawah, lumbung padinya tinggal lumbung.
Padinya milik Vietnam, berasnya milik Thailand.

Kusulutkan sebatang rokok, dia menggeleng tak mau merokok.
Tembakau memang miliknya, cengkehnya dari kebunnya.
Tapi pabriknya milik Amerika.

Bung Karno bingung bertanya-tanya seperti ini:
"Sabun, pasta gigi kenapa Inggris yang punya dan toko-toko milik Perancis dan Malaysia? Alat komunikasi punya Qatar dan Singapura, mesin dan perabotan rumah tangga kenapa dikuasai Jepang, Korea, dan Cina?"

Bung Karno tersungkur ke tanah, hatinya sakit teriris-iris, setelah tahu emasnya dikeruk habis, setelah tahu minyaknya dirampok iblis.

Bung Karno menangis darah, Indonesia kembali terjajah, Indonesia telah melupakan sejarah.

_____
(surat elektronik | anonim | 08.06.2017)

Jumat, 13 Oktober 2017

Muazin Gila...!!!

Suasana sebuah kampung tiba-tiba heboh, karena pada saat pukul 22.00 terdengar azan berkumandang dari sebuah musala setempat melalui pengeras suara yang memecah keheningan malam.

Warga berbondong-bondong mendatangi musala itu meski mereka sudah tahu siapa yang melakukannya ... Mbah Sadi, suaranya sudah dikenal di kampung itu, umurnya sudah mencapai kepala tujuh.

Warga dipenuhi pertanyaan, mengapa Mbah Sadi azan pada pukul sepuluh malam ...??

Ketika warga sampai di pintu musala, Mbah Sadi baru selesai azan dan mematikan sound system.

“Mbah tahu tidak, pukul berapa sekarang?” tanya Pak RT.
“Azan apa pukul segini, Mbah..??”
“Jangan-jangan Mbah sudah ikut aliran sesat,” sambar Roso dengan nada prihatin.
"Sekarang banyak betul aliran macam-macam.
“Ah, dasar Mbah Sadi sudah gila".
“Kalau enggak gila, mana mungkin azan pukul segini?”

“Kalian ini ...,” jawab Mbah Sadi tenang. “Tadi, waktu saya azan Isya, tidak seorang pun yang datang ke musala. Sekarang saya azan pukul 10 malam, kalian malah berbondong-bondong ke musala. Satu kampung lagi ...!!! Kalau begitu ... SIAPA YANG GILA ...???”

Warga pun pulang satu persatu tanpa protes lagi. Termasuk Pak RT yang kemudian menjauh perlahan-lahan, tak berani melihat wajah Mbah Sadi.

Mawas diri ... dipanggil dan diingatkan yang baik-baik kadang-kadang kita tidak mau mendengarkan.

Tetapi begitu ada kesempatan membodoh-bodohkan dan memarahi orang, kita menyempatkan diri ...

Astagfirullah al'adziim


_____
(surat elektronik | dikirim oleh Rendra @catfiz, 12.06.2017)

Jumat, 06 Oktober 2017

Cerita Romantis

Sepatutnya bagi seorang suami untuk memberikan perhatian kepada istrinya karena di balik kekurangannya, terdapat kelebihan yang pantas untuk disyukuri. Seperti halnya dalam sebuah kisah berikut ini di mana sang suami yang pemarah baru menyesali perbuatannya setelah melihat sandal istrinya.

Berikut kisah yang bisa menjadikan kita pribadi yang lebih bersyukur dan menghargai pasangan hidup.

Sore hari itu rasa lapar yang sudah terasa sejak pulang dari kantor mendadak hilang. Bukan karena kenyang, melainkan karena rasa jengkel dan kesal yang menghinggapi kepala.

Betapa tidak, di saat perut telah keroncongan, kudapati masakan istri tidak sedikit pun memuaskan. Sayur sop yang kuharapkan bisa nikmat disantap bersama nasi, justru begitu manis layaknya kolak pisang. Menu lainnya pun rasanya sangat kacau. “Ummi, kapankah kau bisa memasak dengan benar? Selalu saja keasinan, bila tidak maka kemanisan, kepedesan, atau keasaman!” Rasanya hati ini ingin sekali membentaknya sekuat tenaga.

“Sabar bi, Rasulullah pun tetap sabar terhadap masakan Aisyah dan Khadijah. Katanya ingin mencontoh Rasul?” ucap istriku dengan tenangnya.
“Iya, tapi Abi kan manusia biasa dan belum bisa sabar seperti Rasul. Abi tak akan bisa tahan dengan masakan yang rasanya kacau seperti ini!” kataku setengah berteriak.

Setelah mendengar ucapanku, istriku pun menundukkan kepalanya dan jika sudah begitu, biasanya air matanya bakalan mengalir.

Setelah sepekan keluar kota lantaran tugas dinas dari perusahaan, aku pun pulang karena rindu dengan istri dan suasana rumah. Namun apa yang kudapati justru sebaliknya. Rumah yang dibayangkan bisa menjadi tempat istirahat yang nyaman justru malah membuatku pusing kepala. Bayangkan saja bagaimana rumah tersebut laksana kapal pecah di mana menumpuk pakaian yang belum disetrika, piring kotor berserakan dan cucian di ember yang baunya tak ketulungan lantaran sudah direndam namun belum juga dicuci.

Melihat kenyataan tersebut, aku pun hanya bisa mengurut dada sembari mengucapkan istighfar. Setelah kutemui istriku di kamarnya, aku pun berusaha meluapkan rasa kesalku. “Ummi, bagaimana Abi tidak kesal jika keadaan rumah begitu berantakan tak terurus?” ucapku. “Istri yang salihah itu tak hanya ikut pengajian saja, namun juga bisa mengurus rumah dengan baik.” Ternyata belum usai kuberbicara, istriku langsung menangis.

Kusadari memang wanita begitu mudah menangis, namun aku berusaha untuk menenangkannya. “Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Katanya ingin jadi istri salihah? Istri salihah gak boleh cengeng,” bujukku sembari melihat air matanya yang sudah mengalir ke pipi.“Bagaimana Ummi tidak nangis, baru pulang sudah ngomel. Rumah ini memang tak keurus lantaran Ummi tidak mampu mengerjakan apa pun. Jangankan untuk bekerja, berjalan saja Ummi susah. Belum lagi rasa mual dan muntah sehingga badan ini tidak bertenaga,” ucapnya sembari menangis. “Abi memang belum merasakan bagaimana tak enaknya mual dan pusing karena hamil muda,” tambahnya.

Beberapa hari kemudian istriku mulai pulih dari rasa mual akibat hamil muda dan memintaku untuk mengantarkan ke pengajian. “Bi, siang nanti antar Ummi ngaji ya?” pintanya. “Aduh tak bisa Mi, Abi sibuk sekali hari ini. Pergi sendiri saja ya?” “Ya sudah, Ummi naik bus saja. Semoga tidak pingsan di jalanan,” balasnya. “Loh kok berkata begitu?” “Iya kondisi Ummi yang sedang hamil muda sangat rentan jika harus mencium bau bensin. Belum lagi kondisi di dalam bus yang penuh sesak dan panas yang menyengat. Tapi mudah-mudahan sih tidak kenapa-kenapa,” tuturnya. “Ya sudah Ummi naik bajaj saja biar cepat dan tidak berdesakan,” jawabku singkat.

Ternyata pertemuan dengan klien di kantor diundur pekan mendatang sehingga jadwalku kosong. Kuputuskan memanfaatkan waktu tersebut untuk menjemput istriku di pengajian.

Entah kenapa aku begitu rindu dengan sosoknya meski menjengkelkanku selama ini.

Saat motorku sudah sampai di halaman pengajian, kudapati banyak sepatu yang berjajar pertanda pengajian masih belum selesai. Kuperhatikan semua sepatu yang ada begitu indah dan terlihat mahal. “Wanita memang suka yang indah-indah, sampai sepatu pun lucu-lucu,” ucapku dalam batin.

Namun pandanganku langsung terhenti ketika melihat sepasang sandal jepit diantara sepatu-sepatu yang bagus tersebut. “Oh, bukankah itu sandal jepit istriku?” tanya hatiku. Segera kuambil sandal tersebut yang sudah kumal lantaran sering dipakai.

Tak sadar air mataku pun menetes karena perih dalam batin. Baru kusadari ternyata aku tak pernah sedikit pun memperhatikan kondisi istriku. Bahkan ia mengenakan sandal kumal pun aku tak tahu.

Padahal teman-temannya sudah mengenakan sepatu yang bagus-bagus. Maka ketika pintu pengajian itu terbuka dan sejumlah muslimah keluar hendak pulang, kudapati istriku dengan segera karena penampilannya yang berbeda dibandingkan wanita lain lantaran mengenakan pakaian berwarna gelap dan sudah lusuh warnanya di antara wanita lain yang mengenakan baju berwarna cerah. Aku pun menyadari bahwa selama ini tak pernah membelikannya baju sepotong pun. Aku terlalu sibuk menilai kekurangannya, padahal istriku pun memiliki kelebihan yang tak mampu dilakukan wanita mana pun.

Rasanya aku tak pantas menjadi seorang suami karena terlalu sibuk mengurus orang lain. Sementara istriku tak sedikit pun kuurus. Padahal Rasul mengatakan bahwa yang terbaik diantara umatnya adalah yang paling baik terhadap keluarga.

Sementara aku, justru sering mengomel dan menuntut istri di luar kemampuannya. Sungguh aku benar-benar menjadi suami yang zalim. Aku lantas memanggil istriku yang sibuk mencari sandalnya dan terlihat ia begitu senang melihatku yang datang menjemput. Wajahnya pun begitu girang dan baru kali ini aku melihatnya dalam kondisi tersebut. Sungguh aku menyesal mengapa tidak sejak dahulu menjemputnya dari pengajian.

Ketika esok harinya, kubelikan istriku sepatu baru dan benar saja, senyum bahagianya tampak mengembang sembari berkata, “Alhamdulillah, Jazakallahu ...” Hatiku pun begitu terenyuh melihat tingkah polahnya yang sangat gembira. Rasa sesal benar-benar menyerang hatiku yang tak pernah bersyukur memiliki seorang istri yang zuhud.

Mulai detik ini ku akan berusaha untuk lebih memperhatikan kebutuhan istriku sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Ta’ala. Semoga para suami yang lain pun bisa memberikan perhatian kepada seorang istri sehingga rumah tangga yang dibangun bisa penuh dengan kasih sayang.

Amin


_____
(surat elektronik | dikirim oleh djeng er @catfiz, 12.06.2017)

Jumat, 29 September 2017

Mencari Tuhan

Kultum

Di Facebook saya mencari Tuhan. Setelah memasukkan kata “Tuhan” di kolom pencarian, muncul sebuah akun. Tapi itu bukan milik-Nya (dengan N kapital), melainkan kepunyaan sebuah band dari Turki.

Entah apa arti tuhan dalam bahasa Turki, karena di kamus online saya tak menemukannya. Kalau pun ada Tuhan di Facebook, itu adalah akun dan fanpage yang dibuat oleh para penggemar Tuhan.

Hal yang sama terjadi di Twitter. Saya gagal mencari Tuhan di dunia maya.

Mungkin Anda bertanya, kenapa saya iseng mencari Tuhan di jejaring sosial, meski semua orang waras tahu, pencarian itu akan gagal. Keisengan itu muncul karena saya tergelitik sejumlah status (FB, Yahoo! Messenger, BlackBerry Messenger, dan tweet) dalam bentuk doa.

Kenapa orang berdoa di Facebook dan Twitter, jika Tuhan tak ada di media sosial?

Tergelitik, karena menurut guru agama saya dahulu, permohonan kepada Tuhan harus disampaikan dalam hening.
Doa adalah dialog pribadi antara kita dan Dia. Tapi, kini, kita melihat begitu banyak doa berseliweran di dunia maya dan bisa dibaca oleh jutaan orang.

Mereka mungkin berharap, Tuhan akan membaca status atau tweet itu dan mengabulkannya. “Kenapa tidak?” kata seorang teman yang kerap berdoa di Facebook. “Tuhan Maha Mendengar, Dia pasti juga tahu apa yang kita sampaikan lewat media online.” Benar, tapi apa perlunya? Kenapa tidak disampaikan dengan khidmat dan khusuk? “Soal kekhusukan, itu tergantung niat,” kata teman lainnya.

“Kalau kita menulis status atau tweet itu dengan khusuk, apa salahnya?” Tentu tak salah, tapi jawaban itu tidak memuaskan. Hanya berkelit dan terkesan defensif.

Tak puas dengan jawaban-jawaban (yang sepertinya kurang jujur itu), saya memutuskan untuk menganalisis doa-doa tersebut. Dan hasilnya, tidak terlalu mengejutkan.

Sebagian besar doa itu berisi pengumuman. Misalnya, “Terima kasih Tuhan, Kau telah melancarkan urusanku ini.” Meski berbentuk doa, sebenarnya mereka hanya ingin mengatakan kepada dunia bahwa dia telah berhasil melakukan suatu pekerjaan. Dengan membuat status berbentuk doa, mereka mungkin berharap pengumuman itu tidak terdengar pamer keberhasilan.

Model itu sama dengan model keluh kesah, seperti “Ya Allah, hari ini terasa berat, ringankanlah bebanku.” Dengan doa seperti ini mereka sebenarnya ingin berbagi dengan orang lain. Yang mereka harapkan adalah komentar dari teman-teman: “Sabar ya bu/pak …”Yang agak aneh sebenarnya adalah menjadikan Tuhan sebagai “sasaran antara” untuk menyentil orang lain.

Misalnya, “Tuhan, sadarkanlah dirinya.” Penulis status ini jelas ingin agar orang yang dituju membaca doa itu dan terusik. Biasanya, komentar dari teman-teman mereka akan berbunyi: “Siapa sih dia?” Dan penulis status akan menjawab: “Ada deh …

”Tentu saja, pemilik akun itu sah-sah saja menulis status apa pun. Akun-akun dia, apa hak kita melarangnya? Tapi, saya kok masih percaya, Tuhan lebih mendengar doa yang disampaikan secara lirih dan dalam kesepian.

Bukan di media sosial yang berisik. d^_^b d^_^b


_____
(surat elektronik | dikirim oleh djeng er @catfiz | 11.05.2017)

Jumat, 22 September 2017

Gerakan 1821

Ayah dan Bunda yang baik hati, khususnya yang mempunyai anak SMA ke bawah (SMP, SD, TK) ..., betapa dahsyatnya pengaruh HP terhadap perkembangan anak-anak kita. Anak-anak semakin egois, susah dikendalikan dan terkena dampak negatif lainnya.

Untuk itu mari kita lawan dengan  "Gerakan 1821"

Apa itu "Gerakan 1821"?

Gerakan 1821 adalah himbauan kepada para orang tua untuk melakukan puasa gadget/HP, hanya 3 jam saja, yaitu mulai pukul 18.00 s/d 21.00.

Simpan dahulu HP-nya ayah, bunda,
simpan dahulu BB, Tab, dan laptop-nya.

Temanilah anak-anak kita, hanya 3 jam saja.
Bersama mereka, dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa dan raga kita.

Apa yang harus dilakukan selama 3 jam?

Melaksanakan 3B yaitu
Bermain,
Belajar,
Bicara (obrol).
Iya, cuma 3 jam dan 3B saja.

Bermain apa saja, boleh mainan tradisional, bermain petak-umpet, tebak-tebakan, pokoknya apa saja sesuai dengan usia anak.

Bisa juga menemani mereka belajar.
Belajar agama dan apa saja yang positif.
Bisa mengerjakan PR, belajar ilmu baru, berbagi pengalaman pengetahuan dan yang lainnya.

Juga bisa diisi dengan banyak mengobrol.
Bicara, bicara, dan bicara.
Ajak anak-anak bicara.
Topiknya bisa apa saja.
Lebih utama bicara tentang mereka, pengalaman mereka, keinginan mereka, pokoknya apa saja.

Hanya 3B: bermain, belajar, bicara, dan tidak semuanya harus dilakukan pada saat yang sama, bisa dijadwal dan dibuat se-enjoy mungkin.
Bisa dikombinasikan.
Pilih aktivitas yang nyaman dilakukan bersama.

Mari Ayah, ayo Bunda.
Puasa gadget/HP dan  TV ...
Hanya 3 jam saja.
Pukul 18 s/d 21 saja!

Ingat ya ... 1821 ...!

Mari kita coba ...!  Semoga bermanfaat!

_____
(surat elektronik | anonim)

Sabtu, 09 September 2017

Dahulu Aku Siapa dan Sekarang Mau ke Mana?

Asalamualaikum wr.wb.
Semangat pagi ...
Bismillah, saudaraku ...! Tafakur sejenak ...

Dahulu ....

Aku sangat KAGUM pada manusia yang:
» Cerdas,
» Kaya,
» Berhasil dalam Karier,
» Hidup sukses,
» dan Hebat  Dunianya.

Sekarang ...

Aku memilih untuk mengganti kriteria kekagumanku.
Aku kagum dengan:
» Manusia yang Hebat di mata Allah SWT 
» Sekali pun kadang penampilannya begitu biasa dan sangat bersahaja.

Dahulu ...

Aku memilih MARAH ketika merasa 'Harga Diriku' dijatuhkan oleh orang lain yang 'Berlaku Kasar Kepadaku' dan menyakitiku dengan 'Kalimat-Kalimat Sindiran'.

Sekarang ...

Aku memilih untuk BANYAK BERSABAR dan MEMAAFKAN, Karena aku yakin 'Ada Hikmah Lain'.  yang datang dari mereka ketika aku mampu untuk 'Memaafkan dan Bersabar'.

Dahulu ...

Aku memilih MENGEJAR DUNIA dan 'Menumpuknya' sebisaku....
Ternyata aku sadari kebutuhanku hanyalah 'Makan dan Minum' untuk hari ini.

Sekarang ...

Aku memilih untuk BERSYUKUR dan BERSYUKUR dengan apa yang ada dan memikirkan bagaimana aku bisa 'Mengisi Waktuku' hari ini dengan apa yang bisa aku lakukan/perbuat dan bermanfaat 'Untuk Sesamaku'.

Dahulu ...

Aku berpikir bahwa aku bisa MEMBAHAGIAKAN
» Orang tua,
» Saudara,
» dan teman-temanku
jika aku berhasil dengan duniaku ... Ternyata yang membuat mereka bahagia 'Bukan Itu', melainkan :
» Ucapan,
» Sikap,
» Tingkah,
» dan Sapaanku kepada mereka.

Sekarang ...

Aku memilih untuk 'Membuat Mereka Bahagia' dengan apa yang ada padaku karena aku ingin ke-Manfaat-an ku di tengah-tengah mereka...
(Sebaik-baik Manusia adalah yang Bermanfaat buat Manusia lainnya)

Dahulu ...

Fokus pikiranku adalah membuat RENCANA-RENCANA DAHSYAT untuk Duniaku...
Ternyata aku menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kepada-NYA...

Sekarang ...

yang menjadi 'Fokus Pikiran' dan 'Rencana-Rencana' ku adalah Bagaimana agar Hidupku dapat Berkenan di mata Allah SWT  dan Sesama jika suatu saat nanti diriku dipanggil oleh-NYA.

→ Tak ada yang  dapat menjamin bahwa aku dapat menikmati 'Teriknya Matahari Esok Pagi'

→ Tak ada yang  bisa memberikan jaminan kepadaku bahwa aku masih bisa 'Menghirup Udara Besok Hari'.

Jadi apabila 'Hari Ini dan Esok Hari' aku masih hidup, itu adalah karena kehendak Allah SWT  semata, bukan kehendak siapa-siapa ...

Renungan ini mengintropeksi kita agar lebih mawas diri bahwa:
'DAHULU' aku ini siapa?
Dan 'SEKARANG' aku mau ke mana?

Inna sholatii wa nusukii wamahyayaa wamamaati lillahi Robbil 'alamiin

Semoga bermanfaat.

_____
(surat elektronik | anonim)

Sabtu, 02 September 2017

Nasihat dari Si Mbah

Wong yen nerimo, uripe dowo
Wong yen sabar, rejekine jembar
Wong yen ngalah, uripe bakal berkah ...
Sopo sing jujur, uripe yo makmur
Sopo sing suloyo, uripe yo sangsoro.
Sopo sing sombong, amale bakal kobong.
Sopo sing telaten, bakal panen ...
Ojo podo ngresulo, mundak cepet tuwo,
Sing wis lungo, lalekno,
Sing durung teko, entenono,
Sing wis ono, syukurono ...
Sehat kuwi yen,
Mangan enak ...
Turu kepenak ...
Ngibadah jenak ...
Tonggo semanak ...
Keluarga cedhak ...
Bondo cemepak ...
Kubur ora sesak ...
Suwargo mbukak ...
Sedulur grapyak ...
Ono panganan ora cluthak ...
Ketemu konco ngguyu NGAKAK ...

_____
(surat elektronik | anonim)

Sabtu, 26 Agustus 2017

Pilih KUTANG atau ISI-nya

Oleh: Emha Ainun  Nadjib

Hidup akan sangat melelahkan

Sia-sia dan menjemukan bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus "BUNGKUS"-nya saja dan mengabaikan "ISI"-nya. Maka, bedakanlah apa itu "BUNGKUS"-nya dan apa itu "ISI"-nya.

"Rumah yang indah" hanya bungkusnya
"Keluarga bahagia" itu isinya.

"Pesta pernikahan" hanya bungkusnya
"Cinta kasih, Pengertian, dan Tanggung jawab" itu isinya.

"Ranjang mewah" hanya bungkusnya,
"Tidur nyenyak" itu isinya.

"Kekayaan" itu hanya bungkusnya,
"Hati yang gembira" itu isinya.

"Makan enak" hanya bungkusnya,
"Gizi, energi, dan sehat" itu isinya.

"Kecantikan dan Ketampanan" hanya bungkusnya,
"Kepribadian dan Hati" itu isinya.

"Bicara" itu hanya bungkusnya,
"Kenyataan" itu isinya.

"Buku" hanya bungkusnya,
"Pengetahuan" itu isinya.

"Jabatan" hanya bungkusnya,
"Pengabdian dan pelayanan" itu isinya.

"Pergi ke tempat ibadah" itu bungkusnya,
"Melakukan Ajaran Agama" itu isinya.

"Kharisma" hanya bungkusnya,
"Karakter" itu isinya.

Utamakanlah "isi"-nya, namun rawatlah "bungkus"-nya.

Selamat beraktivitas hari ini, "rezeki" itu hanya bungkusnya, "keberkahan" itu isinya.

Jangan lihat Judul tapi lihatlah Isi-nya ... 😊

Sabtu, 19 Agustus 2017

Menungsa Kok Ngana

WONG SUGIH KARO WONG MELARAT KUWI PANCEN BEDO,

Mangkat iring kemanten wae wis ketok bedo ......

Ibu-ibu nek iring-iring kemanten yo dibedak-bedakno, sing sugih bolo sugih, sing melarat yo dikelumpukne karo melarate.

Sing sugih-sugih ditumpakne mobil sing apik-apik, mobil mewah-mewah, bangsane mobil Jenio, Pajero, Hamer, Lenkruser, Portuner, Penter, Inova, Avansa, Senia, Merci, Epivi, Cervi, Terios, Rus, Honda Jes, iku sing sugih-sugih. Sing numpak, mba Ika, mba Sinta, mba Widia, mba Yanti. mba Tuti, mba Mike, mba Ema, mba Erna, mba Tasya, mba Sindi, mba Alda, mba Risma, mba Siska, mba Susi, mba Lili ....

Tapi nek sing balane … Sundari, Ratemi, Supiah, Tasmining, Rumijah, Paenah, katoyah, Sumiati, Sumiatun, yo kol bak (kol ompreng) iku tumpakane, nek perlu diusungi nganggo Tossa (motor roda 3 seng mburi enek bak'e).

Pancen ra podo .., sangune wae ra podo, sing sugih-sugih numpak mobil mewah, sangune yo enak-enak ... buah Pir, Apel, Jeruk, Duren, Duku, Kelengkeng, Anggur …, ngombene yo Fanta, Koka-kola, Sprait, Maison, karo Pokari swit ..., Iku wong sugih, lha sing melarat-melarat numpak kol bak sangune yo Ote-Ote, Onde-Onde, Lemper, gedang goreng, tahu isi, Tempe mbus, Lomboke wakeh ..., ngombene Es Teh diwadahi plastik, taleni cokot pojokane.

Tekan gon kemanten yo bedo, sing mudun seko mobil apik yo ketok gandes, luwes, lemes, pantes, pancen wong sugih, mudun nganggo sandal jinjit dowo koyo artis, dengkule diciutno, bokonge dijentitno, susune diunjukno, mentek-mentek, gelungane rambut gede podo koyo bane mobil praoto, mudun nyangklek tas karo nyekeli dompet, mlakune tit ... njentit ... jentit ... njentit ... njentit …, mlaku karo pamer gelang nganti iso muni gelange krimpying ..., krimpying ..., krimpying ..., gela-gelo, lambene pencap pencep.

Lha sing melarat mudun seko kol bak wis ora rupo menungso, lambene nyonyor kabeh, mergo ntek ote-ote enem lomboke pat likur, mongah-mongah lambene njedir kabeh, jontor dewe-dewe, rambute mosak-masek keno angin, keringet meruntus jrojosan sesek-sesekan nang kol bak, celake ndelewer tekan pipi, lipstik munggah nang mripat, mudun seko kol bak sandal jepit nganti iso kleru, sing tengen sandale rupane abang, sing kiwe rupane kuning, ngono kui esih dikongkon nyangking kerdus ....

Hehehe ….

*CUPLIKAN Pengajian KH Anwar Zahid - Bojonegoro

BAGIKAN JIKA SUKA
ketahui info Jatim, sukai Komunitas Orang Jawa Timur

_____
(surat elektronik | anonim)

Sabtu, 12 Agustus 2017

Lilin Penerang Hati

Ada seorang gadis menyewa rumah, bersebelahan dengan kontrakan rumah seorang ibu miskin dengan 2 anak, suatu malam tiba-tiba listrik padam, dengan bantuan cahaya handphone gadis itu ke dapur mau mengambil lilin, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ....

Ternyata seorang anak miskin yang di sebelah rumahnya! Anak itu bertanya dengan risau, "Kakak ada lilin tidak ...?"

Gadis itu berfikir...?????! Di benaknya dia tertanam kata "JANGAN PINJAMKAN" nanti jadi kebiasaan untuk terus-terusan meminta, maka si gadis menjawab, "TIDAK ADA!”

Lalu si anak miskin berkata riang, "Saya sudah duga kakak tidak ada lilin, ini ada 2 lilin saya bawakan untuk kakak, kami khawatir karena kakak tinggal sendirian dan tidak ada lilin."

Si gadis merasa bersalah, dalam linangan air mata, dia memeluk anak kecil itu erat-erat ...!?

Jangan menilai keburukan orang lain hanya karena mereka kelihatan MISKIN/TIDAK MAMPU.


...... INGAATTTT ......!!!

Kekayaan tidak bergantung seberapa banyak yang kita PUNYA, tetapi seberapa kita MAMPU untuk BERBAGI kepada mereka yang TIDAK MAMPU.

Miskin bukan berarti tidak PUNYA APA-APA dan KAYA bukan berarti PUNYA SEGALANYA.

Mungkin hari ini kita di atas tanah, tapi esok lusa tanah pasti di atas kita, hidup hanya sekali ... jadi buat apa kita menyombongkan diri ...!

➡ Jangan lupa bersyukur  😊✔✔

_____
(surat elektronik | anonim)

Sabtu, 05 Agustus 2017

Menata Hati

Al-kisah, ada pasangan muda yang baru saja menikah, tengah menempati rumah baru di sebuah  perumahan.

Suatu pagi, sewaktu sarapan, si istri melalui jendela kaca melihat tetangganya sedang menjemur kain.

“Cuciannya kok kelihatan kurang bersih ya,” kata sang istri. “Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar. Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus.”

Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apa pun.

Sejak hari itu, setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberikan komentar yang sama, tentang kurang bersihnya si tetangga dalam mencuci pakaiannya.
  
Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian yang dijemur tetangganya tiba-tiba terlihat begitu cemerlang dan bersih, dan dia berseru kepada suaminya: “Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar. Siapa ya kira-kira yang sudah mengajarinya?”

Sang suami berkata, “Saya bangun pagi sekali hari ini dan membersihkan jendela kaca kita…” Istrinya hanya tertegun mendengar penjelasan tersebut.

Dan begitulah kehidupan ini berjalan...

”Apa yang kita Lihat pada saat Menilai Orang Lain, tergantung kepada kejernihan Pikiran (jendela), lewat mana kita memandangnya.”

✅ Jika Hatimu Bersih, maka Bersih pula Pikiranmu ...
✅ Jika Pikiranmu Bersih, maka Bersih pula Perkataanmu ...
✅ Jika Perkataanmu Bersih, maka Bersih pula Perbuatanmu ...

”Hati, Pikiran dan Perkataan kita mencerminkan Hidup kita ...”


“Jika ingin Hidup kita Berkembang, Maju dan Sukses … Maka kita harus Menjaga Hati, Pikiran, dan Perkataan kita ...”
  
Pesan Moralnya, adalah
“HATIMU menentukan PIKIRANMU”


pengirim:  Om Te | catfiz grup | 13.06.2016

Jumat, 28 Juli 2017

Nilai Sebuah Baju Bekas


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
-- "Sama sama manusia, entah hitam putih tinggi pendek, namun yang membedakan nilainya adalah kesungguhannya dalam berusaha."--
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Dia berkulit hitam, lahir di daerah kumuh Brooklyn, New York, ia melewati kehidupannya dalam lingkungan miskin dan penuh diskriminasi.

Suatu hari ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya, “Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?”

Ia menjawab, “Mungkin USD 1.”

“Bisakah dijual seharga USD 2? Jika berhasil, berarti engkau telah membantu ayah dan ibumu."

“Saya akan mencobanya.”

Lalu dia membawa pakaian itu ke stasiun kereta bawah tanah dan menjual selama lebih dari enam jam, akhirnya ia berhasil menjual USD 2 dan berlari pulang.

Kemudian, ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas kepadanya, “Coba engkau menjual seharga USD 20?”

"Bagaimana mungkin? Pakaian ini paling hanya USD 2."

Ayahnya berkata, “Mengapa engkau tidak mencobanya dahulu?”

Akhirnya, ia mendapatkan ide. Ia meminta bantuan sepupunya untuk menggambarkan seekor Donald Duck yang lucu dan seekor Mickey Mouse yang nakal pada pakaian itu. Ia lalu menjualnya di sekolah anak orang kaya, dan laku USD 25.

Ayahnya kembali memberikan selembar pakaian bekas kepadanya, “Apakah engkau mampu menjualnya dgn harga USD 200?"

Kali ini ia menerima tanpa keraguan sedikit pun, kebetulan aktris film populer “Charlie Angels”, Farrah Fawcett berada di New York, sehabis konferensi pers, ia pun menerobos penjagaan pihak keamanan dan meminta Farrah Fawcett membubuhkan tanda tangan di pakaian bekasnya. Kemudian terjual USD 1500.

Malamnya, ayahnya bertanya, “Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian ini, apa yang engkau pahami?”

Ia menjawab “Selama kita mau berpikir pasti ada caranya.”

Ayahnya menggelengkan kepala, “Engkau tidak salah!  Tapi bukan itu maksud ayah, ayah hanya ingin memberitahukanmu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dolar juga bisa ditingkatkan nilainya. Apalagi kita sebagai manusia?  Mungkin kita berkulit gelap dan miskin, tapi apa bedanya?”

Sejak itu, ia belajar dengan lebih giat dan menjalani latihan lebih keras, dua puluh tahun kemudian, namanya terkenal di seluruh dunia.

Ia adalah MICHAEL JORDAN!

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 18 Juli 2017

BJ Habibie ...


Cerita BJ Habibie yang mengharukan ketika berkunjung ke Garuda Indonesia

Dik, Anda tahu, saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gaya khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan “Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur, Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara.

Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua di antara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara.

Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktik. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘How to build Commercial Aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik, anda semua lihat sendiri, N-250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, teknologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun ke depan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini.

Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang lebih dari 900 jam dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.

Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia mampu bikin pesawat terbang?’

Tiba-tiba, Presiden ke-2  memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

Dik tahu ... di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina, dan Indonesia. Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika, dan Eropa.

Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua?

… Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer, dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara mana pun!
Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rezeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!! ...

Pak Habibie menghela nafas, dan  melanjutkan pembicaraannya .….

… Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N-2130 jadi diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia.

Dik, dalam industri apa pun kuncinya itu hanya satu QCD,
− Q itu Quality, Dik, Anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten
− C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis
− D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu! Itu saja!!

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sebagai berikut.
... Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1, lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik, organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana Anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik ... dengan hati”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu …

… Dik, saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ibu Ainun istri saya. Ia ikuti ke mana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar.

Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya, saya mau kasih informasi ... Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu.

Pak Habibie menghela napas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam, seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie ...

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan …

… Dik, kalian tau, 2 minggu setelah ditinggalkan ibu, suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu … Ainun … Ainun …… Ainun …… saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini …’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;
Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di RS Jiwa!

Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus …

Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.
Saya pilih opsi yang ketiga …

Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun … dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia.

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat … saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya.

Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia.

Seluruh hadirin terhenyak dan tak kuasa lagi membendung air mata ……


Sumber: Om Te, catfizer | 12.06.2016

Selasa, 11 Juli 2017

10 Hari Mengabdi Pada Anjing

[Ust. Musyafa Ahmad Rahim, Lc, MA.]


Alkisah ada seorang Raja yang memiliki 10 anjing ganas untuk menghukum yang bersalah.

Jika sang Raja tidak berkenan maka orang yang salah akan dilempar ke kandang agar dicabik oleh anjing-anjing ganas itu.

Suatu hari seorang Menteri membuat keputusan salah dan murkalah Raja. Maka diperintahkan agar sang Menteri dimasukkan ke kandang anjing ganas.

Menteri berkata, "Paduka, saya telah mengabdi padamu selama 10 tahun, tapi Paduka tega menghukumku begini. Atas pengabdianku selama ini, saya hanya minta waktu penundaan hukuman 10 hari saja."

Sang Raja pun mengabulkannya. Sang Menteri bergegas menuju kandang anjing-anjing tersebut dan meminta izin kepada penjaga untuk mengurus anjing-anjingnya.

Ketika ditanya untuk apa? Maka dijawab, "Setelah 10 hari nanti engkau akan tahu." Karena tahu itu Menteri maka diizinkan.

Selama 10 hari itu sang Menteri memelihara, mendekati, memberi makan bahkan akhirnya bisa memandikan anjing-anjing tersebut hingga menjadi sangat jinak padanya.

Tibalah waktu eksekusi, disaksikan Raja dimasukkanlah sang Menteri ke kandang anjing, tetapi Raja kaget saat melihat anjing-anjing itu justru jinak padanya.

Maka dia bertanya apa yang telah dilakukan Menteri pada anjing-anjing tersebut?

Jawab Menteri, "Saya telah mengabdi pada anjing-anjing ini selama 10 hari dan mereka tidak melupakan jasaku."

Terharulah Raja, meleleh air matanya lalu dibebaskanlah sang Menteri dari hukuman dan dimaafkan.

Sahabatku,
Hikmah dari cerita di atas adalah:

Agar kita tidak mudah mengingkari dan melupakan kebaikan-kebaikan yang kita terima dari orang-orang terdekat  kita, hanya karena kejadian sesaat yang tidak mengenakkan.

Jangan mudah menghapus kenangan yang telah terukir dan persahabatan yang telah terjalin bertahun lamanya hanya karena hal-hal kecil yang kurang kita sukai darinya saat ini.

Mencari teman itu lebih mudah daripada mendapatkan sahabat.

Jagalah persahabatan yang ada dengan baik karena menjaga persahabatan itu jauh lebih sulit dari mendapatkannya.

❤❤❤❤
_____
(surat elektronik | anonim)



Selasa, 04 Juli 2017

Hedonic Treadmill

Pernah dengar istilah "Hedonic Treadmill"?

Kita mulai dengan pertanyaan yang sedikit bernuansa pernyataan:

Kenapa makin tinggi penghasilan seseorang, ternyata makin menurunkan peran uang dalam membentuk kebahagiaan?

Kajian-kajian dalam (ilmu) financial psychology menemukan jawabannya, yang kemudian dikenal dengan nama “hedonic treadmill”.

Simpelnya, hedonic treadmill seperti ini: Saat gajimu 5 juta, semuanya habis. Saat gajimu naik 30 juta per bulan pun, eh semua habis juga.

Kenapa bisa begitu? Karena ekspektasi dan gaya hidupmu pasti ikut naik, sejalan dengan kenaikan penghasilanmu.

Dengan kata lain, nafsumu untuk membeli materi/barang mewah akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan penghasilanmu. Itulah kenapa disebut hedonic treadmill: seperti berjalan di atas treadmill, kebahagiaanmu tidak maju-maju. Sebab nafsumu akan materi tidak akan pernah terpuaskan.

Saat penghasilan 10 juta/bulan, naik Avanza. Saat penghasilan 50 juta/bulan naik Alphard. Ini mungkin salah satu contoh sempurna tentang jebakan hedonic treadmill.

Hedonic treadmill membuat ekspektasimu akan materi terus meningkat. Itulah kenapa kebahagiaanmu stagnan, meski penghasilan makin tinggi. Sebab harapanmu akan penguasaan materi juga terus meningkat sejalan kenaikan penghasilanmu.

Ada eksperimen menarik: Seorang pemenang undian berhadiah senilai 5 miliar rupiah dilacak kebahagiaannya 6 bulan setelah ia mendapat hadiah.

Apa yang terjadi 6 bulan setelah menang hadiah 5 miliar? Level kebahagaiaan orang itu SAMA dengan sebelum ia menang undian berhadiah.

Itulah efek hedonic treadmill: karena nafsumu terus meningkat, kebahagiaanmu seolah berjalan di tempat, meski penghasilan melompat 10 kali lipat. Atau bahkan dapat hadiah 5 miliar.

Jadi apa yang harus dilakukan agar kita terhindar dari jebakan hedonic treadmill? Lolos dari jebakan nafsu materi yang tidak pernah berhenti?

Di sinilah relevan, untuk terus mempraktikkan gaya hidup yang minimalis nan bersahaja (qana'ah): sekeping gaya hidup yang tidak silau dengan gemerlap kemewahan materi ...

Lingkaran sekecil apa pun, sepanjang bulat utuh, sempurna 360 derajat. Sebaliknya, lingkaran sebesar apa pun, jika tidak utuh, tak pernah mencapai 360 derajat.

Bersyukur menjadi kunci kesempurnaan lingkaran kebahagiaan itu.

#menonjokdirisendiri
#mengingatkandirisendiri

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 27 Juni 2017

Kata Orang Jawa Hari Itu Ada 7


Dino iku ono 7 (pitu):
Maksudte PITU ugo bisa kanggo  PITUTUR, PITUDUH, PITULUNGAN, PITUNGKAS, monggo sareng-sareng disimak ... 👳

1. SENEN:
tegese ojo boSEN marang uNEN2 (unen² Wong WASIS LAN WICAK seng kang bisa kanggo tuntunan marang kauripan)

2. SELOSO:
SElakno ngamaLO marang SOpo² (pramila wong ngamal iku ora pilih², lan ora pandang wonge sopo)

3. REBO:
keREpo sinau ben ora BOdho (tengahing punjere pitung dino, sajatine mumpung isih urip ditlateni anggone luru ilmu, mergo berdoa iku penting, ojo sing penting berdoa)

4. KEMIS:
Luwih becik mingKEM tinimbang laMIS (piwarah ojo podho ngumbar omongan kelawan wong liyo. Luwih² ngrasani dursio marang dulur, konco lan tonggo)

5 JUMAT:
JUMbuhno lelakon karo kekarepan kanthi tulus ikhlas e niAT  (barokahipun yen nduwe niat/cita² kudu usaha ikhtiar dungo supoyo kekarepanne biso kaleksanan ing sakabeh e dilakoni kanthi paripurna)

6. SETU:
SeSErah diri nggo
Insaf marang barang sing wes keweTU (pitutur: sak bejo bejane wong ngedan, isih luwih bejo wong kang eling waspodo lan ajeg dungo kelawan Gusti).

7. MINGGU:
MINGGirno barang sing olo, lakonono barang sing rahayU (tumindak : sing apik ayo podho dilakoni sing olo podo dibuang di tinggal ne kanthi pangajab ngandelke mulyaning budi lan pakerti...

---------
Atur waseso syukur gathuk, nggo gedhekne ati lumuntur ing niat, pangucap lan tumindak ingkang lamgkung sae ...

Nuwun ....

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 20 Juni 2017

The Power of Giving


Di sebuah desa yang subur, hiduplah 2 lelaki bersaudara. Sang kakak telah berkeluarga dengan 2 orang anak, sedangkan si adik masih melajang. Mereka menggarap satu lahan berdua dan ketika panen, hasilnya mereka bagi sama rata.

Di suatu malam setelah panen, si adik duduk sendiri dan berpikir, "Pembagian ini sungguh tidak adil, seharusnya kakakkulah yang mendapat bagian lebih banyak karena dia hidup dengan istri dan kedua anaknya.

"Maka di malam yang sunyi itu diam-diam dia menggotong satu karung padi miliknya dan meletakkannya di lumbung padi milik kakaknya".

Di tempat yang lain, sang kakak juga berpikir, "Pembagian ini adil jika adikku mendapat bagian yang lebih banyak, karena ia hidup sendiri, jika terjadi apa-apa dengannya tak ada yang mengurus, sedangkan aku ada anak dan istri yang kelak merawatku."

Maka sang kakak pun bergegas mengambil satu karung dari lumbungnya dan mengantarkan dengan diam-diam ke lumbung milik sang adik.

Kejadian ini terjadi bertahun-tahun.

Dalam benak mereka ada tanda tanya, kenapa lumbung padi mereka seperti tak berkurang meski telah menguranginya setiap kali panen?

Hingga di suatu malam yang lengang setelah panen, mereka berdua bertemu di tengah jalan.

Masing-masing mereka menggotong satu karung padi.

Tanda tanya dalam benak mereka terjawab sudah, seketika itu juga mereka saling memeluk erat, mereka sungguh terharu berurai air mata menyadari betapa mereka saling menyayangi.

Beginilah seharusnya kita bersaudara.

#Jangan biarkan Harta menjadi pemicu permusuhan, melainkan menjadi perekat yang teramat kuat di antara saudara#

Kita akan hidup bahagia jika kita banyak memberikan bantuan, cinta kasih kepada sesama

Kita tidak akan pernah  kekurangan jika kita suka menolong dan meringankan beban kehidupan orang lain.

Kita tidak akan mendapat kesusahan jika kita selalu berusaha membahagiakan dan menolong orang lain.

Kullu Ma'ruufin Shadaqoh.
"Sekecil apa pun kebaikan itu adalah sedekah".

_____
(surat elektronik | anonim)

Selasa, 13 Juni 2017

Arti Kata Jancok


Jancuk, diancuk, jancok adalah sebuah kata khas Surabaya yang telah banyak tersebar luas hingga ke daerah luar Kulonan bahkan luar kota dan pulau. Warga Jawa Timur seperti Malang dan lainnya turut andil dalam penyebaran kata ini. Jancuk berasal dari kata "encuk" yang artinya ngencuk atau bersetubuh atau fuck dalam bahasa Inggris. Berasal dari frase "di-encuk" menjadi diancok, lalu dancok, hingga akhirnya jancok. Ada banyak varian kata jancok, semisal diancok, duancuk, damput, dampot, mbokne ancok (mother fucker), jangkrek, jambu, jamput, dll adalah salah satu kata yang lebih halus dari pada jancuk.

Makna asli kata tersebut sesuai dari asal katanya, yakni di-encuk, lebih mengarah ke kata kotor bila kita melihatnya secara umum. Normalnya kata tersebut dipakai untuk sebuah umpatan di emosi yang meledak, marah, atau membenci seseorang. Namun sejalan dengan berkembangnya pemakaian tersebut, makna kata jancok dan kawan-kawannya meluas hingga menjadi kata simbol keakraban dan persahabatan khas (sebagian) arek-arek Suroboyo.

Kata-kata ini bila digunakan dalam situasi penuh keakraban maka akan menjadi pengganti kata panggil atau kata ganti orang, misalnya "piye kabarmu cok?", "jancuk sek urep ae awakmu cok?". Serta orang diajak bicara tersebut seharusnya tidak marah apabila yang mengajak bicara adalah teman sendiri. karena percakapan tersebut digandengi dengan canda tawa. Kata jancok juga bisa menjadi kata penegasan, keheranan, atau komentar terhadap suatu hal. Misalnya, "jancuk!Ayune arek wedok iku cok!", "jiancok, ayune rek", dll. kalimat tersebut cocok dipakai apabila melihat sosok wanita cantik yang lagi lewat di depan kita

hehehhehe

Akhiran cok atau cuk bisa menjadi kata sambung bila penuturannya kerap menggunakan kata jancok dalam kehidupan sehari-hari. "Wes mangan ta cok? Iyo cuk, aku kaet wingi lak durung mangan cuk. Segala kata itu mempunyai makna yang luas dan tak terhingga. Sedang untuk penyamaan presepsi dalam komunikasi biasanya berpedoman pada makna leksikalnya, sedang itu pun masih bisa menimbulkan beda pemahaman antara yang satu dengan yang lainnya. Padahal kata itu berlaku dalam kata EYD.

Sedang JANCUK (dengan segala variannya) merupakan kata yang tidak ada dalam EYD (lek gak percoyo deloken nak KBBI) sehingga artinya luas dan tentu saja dengan berbagai niat/motivasi/harapan/keinginan yang berbeda antara yang satu dengan yang lain (yo koyok jarene Djack Swasanazegar).

Tapi jancuk mempunyai konotasi yang buruk dalam tatanan sosial, tapi uniknya jancuk mempunyai tempat spesial dalam lingkup persahabatan erat (terutama arek enom-enome suroboyo dan ngalam). Di situ mereka akan melontarkan kata atau menyapa dengan jancuk hanya pada teman yang benar-benar akrab dan dilontarkan tanpa ada rasa marah sedikit pun kepada pihak si pengucap, malah cenderung menjadi suasana guyonan yang biasanya membuat suasana segar

hahahah

Sudah nampak jelas bahwa jancuk mempunyai 2 (dua) sisi sifat dalam mengucapkan dan 2 (dua) sisi penilaian dalam masyarakat atau komunitas. Mungkin kita bisa membedakan arti dari jancuk dengan melihat siapa dan bagaimana cara mengucapkannya kepada kita. Seperti ada pengucapan tersebut dengan nada amarah yang menggebu-gebu, berarti itu sama dengan marah yang sangat amat dalam (jancuk raimu asu ancene heheheh).

So, kalau menurut saya, kata jancok bisa dibilang hanya sebuah PENEKANAN (yang SANGAT-SANGAT AMAT) dan mungkin dalam bahasa Inggris bisa disamakan dengan FUCK atau FUCKING.

JIANCOK gak kerasa ini tadi udah ngetik lumayan panjang banget, so sory cok tulisanku ini tadi cuman tulisan orang sok tau (mungkin) yang nyobak urun rembuk.

yo gak cok


Catfizer Kimi Sabian, 26 April 2016

Rabu, 04 Januari 2017

Akan Datang Masa Itu

"Akan datang suatu masa, dan aku khawatir terhadap masa itu."
  1. Di mana keyakinan hanya tinggal di dalam pemikiran.
  2. Di mana keimanan tak berbekas dalam perbuatan.
  3. Banyak orang baik tapi tak berakal.
  4. Ada pula yang berakal tapi tak beriman.
  5. Ada yang lidahnya fasih tapi hatinya lalai.
  6. Ada pula yang khusyuk tapi sibuk menyendiri.
  7. Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis.
  8. Ada pula ahli maksiat tapi rendah hati.
  9. Ada yang bahagia tertawa tapi hatinya berkarat.
  10. Ada pula yang sedih menangis tapi kufur nikmat.
  11. Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat.
  12. Ada pula yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut.
  13. Ada yang berlisan bijak tapi tidak memberi teladan.
  14. Ada pula pelacur tapi menjadi figur.
  15. Ada yang memiliki ilmu tapi tidak paham.
  16. Ada pula yang paham tapi tidak menjalankan.
  17. Ada yang pintar tapi membodohi.
  18. Ada pula yang bodoh tapi tidak tahu diri.
  19. Ada yang beragama tapi tidak berakhlak.
  20. Ada pula yang berakhlak tapi tidak ber-TUHAN.
(Ali bin Abi Thalib)

Ya RABB jauhkan kami dari hal-hal sedemikian.
Ya ALLAH berikanlah kami hidayah-MU, bukakan pintu hati kami untuk menerima dan menjalankan perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu. Tunjukkan lah kami jalan yang LURUS.
Ya ALLAH BERKAHILAH kami dalam keridhaan-Mu.

#BerbagiDalamKebaikan
#SelfReminder

_____
(surat elektronik | anonim)